
Hingga kemudian keduanya di kejutkan oleh suara seseorang yang memanggil Abraham.
"Yang apa kau di dalam?, Yang..?!"
Mendengar suara seseorang yang sangat dicintai nya, Abraham serasa mendapat kekuatan penuh untuk melepaskan diri dari cengkraman Grace hingga kemudian dirinya segera mendorong Grace dengan kuat dan berhasil berlari keluar dengan tergesa-gesa.
Jasmine yang mendapati pintu toilet pria tiba-tiba terbuka dengan kasar membuat dirinya sangat terkejut, apalagi mendapati Abraham dengan wajah aneh, baju yang sedikit berantakan dan resleting yang belum ditutup kembali.
"Yang, apa kau baik-baik saja, apa yang terjadi, itu resletingnya belum ditutup kembali, kau juga berantakan sekali" ucap Jasmine sambil membenarkan baju suaminya, sedangkan Abraham segera menutup resletingnya lalu segera mengajak Jasmine pergi dari sana dan menuju kamar hotelnya.
"Kita akan segera pergi malam ini juga yang" ucap Abraham dengan wajah yang sangat khawatir, dan tentu saja Jasmine menyadari akan hal itu, apalagi ada sebuah tanda sedikit kemerahan di leher sang suami, yang membuat dirinya mulai menaruh curiga dengan apa yang telah terjadi.
"Kenapa tergesa-gesa yang, kita bisa terbang besok pagi saja" ucap Jasmine, sambil membantu membereskan barang-barang suaminya dan kemudian duduk mengamati Abraham.
"Tidak bisa yang, kita harus pergi malam ini, aku mohon, kali ini jangan membantahku yang" ucap Abrahham lagi dan tentu saja ini sangat membuat Jasmine semakin merasa penasaran.
"Baiklah yang, kita akan pergi malam ini juga, aku akan menghubungi orang kita untuk memesankan tiket kepulangan kita nanti malam" ucap Jasmine dan kemudian segera mengangkat telpon untuk menghubungi anak buahnya.
Setelah mempersiapkan segalanya, Jasmine penasaran ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, hingga kemudian muncul sebuah cara yang mungkin bisa dia lakukan, dirinya segera beralasan untuk keluar kamar hotel berbelanja cemilan yang di inginkan nya, hingga Abraham mengijinkan.
Jasmine sudah berada di restoran yang tadi di booking untuk makan siang, lalu dengan sebuah alasan yang dibuatnya, akhirnya dirinya diijinkan untuk melihat Cctv yang ada di area lorong Toilet, dan Jasmine kini melangkah pergi kembali ke kamarnya dengan hati yang semakin bertanya-tanya.
Kebetulan sekali saat memasuki area hotel mewah yang di tempatnya, nampak Grace juga akan keluar dari sana, hingga keduanya kini saling bertatapan satu sama lain.
"Halo nyonya Abraham, bagaimana kabarmu, oh sorry , lebih tepatnya bagaimana kabar suamimu hem, apa dia baik-baik saja?" Ucap Grace berusaha memancing amarah Jasmine di depan umum.
"Tentu saja baik nona Grace, dan kau harus lebih keras lagi berusaha kalau ingin mengganggu suami seorang Jasmine Agatha Nugraha" jawab Jasmine tenang dan penuh makna yang dalam, hingga semua orang yang ada disana langsung menoleh dengan tatapan yang tidak suka ke Grace, dan sesaat kemudian wartawan yang kebetulan ada disana berhasil mencuri gambar, Grace dan Jasmine yang bersitegang.
"Sialan, kau sengaja membuat drama ini kan!" Ucap Grace geram dan kini menatap tajam Jasmine yang masih berdiri dengan tenang.
"Bukan aku nona Grace, tapi dirimu sendiri yang berusaha membuat skenario ini, jadi jangan salah kalau aku mengimbangi mu saja" ucap Jasmine yang sebenarnya ingin sekali menghajar wanita di hadapannya, apalagi saat teringat dengan rekaman Cctv yang baru saja di lihatnya.
__ADS_1
"Aku peringatkan Jasmine, tak lama lagi, pada akhirnya aku yang akan menang dan segera memiliki Abraham Hanzel Brian, saat itu terjadi, aku ingin lihat bagaimana Abraham akan mendepak mu" ucap Grace dengan senyum iblis nya.
Masih dengan ekspresi santainya, Jasmine mendekat lagi ke arah Grace dan membisikkan sesuatu.
"Aku peringatkan, akhiri semua tipu dayamu sekarang juga, atau kau akan menyesal Grace" ucap lirih Jasmine, kemudian berlalu pergi begitu saja meninggalkan Grace yang masih tersentak dan terkejut dengan peringatan Jasmine yang sangat dingin dan menusuk.
Sementara itu, ada dua orang yang sedang memperhatikan interaksi Jasmine dan Grace merasa sangat puas, apalagi saat melihat wajah dingin penuh emosi dari Jasmine saat terakhir berbicara dengan Grace sebelum akhirnya meninggalkan nya.
"Kau lihat itu tuan Smith, sepertinya umpan kita akan segera membuahkan hasil"
"Hem, bagus, aku menyukai totalitas Grace menghadapi masalah ini, bahkan dia rela dengan bodohnya bersekutu dengan mahluk gaib dan menyerahkan jiwanya, sungguh menjijikkan"
"Iya tuan Smith, sangat di sayangkan, padahal saya masih menyukai permainan ranjangnya, namun sekarang saya tidak mau lagi, menakutkan" ucap Anton
Lalu keduanya segera masuk ke dalam ruangan untuk membahas langkah selanjutnya untuk menghancurkan Jasmine dan Abraham.
**
Abraham yang baru menyadari apa yang sudah di lakukan oleh istrinya, segera menghentikan kegiatannya lalu berjalan menghampiri Jasmine, duduk di sebelahnya sambil meraih kedua kaki Jasmine dan memijitnya perlahan.
"Dari mana saja kamu yang?, Kenapa lama sekali membeli cemilannya , aku khawatir dan hampir saja mencari mu" ucap Abraham.
"Aku jalan-jalan sebentar yang, dan tidak sengaja tadi sempat bertemu dengan Grace" ucap Jasmine sengaja memberitahu Abraham soal Grace dan ingin tau reaksi apa yang akan terjadi dengan Suaminya.
Abraham seketika menghentikan pijatannya dan terkejut mendengar tentang Grace dari Jasmine, saat itulah Jasmine melihat kecemasan di balik wajah Abraham yang berusaha tenang.
"Lalu apa yang dibicarakan oleh Grace?" Tanya Abraham.
"Tidak ada, dia hanya mengungkapkan isi hatinya saja bahwa dia sangat tertarik dengan seorang Abraham Hanzel Brian, bagaimana menurutmu yang?" Ucap Jasmine.
"Apa?!, Dia benar-benar wanita tidak waras" sahut Abraham kemudian dan semakin tampak raut wajah kecemasan.
__ADS_1
"Tenang saja yang, aku tidak akan membiarkan seorang Abraham Hanzel Brian ikut tidak waras seperti Grace Seralda, dan itu artinya, tidak akan semudah itu membuatmu menjadi miliknya selama kau masih menjadi milikku" ucap Jasmine kemudian beranjak dari tempat duduknya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena ini sudah sore.
Abraham terdiam tanpa mengatakan sepatah katapun, apa yang diucapkan oleh Jasmine membuatnya sangat terpukul karena ketidak jujurannya, namun dia juga sangat takut kehilangan Jasmine saat tau dia dan Grace hampir saja melakukan hal gila.
Hingga malam pun tiba dan saat nya mereka berdua segera terbang kembali ke Jakarta, dalam perjalanan di pesawat Jasmine tersentak saat Abraham menyebut Grace Seralda dalam tidurnya, hati Jasmine rasanya sangat sakit mendengarnya.
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan kalian di toilet waktu itu, apa kalian_?, Astagfirullah, semoga apa yang aku pikirkan tidak benar" batin Jasmine dalam doanya, tangannya membelai lembut perutnya dan bertekad hatinya di kuatkan sampai nanti tiba di Mansion.
Akhirnya beberapa Jam kemudian keduanya sudah sampai di Mansion dan membersihkan diri, Jasmine memberikan beberapa oleh-oleh buat mbok Darmi sekalian memberi tahu Kabar gembira tentang kehamilannya, mbok Darmi sangat senang lalu segera membuatkan minuman dan beberapa cemilan untuk kedua majikannya.
Sementara Abraham masih terdiam di balkon kamarnya, kini bayangan Grace memenuhi pikirannya kembali, sesaat Kemudian kemunculan Jasmine membuatnya terkejut.
"Yang.." ucap Abraham.
"Kenapa yang, ada yang sedang kamu pikirkan?" Jawab Jasmine yang kini sudah duduk di samping suaminya.
"Yang, aku_"
"Sedang memikirkan Grace Seralda?" Sahut Jasmine.
DEG
Abraham sangat terkejut dengan pertanyaan istrinya.
*
(Apa yang terjadi kemudian..akankah terjadi pertengkaran atau kekacauan dalam hubungan mereka..?, Yuk Readers tercinta berikan masukannya ya)
Yang masih punya VOTE..Yuk jangan lupa di kasihkan ya..
HADIAH segera di luncurkan dong..
__ADS_1
LIKE dan KOMEN setia Author tunggu..