
Jasmine segera meluncur ke perusahaanya kembali dengan wajah berseri dan hati yang sangat bahagia, entahlah apa yang dia rasakan sekarang, diapun tidak mengerti, rasa lega dan keinginan lebih untuk berjuang bersama Abraham semakin membuatnya bersemangat menjalani hidupnya ke depan.
"Mulai detik ini, hari ini, tak akan aku biarkan siapapun mengusik kehidupan kita Suamiku, karena hanya akulah wanitamu" ucap Jasmine di dalam hatinya.
Beberapa menit kemudian Jasmine sudah sampai di perusahaanya, kali ini Jasmine langsung masuk ke ruangannya untuk mempersiapkan acara pertemuan dengan kolega bisnisnya, namun dirinya terkejut saat mendapati Ayahnya bersama dengan dua orang laki-laki yang salah satunya ingin sekali di hajar oleh Jasmine, siapa lagi kalau bukan Agung Dwi Vinan.
"Jasmine duduklah dulu, ada tuan Smith Rodergo dari perusahaan Rodergo Company di Jepang"
"Iya ayah, halo tuan Smith, selamat datang di perusahaan kami" ucap Jasmine segera duduk di samping ayahnya dan lebih tepatnya di depan sang tamu yang terpesona dengan kecantikan seorang Jasmine Agatha Nugraha.
*
Sementara itu di perusahaan Hanzel Company, nampak Rafael sedang berdiskusi dengan Abraham tentang hasil rapat yang baru saja selesai di lakukan.
"Aku rasa semuanya berjalan lancar El, apa perlu kita akan turun tangan langsung mengawasi proyek ini?"
"Tidak perlu, aku yang akan mengawasinya, aku usahakan setidaknya dua kali dalam satu bulan, aku akan langsung ke Malaysia untuk melihatnya langsung proyek yang sedang kita kembangkan ini"
"Baiklah, aku akan konsentrasi lagi di pengembangan berikutnya, aku berharap perusahaan ini akan mampu menembus pasar Eropa secepatnya"
"Aminn..asal kau tidak lupa diri"
"Maksud mu?"
"Jangan sering-sering meninggalkan rapat untuk menikmati istri cantikmu itu"
PLAK
Abraham langsung memukul Rafael
"Apa sih Eb, bener kan apa yang aku bilang, kenapa kau memukulku?
"Dasar kau, lain kali jangan mengintip ku, sialan!!"
"Siapa yang mengintip mu, aku melihat tontonan gratis, siapa suruh main sosor gak lihat sikon, sayang kalau di lewatkan begitu saja"
"Kau ini, keluar kalau sudah gak ada urusan!!" Bentak Abraham.
"Masih ada lagi Eb, ini penting"
Abraham terdiam dan membiarkan Rafael melanjutkan bicaranya.
"Katakan!"
"Bagaimana rasanya bibir Jasmine Agatha Nugraha, hem?"
Abraham terkejut dengan pertanyaan konyol sahabatnya lalu melotot seakan memberi kode akan menghabisinya. Rafael langsung secepatnya melangkah pergi sambil terkekeh, beruntung dia segera menutup pintu sebelum lemparan benda dari Abraham mengenai kepalanya.
Abraham kembali terduduk, seketika bayangan wajah istrinya memenuhi kepalanya dan membuatnya susah untuk berkonsentrasi
"Sialan Rafael, aku jadi teringat sama Jasmine" batin Abraham, dan kemudian berusaha mengalihkan perhatiannya dengan membuka komputer dan melihat beberapa email yang masuk.
Dirinya sangat terkejut saat melihat satu pesan masuk yang membuat jantungnya hampir saja berhenti, ketua dari permainan Taruhan itu mengkonfirmasi adanya pelanggaran yang dilakukan Abraham dalam taruhan itu.
"****!" Ucap Abraham langsung menghubungi seseorang, dan ternyata sang sekretaris yang menerima telpon dari Abraham memberitahukan kalau bosnya sedang mengadakan pertemuan penting di perusahaan Nugraha Company.
Abraham sangat terkejut dan langsung melesat pergi ke ruangan Rafael.
__ADS_1
"Ada apa Eb?" Tanya Rafael terkejut
"Ikut aku ke Nugraha Company, akan aku jelaskan di mobil"
Kini keduanya segera berlari menuju ke parkiran mobil Abraham, dan keduanya segera masuk dengan terburu-buru
"Kau yang nyetir Eb?"
"Iya, diamlah, kita harus segera sampai di sana, ini darurat!!" Ucap Abraham kemudian melesat menuju ke Perusahaan Nugraha Company, hingga beberapa kali hampir saya bertabrakan dengan mobil lain.
"Stoop!!!" Teriak Rafael nyaring dan Abraham langsung menghentikan mobilnya.
"Ada apa lagi El?!"
"Keluar, dan biar aku yang menyetir!, Bisa-bisa kita mati duluan sebelum nyampek ke Nugraha Company, mau kamu Farel nikahi Jasmine karena kita mati dan istrimu jadi janda?!"
"Sialan mulut mu El!"
"Mangkanya minggir, biar aku yang nyetir!" Sahut Rafael.
Kini kemudi diambil alih oleh Rafael dan terlihat terkendali dengan baik
"Sekarang ceritakan ada apa Eb?"
Abraham segera menceritakan tentang isi email yang di dapatnya, dimana sang ketua permainan taruhan itu mengetahui kenyataan yang sebenarnya.
"Sialan, dari mana mereka tau?" Tanya Rafael ikutan cemas dan menambah kecepatan mobilnya.
"Menurutmu siapa lagi kalau bukan Agung Dwi Vinan"
"Dasar kurang ajar, brengsek, benar-benar minta di habisi ini orang" sahut Rafael.
"Okey Eb, sebentar lagi kita sampai" ucap Rafael.
*
Didalam perusahaan Nugraha Company tuan Smith mengutarakan maksud kedatangan yang bukan untuk bekerjasama di perusahaan, melainkan memberitahukan kecurangan Abrahan tentang taruhan yang dilakukan untuk mendapatkan Jasmine Agatha Nugraha dan Nugraha Company.
Rahmad sangat terkejut mendapati kenyataan itu, semua bukti foto dan transfer juga dilihatnya, dirinya menggeleng tak percaya dengan kenyataan yang di lihatnya sekarang.namun tidak dengan Jasmine yang tampak sangat tenang dan santai.
"Jasmine, sebaiknya kau panggil Abraham dan suruh dia menjelaskan segalanya!" Ucap Rahmad terlihat emosi
"Tidak perlu ayah, apa yang mereka tuduhkan tidak benar, dan aku rasa Abraham pantas mendapatkan hadiah dari permainan ini, karena memang dia yang memenangkannya, bukan begitu tuan Smith?"
"Tapi nona, dia sudah melanggar, karena sebelum taruhan itu anda sudah menjadi wanitanya"
"Kata siapa?, Mana buktinya?"
"Jasmine, apa maksudmu, kau tidak mempermasalahkan Abraham sudah menjadikanmu barang taruhan?" Tanya Agung terkejut.
"Bukan Abraham yang menjadikanku barang taruhan tuan Agung, bukankah kamu yang merekomendasikan ku, jadi jangan memutar balikkan fakta!"
"Tunggu, ada apa ini sebenarnya Jasmine, bisa kau jelaskan?"
"Sebenarnya tuan Agung Dwi Vinan yang merekomendasikan ku untuk di jadikan barang taruhan, bukan begitu tuan Smith?"
"Iya, benar sekali nona"
__ADS_1
Rahmad sangat terkejut dan menatap tajam ke arah Agung Dwi Vinan yang sangat tidak tau malu.
"Abraham tidak bermaksud ikut dalam taruhan itu ayah, dan saat taruhan itu di lakukan aku pun belum menjadi milik Abraham tuan Smith, aku harap aku bisa tau akan hal itu" ucap Jasmine
"Bohong, aku tau sendiri kalau kalian sudah merencanakan pernikahan, itu berati kalian sudah saling memiliki"
"Omong kosong, kalau kau hanya menebak saja, tidak perlu kau simpulkan sendiri Agung, dari mana kau tau kami sudah menjalin hubungan?"
"Jangan mengelak Jasmine, Kartika yang memberitahuku!"
"Kena kau Agung, Akhirnya mulutmu yang bicara sendiri tentang keterlibatan Kartika" batin Jasmin tersenyum tipis merasa senang dengan umpannya yang berhasil di gondol oleh Agung.
"Siapa Kartika?" Tanya tuan Smith.
"Istri dari Abraham tuan Smith, dia hanya tidak mau menerima kehadiran saya dalam kehidupan suaminya, jadi anda tau sendiri bukan apa selanjutnya?" Ucap Jasmine.
BRAK
Tiba-tiba saja pintu terbuka keras di dorong oleh seseorang yang tak lain adalah Abraham Hanzel Brian.
"Ayah, aku bisa jelaskan semuanya, sungguh aku tidak_"
"Tenanglah Abraham, tidak apa-apa, Jasmine sudah menjelaskan semuanya" ucap Rahmad yang langsung berdiri dan memeluk menantunya, seketika Abraham terdiam dan kemudian duduk di samping Jasmine.
Jasmine tersenyum lalu meraih dan memegang tangan Abraham, hati Abraham perlahan bisa tenang kembali.
"Kau baik-baik saja yang?"
"Hem, tentu saja, sudah aku bilang aku ini wanita kuat, tidak akan mudah tergoyahkan begitu saja" ucap lirih Jasmine dan mendapat balasan senyuman dari suami tercintanya.
Rafael ikut merasa lega dan kini duduk di belakang Jasmine dan Abraham. Sementara Agung Dwi Vinan sudah murka luar biasa karena sudah gagal membuat Abraham dan Jasmani menderita, apalagi Rahmad yang sudah berbalik arah tidak lagi percaya dengan semua bukti dan penjelasannya.
"Baiklah, saya rasa semuanya sudah jelas, dan saya mohon maaf atas kesalahpahaman ini, kami permisi" ucap tuan Smith, kemudian segera berdiri.
"Tunggu!" Ucap Abraham kemudian mendekat ke Smith Rodergo.
"Jangan coba-coba mengusik Wanitaku tuan Smith, ingat itu!" Ucap Abraham dengan penuh penekanan.
Smith tersenyum sinis dan kemudian pergi meninggalkan ruangan bersama dengan Agung dengan penuh kekecewaan.
*
Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 71-80
Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.7
Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE