AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Hampir Saja


__ADS_3

Abraham menatap wajah istrinya yang masih kelihatan lelah, sedangkan Jasmine hanya tersenyum sekejab untuk menyembunyikan luka hatinya.


"Apa yang terjadi Yang?, Bisa ceritakan padaku?"


"Tidak ada, aku hanya lelah saja" jawab Jasmine.


Abraham mendekat, menatap mata Jasmine dengan lekat dan menemukan kebohongan di sana.


"Kau tidak akan bisa membohongiku yang, katakan ada apa, atau aku memang tidak pantas tau masalah yang menganggu mu?"


Jasmine tersentak, dirinya merasa bersalah karena sudah membohongi suaminya, akhirnya Jasmine pun memutuskan untuk menceritakannya.


"Risma akan pergi dari kota ini meninggalkanku"


"Kenapa?"


"Dia Ingin melupakan masa lalu dan semua kenangan bersama dengan mas Agam di kota ini, dan aku tidak bisa mencegahnya"


"Hem, saatnya kamu bersikap dewasa yang, bagaimanapun Risma juga punya hati yang perlu untuk ditata kembali setelah kejadian ini"


"Aku tau, mangkanya aku tidak bisa menahan keinginan Risma, aku sangat menyayanginya"


"Ikhlas kan semua yang sudah terjadi, kita ambil hikmahnya saja, jangan terlalu di sesali ataupun dipikirkan terlalu lama, itu bisa merusak dirimu sendiri" ucap Abraham menasehati.


"Iya, aku tau, aku juga berusaha untuk mengatasi masalah ini, terus terang ini tidak mudah bagiku, rasanya sangat sakit di tinggal kan oleh mereka"


"Semua akan datang dan pergi pada saatnya, tidak terkecuali, aku berharap kamu bisa bersyukur dengan yang ada di sekitar mu yang, tapi aku selalu yakin, saat aku harus kehilangan sesuatu, pasti akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik lagi"


"Aminn..aku berharap begitu"


"Yakinlah dengan takdir yang sudah di berikan untuk kita yang, aku tau kau wanita yang sangat kuat, tapi ada kalanya kamu perlu bahu untuk bersandar, dan aku berharap bisa menjadi tempat sandaran mu" ucap Abraham sambil berjalan ke pinggir balkon dan melihat pemandangan sekitar yang sudah mulai nampak.


Jasmine terdiam, kemudian menyusul Abraham, kini dirinya sudah berdiri di samping suaminya, lalu kemudian menyandarkan kepala di pundaknya.


"Buat aku jatuh cinta sejatuh-jatuhnya Eb, dan aku akan membuka hatiku untukmu, suamiku" ucap lirih Jasmine.


Abraham tekejut dengan perkataan Jasmine yang dengan jelas akan membuka hati untuknya, perlahan Abraham membalikkan tubuh Jasmine dan menatapnya. Abraham tersenyum kemudian mendekat, lalu menautkan bibirnya.


Semakin intens dan dalam ciuman dan lum*atan itu dilakukan oleh Abraham, kini Jasmine sudah mulai bisa membalas ciuman suaminya, merasa mendapatkan kesempatan, satu tangan Abraham berpindah memegang tengkuk sang istri, dan tangan yang satunya menelusup ke dalam bajunya.


Sedikit gigitan kecil di bibir Jasmine membuka bibirnya hingga dengan mudah lidah Abraham berhasil masuk dan mengabsen di dalam sana.


Jasmine merasakan tubuhnya berde*sir dan menghangat dengan cepat, suara nafasnya mulai terengah-engah, sekejab Abraham memberikan jeda untuk membuat Jasmine menarik nafas.


Tangan Abraham mulai menyentuh salah satu bukit kembar milik Istrinya, Jasmine tersentak mendapati perlakuan Abraham yang memacu irama jantungnya semakin cepat dan tubuhnya seakan meminta lebih, suara desa*han dari mulut Jasmin mulai terdengar lirih.

__ADS_1


Abraham mendorong tubuh Jasmine bersandar di tembok balkon kamar, kini baju tidur Jasmine mulai terlepas, tampak kedua bukit kembarnya yang masih terbungkus rapi, tangan Abraham mere*masnya pelan hingga tubuh Jasmin terasa mene*gang.


"Emh, Eb, oohh"


"Kau menikmatinya yang?"


"Aku_, ohh, sshh"


Abraham tersenyum dan melanjutkan ciumannya turun ke leher jenjang Jasmin dengan penuh semangat, hingga kemudian semakin terdengar jelas desa*han dari istrinya yang membuat hasratnya melesat naik.


Bagi Abraham hal seperti ini bukan hal pertama kali, karena dulu saat dia berpacaran semasa kuliah, banyak sekali wanita yang tergila-gila padanya hingga rela menyerahkan tubuhnya untuk dinikmati, namun Abraham hanya melakukan pemanasan saja dengan beberapa mantan kekasihnya.


Keduanya kini benar-benar sudah berada dalam suasana yang sangat panas, Abraham langsung menyambar tubuh Jasmine dan menggendongnya tanpa melepaskan ciumannya, detik berikutnya Jasmine sudah berada di atas tempat tidur.


Abraham bergerak cepat melepas semua sisa kain yang menempel di tubuh istrinya, hingga Jasmine sangat terkejut saat menyadari tubuhnya benar-benar tanpa busana.


"Eb ,tunggu, aku takut" ucap Jasmine.


"Tenanglah, aku akan pelan-pelan yang"


Abraham kembali ******* bibir istrinya, menelusuri leher jenjang dan dadanya dengan permainan ciumannya yang membekas di beberapa tempat yang ada disana, kedua puncak bukit kembar sang istri di sesap dan dinikmati, sementara Jasmine semakin dibuat melayang dan mende*sah berkali-kali.


Abraham merasa Jasmine sudah bisa menikmati semuanya, hingga perlahan tangannya menelusuri muara kenikmatan istrinya yang berada di bawah sana, namun kemudian.


BRAK


"Kartika!" Pekik Jasmine yang langsung menyambar selimut dan menutupi tubuhnya. Begitu juga dengan Abraham yang sontak mengakhiri kegiatan panasnya, kini dia merasa sangat kesal dengan tingkah laku Kartika.


"Keluar, atau aku akan melempar mu, tutup pintunya!!" Teriak Abraham ke Kartika.


"Sialan kau Abraham, kalian akan menyesal sudah menyakitiku!" Teriak Kartika sambil berlari pergi meninggalkan kamar Jasmine.


"Sh*it!, Kenapa aku tadi lupa mengunci pintunya, Sialan!" Gumam Abraham.


Seketika Jasmine terdiam, dia merasa dirinya sangat bersalah dengan Kartika, Jasmine tersadar dia hanyalah isteri ke dua, dan Kartika juga berhak atas Suaminya, seketika hati Jasmine berdenyut sakit, lalu dirinya segera beranjak masuk ke dalam kamar mandi.


Sementara Abraham masih terdiam dengan berusaha mengontrol emosinya, sambil berulang kali mengumpat kelakuan Kartika dan menahan pusing di kepalanya.


Makan pagi kali ini terasa sangat sepi, dari ketiga orang yang ada dimeja makan, tidak ada satupun yang bersuara, Jasmine hanya makan sedikit kemudian segera pamit pergi untuk bersiap berangkat ke perusahannya, Abraham pun segera menyudahi makannya kemudian menyusul Jasmine di kamarnya.


"Yang, tunggu, kita berangkat bareng"


"Aku naik mobilku Eb, biar cepet sampai"


"Yang, tunggu, yang!!"

__ADS_1


"Assalamualaikum,.aku berangkat dulu Eb, kamu hati di jalan ya!" Teriak Jasmine yang sudah berlari pergi meninggalkan rumah.


"Waalaikumsalam" sahut lirih Abraham.


Jasmine sampai di perusahan dan disambut dengan keruwetan pekerjaannya, hingga sang ayah menyerahkan beberapa file padanya.


"Antar file ini ke Abraham, biar dia pelajari dulu dan tanda tangan, ini proyek penting Jasmine, kamu harus serius membicarakan hal ini dengan suamimu, dia sudah berpengalaman" ucap Rahmad.


"Apa?!, Ke Abraham?" Tanya Jasmine terkejut, bagaimana mungkin dia harus menemuinya sedangkan sekarang dia ingin sekali menghindarinya.


"Iya, memang kenapa, ada masalah, atau Abraham tidak masuk kerja?"


"Nggak yah, hanya saja, aku sedikit tidak enak badan, gimana kalau ayah saja yang ke tempat Abraham?" Ucap Jasmine memberikan penawaran.


"Nggak bisa, ayah akan bertemu dengan klien kita, mereka sudah ada dalam jadwal kegiatan ayah hari ini, mana mungkin ayah akan menyuruhmu mewakilinya, itu namanya tidak menghormati, Jasmine"


"Maaf yah, baiklah kalau memang ayah tidak bisa, biar aku yang ke tempat Abraham"


"Tunggu!"


"Apa lagi yah?"


"Tidakkah kau bisa memanggil Abraham dengan sebutan sepantasnya sebagai seorang suami?, Dia bahkan sudah menghormatimu sebagai istri dengan memanggilmu Sayang"


"Yah, kita masih menyembunyikan hubungan ini di mata publik, aku takut lupa dan kebablasan memanggilnya di depan umum dan menimbulkan kerusuhan di luar sana"


"Ya sudah terserah kalian, ayah hanya risih saja mendengar kamu memanggil suamimu dengan namanya"


"Saatnya nanti, aku akan memanggil Abraham dengan semestinya yah, aku pergi dulu" ucap Jasmine segera pergi dengan sebelumnya memeluk dan mengucap salam dengan ayahnya.


*


Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 71-80


Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.7


Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2