AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Pernyataan Farel


__ADS_3

Jasmine segera mengantar Abraham kembali pulang ke Mansion, untuk beristirahat setelah dilakukan perawatan luka robek di lengannya, untuk sementara Jasmine yang menghandle semua urusan perusahaan.


Setelah semua kejadian yang menimpa Abraham dan Jasmine, pengawalan di perketat lagi oleh Abraham, Jasmine yang sebenarnya tidak suka akan hal itu terpaksa mengikuti perintah suaminya, kini kepemimpinan Abraham semakin terbukti nyata.


Tiga bulan berlalu, perusahaan Nugraha Company semakin melejit dengan prestasi kerjanya dan bisnisnya yang luar biasa, semua koneksi dan kolega bisnis saling support dan bekerja sama dengan baik, pengalaman bertahun-tahun di dunia bisnis saat di perusahaan Hanzel Company membuatnya tidak sulit untuk mengatur strategi.


Sebaliknya yang terjadi dengan Dimas dan Kartika, mereka semakin dibuat pusing dengan keadaan perusahaannya yang semakin hari semakin banyak masalah, baik itu di keuangan ataupun di pemasaran, hingga banyak partner bisnis yang memutuskan kontrak karena tidak percaya lagi dengan sistem kerja perusahaan Hanzel Company.


"Breng*sek, kenapa semuanya jadi berantakan seperti ini, apa sebenarnya mau mereka!" Teriak Dimas sambil membanting beberapa berkas hingga berhamburan di lantai ruang kerjanya.


"Tenanglah ayah, jangan sampai perusahaan kita kelihatan sedang mengalami krisis" ucap Kartika mencoba menenangkan ayahnya walaupun dia sendiri sedang dalam keadaan panik.


"Kita harus mengatur strategi untuk meningkatkan kualitas perusahaan kita lagi, sialan, aku sama sekali sudah tidak bisa menemukan ide untuk menembus pasar bisnis yang sedang rame saat ini" ucap Dimas.


"Dan Nugraha Company semakin berjaya ayah, keberadaan Abraham di sana membuat semua rekan bisnis kita berpindah ke sana" sahut Jasmine.


"Breng*sek, aku akan memberikan pelajaran ke Abraham, dasar tidak tau diri, aku yang membesarkan nya dan sekarang malah dengan bangga membesarkan perusahaan orang lain!" Teriak Dimas.


"Kelemahan Abraham hanya satu ayah, yaitu Jasmine istrinya, kalau kita bisa melenyapkan wanita itu, aku jamin Abraham akan segera hancur" ucap Kartika.


Dimas terdiam sejenak mencerna kata-kata anaknya, dan kemudian dia tersenyum miring terbesit sebuah ide untuk melenyapkan Jasmine untuk menghancurkan Abraham, secepatnya Dimas bangun dari duduknya lalu mengubungi seseorang untuk membantu rencananya.


"Apa yang Ayah lakukan?" Tanya Kartika penasaran dan menggeser duduknya lebih dekat dengan keberadaan ayahnya.


"Ikuti saja perintah Ayah, kau akan segera tau" ucap Dimas sambil tersenyum penuh dengan misteri.


**


Di sebuah Rumah Sakit nampak seorang dokter wanita sedang melakukan tugasnya, sejenak dirinya berlarian kesana kemari untuk mempercepat pekerjaannya agar selesai tepat waktu, sementara seseorang merasa heran dengan apa yang sedang di lakukan olehnya.


"De, kamu itu berlarian gitu, lama-lama bisa jatuh lo nanti, ada apa sih?" Tanya Farel heran dan akhirnya ikut membantu apa yang sedang di kerjakan oleh Dea


"Mau ada acara penting aku kak" jawab Dea sambil berjalan cepat melakukan perawatan di IGD yang siang ini lumayan rame dengan pasien.


"Kemana emang?" Tanya Farel lagi penasaran, sambil memegangi lengan Dea agar bisa diam dan berbincang enak dengan dirinya.


"Apa sih kak, gak usah ganggu, biar cepet kelar pekerjaanku, lepas nggak?" Ucap Dea seperti mengancam.


"Nggak, jawab yang bener dulu, memangnya mau kemana, sama siapa?" Farel mengulangi pertanyaannya.


"Mau pergi nonton di bioskop kak, ada film bagus, aku suka, udah aku jawab ni, lepas dong kak!" Ucap Dea lalu kemudian menarik lengannya dan Dea kembali melanjutkan pekerjaannya.


Farel mengerutkan dahi dan berpikir sejenak, dirinya sempat terkejut saat Dea mengatakan akan nonton, beberapa pertanyaan langsung berkecamuk di kepalanya.


"Nonton?, Sama siapa ini anak, mau ngapain nonton film segala?,apa jangan-jangan Dea sudah dekat sama seseorang ya, atau sedang pacaran?, Oh my God, kenapa aku jadi kepo dan penasaran gini ya" batin Farel, yang kemudian mendekat lagi ke Dea.


BRUG


"Aduh kak Farel!,ngapain sih kak, ngrecokin mulu dari dari ih" ucap Dea.


"Memang kamu mau nonton sama siapa, cowok?, pacar?,teman dekat?, Atau_"


"Ish, diam kak, berisik, serah aku dong mau sama siapa, penasaran banget kak farel ni, memangnya kenapa kalau aku mau pergi sama cowok, wajar kan?"


"Iya tapi hati-hati, sekarang ini banyak laki-laki yang gak bener, kadang saja di depan baik tapi di belakang merencanakan sesuatu yang brengsek, mangkanya aku pengen memastikan orang yang ngajak kamu itu baik apa nggak"


"Aku jamin baik kak, gak perlu khawatir ok"

__ADS_1


"Memang aku kenal?"


"Kenal kak, kenal banget malah" sahut Dea sambil menyudahi pekerjaannya karena sudah jam 2 siang dan waktunya untuk pulang.


"Okey, aku ikut untuk memastikan kamu aman dan tidak berbohong padaku" jawab Farel yang entah kenapa menjadi langsung posesif gak jelas dengan Dea.


"Ha, ngapain, nggak mau, ganggu saja kak Farel ini, sudah aku mau berangkat dulu kak, da.." ucap Dea dengan pedenya.


Sementara Farel hanya tersenyum melambaikan tangan dan kemudian berjalan masuk ke ruangan pribadinya untuk segera berganti pakaian, saat sedang melepas pakaian bagian atas telanjang dada, tiba-tiba saja Dea masuk begitu saja.


"Kak Farel, Aaa!!"


Suara jeritan Dea mengagetkan Dea, sontak Farel langsung menarik Dea dan menutup pintunya kembali, kini posisi Dea yang memejamkan mata sedang ada dalam kungkungan dada Farel yang tidak memakai apapun.


Perlahan Dea membuka matanya dan sesaat kemudian di buat melongo dengan degup jantungnya yang tidak karuan.


"Apa yang kak Farel lakukan?" Tanya Dea tergagap.


"Harusnya aku yang bertanya, apa yang kau lakukan, masuk kesini saat aku masih seperti ini"


"A aku, ini, aku, apa ya, kok jadi lupa gini, aduh" ucap Dea yang langsung Bleng dan masih berada dalam kungkungan tubuh Farel yang polos dan sangat Ero*tis dengan perut sixpack nya.


"Apa?" Goda Farel lebih mendekat kan lagi wajahnya.


Sontak Dea menegang dan kemudian sekuat tenaga mendorong tubuh Farel hingga berhasil menjauh.


"Aku mau ambil tas ku kak, kata teman-teman IGD kakak yang bawa, kunci mobilku ada di sana, ngerjain banget kak Farel ini, mana?!"


"Ambil saja, kalau bisa, nih!" Farel memegang tinggi-tinggi tasnya hingga Dea kesulitan untuk mengambilnya, semakin Dea melompat Farel semakin meninggikan posisi Tas nya hingga keseimbangan Dea hilang dan terjatuh di kursi sofa begitu juga dengan Farel yang sekarang sudah menindihnya.


Keduanya terkejut dan terdiam, entah apa yang sudah merasuki pikiran Farel, hasratnya terasa tidak bisa di bendung lagi saat bibir Dea begitu dekat dengan bibirnya, perlahan tangan farel berpindah ke tengkuk Dea, bibirnya kini menyapa lembut bibir ranum wanita yang ada di bawahnya.


Semakin lama luma*tan itu berubah menjadi intens dan dalam, Farel bisa merasakan Dea masih belum pernah melakukannya, hingga dia menuntun nya perlahan dan sesekali memberinya ruang untuk bernafas.


Sensasi yang baru di berikan oleh Farel dengan mengigit bibir bawah Dea hingga sedikit rasa sakit membuat Dea membuka mulutnya, Farel dengan cepat menyelusup kan lidahnya masuk ke dalam dan menjelajah di dalam sana.


Tak terasa Dea begitu menikmati, bahkan dirinya mengikuti arus ciuman panas yang di lakukan Farel, insting kedua manusia dewasa itu muncul begitu saja, seakan meminta lebih, Dea mengeratkan tubuhnya, Farel juga dengan berani membuka kancing baju Dea dan membelai lembut kedua bukit kembar Dea yang masih pera*wan.


Tidak kuasa menahan semua sentuhan nikmat dari Farel, desa*han Dari mulut Dea lolos terdengar nyata di telinga Farel, hingga kemudian.


"Sh"it!" Ucap Farel dan langsung menyadarkan dirinya.


Dea yang juga tersadar, segera mendorong Farel dan duduk dengan tangan gemetar dan wajah yang bingung, merasa dirinya begitu rendah dan Entahlah. Sedangkan Farel masih terdiam duduk di kursinya dan menyadari kalau ada cinta di hatinya untuk Dea.


"Aku pergi dulu kak, aku, maaf anggap ini tidak pernah terjadi" ucap Dea bersiap melangkah pergi setelah merapikan bajunya kembali.


"Tunggu, Dea, De, tunggu!!" Farel berlari menghentikan langkah Dea sebelum membuka pintu.


Farel berhasil memeluk Dea dari belakang dan menghentikan geraknya, perlahan Farel membalikkan tubuh Dea hingga kini sudah berhadapan dengannya, di raihnya wajah Dea yang cantik, di hapus nya air mata yang sempat menetes di pipinya.


"Aku minta maaf, tadi sudah berbuat keterlaluan padamu, kau mau memaafkan ku?" Tanya Farel lirih dan mendapat anggukan pelan dari Dea, lalu melanjutkan ucapannya.


"Dan aku juga minta maaf, baru menyadari aku sangat mencintaimu"


Dea pun mengangguk melakukan hal yang sama sejenak, dan dirinya terkejut lalu mendongakkan wajahnya dan menatap mata Farel seketika.


"Maksud kak Farel?"

__ADS_1


Farel tersenyum melihat wajah terkejut Dea yang semakin nampak imut di depannya.


"Aku mencintaimu Revana Deandra Prayuda, apa kau mau menikah denganku?" Ucap Farel dengan tegas dan kini sudah berlutut di depan Dea.


"Kak, jangan bercanda, ini gak lucu"


"I'm very serious honey"


Dea sampai melongo sambil memegang dadanya agar jantungnya tidak melompat keluar, perlahan Farel berdiri kembali lalu memeluk Dea dan membisikkan sesuatu,


"Apa kau mau menerimaku, setidaknya menjadi kekasih mu dulu sebelum kau menerima ku menjadi calon suamimu, bagaimana?"


Dea membalas pelukan Farel dengan erat dan menangis tersedu.


"Ia kak, aku menerimamu, jangan pernah meninggalkanku"


Farel memeluk lebih erat lagi sambil membelai rambut Dea dengan penuh kasih sayang dan cinta, sesaat kemudian Dea tersentak, ingat akan janji dengan seseorang.


"Kak, aku pergi dulu, ada janji penting mau nonton!" Ucap Dea yang langsung melepaskan pelukannya dan merapikan diri ya kembali, dengan cepat Dea membuka pintu lalu melangkah keluar


"Hei, ingat De, kamu milikku, jangan berani selingkuh di belakang ku!!" Teriak Farel tidak tau tempat.


Dea terkejut dengan teriakan Farel dan langsung menutupi mukanya dengan tas kecil yang di bawanya dan segera melangkah cepat meninggalkan area Rumah Sakit


"Dasar kak Farel urat malunya dah putus, gila!" Umpat Dea kesal dalam hati lalu segera mengemudikan mobilnya pergi ke Mall.


Sementara semua orang yang berlalu lalang, tertawa mendengar teriakan Farel, sedangkan teman seprofesi dan tenaga kesehatan lainya yang tak sengaja lewat sagat terkejut dengan teriakan pernyataan dokter idola di rumah sakitnya.


Sontak kabar hot tentang Dokter Rafael dan Dokter Dea langsung menyebar se Antero Rumah Sakit Pelita Harapan, banyak yang mendukung dan tentu saja tidak sedikit yang cemburu dengan mereka.


**


Jasmine dan Rena sudah duduk di cafe yang berada dalam Mall lumayan lama, menunggu satu orang lagi yang sudah telat satu jam lebih dari waktu yang di janjikan.


"Ini Dea kemana sih Jas, lama banget, sudah sejam lebih belum nyampek juga, gagal nih kita nontonnya" ucap Rena kesal.


"Sabar, mau gimana lagi, kita terpaksa masuknya telat nanti"


"Tuh kan, jadi gak seru nontonnya, dasar Dea!" Sahut Rena di susul dengan senyuman dari Jasmine.


Tak lama kemudian, Akhirnya yang ditunggu muncul juga, dengan wajah cerah berseri dan senyuman lebar yang membuat Rena ingin sekali menabok nya.


"Aku datang, yok kita masuk" ketiganya segera menuju lantai atas.


"Masuk kepalamu, kita dah telat tengah jam lebih dari waktu tonton nih, kelewatan ya kamu ni, dasar!!" Omel Rena menahan jengkelnya sambil terus berjalan.


"Hehe, sorry Ren, jangan marah lagi dong, nanti gak tak restuin lo nikah ma kak Rafael, mau?"


"Ih, memang yang mau nikah siapa, kita masih pacaran, nanti aku kasih tau ke Rafael kalau kamu suka ngancam ke aku"


"Eh, apaan sih, seneng kamu kalau aku sama kak Rafael gak akur?"


"Kamu duluan yang cari gara-gara tadi" sahut Rena gak mau kalah dan di salahkan.


"Eh, sudah, kalian ini kayak anak kecil saja, jadi nonton gak nih, kalau masih ribut aku tinggal pulang ya"


"Jangan!!" Teriak Dea dan Rena bersamaan, dan sontak membuat Jasmine terkekeh.

__ADS_1


Namun tiba-tiba saja, saat mereka melewati sebuah lorong yang sepi, di kejutkan dengan suara seseorang yang sudah menghadang di depannya, Jasmine langsung waspada dan menarik kedua temannya untuk berada di belakangnya.


__ADS_2