
Abraham tersenyum tipis dalam diamnya, sesat kemudian dia menjawab pertanyaan Kartika.
"Jasmine Agatha Nugraha"
"Apa kau bilang?, Katakan sekali lagi Ab, apa aku tidak salah dengar?"
"Tentu saja tidak, aku akan menikahi sah hari ini seorang wanita bernama Jasmine Agata Nugraha, putri dari pemilik perusahaan Nugraha Company, aku yakin kau sudah mengenalnya bukan?"
"Kau_, keterlaluan, ini tidak mungkin Ab, bagaimana mungkin wanita itu mau menerima mu menjadi suaminya, padahal dia tau benar kamu adalah suami sah ku!" Teriak Kartika.
"Turunkan nada bicara mu Kartika, kita sudah sampai, dan ingat semua apa yang sudah aku katakan, bersikaplah yang sepantasnya hari ini" ucap Abraham dingin.
Keduanya segera turun dari dalam mobil dan berjalan bersama seolah tidak ada masalah apapun, hingga tak lama kemudian mereka sudah masuk di dalam sebuah ruangan khusus yang di sewa dan di desain seindah mungkin untuk pelaksanaan akad nikah.
Abraham sudah duduk bersiap, di kursinya sambil menunggu kedatangan Jasmine, sementara pihak pengacara dari Abraham mengurus Kartika untuk penandatangan surat yang menyatakan Kartika mengetahui dan memberi ijin pernikahan ke dua oleh suaminya Abraham Hanzel Brian, tentu saja dengan sangat terpaksa dalam hatinya.
Kini di samping Abraham sudah ada Rafael dan Farel Sahabatnya, begitu juga dengan Agam yang sudah ada di sana, pelaksanaan akad nikah ini benar-benar di lakukan dengan sangat tertutup dan hanya beberapa orang saja.
Dari pihak penghulu sudah siap di tempat, dan akhirnya keluarlah Jasmine bersama dengan Rahmad ayahnya.
Semua orang terkesima dengan kecantikan Jasmine yang mengenakan kebaya putih di desain menutupi auratnya, tampak sangat elegan, dan tentu saja harga baju itu tidak seperti yang di bayangkan, ornamen mahal yang menempel di sana menghabiskan uang yang luar biasa banyaknya.
Sengaja gaun itu di pesan khusus oleh Abraham dari seorang Desainer terkenal untuk acara akad nikahnya, begitu juga apa yang di kenakan Abraham, jas hitam eksklusif rancangan khusus yang sengaja di pesan satu pasang dengan kebaya yang di pakai oleh calon istrinya.
Jasmin tersenyum memberikan penghormatan kepada semua orang yang sudah hadir di sana, sungguh kecantikannya luar biasa, hanya dengan sedikit polesan natural makeup di wajahnya membuat setiap mata yang memandang sangat takjub dengan pesonanya yang terpancar.
"****!, Aku benar-benar tidak tahan dengan Jasmine Ab, seandainya kau bukan sahabatku, aku pastikan, wanita itu akan aku bawa kabur bersamaku" ucap Rafael.
"Langkahi dulu mayat ku!" Ucap Abraham dan Farel secara bersamaan, lalu keduanya saing menatap heran.
"Wah, kalian ini kompak banget, sayang tetap Abraham yang memenangkan Jasmine Rel" ucap Rafael sambil tertawa.
Sementara Abraham hanya terdiam dan menatap tajam temannya satu persatu mengisyaratkan untuk tidak membuat masalah di hari penting baginya.
Saat mendekati tempat yang disediakan, pandangan Jasmine bertubrukan dengan tatapan sinis dari Kartika, sejenak Jasmine terkejut melihat Kartika juga hadir disana, sebisa mungkin Jasmine berusaha tetap tenang.
Kartika juga sempat terkejut saat nampak Mbok Darmi ikut di belakang Jasmine berjalan mengiringinya.
"Dasar babu kurang ajar, rupanya dia tau rencana Abraham sebelumnya, awas saja kalian!" Batin Kartika menahan geram.
Kini Jasmine sudah duduk agak jauh dari Abraham, didampingi oleh kedua sahabatnya, namun Abraham masih bisa melihat dengan jelas betapa cantik dan luar biasanya calon istrinya dalam balutan busana kebaya muslim yang sudah di pesan khusus untuknya.
__ADS_1
"Kau adalah Wanitaku, aku bersumpah tidak akan pernah melepas mu Jasmine Agatha Nugraha" ucap Abraham dalam hatinya yang paling dalam.
Kini semuanya sudah bersiap untuk melihat akad nikah kedua penganten ini segera di langsungkan.
Seorang penghulu yang sudah hadir di sana segera mempersiapkan diri.
"Tuan Abraham, apa anda sudah siap?" Tanya pak penghulu.
"Siap" jawab Abraham dengan pasti.
"Silahkan bapak Rahmad selaku wali dari anak kandung Bapak yaitu nona Jasmine Agatha Nugraha untuk menikahkan mereka berdua" ucap sang penghulu.
Rahmad segera beranjak dan bertukar posisi dengan bapak penghulu, kini Rahmad sudah berhadapan dengan Abraham menantunya, Rahmad menatap langsung netra Abraham, keduanya saling menjabat tangan, ijab qobul siap di lantunkan.
Rahmad memejamkan mata sekejab dan menarik nafas panjang untuk mengurangi ketegangan dalam dirinya.
"Bismillahirrahmanirrahim"
"Ananda Abraham Hanzel Brian, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandung saya Jasmine Agatha Nugraha, dengan mas kawin uang sejumlah 1 Miliar, dan satu buah Rumah di bayar Tunai!"
"Saya terima nikah dan kawinnya Jasmine Agatha Nugraha binti Rahmad Hasan Nugraha dengan mas kawin tersebut Tunai!"
"SAH?!"
Teriakan semua orang yang hadir di sana sebagai saksi pernikahan.
Disaat itu juga air mata Jasmine perlahan terjatuh, entah perasaan apa yang sekarang ini dirasakan oleh Jasmine, kebahagiaan dan kesedihan yang bercampur aduk menjadi satu, dan yang paling membuatnya sakit adalah kenyataan bahwa dia menikah tanpa ada Bunda tercintanya yang sudah pergi meninggalkannya beberapa tahun yang lalu.
Rahmad pun tak kuasa menahan air matanya, dia segera bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Jasmine, lalu memeluknya dengan erat.
"Maafkan ayah, kalau tidak bisa memberikanmu pernikahan sempurna yang kau inginkan sayang" ucap Rahmad
Jasmine hanya terdiam sambil menangis dalam pelukan sang ayah tercintanya. hingga kemudian Jasmine berkata,
"Terimakasih ayah, sudah menemani dan selalu bersabar untuk ku, maaf sudah begitu banyak merepotkan mu, mulai hari ini Jasmine sudah punya imam yang harus Jasmine ikuti, jadi ayah tidak perlu memikirkan Jasmine lagi"
"Selamanya kau andalah anak ayah, dan ayah akan berada paling depan untuk melindungi mu, ayah akan selalu bersamamu sayang"
"Terimakasih ayah, untuk semuanya"
"Iya, ayah juga, terimakasih kamu sudah menjadi wanita yang hebat dan ayah bangga sayang, berbahagialah, jangan biarkan keadaan membuatmu bersedih, aku tau kau wanita yang tangguh Jasmine"
__ADS_1
Rahmad segera membawa Jasmine untuk mendekat ke Abraham, sejenak Abraham terdiam, dirinya juga bingung harus berbuat apa dengan Jasmine, ingin rasanya langsung memeluk Jasmine saat ini juga, tapi itu tidak mungkin, karena dia tau Jasmine masih belum sepenuhnya membuka hati untuknya.
"Kalian ini sudah sah, kenapa jadi kaku begini, Jasmine!" Ucap Rahmad
"Iya yah, maaf"
Jasmine langsung menjabat tangan suaminya, mencium punggung tangannya dengan lembut, Abraham langsung tau apa yang harus dia lakukan, dia tersenyum dan mendekat perlahan lalu mencium kening istrinya.
Tanpa di duga oleh Jasmine Abraham menarik tubuhnya untuk lebih dekat lagi bahkan saling menempel, lalu dengan cepat Abraham mencium lembut bibir Jasmine dengan cepat, sontak Jasmine membelalakkan matanya dan merasakan jantungnya berdetak kencang serasa mau melompat dari tempatnya.
Abraham tersenyum dan melepaskan Jasmine kembali, sementara semua orang yang sudah melongo, kini bisa bernafas kembali.
"Anjir Jasmine, manis banget sih suami loe" ucap Risma sambil matanya berkaca-kaca.
"Aku bahagia, akhirnya Jasmine sudah menikah" sahut Dinda.
Tidak dengan Kartika yang terhuyung hampir jatuh saat dia berdiri dan melihat adegan panas keduanya.
"bangsat kalian berdua, tunggu pembalasanku!" batin Kartika sambil terduduk di kursinya
Kini saatnya Abraham menyematkan cincin pernikahan ke jari manis Jasmine, sebuah cincin yang sangat spesial di rancang dan di pesan oleh Abraham, dengan aksen sederhana bertahtakan berlian di dalamnya.
Dan sekali lagi, Abraham berhasil mencuri ciuman di pipi dan bibir Jasmine yang mukanya sudah memerah saat di sambut dengan teriakan beberapa orang yang hadir disana.
*
Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 51-55
Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.4
Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE