AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Cemburu


__ADS_3

Akhirnya sampai juga di kontrakan, Jasmine segera menurunkan kedua temannya


"Segera mandi kalian, jangan langsung tiduran, badan kalian pada motor semua itu, banyak kuman!" Ucap Jasmine


"Cerewet banget loe, sono pergi, cari solusi buat masalah loe, gak usah mikirin kita" ucap Risma masih dengan wajah lelahnya


"Yee, ini namanya teman lagi perhatian, persiapkan diri kalian, harus bantu sewaktu-waktu aku butuhkan"


"Ogah, ampun gue Jas, sekalinya butuh bantuan kita, loe malah hampir bikin kita mati nyasar kemana-kemana" sahut Dinda sambil memijit kakinya


"Gitu aja kalian udah K.O, aku pergi dulu, Assalamualaikum!"


"Waalaikumsalam!" sahut keduanya.


Jasmine sudah berada di dalam ruang kerja ayahnya, tampak Rahmad masih fokus dengan apa uang di kerjakan, hingga sapaan salam dari Jasmine mengagetkannya


Jasmin segera duduk di hadapan ayahnya dan menceritakan kejadian uang menimpanya hari ini


"Sabar Jasmine, pasti besok kita menemukan jalan yang terbaik, ini sudah sore, kau bisa pulang saja, ayah sebentar lagi juga sudah bersiap"


"Iya ayah, Jasmine pulang dulu"


*


Malam semakin larut, Abraham sedang berada di ruang kerjanya sambil memikirkan sesuatu


"Apa yang harus aku lakukan besok?, Haruskan aku menyita perusahaanya dan menekan mereka di bawah kendaliku?" Batin Abraham


Sekilas wajah cantik Jasmine melintas di pikirannya, perkelahian dirinya dengan Jasmine tadi siang membuatnya tau siapa sebenarnya Jasmine, sosok wanita tangguh dengan ilmu bela diri yang mumpuni


"Sialan, tendangan dan pukulannya benar-benar sangat mematikan mengingat dia seorang perempuan" ucap lirih Abraham, hingga kemudian di kejutkan dengan deringan telpon


"Halo, ada apa El?"


"Katakan, apa yang sudah terjadi, apa yang kau lakukan dengan Jasmine Eb?!" Teriak Rafael tampak emosi


"Dia menelpon mu?" Tanya Abraham


"Aku yang menelponnya, aku kira kau akan membantunya, tapi kau malah berkelahi dan mengerjainya Eb, keterlaluan!"


"Hei, tenang lah El, kenapa kamu uang emosi, memangnya siapa Jasmine sampai kau harus membentak ku demi membelanya?!" Jawab Abraham kesal


"Aku temannya, aku menyukainya, aku menyayanginya dan aku juga mencintainya, puas?!" Teriak Rafael


"Apa kau bilang, Bang*sat, katakan sekali lagi El, apa kau sadar yang kau ucapakan, ha?!"


"Aku sadar Eb, dan kau sudah menyakiti orang yang aku sayangi, tega sekali kau!"


"Baji*ngan kau El, tarik ucapanmu, Jasmine milikku, dia sudah bermain api denganku, apa yang ingin aku lakukan padanya, itu hak ku, itu urusanku, kau jangan ikut campur dan jangan berani mendekatinya lagi, ingat itu!"


Tut Tut Tut


Jaringan telepon di putus oleh Abraham dengan hati yang masih dongkol karena Sahabatnya.


Abraham segera memanggil anak buahnya, dadanya terasa sesak dan ingin meledak, ucapan yang di ungkapkan oleh Rafael membuat emosinya semakin menjadi.


"Tidak akan ada yang bisa memilikimu Jasmine Agatha Nugraha, kau harus membayar semuanya denganku" ucap lirih Abraham dengan penuh emosi.


Salah satu anak buahnya sudah ada di hadapannya dan Abraham segera memberikan perintah untuk membuat surat-surat perjanjian yang akan di bawanya besok ke perusahaan Nugraha Company


Abraham tersenyum tipis, sebuah rencana yang matang sudah di persiapkan untuk perusahaan itu

__ADS_1


"Jangan lupa beri tau Rafael harus ikut bersamaku besok ke Nugraha Company, tapi rahasiakan semua rencana ku darinya, kau mengerti?" Perintah Abraham.


"Iya tuan Abraham, saya permisi dulu"


"Hem, keluarlah" ucap Abraham.


Sejenak Abraham terdiam di kursi kerjanya, dia memejamkan mata dan memantapkan hatinya untuk melakukan rencananya besok, lalu dia beranjak dan pergi ke kamar tidurnya untuk beristirahat


**


Pagi yang sangat menegangkan bagi Jasmine, dia tidak bisa menebak apa yang akan dilakukan si Raja Singa dengan perusahaannya kali ini, hingga Jasmine hanya mengorak-arik makanannya saja


"Sarapan yang bener jas, kalau cuma loe pantengin tu makanan, gak bakalan bikin loe kenyang" ucap Risma


"Tau ini orang, masukin ke mulut tu sarapannya, loe butuh tenaga untuk ngadepin tuan Abraham hari ini Jas" sahut Dinda


"Iya tau gue, ini juga baru mau gue makan, rewel banget sih kalian ini" jawab Jasmine kemudian menyuapkan makanan ke mulutnya


"Gimana gak rewel, makanan dari tadi loe otak atik doang sampek gak berbentuk gitu" jawab Risma


"Udah ah, jangan pada berisik, makan harus diam, gak boleh ngomong" sahut Jasmine dan membuat kedua sahabatnya langsung terdiam


Selesai sarapan, terlihat Risma mendapat telepon dari Agam kekasihnya, memberitahu bahwa hari ini bisa mendampingi Jasmine saat pertemuan dengan perusahaan Hanzel Company


Jasmine sengaja meminta bantuan Agam yang merupakan orang berpengalaman dalam bisnis dan perjanjian sebuah perusahaan dan beruntung hari ini Agam ada waktu untuk membantunya


"Alhamdulillah, jadi mas Agam bisa mendampingiku?" Tanya Jasmine


"Iya, katanya ketemu di perusahaan loe Jas" jawab Risma


"Ya udah, gue berangkat ya" pamit Jasmine segera keluar dari kontrakan


Pagi sekali Jasmine sudah sampai di perusahaannya, rupanya sang ayah juga belum datang, terdengar suara telepon dan segera diangkatnya, rupanya Rafael memberi tahu kedatangannya bersama dengan Abraham hari ini di perusahaan Nugraha Company


Perbincangan di telpon


"Iya tuan Rafael, terimakasih"


"Aku benar-benar minta maaf soal kemaren Jasmine"


"Iya tuan, saya mengerti" jawab Jasmine


Kemudian perbincangan berhenti, tak lama Rahmad dan Agam muncul hampir bersamaan


Kini ketiganya sudah bersiap menyambut kedatangan Abraham dan orang-orang dari Hanzel Company


Agam kini berbicara sambil menghibur Jasmine agar tidak terlalu stres menghadapi masalahnya di tempat pertemuan yang sudah siapkan untuk menyambut kedatangan Abraham


Sesekali mereka saling melempar candaan, seperti yang biasa mereka lakukan, Agam paling suka mencubit pipi Jasmine gemas hingga tanpa sengaja semua terlihat Abraham saat memasuki ruangan pertemuan


Dengan tatapan tajam Abraham duduk di tempat yang disediakan


Tepat pukul delapan pagi, Abraham di temani Rafael dan beberapa anak buahnya sudah ada di ruangan yang telah di sediakan


Rahmad segera menyambut dan mempersilahkan Abraham untuk berbicara terlebih dahulu menyampaikan maksud kedatangan, dan kemudian Rahmad meminta maaf karena tidak bisa membayar apa yang dijanjikan sampai hari ini


Agam mengusap punggung Jasmine beberapa kali untuk memberikan ketenangan, Jasmine menatap Agam sambil tersenyum mengisyaratkan rasa terimakasihnya


Semua itu tampak biasa saja bagi orang yang mengenal hubungan mereka, tapi bagi yang tidak, pasti akan menganggap keduanya ada hubungan khusus, begitu juga di mata Abraham


"Kurang ajar, disaat seperti ini masih bermesraan dan saling pandang, dasar tidak tau malu!" Umpat Abraham dalam hatinya

__ADS_1


"Sekarang, apa yang ingin anda lakukan dengan perusahaan ini, mengingat hari terakhir jatuh tempo perjanjian pembayaran ganti rugi belum bisa di selesaikan" ucap Rahmad


"Sesuai yang sudah ada di dalam perjanjian, perusahaan ini menjadi milikku dan aku punya kekuasaan penuh merombaknya"


"Tapi tuan Abraham, tidak bisakah anda memberi kami perpanjangan waktu lagi?" Tanya Rahmad


"Tidak bisa, tanda tangani pengalihan kepemilikan perusahaan sekarang juga dan keluarkan semua karyawan, aku akan menggantinya dengan orang-orang pilihanku"


"Apa!, Kau ini kejam sekali, mereka tidak tau apa-apa soal masalah ini, kenapa mereka yang harus kena imbasnya!" Teriak Jasmine tersulut emosi


"Jasmine, duduk kembali dan jaga bicaramu!" Bentak Rahmad, sedangkan Agam langsung menarik tangan Jasmine untuk duduk kembali, tentu saja Abraham bisa melihat dengan jelas hal itu


"Maaf tuan Abraham, tidak bisakah saya dan anak saya tetap bekerja di perusahaan ini begitu juga dengan para karyawan yang sudah lama kerja disini?" Ucap Rahmad


"Tidak bisa tuan Rahmad, saya tidak bisa mengandalkan orang-orang yang tidak kami kenal untuk bekerja dengan kami, jadi segera tanda tangani dan pergi dari perusahaan ini, saya beri waktu satu Minggu untuk mengosongkannya"


"Tidak bisa, Ayah, kita tidak mungkin kelakukan hal ini, bagaimana nasip mereka" ucap Jasmine panik


"Tuan Abraham, bagaimana kalau saya dan anak saya yang pergi, tapi tolong jangan berhentikan para karyawan saya"


"Aku tidak akan merubah keputusan ku tuan Rahmad"


"Dasar manusia tidak berperasaan, Egois, kau itu manusia apa bukan ha!, Bisa-bisanya kau tertawa senang dengan kemenangan mu ini diatas penderitaan banyak orang tak bersalah, dasar brengsek!"


"Jasmine!" Bentak Rahmad


Bukannya menurut Jasmine malah seolah menantang Abraham dan langsung menyerangnya, beruntung Abraham segera menghindar.


Sementara Rafael dan orang-orang lainya yang melihat sangat terkejut, ternyata wanita yang memakai pakaian sopan dan selalu menutup Aurat nya itu bisa melakukan gerakan bela diri yang sangat ganas


"Oh Sh*it!, Wanita ini benar-benar di luar perkiraan ku" batin Rafael


Agam yang juga tak kalah tinggi ilmu bela dirinya dari Jasmine, tidak tinggal diam dan langsung meloncat berusaha mengendalikan Jasmine


"Hentikan Jas, apa kau sudah gila!" Bentak Agam


"Orang itu keterlaluan Mas" ucap Jasmine


"Bajingan, siapa laki-laki ini, kenapa Jasmin memanggilnya Mas, apa dia kekasihnya, atau calon suaminya?, Bangsat!" Batin Abraham semakin emosi


Penasaran dengan kelanjutannya?


Yuk mampir di Channel YouTube Sinho Novel


Caranya, ketik : Cerita Novel Romantis by Sinho


Jangan lupa Subscribe, like, Comment


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2