AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Perjanjian Terlarang


__ADS_3

Rena terkejut bari menyadari Rafael sudah dekat dan mendengar semuanya, dan laki-laki itupun segera berdiri, kini keduanya saling berhadapan dengan tatapan mata yang tajam.


"Maaf tuan Rafael, anda tidak punya hak untuk melarang saya mendekati Rena, karena dia belum resmi menjadi milikmu, ingat itu"


"Brengsek, kau benar-benar minta di hajar"


BUGH


Sebuah hantaman tangan Rafael yang sangat cepat berhasil mengenai wajah Rizky yang tidak sempat menghindar, Rafael yang marah dan cemburu, menghajar laki-laki itu lalu membawa Rena pergi.


"El, jangan seperti ini, lepas, sakit tanganku" ucap Rena ketika sudah berada didepan kamar hotelnya, Rafael melepaskan genggamannya dan menyuruh kekasihnya membuka pintu kamar hotel.


"Buka!" Teriak Rafael memerintah, dan tentu saja Rena tidak bisa menolak keinginan kekasihnya yang masih dalam keadaan emosi tingkat dewa, keduanya kini sudah berada dalam kamar hotel.


"Apa yang akan kamu lakukan El?!" Ucap Rena yang makin bingung dengan apa yang dilakukan Rafael yang masuk dan kemudian menyeret koper milik Kekasihnya.


"Diam!!, bereskan semua barang dan bajumu, kita pulang hari ini juga, satu Minggu lagi kita menikah, persiapkan dirimu!"


Bagaikan di sambar petir, Rena sangat terkejut mendengar apa yang sudah di katakan oleh Rafael, hingga dia hanya bisa melongo dan terdiam cukup lama di tempat.


Cup


Sebuah kecupan yang di berikan Rafael di bibirnya berhasil menyadarkannya kembali.


"Ayo, semua baju dan semua barang bawaan mu sudah aku bereskan, ikut aku pulang, kita harus mempersiapkan segalanya dengan cepat"


"Tunggu!, El kau serius?, Gak lagi emosi sesaat kan?"


"Nggak, aku sangat serius, aku gak ingin siapapun lagi punya alasan untuk mendekatimu, Aku nggak rela!"


"El, Aku_?" Ucap Rena masih dalam kebingungannya.


"jangan berisik, aku sudah pesan tiket pesawat saat perjalanan kesini, jangan sampek kita terlambat"


"Apa?!, Tapi Dea sama Jasmine?"


"Dea dan Farel ikut kita pulang, Jasmine dan Abraham masih ada sedikit urusan, sudah Yok!"


"Tapi El..?" Ucap Rena, Tentu saja Rafael langsung memeluknya dan menciumi kepala kekasihnya, dan beberapa menit kemudian mereka sudah ada di bandara.


"Gila ya kalian!, Kenapa pulang mendadak gini ha?!" Bentak Farel Kesal, dan sudah menyusul di bandara bersama dengan Dea.


"Iya ni, kak Rafael jangan seenaknya dong, baru juga tiga hari, aku sudah terlanjur ijin satu Minggu ni!" Sahut Dea merengut.

__ADS_1


"Diam, kalau kalian mau cepat nikah, ikuti perintahku, jangan berisik"


"Tunggu El, kau bilang apa?" Sahut Farel terkejut mendengar perkataan Rafael.


"Aku mau nikah satu minggu lagi, kalian harus membantuku mempersiapkan segalanya, mengerti?!"


"What!!, Kak, ngapain mendadak gini sih, aku sih ikut seneng, tapi_" ucap Dea makin tak mengerti dengan apa yang tejadi.


"Siap, aku akan bantu kalian" sahut Farel.


"Kak_!!" Teriak Dea ke Farel dengan melebarkan matanya tanda memperingatkan.


"Sudahlah De, kita turuti saja kemauan mereka, biar kita juga cepet nikah, aku dah gak tahan sama kamu"


PLAK


Dea langsung memukul lengan Farel dan membuat Rena dan Rafael terkekeh, tak lama kemudian mereka akhirnya menaiki pesawat untuk kembali pulang dengan sebelumya memberitahu Jasmine dan Abraham.


**


Anton yang sudah mendapatkan apa yang diinginkan oleh Grace, segera kembali kamarnya lalu mengubungi wanita itu, tak lama kemudian Grace datang dan tersenyum saat Anton menyerahkan sesuatu.


Grace tidak membuang waktu dan langsung pergi ke tempat dimana ritual itu akan dilakukan malam ini juga, setelah beberapa jam di perjalanan, akhirnya Grace sudah ada di tempat Nyi Anom, dan rupanya kedatangan Grace Seralda sudah ditunggu.


"Hem, Cukup, apa kau sudah memikirkan matang-matang Nona Grace, aku peringatkan sekali lagi, kali ini tidak main-main, jiwa mu akan menjadi taruhannya"


"Aku sudah memikirkannya Nyi, jangan khawatir, aku siap!"


"Ingat Nona Grace setelah ini, jiwa dan Ragamu milik sang iblis, dia akan memintamu melayaninya kapanpun yang dia inginkan, dan itu artinya, jiwamu terikat selamanya dengannya, sekali melanggar aturannya, kau akan menerima akibatnya"


Grace terdiam, dirinya merasa ngeri dengan syarat yang ada, tapi semua di lakukan demi karier, masa depan, dan keserakahan nya. "Jadi aku akan melayani mahluk itu seumur hidupku Nyi?"


"Begitulah, dan jangan berharap kau akan mempunyai keturunan setelah melakukan hal itu, kau tidak akan pernah bisa mengandung, walaupun secara fisik keadaanmu normal"


"Kalau soal itu aku tidak perduli, aku bahkan tidak pernah berpikir harus repot dengan tingkah anak kecil"


"Baiklah, aku akan mengambil sedikit darahmu sebagai ikatan perjanjian kalian, kau bersiaplah, lepas semua pakaianmu dan berbaringlah di Altar sesembahan, ingat, jangan sampai lari apapun yang terjadi, pejamkan saja matamu, kalau dia berbaik hati, iblis itu akan muncul dengan wajah yang sangat tampan, kau tidak akan ketakutan saat melayani naf*su nya"


"Baik Nyi, aku akan mengikuti semua petunjuk mu" ucap Grace dan malam ini ritual pun dilakukan untuk memenuhi ambisi gila yang sudah menyelimuti jiwanya.


**


Jasmine di atas sofa sedang duduk bersantai sambil sesekali ikut memeriksa arsip data proyek yang sedang di koreksi oleh suaminya, semua tampak wajar hingga kemudian ada hal aneh tentang laporan yang di berikan oleh pamannya, Anton.

__ADS_1


"Ada apa yang, serius sekali?" Tanya Abraham mendekat dan mencium puncak kepala istrinya.


"Ada yang aneh dengan data yang di buat oleh paman Anton, aku akan mengulang untuk memeriksanya kembali" ucap Jasmine.


"Tidak perlu, itu sudah aku catat dan akan kita tanyakan langsung ke paman, barangkali dia bisa menjelaskan semua alasan kenapa merubah sistem kerja kita tanpa pemberitahuan" sahut Abraham.


"Oh, jadi kau sudah tau yang, kenapa tidak memberitahu ku masalah ini?"


"Dia pamanmu sayang, aku akan menegurnya langsung secara pribadi agar tidak membuat malu dirinya"


"Paman memang benar-benar keterlaluan, selalu saja membuat ulah, sebenarnya aku sangat tidak setuju dia ikut andil dalam proyek ini yang, tapi mau gimana lagi, ayah sudah menitipkan paman agar bisa bekerja di Nugraha Company"


"Hem, jangan khawatir yang, selagi dia tidak membuat kekacauan yang fatal, Aku masih memberikan toleransi"


Sejenak Jasmine menghentikan kegiatannya saat ada suara telpon berdering dan pesan dari Rafael yang memberitahukan bahwa mereka semua sudah sampai Jakarta dan akan segera mempersiapkan pesta pernikahan.


Abraham sempat terkejut dengan apa yang di beritahukan Jasmine soal Rafael yang akhirnya mau menikahi Rena, yang terkesan begitu terburu-buru karena tidak ada persiapan sama sekali.


"Apa yang sebetulnya terjadi dengan Rafael, apa mungkin dia kesambet setan di pesisir pantai, sampai otaknya kebalik dan minta kawin secepatnya" ucap Abraham sambil berpindah duduk di samping istrinya yang sudah duduk santai kembali di kursi sofa.


"Gak usah ngatain Rafael, memang kamu dulu seperti apa?, Seenaknya saja minta kawin kilat sehari jadi" jawab Jasmine sambil mencubit gemas pipi sang suami hingga mend*esis kesakitan.


"Beda yang, dulu kamu selalu bikin masalah saja, takutnya malah gak jadi nikah kamu tinggal kabur, terpaksa aku melakukan hal itu" ucap Abraham sambil menarik tubuh sang istri yang kini sudah ada dalam pelukannya.


"Lalu, kita kapan akan pulang yang, aku juga pengen ikut bantu Rena mempersiapkan pernikahannya, kasihan dia tidak punya orang tua dan sanak saudara, semua jauh" ucap Jasmine.


"Secepatnya yang, mungkin kita tidak akan sampai seminggu disini, kalau semua urusan penting sudah selesai, kita pulang dulu" ucap Abraham sambil mempermainkan rambut indah istrinya dan menelusup kan jari jemarinya di perut sang istri lalu membelainya dengan lembut.


"Halo sayang, Daddy menginginkan Mommy mu, boleh ya?" Ucap Abraham yang kini sudah berjongkok di depan Jasmine sambil mencium perutnya, Jasmine tersenyum dan membelai rambut suminya.


"Boleh kan yang?, jangan mengerjai ku lagi, aku sudah bertanya dengan dokternya langsung dan juga Farel, katanya kau dalam kondisi aman" ucap Abraham yang kini memeluk pinggang Jasmine dan menenggelamkan wajahnya di antara bukit kembarnya.


"Iya yang, asal pelan, aku juga masih takut" ucap lirih Jasmine yang mulai merasakan gelenyar nikmat saat tangan suaminya mulai bergerilya menyentuh kulitnya.


*


(harap bersabar untuk aksi Abraham selanjutnya.. kira-kira seperti apa yaa..?, penasaran juga apa yang terjadi dengan ilmu hitam Grace?, yuk mari kita tunggu episode selanjutnya)


Yang masih punya VOTE..Yuk jangan lupa di kasihkan ya..


HADIAH segera di luncurkan dong..


LIKE dan KOMEN setia Author tunggu..

__ADS_1


__ADS_2