
Kartika yang mendengar teriakan Abraham tersenyum puas, rencananya bisa dipastikan akan berhasil.
Rupanya saat Kartika datang, dirinya segera masuk kedalam rumah dan melihat sekeliling, saat rumah dalam keadaan sepi dan dengan kunci cadangan yang dia punya, Kartika segera membuka pintu kamar Jasmine lalu meletakkan lembar kertas yang berisi salinan rancangan Abraham yang dicurinya dan meletakkan di dalam tumpukan bajunya.
Lain halnya dengan Mbok Darmi yang sudah ketakutan setengah mati, tangisan mbok Darmi tidak bisa di tahan lagi hingga dia segera masuk ke kamar dan berdoa agar tidak terjadi apapun dengan Jasmine yang sudah dianggap anaknya sendiri.
Abraham berjalan keluar dari kamar Jasmine dengan membanting pintu kamarnya, lalu di panggilnya mbok Darmi.
"Iya tuan?"
"Ingat baik-baik pesanku, suruh Jasmine, Mina apapun nama wanita itu untuk segera menghadap ku!"
"I i iya tuan, kalau Mina, eh Jasmine datang akan saya suruh langsung menghadap tuan"
"Kalau dia tidak mau, mbok Darmi bisa memanggil satpam dan seret dia ke hadapanku!" Teriak Abraham benar-benar murka.
"I i iya tuan, iya" ucap mbok Darmi terbata-bata saking takutnya.
*
Risma kini duduk di samping Jasmine yang masih terdiam mengontrol emosi nya, sesekali Risma menoleh ke arah Jasmine yang masih terlihat murung.
"Udah Jas, loe jelek deh, kalau merenggut gitu ih"
"Memangnya dengan masalah gue yang sekarang ini, gue mesti teriak kegirangan gitu?"
"Ya gak gitu juga sih, tapi paling tidak di atur lah wajah loe, biar gak mendung gerimis mengundang gitu, ntar lama-lama ada petir yang menyambar juga lo"
"Anjir, gerimis mengundang kayak judul lagu aja"
Risma hanya nyengir terlihat lucu hingga buat Jasmine akhirnya bisa tertawa.
"Nah waras deh loe sekarang" sahut Risma
"Emangnya gue gila apa?!"
"Hampir, gue juga hampir gila lihat loe tadi Jas, pertengkaran sama ayah loe buat gue juga ikut merasakan sakit"
"Iya, makasih ya Ris, loe selalu ada buat gue, aku sangat bersyukur akan hal itu, kalianlah sahabat yang kadang bisa menggantikan sosok bunda di hati ku" lalu keduanya saling berpelukan untuk menguatkan satu sama lain.
"Jas, soal kekuatan dan segel yang di maksud ayah loe itu apa sih?".
Jasmin sejenak terdiam, pikirannya bingung antara memberitahu sesuatu yang bisa dikatakan tidak masuk akal, atau menyembunyikan dari Sahabatnya.
"Jas, kok malah diem sih, jujur saja, gue bakalan nerima apapun keadaan loe, sumpah!".
"Okey, berjanjilah ini rahasia kita, aku berharap kau bisa menjaganya Ris".
__ADS_1
"Siap, gue pasti jaga Jas".
"Gue dari lahir sudah di karuniai sebuah kekuatan supranatural, biasa disebut tenaga dalam, kekuatan itu dari turun temurun klan keluarga gue Ris"
"Kan emang loe punya ilmu bela diri yang jago banget kan?" Sahut Risma.
Kemudian Jasmine menceritakan garis besarnya saja, karena dipikir, Risma juga gak akan bakalan paham sepenuhnya kalau di jelaskan terlalu dalam, hingga Risma pun mengerti dan masih melongo.
"Tutup mulut loe Ris, nanti kemasukan mas Agam lo!" Ucap Jasmine.
"Njir, ngapain mas Agam masuk mulut gu_" seketika pikiran Risma traveling ke hal-hal gila.
"Anjir Jasmine!, dasar Somplak!" Teriak Risma
"Hahaha, pikiran loe yang somplak, ngeres kan loe pasti, dasar, Sono cepetan loe nikahin tu mas Agam!" Jawab Jasmine sambil ngakak.
Hari semakin sore hingga kemudian keduanya memutuskan untuk pulang.
"Loe yakin mau pulang ke rumah majikan loe Jas?"
"Iya, tenang aja Ris, gue gak apa-apa kok, sekalian nanti malam gue mau bicara sejujurnya sama tuan Abraham"
"Gila loe, bisa murka itu majikan loe Jas, jangan aneh-aneh deh, kalau mau ngomong jujur ajak gue, jangan sendirian loe!"
"Apaan sih Ris, ngomong aja pakek ngajakin loe, gue bisa ngomong sendiri kali"
"Ya lumayanlah di per**kosa katanya bisa ngerasain yang enak-enak, dari pada di bunuh, hehe"
"Anjir loe Mina!, Dasar bengal, gak mau tau gue, aku ikut loe deh ah, jadi miris hati gue ngebayangin loe kenapa-napa lagi"
"Nggak ada, ngapain loe ikut, loe nyantai aja Ris, gue jago bela diri, loe tau sendiri kan?"
"Jasmine Agatha Nugraha, okey, gue kali ini ngalah, kalau sampai nanti terjadi sesuatu sama loe, sumpah, gue sunat lagi majikan loe!" Teriak Risma berlalu pergi sambil menahan kesal.
Jasmine terkejut mendengar teriakan Risma yang tentu saja membuat semua orang yang ada di sana langsung menatapnya.
"Njir..Risma mulutnya kalau ngomong gak tau tempat, bikin malu saja, dasar!" batin Jasmine.
**
Di ruang kerjanya, Abraham sudah menahan emosinya dari tadi, berulang kali di lihatnya salinan berkas yang di temukan ya di lemari Jasmine.
"Sialan, kemana wanita ini pergi, keluyuran sampai jam segini belum balik, atau dia sudah tau kalau aku menyadari keberadaanya, hingga tidak berani lagi datang kemari,?" Batin Abraham semakin geram.
Sementara itu mbok Darmi langsung memeluk Jasmine saat wanita yang di tunggu-tunggu nya sudah ada di depannya.
"Ya Alloh Gusti, kamu gak apa-apa Min?" Ucap mbok Darmi sambil menangis.
__ADS_1
"Ada apa mbok, aku gak kenapa-napa, memangnya ada apa?" Tanya Jasmine bingung.
"Tadi tuan Abraham ngamuk setelah keluar dari kamar kamu Min, dia juga tau kalau nama kamu sebenarnya Jasmine bukan Mina".
DEG
Jasmine sedikit terhuyung karena kaget dengan penjelasan mbok Darmi, entah kenapa rasanya beban berat sedang menghimpit tubuhnya hingga rasanya ingin sekali terjatuh.
Namun dengan satu kalimat istighfar dalam hatinya mampu memulihkan kesadaran Jasmine, dan kini tubuhnya sudah tegap berdiri sambil tersenyum ke arah mbok Darmi.
"Tenanglah mbok, aku tidak apa-apa, sebelumnya Jasmine minta maaf, karena sudah merepotkan mbok Darmi dan membuat menangis mbok Darmi" ucap Jasmine dengan sangat tenang.
Mbok Darmi terkesiap, sosok wanita di depannya seperti bukan Jasmine yang dia kenal, lebih pada seorang wanita yang sangat luar biasa dengan tatapan teduh menenangkan.
"Min, apa kau benar Mina ku?" Ucap mbok Darmi masih tak percaya.
"Aku Mina mbok, aku Jasmine Agatha Nugraha, akan aku ceritakan semuanya, mbok Darmi cukup dengarkan saja dan setelah itu aku akan menghadap tuan Abraham setelah sholat Magrib" ucap Jasmine.
Mbok Darmi duduk di pinggiran kasurnya bersama dengan Jasmine yang sudah bercerita dengan jujur tentang siapa dirinya, berulang kali mbok Darmi sangat terkejut dan kemudian memeluk Jasmine sabil menangis tersedu-sedu.
"Sudah mbok, yok kita Sholat bareng, setelah itu aku akan ke ruangan tuan Abraham"
"Iya non, eh non Jasmine, eh non Mina, aduh mbok jadi bingung"
"Panggil Jasmine saja mbok, gak usah di tambah non, asik kan kayak biasanya mbok Darmi yang sering nabok si Mina"
"Hahaha!" Keduanya tertawa mengingat kebiasaan lamanya yang konyol.
Jasmine melangkahkan kaki dengan tenang menuju ke ruang kerja Abraham, perlahan tangannya mengetuk pintu sang Majikan, hingga kemudian sebuah suara yang sudah terbiasa mengisi hari-harinya terdengar dengan jelas.
"Masuk!"
Tangan Jasmin dengan pelan membuka pintu ruangan sang Majikan, jantungnya terasa berdetak semakin kencang, suara nafas pun berusaha di normal kan dan akhirnya kedua manik mata itu saling bertemu.
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI
Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1