
Enam tahun kini usia si tampan Alex, Jasmine yang pagi itu akan memulai aktifitasnya menyiapkan Alex untuk berangkat sekolah, tiba-tiba di dera rasa pusing dan mual yang membuat dirinya segera berlari ke kamar mandi.
Abraham yang mendengar suara istrinya yang sedang muntah, segera berlari menyusul Jasmine ke Kamar mandi.
"Yang..kau kenapa, sakit?" Tanya Abraham.
"Gak tau yang, dari pagi kepalaku terasa pusing, ini tiba-tiba perutku mual dan pengen muntah" ucap Jasmine yang kini bersandar di dada bidang suaminya.
"Sudah selesai muntahnya?" Tanya Abraham.
Jasmine mengangguk dan kemudian Abraham langsung menggendong tubuh istrinya dan di rebahkan diatas kasur, tak lama Alex masuk untuk menanyakan keadaan sang Mommy, lalu Alex segera berangkat sekolah diantar oleh supir pribadinya.
Mbok Darmi segera masuk dan memberikan minuman jahe hangat sesuai dengan pesanan.
"Apa perlu mbok pijit non?" Tanya mbok Darmi.
"Nggak perlu mbok, biar aku yang urus Jasmine hari ini" sahut Abraham.
"Kamu gak kerja yang?" Tanya Jasmine kemudian.
"Aku bisa ambil libur sehari saja yang, terpenting adalah kesehatan kamu dulu" jawab Abraham.
Tak lama kemudian Dea datang dan langsung masuk ke kamar Jasmine diantar oleh mbok Darmi untuk memeriksa keadaan sahabatnya.
"Ya ampun Jasmine..bagaimana keadaan mu, kamu pucat sekali gitu, masih pusing atau mual?" Tanya Dea lalu segera memeriksa keadaan Jasmine.
"Iya, masih, mual nya datang dan pergi, gitu rasanya" sahut Jasmine sambil berusaha duduk bersandar di tepian tempat tidur.
Dea pun segera memeriksa dengan teliti, semuanya terlihat normal, hingga dia pun akhirnya mencurigai sesuatu.
"Jas..kapan terakhir kamu Datang bulan?" Tanya Dea.
"Datang bulan?, Kapan ya..aku suka lupa, memang kenapa?" Ucap Jasmine penasaran.
"Ish..kau ini, punya tes kehamilan?" Tanya Dea lagi.
"Punya, buat apa?" Tanya Jasmine lagi masih tidak paham.
"Ya ampun..heran aku sama kamu, ya buat tes kehamilan Jasmine, cepat sana tes dikamar mandi, aku pengen tau hasilnya juga"
__ADS_1
"Aku?"
"Ya iyalah, masak aku, gak mungkin juga, anak ku masih usia setahun, gak mungkin aku hamil lagi, aku pakai pengaman, usah sono..!" Ucap Dea geregetan melihat somplak nya jasmine kumat.
Dan apa yang terjadi, tak berapa lama kemudian Jasmine berteriak girang melihat tanda strip dua yang menandakan kalau dia positif hamil.
"Alhamdulillah Dea..aku akhirnya hamil lagi, senengnya..huek..huek.."
"Jasmine..!, Kenapa muntahnya harus ke aku sih..!!, Dasar!" Teriak Dea yang sudah terkena muntahan Jasmine.
Abraham segera masuk mendengar kegaduhan yang tengah terjadi di dalam kamarnya, dirinya terkejut melihat baju Dea yang terkena muntahan istrinya.
"Astagfirullah..kau tidak apa-apa Dea?" Ucap Abraham.
"Jelas apa-apa lah kak, Jasmine tu seenaknya aja kalau muntah, dasar!" Ucap Dea yang kemudian segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan bajunya.
Sementara Jasmine langsung berhambur dalam pelukan Abraham sambil menunjuk kan hasil tes kehamilan nya, Abraham sangat terkejut dan segera menciumi wajah istrinya sambil mengucap syukur.
Diraihnya wajah Jasmine perlahan, lalu segera mendekatkan bibirnya dan ********** perlahan, semakin dalam dan intens, hingga lidah keduanya saling membelit satu sama lain, sementara tangan Abraham terus membelai lembut pipi dan leher istrinya.
"Yang, sudah..ada Dea di dalam sana, cukup" ucap Jasmine menghentikan aktivitas suaminya sebelum semakin merajalela menjelajahi tubuhnya, dan benar saja, tak lama kemudian Dea keluar dari kamar mandi.
"Kalian itu kenapa berpelukan seperti itu di depanku, setidaknya tunggu aku keluar dari kamar kalian dulu, baru silahkan berbuat mesum sesukanya..dasar!!" Ucap Dea yang kemudian langsung pamit untuk segera kembali ke Rumah Sakit.
"Bagaimana kalau kita periksakan sekarang juga ke dokter spesialis yang?" Ucap Abraham.
Tentu saja Jasmine tidak bisa menolaknya karena itu akan percuma, hingga kemudian suara bik Darmi mengejutkan keduanya saat sedang berciuman.
"Eh maaf tuan..saya_"
"Gak apa-apa mbok, ada apa?" Tanya Abraham.
"Ada kyai Rahmad tuan, baru saja sampai dan sudah saya persilahkan masuk"
"Ayah..!" Teriak Jasmine yang sudah berlari keluar menuju ke tempat kyai Rahmad.
"Yang.. hati-hati!" Teriak Abraham khawatir melihat istrinya yang tiba-tiba saja melesat pergi.
Jasmine sudah berada di ruang tamu dan berhambur memeluk kyai Rahmad yang sudah tersenyum saat melihat anaknya berlarian ke arahnya.
__ADS_1
"Kau ini, kenapa berlarian..nanti terjatuh" ucap Sang ayah yang kini memeluk Anak semata wayangnya.
Seketika kyai Rahmad terkejut saat Jasmine berada dalam pelukannya, ada sesuatu yang bisa dirasakan kyai Rahmad dan begitu kuat ada dalam tubuh Jasmine.
Belum sempat Kyai Rahmad berucap, rupanya sudah ada Abraham yang kini tersenyum bahagia berjalan ke arahnya.
"Ayah..kenapa tidak bilang-bilang mau kesini" ucap Abraham yang kini sudah bergantian ada dalam pelukan kyai Rahmad.
"Tidak apa-apa, yang penting ayah selamat sampai disini, apa Alex sudah pergi sekolah?" Tanya kyai Rahmad.
"Iya ayah, sudah setengah tujuh tadi Alex berangkat, hari ini aku tidak bisa mengantarkan, tadi tiba-tiba Pusing dan mual" jawab Jasmine dan kyai Rahmadi pun tersenyum.
"Ayah sebaiknya ke kamar dulu, bersih-bersih dan kira lanjut kan lagi berbincang nya" ucap Abraham sambil membawa koper kyai Rahmad, diikuti dengan Jasmine dan ayahnya yang berjalan di belakangnya.
Kini ketiga nya sudah berada di ruang tengah sambil menikmati minuman hangat dan beberapa cemilan kue.
"Ayah jangan buru-buru pulang ya, disini saja lebih lama" ucap Jasmine.
"Tidak bisa, pondok pesantren membutuhkan ayah, Jasmine"
"Tapi yah_?"
"Aku datang kesini karena mendapatkan penglihatan tentang kalian, ayah bermimpi di berikan Bunga melati yang sangat banyak dan begitu Arum baunya, tiga hari ayah bermimpi seperti itu dan rupanya kini ayak tau apa yang terjadi dengan kalian" ucapnya membuat Jasmine dan Abraham masih tidak mengerti.
"Maksud ayah?" Tanya Abraham.
"Sepertinya aku akan mendapatkan seorang cucu lagi, bukan begitu?"
Sontak Abraham dan Jasmine sangat terkejut dengannya apa yang diucapkan ayah nya, lalu kemudian keduanya tersenyum dan saling pandang, Abraham menarik tubuh istrinya untuk dipeluknya, sebelum mejelaskan apa yang dirasakan oleh kyai Rahmad.
"Alhamdulillah..apa yang ayah rasakan benar adanya, baru tadi Jasmine melakukan tes kehamilan dan hasilnya positif" ucap Abraham dengan wajah yang berseri.
"Alhamdulillah..akhirnya cucu ke dua ku akan segera hadir bersama kita, dan ayah rasa, dia adalah seorang wanita yang luar biasa" ucap syukur kyai Rahmad dengan senyuman yang bahagia.
"Apa?, Benarkah yah, jadi ayah mempunyai feeling kalau anak kami nanti berjenis kelamin perempuan?" Tanya jasmine terkejut.
"Itu kalau penglihatan mata batin ku tidak salah, tapi bagi ayah, laki-laki ataupun perempuan itu sama saja, yang penting lahir dengan sehat dan selamat, begitu juga dengan kamu Jasmine, jagalah kondisimu untuk janin yang ada di perut mu" jawab kyai Rahmad.
Abraham membelai lembut kepala istrinya dan juga mengelus pelan perut istrinya yang masih belum nampak adanya calon anaknya disana.
__ADS_1
Bersambung.
Ikuti terus ya..beri dukungan..VOTE, HADIAH, LIKE dan KOMEN selalu dinanti.