AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Di Blokir


__ADS_3

Tiga hari Jasmine sudah menjalani hidupnya sebagai asisten rumah tangga dirumah itu, selama itu juga dirinya sudah pusing dengan menu pekerjaan yang tiap hari di berikan oleh Mbok Darmi, rupanya perempuan setengah tua itu benar-benar memanfaatkan tenaga Jasmine sampai tak tersisa


Jasmine sangat bersyukur karena setelah kejadian kemaren malam, Abraham sudah dengan sendirinya berusaha menghindari nya, Mbok Darmi juga mendukung gerakan jaga jarak sang majikan dan pembantunya


Selesai dengan makan paginya, Jasmine segera membereskan meja makan dan peralatan dapur lainya hingga bersih, tentu saja setelah sang majikan pergi meninggalkan meja makan


Kemudian Jasmine segera masuk ke kamarnya kembali untuk mengecek ponselnya karena takut ada pesan penting dari Risma Sahabatnya


Jasmine mengotak Atik ponsel santai tanpa takut di ganggu Mbok Darmi, selama mbok Darmi masih sibuk mengurusi majikan gantengnya


Perbincangan di ponsel


"Tadi suruhan bokap loe datangi gue lagi, nanya soal loe yang ke 100 kalinya" Ucap Risma


"Terus loe bilang apa?" jawab Jasmine


"Ya gue bilang, mungkin loe ilang di bawa dedemit, kesel gue"


"Anjir loe, mana ada dedemit doyan sama gue" ucap Jasmine


"Iya ya, yang ada dedemit tekanan batin lihat kelakuan loe" jawab Risma


"Njir, dedemit emang punya batin?"


"Entar gue tanya dedemit nya dulu, eh gimana kabar loe, kerasan?"


"Gila njir, Capek pakek banget gue disini" jawab Jasmine


"Harus ikhlas dong, biar dapat berkah, nikmati saja, mbok Darmi ngomongnya tambah kenceng nggak?"


"Pol, nabok nya juga makin kenceng dan sering"


Terdengar suara tertawa ngakak bahagia dari Risma


"Dasar loe, bahagia banget lihat penderitaan gue, kampret!"


"Emang"


"Anjir!"


"Nggak ada cowok yang bisa loe bungkus masukin ke keranjang lubuk hati loe terdalam?" Tanya Risma


"Nggak ada, orang sini turunan singa semua, Galak!"


"OMG, nasip loe Jas, ngenes banget ya, kalau majikan loe yang cowok ganteng nggak?"


"Emm, ganteng sih, tapi sayang galak banget sama gue, suka sentimen gitu orangnya"


"Lajang?"


"Nggak"


"Beristri?"


"Tau ah, bingung gue mau jawabnya"


"Anjir, maksud loe gimana sih Jas?"

__ADS_1


"Udah punya istri, tapi tiga hari disini gue belum ketemu nyonya besar, sudah deh panjang ceritanya, nanti kalau ketemu gue kasih cerita"


"Okey zayeng , aku tunggu ya, lope yu"


"Gila"


"Assalamualaikum Mina!" Ucap Risma kenceng mengakhiri perbincangannya


"Waalkum salam, Kampret!" Jawab Jasmine gak kalah kenceng dari Risma


Jasmine menyudahi obrolannya dengan Risma dan bersiap mandi untuk segera masuk ke kampus hari ini, dia teringat uang satu juta yang di berikan majikanya lalu segera memasukkan ke dalam dompet


"Lumayanlah, buat beli seragam pembokat" ucap lirih Jasmine


Selesai bersiap, Jasmine memastikan dulu keadaan diluar aman, yang artinya sang majikan sudah pergi meninggalkan rumah, Jasmine celingukan menatap keadaan Di luar dari pintu kamarnya, hingga kemudian di kagetkan dengan suara Mbok Darmi


"Aman, sudah sana kamu berangkat sekolah"


"Hah, anjir, kayak gue masih ABG aja, sekolah" batin Jasmine sabil tersenyum sendiri


"Sarapan dulu Mina, jangan malah senyum sendiri di pintu gitu, kesambet nanti"


"Iya Mbok, siap" dan Mina pun akhirnya sarapan pagi dengan lahap, entah kenapa selama berada di rumah itu Jasmine memang suka sekali makan apapun yang di masak dirinya dan mbok Darmi


Dan tiga jari bersama Mbok Darmi Jasmine banyak tau tentang Dapur dan segala aktivitas nya


"Berangkat ya mbok, Assalamualaikum!"


"Iya, hati-hati Mina, Waalaikumsalam" jawab mbok Darmi


Setelah pusing berkutat tentang semua Refisi yang harus dilakukan dengan skripsinya, keduanya kini merebahkan kepalanya di meja


"Yok kita cari makan, lapar, dah siang ini" ucap Jasmine


"Ke kantin?"


"Nggak, ke Mall yok, kita lanjut beli seragam pembokat dulu"


"Hah, emang perlu pakek seragam di tempat kerja loe, perasaan mbok Darmi pakek pakaian biasa saja kemaren"


"Aish, seragamnya cuman daster doang, dari pada lama-lama gue di per*osa sama majikan gue"


"Anjir, apaan maksud nya di perkosa, gila loe, kalau sampai majikan Lo berbuat itu, gue mu**lasi burungnya biar kapok" ucap Risma emosi


Jasmine tersenyum bahagia melihat bagaimana sahabatnya yang satu ini, biarpun kadang agak somplak, tapi sangat menjaga dan menyayangi nya


Itulah kenapa Jasmine tidak pernah merasa kehilangan perhatian seorang ibu saat sedang bersama Risma, belum lagi saat dia mengomelinya ketika berbuat salah


Jasmine sangat merasa beruntung mempunyai sahabat sejati, yang tidak memandang harta dan tahta, bahkan kerasnya Omelan Risma menunjukkan betapa dia sangat menyayanginya


"Ya mangkanya yok ikut gue, gak rela kan loe, kalau aku harus pakek pakaian daster dari mbok Darmi yang mengkerut dan menera*wang gitu, entar tu*buh indah ku ter ekspose mata tuan Abraham"


"Eit, tunggu-tunggu, loe dah janji mau cerita soal majikan loe kan, penasaran gue"


"Belanja dan cari makan dulu, baru nanti gue kasih cerita"


"Siap, yok berangkat!" Jawab Risma

__ADS_1


Dua wanita itu segera beranjak dari duduknya kemudian segera pergi meninggalkan area kampus, tak berapa lama sampai juga di sebuah Mall, dan Jasmine memilih belanja dulu sebelum makan siang, keduanya meluncur ke tempat penjualan baju daster


"Beli daster jangan yang mahal-mahal jas, biasa aja, asal dapat banyak, nanti kalau sudah buluk, beli lagi yang baru" ucap Risma


"Ye, gak mau lah, gue pengen jadi pembantu yang cetar Se jagad raya, keren kan?"


"Keren apaan, tetep juga loe jadi babu"


"Itu kan juga ide loe, Kampret!"


"Tapi kan sukses kali ini acara minggat loe, gue juga tenang loe gak sembunyi di kontrakan, Mina sayang"


"Diam, nih aku sudah dapat lima baju"


"Heh gila, itu baju mahal banget Jas, satunya hampir lima Ratus ribu, emang budget dari majikan loe berapa, cuma satu juta kan?"


"Berisik, kurangnya gue bayar pakek duit gue Ris, gak usah cemas gitu lah, ayok kita ke kasir, keburu lapar banget ini gue"


"Heh, serah loe dah, pusing gue"


Jasmine sudah Mengantri ke kasir di temani Risma yang juga mau membayar beberapa pakaian yang sudah di beli, hingga tiba saatnya mereka berdua membayar barang belanjaannya


Jasmine segera memberikan Gold card nya, sang kasir tersenyum kemudian menggesekkan Kartunya, sekali tidak bisa, dua kali masih gak bisa hingga yang ketiga kali, sang kasir mengecek dan tersenyum kecewa


"Maaf nona, kartu anda sudah di blokir, jadi tidak bisa di pakai lagi"


"APA!" Jasmine terkejut setengah mati, masalahnya hanya itu sumber penghasilannya selama ini dan kini sang Ayah sudah memblokirnya


"Pantesan Jas, bokap loe dah gak pusing-pusing lagi nyari loe, mampus deh loe kali ini"


"Diam loe, gue kuncrit ya mulut loe" sahut Jasmine emosi dan bingung harus bagaimana


"Ya udah mbak, pakek uang tunai saja" ucap Jasmine yang ingat dengan uang pemberian majikannya


"Baik, total semuanya 2 juta empat ratus lima puluh nona"


"OMG, gue cuma ada sejuta Lima ratus doang, gimana ini?" Batin Jasmine sambil melotot ke arah Risma


"Apa loe ?"


"Pinjem dong, sejuta nya Ris"


"Gila loe, gue gak ada uang segitu, balikin aja bajunya dah, gak udah ribet disini, malu, kita mundur dulu" ucap Risma


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2