
Abraham segera membawa Jasmine ke di atas tempat tidur, kali ini Abraham melakukanya dengan sangat berhati-hati, di kecup nya kening sang istri dengan lembut, kemudian ciumannya menyusuri seluruh wajah istrinya yang kemudian berlabuh di bibirnya.
Luma*tan di bibir Jasmine membuat hasratnya mudah sekali terbawa, hingga kini desa*han dari bibirnya mulai terdengar indah. Tidak butuh waktu yang lama Abraham sudah membuat istrinya siap untuk melakukan penyatuan.
Kali ini sang pusaka bersiap memasuki rumahnya dengan dorongan yang cukup pelan, Jasmine mende*sah dan menjerit lirih saat milik sang suami memenuhi in*timnya.
"Yang rileks, kau sangat tegang" ucap Abraham yang melihat Jasmine sedikit meringis menahan ping*gulnya, Abraham sengaja terdiam tanpa menggerakkan pusakanya, memberikan waktu ke Jasmine untuk lebih menikmati penyatuan yang di lakukan.
Setelah di rasa Jasmine mulai terbiasa dan terbakar hasratnya kembali, Abraham menggerakkan miliknya, entah karena pengaruh hormon kehamilan atau apa, Jasmine merasa ingin hal yang lebih dari yang di lakukan suaminya.
"Yang, faster!" Ucap lirih Jasmine.
"Are you okay?" tanya Abraham.
Jasmine mengangguk, lalu kemudian Abraham tersenyum dan mempercepat tempo gerakannya dengan menjaga tubuhnya agar tidak terlalu menekan perut istrinya, sesaat kemudian Jasmine mulai bergerak mengge*liat kan tubuhnya, Abraham merasa khawatir hingga beberapa kali berusaha mengendalikan gerakan tubuh istrinya.
Jasmine mulai menge*rang tanda akan mencapai puncak kenikmatan, Abraham segera mengikuti irama penyatuannya sedikit lebih cepat hingga dirinya pun akan segera menumpahkan laharnya, di saat itulah sebuah keanehan terjadi, Abraham seperti melihat sosok Grace dalam diri Jasmine.
Sontak Abraham tersentak lalu segera menyadarkan pikirannya, kemudian tersadar kembali akan Jasmine yang sedang bersamanya, detik berikutnya keduanya berteriak mencapai puncak kenikmatan bersama.
Tidak seperti biasanya, Abraham segera beranjak dari tempatnya lalu segera masuk ke dalam kamar mandi, dirinya merasa heran dengan apa yang baru saja terjadi.
"Sh*it, ada apa denganku, kenapa tiba-tiba saja aku melihat Grace dalam diri Jasmine?" Batin Abraham sambil mengguyur tubuhnya di bawah shower.
Sementara itu Jasmine juga merasakan ada sesuatu yang aneh dengan suaminya, bagaimanapun perubahan sedikit saja bisa di rasakan oleh Jasmine dengan sangat cepat, hingga dirinya bertanya-tanya dalam hatinya.
"Ada apa dengan Abraham, mungkinkah dia kecewa denganku malam ini?" Batin Jasmine.
Hingga Abraham keluar dari kamar mandi melihat keadaan istrinya sambil tersenyum, "mandilah dulu yang, anak kita tidak apa-apa kan?" Tanya Abraham sambil mengelus perut Jasmine.
"Tidak apa-apa yang, kami baik-baik saja, aku akan mandi dulu" ucap Jasmine yang kemudian segera duduk dan ingin beranjak dari tempat tidur, saat itulah lagi-lagi Abraham terkejut sepertinya mendapati bayangan wajah Grace kembali dalam diri Jasmine.
"Oh sh*it!" Ucap Abraham tanpa sengaja dan terdengar oleh Jasmine yang belum jauh darinya.
"Aku mendengar nya yang, jangan mengumpat di dekatku, aku tidak ingin anakku mendengar hal itu" ucap Jasmine yang semakin kesal dengan perubahan sikap Abraham.
"Sorry yang, bukan maksudku_"
__ADS_1
BRAK
Jasmine segera menutup pintu kamar mandi sedikit keras, sedangkan Abraham berjalan duduk di sofa dan masih terdiam berusaha menyadarkan pikirannya, dia mulai merasa isi kepalanya di penuhi dengan sosok wanita yang bernama Grace Seralda.
Dan di waktu berikutnya, Jasmine segera beristirahat di atas tempat tidur tanpa menunggu suaminya yang sedang duduk melanjutkan pekerjaannya, sementara Abraham menyibukkan dirinya berusaha menghilangkan sosok wanita sialan yang menganggu pikirannya.
**
Angin Pagi hari yang lumayan dingin menerpa wajah Jasmine dan membuat dirinya mulai membuka matanya, dilihat sang suami sedang ada di balik pintu besar penghubung balkon kamarnya yang cukup luas, Jasmine melihat jelas bagaimana Abraham menatap pemandangan laut di luar sana.
"Ada apa sebenarnya dengan Abraham, kenapa dia tidak menceritakan apapun, dan sikapnya tadi malam sangat berbeda dari biasanya" batin Jasmine yang kemudian segera bangkit lalu ke kamar mandi dan melanjutkan dengan ibadah subuh nya.
Abraham yang melihat istrinya selesai melakukan ibadahnya segera kembali masuk ke kamar dan ikut berbaring disisi Jasmine sambil memeluknya dari belakang.
"Sudah bangun dari tadi yang?" Tanya Abraham.
"Sudah, kamu sendiri kenapa tidak membangunkan ku dan menatap keluar seperti sedang memikirkan sesuatu?" Tanya Jasmi berusaha mengorek keterangan dari suaminya.
"Oh, aku hanya ingin waktu sendiri untuk berfikir jernih yang" ucap Abraham.
"Oh, jadi pikiran mu sekarang sudah bisa jernih?" Tanya Jasmine sambil kemudian melonggarkan pelukannya.
"Yang, ada apa?, Kamu marah?" Tanya Abraham sambil menciumi kepala dan tengkuk istrinya.
"Nggak, aku hanya merasa kamu berbeda, ada apa sebenarnya yang, apa ada masalah dengan mu atau dengan pekerjaan?" Tanya Jasmine.
"Tidak ada apa-apa yang" bohong Abraham yang entah mengapa begitu sulit menceritakan hal sebenarnya ke Jasmine, selain itu Abraham juga ingin menjaga kondisi istrinya hingga tidak ingin membebani pikirannya.
Rapat hari ini, Jasmine sudah bisa menemani Abraham kembali, Smith tersenyum sinis saat melihat Jasmine dengan wajah segar dan cantiknya sudah duduk di samping suami tercintanya, kabar kehamilan Jasmine memang di rahasiakan oleh Abraham dan teman-temannya, hingga tidak ada lagi yang tau tentang keadaannya.
"Baiklah, saya rasa semua hal penting tentang proyek kita sudah terselesaikan dengan baik, dan untuk urusan selanjutkan akan saya serahkan ke orang-orang kepercayaan saya yang saya tugaskan disini untuk mengawasi, kemungkinan besok saya dan istri akan terbang kembali ke Jakarta karena suatu hal yang sangat penting" ucap Abraham.
Semuanya kemudian setuju dengan apa yang di katakan oleh Abraham, Jasmine tersenyum dan mengucapkan terimakasih dengan berbisik sebentar dengan mendekatkan bibirnya ke telinga Abraham.
Makan siang segera di adakan oleh semua anggota rapat di sebuah restoran yang tak jauh dari tempat itu, Smith menyuruh anak buahnya untuk menghubungi seseorang, dan tak lama kemudian muncullah Grace di acara makan siang itu yang langsung menghampiri tuan Smith.
Sontak Abraham yang tanpa sengaja melihat kedatangan Grace sangat terkejut, ada buncahan rasa aneh yang mengalir dalam dirinya, antara benci tapi begitu menginginkannya, sampai tanpa sadar Abraham memperhatikan Grace di depan Jasmine yang ada di sampingnya.
__ADS_1
"Apa kau ingin bertemu dengan Grace sayang?" Ucap Jasmine dengan tenang sambil menyiapkan makan siangnya.
"Oh, aku, sorry yang, aku hanya heran kenapa wanita itu ada disini" ucap Abrahham.
"Itu bukan urusan kita yang, kalau sudah selesai makan segera antar aku ke kamar lagi, aku ingin membereskan semua barang untuk kita bawa pulang besok"
Abraham mengangguk sambil tersenyum tidak enak hati karena sudah kebablasan memperhatikan wanita lain di depan mata istrinya, sedangkan Grace yang tau akan keadaan Abraham yang diam-diam mencuri pandang dengan dirinya, hanya tersenyum penuh dengan kemenangan.
Abraham ke toilet sebentar untuk membasuh mukanya dan berusaha menghindari Grace karena kepalanya terasa pecah saat berusaha untuk menahan hasratnya, namun kemudian dikejutkan dengan Grace yang ternyata sudah menunggunya di pintu keluar toilet sambil tersenyum menggoda.
"Hai tuan Abraham ,apa kau baik-baik saja, sepertinya kau dari tadi pagi ingin menyapaku, benar begitu tuan?"
"Kau_, minggir lah, aku akan kembali ke meja makan" ucap Abraham yang berusaha menghindari menatap Grace, namun akhirnya tembok kekuatan Abrahan runtuh juga saat Grace sudah mendorong Abraham dan kini wajah keduanya begitu dekat.
"Aku sangat menginginkanmu Abraham, kau tidak akan pernah bisa menolak ku" ucap Grace yang sudah semakin nakal, sementara Abraham merasa aneh dengan dirinya yang juga merasa sangat menginginkan Grace saat ini, tangan Grace mulai beraksi dengan membelai lembut pusaka Abraham yang tampak mulai menegang.
Abraham mulai mende*sah dengan sentuhan yang di berikan oleh Grace, hingga keduanya semakin gila, Abraham seperti tidak tersadar dan di setir oleh naf*sunya yang tidak bisa dia kendalikan, dengan cepat keduanya masuk ke dalam sebuah ruangan Toilet laki-laki,
Grace tersenyum senang, kini bibirnya sudah menyapu dan memberikan rangsa*ngan di leher Abraham, Abraham semakin mendesah saat menerima perlakuan dari Grace yang begitu nyata dia rasakan.
Tanpa berkata lagi, Grace semakin gila melancarkan aksinya, dibukanya resleting celana Abraham hingga kemudian tampak bagaimana sang pusaka menegang dan meminta untuk segera di bebaskan, Abraham tersentak saat tangan Grace masuk mengeluarkan pusakanya dengan belaian tangannya.
Sekilas dalam hati nurani Abraham ingin menolak dan menghentikan semuanya, namun tubuhnya berkata lain, dan semakin menginginkan Grace, pertentangan itu membuat Abraham semakin tidak kuasa untuk mengendalikan dirinya, hingga Grace sudah berjongkok mensejajarkan wajahnya dengan sang pusaka yang berdiri tegak dan membuat Grace ingin segera mencicipinya.
"Sh*it, apa yang kau lakukan, lepaskan Grace!" Ucap Abraham seakan tidak bisa berbuat apapun dan hanya bisa berucap saja.
"Nikmatilah saja baby, aku sangat menginginkanmu, pusaka mu begitu besar dan perkasa, luar biasa, aku sangat menyukainya" ucap Grace yang bersiap melahap sang pusaka dengan mulutnya.
*
(Ya ampun apa yang akan terjadi..Grace benar-benar gila, dan Abraham akankah terbawa dengan pesona Grace dan berada di dalam pengaruh ilmu hitamnya?..sabar dan tunggu kelanjutannya ya Gaes..)
Yuk KOMEN dan LIKE nya...
jangan lupa kasih HADIAH nya juga..
dan yang masih punya VOTE, Author tunggu ya..
__ADS_1