AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Pernyataan


__ADS_3

Jasmine segera meminta Sekretarisnya untuk membawa file yang baru saja di mintakan tanda tangan ke Abraham, kemudian menatap Agung dan bertanya.


"Ada apa anda datang kesini?"


"Jadi kau tidak mempersilahkan aku masuk?"


"Tidak, Ayahku tidak ada diruangan, dan aku tidak mungkin hanya berdua dengan mu di satu ruangan yang tertutup, itu sangat beresiko adanya fitnah"


"Oh ya, konyol sekali cara berpikir mu, baiklah, ada yang ingin aku bicarakan pribadi dan sangat penting, lalu kita akan bicara dimana?"


"Tentang apa?"


"Tentang kamu adalah wanita taruhan Abraham"


"Apa?!" Jasmin terkejut


"Baik, kita bicara di cafe dekat perusahaan, di sana tempatnya terbuka"


"Baik, terserah kau saja nyonya Abraham!" Ucap Agung keras, hingga beberapa pegawai menoleh ke arahnya.


"Jaga mulutmu Agung, jangan sampai aku menghajar mu di tempat ini"


"Oh ayolah, aku hanya bercanda Jasmine"


Jasmine segera pamit dan berpesan ke sekretarisnya kalau ada yang mencari dan itu penting, suruh menemuinya di Cafe dekat perusahaan, dimana dia berada bersama tamunya.


Kini Jasmine sudah berada di sebuah Cafe yang tidak begitu rame karena masih belum di jam makan. Kemudian dirinya segera menyuruh Agung untuk menceritakan semuanya tentang taruhan dirinya yang di Maksud.


"Apa maksudmu, jangan bercanda kau Agung!!"


"Aku sedang tidak ingin bercanda denganmu saat ini Jasmine, ini buktinya" ucap Agung sambil melemparkan beberapa bukti foto keterlibatan Abraham dengan beberapa orang dalam taruhan itu, disana juga ada lembaran data berisi transfer rekening atas nama Abraham yang jumlahnya luar biasa, di penjelasan tertulis hadiah kemenangan taruhan atas nama Abrahham Hanzel Brian.


Tangan Jasmine bergetar saat memegang dan melihat semua data yang diberikan oleh Agung, dadanya terasa sesak seketika, emosinya semakin terpancing saat terlihat sebuah bukti transfer uang yang begitu banyak atas nama suaminya.


Jasmine berusaha mengontrol emosinya katena tidak ingin kepanikannya terlihat oleh Agung.


"Jadi apa maksudmu menunjukkan semua ini padaku tuan Agung?" Ucap Jasmine dengan tenang.


"Wow, bagus sekali penguasaan emosimu nona Jasmine, aku hanya ingin kau bisa melihat siapa sebenarnya suamimu itu, dia tak lebih baik dariku, sama-sama bajingan"


"Jaga bicaramu, kalau kau sudah selesai dengan urusan ini, aku segera pergi, pekerjaan ku masih banyak" jawab Jasmine.


"Baiklah, aku akan pergi lebih dulu nona Jasmine, dan ini baru kejutan pertama untukmu, jangan khawatir, masih banyak kejutan yang lain, jadi aku peringatkan, sekali kau mengusikku, aku akan membalas dengan menghancurkan mu!" Ucap Agung yang kemudian pergi.


Jasmine segera kembali ke perusahaan dan kemudian bergegas ke area parkir, masuk ke dalam mobilnya dan melesat menuju ke perusahaan Abraham untuk meminta penjelasan semua bukti yang di berikan Agung ke dirinya.


"Jasmine?!


Sapa Rafael yang kebetulan lewat berpapasan dengannya.


"Dimana Abraham?"


"Dia sedang di ruang Rapat, ada apa, serius sekali wajahmu Jas?"


"Suruh dia keluar sekarang juga, atau aku akan masuk dan meng obrak-abrik acara rapatnya, sampaikan hal ini ke Abraham, aku tunggu di ruang kerjanya" ucap Jasmine dingin dan masuk ke dalam ruang kerja Abraham.


"Sh*it!, Masalah apa lagi yang di buat Abraham sampai Jasmine emosi seperti itu, mengerikan" Batin Rafael sambil bergegas menuju ke ruang Rapat untuk memberitahu Abraham.

__ADS_1


"Eb, sebaiknya segera temui Jasmine di ruangan kerjamu, ada yang tidak beres dengannya"


"Apa?!" Ucap lirih Abraham dalam keterkejutannya, "gantikan pimpin rapat ini dulu, aku akan keluar menemui Jasmine" lanjut Abraham dan kini sudah pamit undur diri dan kemudian di gantikan Rafael.


Tiba di ruangannya, Abraham segera masuk dan hendak memeluk Jasmine, namun dengan cepat Jasmine menahan tubuh Abraham dan mendorongnya.


BRUG


Suara file dan beberapa foto yang di lempar ke meja oleh Jasmine.


"Apa ini?" Tanya Abraham terkejut.


"Jelaskan semuanya padaku, jadi selama ini aku cuma barang taruhan mu Abraham Hanzel Brian!!" Teriak Jasmine membuat Abraham tersentak dan langsung berdiri kembali hendak menenangkan Jasmine.


"Jangan menyentuhku!" Teriak Jasmine lagi.


"Ini hanya salah paham yang, akan aku jelaskan, kau tenanglah dulu"


"Apa?, Kau menyuruhku tenang dengan semua bukti yang ada, apa kau sudah tidak waras sudah menjadikanku taruhan kotor mu ha!!"


"Yang, tenanglah dulu"


"Aku benar-benar bodoh, begitu mudah sudah kau bohongi, bahkan aku kau buat taruhan dengan uang sebesar itu, aku memang istri keduamu Eb, tapi aku juga punya harga diri, aku bukan wanita murahan atau barang yang bisa kau per jual belikan!!"


"Jasmine!, Hentikan omong kosong mu!" Bentak Abraham


Jasmine duduk sambil berusaha menahan tangisnya, namun sakit hati yang dirasakannya tidak mampu membendung air matanya yang akhirnya tumpah.


"Kenapa hidupku semakin terasa berat sekali, sebenarnya ujian apa lagi yang Alloh berikan kali ini, rasanya aku sudah sangat Capek Eb, Aku Capek!" Ucap Jasmine dalam tangisnya.


"Aku tau yang, jalan kita akan banyak sekali rintangan, tapi aku mohon padamu, berikan kepercayaan padaku, aku bersumpah tidak ada sedikitpun niat untuk menyakitimu, akan aku jelaskan semuanya"


Abraham segera menjelaskan pelan-pelan dengan tetap memeluk tubuh istrinya, dia menceritakan semuanya, bagaimana awal ikut taruhan itu, apa tujuannya dan Agung Dwi Vinan yang sudah menyeretnya dalam sebuah taruhan gila para pengusaha yang sangat berkuasa di Asia.


"Jadi ini ulah Agung, lalu kenapa baru sekarang kau menceritakan semuanya Eb?"


"Karena aku tau, kau sudah mulai membuka hatimu untukku, bayangkan kalau menceritakan dari awal, yang ada kamu pasti tidak percaya dan sudah pergi meninggalkanku, iya kan?"


Jasmine terdiam tanpa menjawab apapun, dirinya mulai mengerti jalan pikiran Abraham, terkadang dia melakukan hal sendiri untuk melindungi orang lain.


"Kenapa terdiam?" Tanya Abraham


"Aku ingin untuk selanjutnya, kau bisa menceritakan segalanya padaku Eb, aku berharap kita bisa saling berbagi apapun itu, jangan kau atasi sendiri, walaupun aku yakin kamu pasti bisa"


"Aku hanya ingin melindungi dan membahagiakan orang yang aku sayangi, kalau bisa, secuil pun aku tidak ingin membuatnya terluka, panik ataupun merasakan hal yang tidak mengenakkan di dunia ini, cukup aku yang menanggungnya"


"Itu boleh kamu lakukan sebelum aku menjadi istrimu, tapi untuk sekarang jangan coba-coba lagi merahasiakan apapun dariku, aku bukan wanita lemah, aku lebih suka menikmati hasil dari sebuah perjuangan dari pada hanya menikmati sebuah pemberian"


"Jadi Jasmine Agatha Nugraha bersedia berjuang melewati hidup ini denganku?"


"Tentu saja, Abraham Hanzel Brian tidak perlu takut Aku akan menyerah"


"Okey, kenapa kau melakukanya?"


"Karena..Akulah wanitamu" ucap Jasmin dengan pasti tanpa ragu sambil menatap tegas wajah suaminya.


Abraham tersenyum, kedua telapak tangganya memegang wajah istrinya dan menatapnya lekat.

__ADS_1


"Apa kau tau, sesuatu paling aku syukuri yang di berikan Alloh padaku di dunia ini adalah hadirnya dirimu Jasmine Agatha Nugraha"


Jasmine terkesiap, ucapan Abraham membuat jantungnya semakin cepat berdetak, apalagi saat bibir hangat milik suaminya kini perlahan mulai menyapu dengan lembut bibirnya, ciuman sekaligus luma*an itu dirasakan Jasmine dengan penuh perasaan, membuat tubuhnya semakin tergetar dengan sejuta rasa yang tumpah di dalam sana.


Hingga kemudian Jasmine menghentikannya karena tersadar akan sesuatu.


"Kenapa?" Tanya Abraham.


"Kau ingin kita jadi tontonan?"


"Maksudnya?"


"Kaca ruangannya belum kamu mode tertutup, lihat tu si Rafael sama beberapa pegawai kamu lagi kegerahan lihatin kita"


Abraham langsung menoleh ke arah jendela kaca ruangannya dan nampak Rafael dan beberapa orang langsung berhamburan pergi dari sana.


"Oh sh*it!, Aku benar-benar lupa, sialan Rafael" ucap Abraham langsung memencet remote untuk menutup kaca di ruangan kerjanya.


Abraham segera mendekat ke Jasmine lagi lalu memeluk dan menciuminya.


"Eh, Stop Eb!"


"Apa lagi yang?, aman tu, udah aku tutup"


"Apaan sih, bukan itu, aku harus kembali ke perusahaan, ada rapat penting, sorry ya sayang" ucap Jasmine manja sambil berlalu pergi.


Abraham terkejut Jasmine memanggil dirinya dengan sebutan sayang


"Tunggu yang, awas ya panggil Eb lagi, panggil aku seperti yang barunya kau bilang!" Teriak Abraham.


"Terserah aku dong, Assalamualaikum!!"


"Waalaikumsalam, hati-hati yang!!"


"Siap Eb!"


"Heh, panggil Eb lagi, dasar!" Gumam Abraham dengan kekesalannya, namun kemudian ada senyuman kebahagiaan dari Abraham mengingat Jasmine sudah memantapkan hati untuk menjadi wanitanya.


*


Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 71-80


Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.7


Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2