AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Awal Kecurigaan


__ADS_3

Pagi yang sangat cerah bagi Abraham, walaupun kenyataan mendung tebal menyelimuti ibu kota dan bersiap-siap hujan akan segera datang.


Rafael berjalan menuju keruangan kerjanya, seperti biasanya Rafael selalu datang lebih dulu dari Abraham, namun tidak kali ini, dirinya tekejut saat melihat ada bayangan seseorang yang baru saja memasuki ruang kerja Abraham.


"Sh*it!, apa itu Abraham ya, tapi ini masih terlalu pagi, atau jangan-jangan hantu yang gentayangan, secara ruangan Abraham masih gelap banget itu" batin Rafael mulai merasakan reaksi merinding di tengkuknya, dia tidak sadar kalau hari ini memang lumayan dingin.


Perlahan Rafael berjalan pelan mendekati pintu ruangan Abraham yang sedikit terbuka, semakin dekat tampak bayangan itu semakin nyata, berjalan kesana kemari, hingga akhirnya.


"Alloh hu Akbar, tolong jangan ganggu saya!" Teriak Rafael sambil memejamkan mata saat bayangan itu mendekat dan membuka pintu dengan lebar.


PLAK


"ini aku El, sialan, kamu kira aku dedemit apa!" Bentak Abraham setelah menabok keras Rafael.


"Hah, oh ya tuhan, syukurlah, gila kamu Eb, ngapain juga kamu gelap-gelapan di dalam sana, bikin orang panik saja" ucap Rafael kesal.


"Lampunya mati, OB yang aku panggil belum datang, mangkanya aku coba ganti sendiri barangkali bisa" ucap Abraham.


"Terus, bisa?" Tanya Rafael.


"Nggak, tetep saja mati"


"Heh, ada-ada saja kelakuan kamu, itu pasti konslet apalagi keadaan hujan gini, terus kamu ngapain sepagi ini sudah ada di perusahaan?" Tanya Rafael menyelidik.


"Memangnya gak boleh aku datang pagi di perusahaan ku sendiri?" Jawab Abraham.


"Bukan nggak boleh, tapi nggak biasa kamu datang sepagi ini, memang ada apa?" Tanya Rafael lagi.


"Nggak ada, sudah kamu kembali ke ruangan dan kembali bekerja!" Teriak Abraham.


"Cih!, dasar, pasti kamu lagi kasmaran sama Jasmine kan?"


"Jangan sok tau, cepat pergi dari sini!" Ucap Abraham dan mendorong tubuh Rafael untuk keluar dari ruangannya sebelum rasa penasarannya membuat makin runyam.


Rafael segera pergi dengan terpaksa dan masuk kembali ke ruangannya dengan rasa penasaran yang luar biasa


"Awas saja kau, aku akan segera tau, apa yang membuatmu seperti ini Eb" batin Rafael.


*


Kartika kini tidak bisa bergerak bebas seperti biasanya, akses keuangannya yang dibatasi oleh Abraham membuatnya stres karena tidak bisa keluyuran ke mana-mana.

__ADS_1


Siang itu Kartika mendapat telpon dari seseorang yang ternyata adalah Agung, tak berapa lama kemudian Kartika segera keluar dan menuju ke sebuah alamat hotel yang sudah di berikan oleh Agung.


"Hai sayang, ada apa kau menyuruhku ke sini?" Tanya Kartika dengan manja setelah masuk ke dalam sebuah kamar hotel.


"Hai sayang, kau sudah sampai rupanya, sini aku sangat merindukanmu" ucap agung, lalu kemudian keduanya saling berpelukan.


Agung mengatakan kalau sepertinya perusahaan Nugraha Company masih aman-aman saja setelah membuat masalah dengan perusahaan Hanzel Company, disini Agung ingin Kartika mencari tau apa sayang sudah terjadi dengan perusahaan Nugraha Company.


"Aku juga tidak tau sayang, bagaimana bisa Nugraha Company bisa bertahan dibawah tekanan perusahaan Hanzel Company"


"Untuk itu, aku ingin tau apa yang terjadi?" Ucap Agung


"Padahal kita sudah menjebak si Jasmine itu, dan aku mendengar sendiri bagaimana Abraham murka dengan perusahaan dan dirinya"


"Untuk itu, aku ingin, kau membantuku mencari tau sayang, aku juga sudah merencanakan sesuatu untuk Jasmine"


"Wow, apa itu, aku boleh tau?" Ucap Kartika.


"Tentu saja, tapi rahasiakan semua ini"


"Siap sayang, katakan saja" ucap Kartika.


Agung segera menceritakan tentang rencana yang sudah di buat untuk Jasmine, sesaat Kartika sangat terkejut dan tidak menyangka Agung akan melakukan hal itu.


"Itu balasan yang setimpal karena sudah membuat kita hampir terbunuh kemaren" jawab Agung.


"Aku juga kaget ternyata seorang Jasmine Agatha Nugraha mempunyai kekuatan supranatural, aku jadi ngeri kalau mengingat nya sayang"


"Sudahlah jangan dipikirkan, ikuti saja permainan ku dan aku ingin kau selalu mensupport"


Kartika mengangguk dan kemudian tersenyum mesra, tangan Agung mulai bergerilya memberikan sentuhan-sentuhan nakal ke tubuh Kartika, keduanya kini melanjutkan kegiatan panas di siang hari.


*


Siang itu Jasmine bersama dengan ayahnya makan siang di sebuah restoran yang dekat dengan perusahaan, hari ini kebetulan sekali restoran itu lagi rame di kunjungi banyak orang untuk makan siang.


"Aku sudah memesan semuanya yah, tinggal kita menunggu saja" ucap Jasmine.


"Hem, siang ini sangat rame ya?" Ucap Rahmad.


"Itu karena kita kesini pas di jam makan siang yah, jadi banyak yang sudah mengantri makan juga, oh iya yah bagaimana kalau mulai besok Jasmine akan bawa bekal dari rumah saja ,lebih higienis dan sehat yah" ucap Jasmine sambil tersenyum.

__ADS_1


"Hem, ayah setuju, tapi masalahnya anak ayah ini bisa masak?" Tanya Rahmad ragu, masalahnya selama yang dia tau, Jasmine terakhir kali membuat makanan, bukannya jadi malah menghancurkan dapur, asisten rumah tangga sampai di buat susah saat itu.


"Tenang yah, serahkan ke Jasmine, aku tau juga apa kesukaan ayah, jadi di jamin masakannya lezat banget"


"Iya ayah percaya, mulai besok mulailah memasang buat bekal makan siang di kantor"


"Siap ayah" jawab Jasmine sambil tersenyum penuh semangat"


Keduanya kini sudah menikmati makan siangnya setelah pesanan datang tepat disaat keduanya sudah merasa sangat lapar sekali, baru beberapa kali suap, Jasmine merasakan ingin buang air kecil hingga kemudian segera bangkit dari duduknya dan pergi ke toilet.


Saat Jasmine keluar dari sana tanpa sengaja matanya melihat sekelebat bayangan Dinda yang sedang berjalan menuju lantai atas dimana ada ruang privat di restoran itu.


"Bukannya itu tadi Dinda, ngapain itu anak keluyuran sendirinya ke sini, apa mungkin bareng sama Risma?" Batin Jasmine semakin penasaran, hingga kemudian mengikuti Dinda berjalan ke lantai atas.


Tiba di sana terlihat Dinda memasuki sebuah ruangan dan Jasmine pun segera mendekati ruangan itu perlahan, kini Jasmine sudah ada di depan pintu ruangan itu yang kebetulan terbuka sedikit, hingga Jasmine bisa mendengarkan lirih percakapan Dinda dengan seseorang.


Sejenak Dinda mengerutkan dahi saat merasa tidak asing dengan suara laki-laki yang berbicara dengan Dinda sahabat nya.


"Bukannya itu suara mas Agam ya?" Batin Jasmine makin penasaran hingga kemudian berencana lebih mendekat lagi, namun sayang sekali, rupanya Dinda beranjak dari tempatnya dan ingin keluar, sontak Jasmine bingung harus sembunyi dimana, hingga tanpa pikir panjang langsung masuk di ruangan privat yang ada di depan ruang itu.


Jasmine mengelus dadanya sambil memejamkan mata di balik pintu ruangan privat yang di masuki nya, dan tanpa sadar, rupanya di sana ada beberapa orang yang juga terkejut saat tiba-tiba saja Jasmine masuk tanpa permisi.


"Apa yang kau lakukan disini nona Jasmine Agatha Nugraha?"


Sontak Jasmin terkejut saat mendengar nama lengkapnya di sebut oleh sebuah suara yang tidak asing baginya, perlahan Jasmine mengatur nafasnya, kemudian membuka matanya pelan, dan Jasmine langsung membelalakkan mata saking terkejutnya melihat siapa orang sudah ada di depan matanya.


Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 46-50


Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.3


Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2