AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Tersadar Kembali


__ADS_3

Jasmine mengendari mobilnya sendiri dan melaju sedikit kencang untuk melampiaskan kekesalannya, hingga kemudian dirinya sampai juga di Rumah Sakit yang dituju.


Setelah dirinya memarkirkan mobil, segera jasmine sedikit berlari masuk ke dalam rumah Sakit.


BRUG


"Auw!"


"Ya Alloh, maaf nona saya gak sengaja, nona baik-baik saja?" Tanya Jasmine langsung menolong wanita yang di tabrak nya.


"Iya nggak apa-apa nona, saya baik-baik saja" ucap wanita itu sambil mengusap air matanya yang tidak sengaja menetes.


Jasmine terkejut dan kemudian lebih mendekat lagi, tampak wanita itu dengan pakaian kusut dan rambut yang sedikit berantakan, namun wajah cantiknya masih bisa terlihat disana.


"Kalau nona merasakan ada yang sakit, tidak usah di tahan sampai nangis gitu, biar saya yang bertanggungjawab membawa Nona berobat"


"Nggak non, saya gak apa-apa, sungguh"


"Ya sudah, ini kartu nama saya, hubungi saya kalau ada sesuatu nona"


"Gak usah!" Teriak seorang laki-laki yang tiba-tiba saja merebut kartu nama Jasmine dari tangan wanita itu.


"Hei tuan, jaga sikap anda ya!" Sahut Jasmine geram.


"Paman?!" Ucap wanita itu.


"Kau itu bodoh Rena, wanita ini sudah menabrak mu, minta uang ganti rugi, cepat!"


"Tapi paman, nona ini gak sengaja, aku juga gak apa-apa"


"Dasar wanita sinting kamu ya, mau aku pukul lagi, minta uangnya, cepat!, Yang banyak!"


"Aku gak mau paman"


Tiba-tiba saja laki-laki itu mengangkat tangannya berniat menampar wajah wanita itu, Jasmine yang menyadari hal ini langsung menyambar tangan laki-laki itu dan memelintirnya hingga berteriak kesakitan.


Sontak beberapa petugas keamanan dan tenaga kesehatan yang berjaga di sekitar sana berlari ke arah teriakan berasal. Dan mereka semua terkejut mendapati seorang wanita sedang memelintir tangan laki-laki tinggi besar hanya dengan satu tangannya.


"Jasmine!, Lepaskan, ya Tuhan apa yang kau lakukan?" Teriak seorang Dokter yang tak lain adalah Farel.


Jasmine langsung melepaskan tangannya dan mendorong laki-laki itu hingga terjatuh.


"Urus laki-laki ini pak, dia sudah berani mengancam dan berbuat kasar dengan perempuan, kalau perlu jebloskan ke penjara!" Ucap Jasmine.


"Ampun nona, tolong jangan masukkan paman saya ke penjara, hanya paman yang bisa membantu saya pengobatan ibu saya"


DEG


Jasmine terkejut dan terdiam.


Farel segera menarik lengan baju Jasmine dan membawanya pergi, sementara petugas yang lain membubarkan kerumunan yang terjadi disana.


"Apa sih Rel, lepas!" Ucap Jasmine saat sudah berada di ruangan Farel.


"Kamu itu ya, gelut nya cukup sama Abraham saja, ngapain di Rumah Sakit?!"

__ADS_1


"Gak seru kalau cuma sama Abraham, lebih asik disini juga, Rame!"


"Dasar, pantesan kamu tu jodohnya Abraham, sepertinya hanya dia yang mampu menjinakkan mu"


"Apa sih, aku itu gak mungkin ngelakuin hal tadi kalau laki-laki brengsek itu gak keterlaluan sama wanita itu, untung kamu datang"


"Kalau enggak?" Sahut Farel


"Udah aku lepaskan tangannya dari tubuhnya"


"Jasmine, kau itu_, dasar sadis!"


"Sudah, aku males adu mulut sama kamu Rel, mau ke ruangan Risma dulu" ucap Jasmine sambil berlalu keluar ruangan begitu saja.


"Eh, tunggu sini saja, aku akan menghubungi Abraham!" Teriak Farel.


"Percuma, dia lagi enak-enakan ma Kartika!" Jawab Jasmine berteriak juga.


"Hah!, Mana mungkin, Dasar wanita bar bar, bikin orang jantungan saja" ucap lirih Farel lalu segera menelepon Abraham.


Jasmine sudah berada di ruangan ICU, tangannya menggenggam erat tangan sahabatnya sambil mengajaknya berbicara.


"Gue tau loe dengar semua apa yang gue katakan Ris, segera sadar ya, gue kangen bertengkar ma loe, gue sayang loe Ris" ucap Jasmine sambil meneteskan air mata.


Beberapa bacaan doa di ucapkan dalam hati Jasmine untuk menguatkan Sahabatnya, tak hentinya dalam diamnya Jasmine berdoa yang terbaik untuk Risma, hingga satu jam berlalu dan Jasmine terkejut saat jari jemari Risma merespon genggamannya.


"Ya Alloh, Risma, Ris?" Ucap Jasmine pelan dan lebih mendekat lagi.


Perlahan Risma membuka matanya, sesaat kemudian bibirnya tersenyum ke arah Jasmine.


"Subhanallah, Risma, akhirnya kamu sadar, tunggu, aku akan memanggil dokter dulu" ucap Jasmine kemudian berlari keluar.


BRUG


"Eh, mau kemana!, Yang?!" Teriak Abraham.


Abraham berlari mengejar Jasmine yang ternyata memanggil petugas yang berjaga. Dokter dan petugas yang berjaga segera melangkah cepat ke ruangan ICU untuk memeriksa Risma, sementara Jasmine dan Abraham masih tertahan di balik pintu ruang ICU dilarang masuk, karena masih dilakukan pemeriksaan intensif oleh Risma yang baru saja sadar dari Coma.


"Risma sudah sadar?" Tanya Abraham sambil menarik Jasmine mendekat kearahnya.


"Apa sih Eb, iya, kenapa kamu kesini?, kamu gak perlu ikutan kepo, Risma sahabatku, emang Kartika rela kamu tinggal?"


Abraham terkejut dan tersenyum, rupanya ada yang sedang tidak enak hati melihat dirinya tadi menolong Kartika, dan itu artinya Jasmine sedang cemburu, Abraham menggunakan kesempatan ini untuk menggoda Jasmine.


"Ya sebenarnya gak tega aku ninggalin Kartika, berhubung tadi Farel yang menghubungiku, jadi aku langsung kesini"


"Apa!, Oo..jadi karena Farel kamu kesini, baik, aku mau ke ruangan farel dulu!"


"Eh mau ngapain sih yang?!" Ucap Abraham sambil menarik kembali tangan Jasmine hinga kini sang istri sudah ada dalam pelukannya.


"Lepasin, mau ngasih tau Farel biar ngusir kamu dari sini!"


"Apa sih yang, diam!, Mau aku cium disini?!"


"Ih, apa sih Eb, sukanya ngancam yang enggak-enggak, dasar!" Teriak Jasmine sambil menahan dada Abraham yang semakin mendekatkan bibirnya. Hingga keduanya terjingkat karena bentakan seseorang.

__ADS_1


"Heh!, Kalian ini keterlaluan, ini dirumah sakit, ngapain pakai adegan panas segala!"


"Farel?!" Ucap Jasmine dan Abraham bareng dan kemudian langsung melepaskan pelukannya.


"Apa?!, Dasar!, Minggir, aku mau masuk!" ucap Farel kesal sambil menerobos diantara Jasmine dan Abraham hingga keduanya terdorong dari tempatnya.


"Eh kau ini_, dasar!" Teriak Abraham ke Farel yang nyelonong masuk ke dalam setelah mendorongnya.


Jasmine segera bergeser duduk di kursi ruang tunggu yang ada di depan ruang ICU, dan tentu saja Abraham segera menyusulnya dengan duduk di sampingnya.


"Tadi aku hanya membantu Kartika saja, setelah itu aku ke bawah dan melihatmu sudah gak ada, kata mbok Darmi kamu nitip pesan kalau pergi duluan" ucap Abraham.


Jasmine hanya terdiam dan tidak menanggapi apa yang di ucapakan Abraham. Hingga kemudian Abraham merangkulnya dan menarik tubuh Jasmin lagi.


"Apa sih Eb, jauhan Sono, gerah aku kamu peluk peluk gini!" Ucap Jasmine.


"Ya mangkanya ngomong, jangan diam saja, aku jadi takut"


"Takut apa, aku dengar kamu ngomong, terus aku mau jawab apa?, Kartika juga istri kamu, memangnya apa yang perlu aku protes dari sikapmu, kan memang sewajarnya suami melindungi dan perhatian sama istrinya"


"Yang!!"


"Apa?!"


"Ngomong apa tadi, gak perlu seperti itu, kamu sendiri sudah tau seperti apa perasaanku sama Kartika, gak lebih dari seorang saudara saja, kamu mulai ngajak ribut?" Ucap Abraham sambil melepas rangkulannya.


Jasmine terdiam, dan kemudian menyandarkan punggungnya, dia juga tidak mengerti kenapa jadi sangat sensitif dengan apa yang di lakukan Abraham.


Hingga di keheningan itu, Farel dan beberapa petugas kesehatan yang lain, keluar dari ruang ICU, tampak juga kedua orang tuan Risma yang baru saja sampai sudah berlarian mendekat.


Farel menjelaskan ke orang tua Risma kalau keadaan anaknya baik-baik saja, Jasmine segera mendekat dan memberi salam ke kedua orang tua Risma kemudian memeluk ibunya.


"Terimakasih sayang, kamu sudah menjaga Risma, Alhamdulillah dia sudah sadar dan kata dokter keadaanya baik-baik saja"


"Iya Tante, maaf saya tidak bisa menjaga Risma dengan baik, hingga terjadi hal seperti ini"


"Kau itu ngomong apa, ini hanya musibah saja, yang terpenting semuanya bisa terlewati dengan baik.


Keduanya berpelukan sekali lagi untuk meluapkan rasa syukur dan kebahagiaannya. Sementara itu Farel berbincang dengan Abraham dan ayah Risma, kini mereka bergantian melihat keadaan Risma yang kemungkinan sebentar lagi akan di pindahkan keruang perawatan biasa.


*


Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 71-80


Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.7


Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2