AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Kehilangan


__ADS_3

Betapa terkejutnya sang Master saat menyadari bahwa wanita yang ingin di tangkapnya adalah seseorang yang beberapa hari telah mengusik hatinya.


"Kau_!" Ucap Jasmine tak kalah terkejutnya saat mengingat laki-laki yang ada di depannya.


Master masih memandang Jasmine dengan seksama, seketika dadanya terasa sesak saat mengingat bagaimana Smith begitu menginginkannya.


"Pantas saja Smith ingin memilikinya , dia wanita yang sangat istimewa" batin Master dalam hatinya.


Tak lama kemudian Master segera memutar otak untuk membuat wanita itu mau ikut dengannya tanpa harus bertarung dan melukainya.


"Baiklah Jasmine Agatha Nugraha, aku sebelumnya tidak pernah tau siapa dirimu, dan ternyata takdir sudah pernah mempertemukan kita. Untuk itu aku ingin kau menyerah dan ikutlah denganku baik-baik, aku berjanji tidak akan melukaimu"


"Siapa pun dirimu dan takdir apapun yang akan terjadi diantara kita, jangan bermimpi kau akan semudah itu mendapatkan ku" jawab Jasmine.


"Aku mohon sekali lagi, jangan memaksaku berbuat kasar padamu!"


"Dan kau jangan terlalu percaya diri bisa berbuat kasar padaku!" Sahut Jasmine membuat Master dibuat emosi olehnya.


Hingga sesaat kemudian sang master menyerang Jasmine dengan cepat, Jasmine sangat terkejut menerima serangan itu, beruntung dia juga sigap untuk melompat mundur dan menangkis semua serangan sang Master.


"Bagus, kau memang tidak mengecewakan Jasmine" ucap Master lalu bersiap menyerang Jasmine kembali dan memberikan kode ke beberapa pengawalnya.


Hingga tak berapa lama kemudian Jasmine terkejut dan kehilangan konsentrasi nya saat mendengar jeritan seseorang yang sangat dikenalnya.


Jasmine langsung menoleh ke arah sumber suara dan terperanjat mendapati Rena dan Mbok Darmi sudah ada di tangan pasukan musuh yang sudah menodongkan senjata kepada mereka.


"Apa yang kalian lakukan, jangan berani menyentuh mereka!' teriak Jasmine dengan emosi.


"Bagus, aku sudah memberimu tawaran Jasmine, tapi kau tadi menolaknya, terpaksa aku menggunakan cara ini karena aku Ingin kau ikut denganku tanpa harus melukai mu" ucap Master yang dengan berani melangkah maju mendekat arah Jasmine.


"Kau_, dasar baji*ngan, aku tidak ada urusan denganmu, apa mau mu!!"


"Kau!, Aku menginginkanmu, jadi, ikut bersamaku sekarang juga!" Bentak sang Master ingin menjamah Jasmine, namun seketika Jasmine menendang perutnya hingga bergeser ke belakang.


"Sh*it!!, Kau benar-benar menguji kesabaran ku Jasmine, sialan!!" Master langsung meng kode anak buahnya untuk memberikan pukulan ke Rena hingga sudut bibirnya berdarah.


"Kalian, jangan berani menyentuhnya!" Teriak Jasmine terkejut dan melesat ke arah Rena dan mbok Darmi, namun terlambat karena Master sudah menghadangnya.


"Sekali kau melangkahkan kakimu lagi, aku tidak segan menembak kepala mereka, jadi pilih, ikut bersamaku sekarang juga atau mereka akan mati di depan matamu!"

__ADS_1


"Kau!, Benar-benar manusia bia*dab!" Teriak Jasmine yang merasa tidak berdaya lagi, apalagi sampai harus melihat kedua orang terdekatnya harus terluka.


"Baik, bebaskan mereka, aku akan ikut denganmu asal aku bisa melihat mereka pergi dengan selamat" ucap Jasmine akhirnya.


"Jasmine, tidak, aku tidak mau seperti ini lagi!" Teriak Rena meronta-ronta saat dipaksa untuk masuk kembali ke dalam mobil, begitu juga dengan mbok Darmi.


"Kalian pergilah dan antar mereka ke tempat yang aman, beritahu semua yang terjadi denganku kepada Abraham" ucap Jasmine ke pengawal yang masih bisa mengantar Rena dan Mbok Darmi.


"Tapi nyonya, anda bagaimana, saya_"


"Tidak ada waktu untuk berdebat, pergilah, semua temanmu sudah kalah ditangan mereka, aku mengandalkan mu untuk membawa pergi Mbok Darmi dan Rena ke tempat yang aman" ucap Jasmine.


Akhirnya merekapun segera pergi dengan suara jeritan dari Rena dan Mbok Darmi yang lirih terdengar di telinga Jasmine, detik berikutnya Jasmine segera berjalan mendekati Master, lalu masuk ke dalam mobilnya.


"Jangan berani menyentuhnya!" Ucap Master saat salah satu anak buahnya ingin membantu Jasmine masuk ke dalam mobil.


Jasmine merasa terkejut dengan sikap laki-laki yang ingin sekali di hajar nya, kemudian merekapun segera meluncur ke suatu tempat yang tak lain adalah Mansion mewah milik Smith Rodergo.


Di dalam perjalanan sengaja Master menutup kepala Jasmine dengan sesuatu agar dia tidak bisa melihat apapun saat di perjalanan.


"Apa yang kau lakukan, jangan berani menyentuh ku!" Ucap Jasmine saat Master akan memakainya penutup kepalanya.


"Diam!" Bentak master lalu menarik tangan Jasmine yang sudah diikat dengan Tali, tanpa sengaja dia menghirup bau tubuh Jasmine yang membuat dirinya terdiam dan merasa dunia berhenti berputar.


"Astagfirullah.. Sakit, sshh" ucap Jasmine.


"Ada apa denganmu, apanya yang sakit?"


"Perutku, tolong!" Teriak Jasmine yang semakin kesakitan dan tubuhnya terasa sangat dingin dengan mengeluarkan keringat yang lumayan banyak.


Seketika Master tampak cemas dan segera membawa Jasmine kesebuah kamar saat tiba di Mansion. Tangan Jasmine segera di bebaskan dan seorang laki-laki pemilik dari Mansion ikut terkejut dengan apa yang terjadi, segera dia menghubungi dokter pribadinya untuk datang ke tempatnya.


"Baji*ngan, apa yang kau lakukan dengan wanitaku sampai dia menderita seperti itu ha!!" Teriak Smith penuh emosi ke Master.


"Tutup mulutmu, aku tidak menyentuhnya sama sekali, brengsek!!" Sahut Master ikut terbawa emosi, keributan mereka berhenti saat dokter pribadi datang dan segera memeriksa Jasmine, lalu memberikan beberapa obat.


**


Abraham sudah meluncur di perjalanan menuju ke pemakaman, beberapa kali dia merasakan hatinya tidak nyaman dan teringat dengan sang istri tercinta, hingga kemudian kebetulan sekali berpapasan dengan mobil Jasmine yang di bawa oleh pengawalnya.

__ADS_1


Seketika mobil Jasmine berhenti dan pengawal segera berlari menuju ke Abraham yang sudah keluar juga dari mobilnya dengan wajah yang mulai cemas melihat keadaan pengawal Jasmine yang penuh dengan luka-luka.


"Maaf tuan, nyonya Jasmine_" ucap pengawal itu yang kemudian di susul dengan kedatangan mobil Rafael di belakangnya.


"Ada apa ini?" Tanya Rafael yang ikutan cemas karena melihat keadaan pengawal Jasmine yang penuh dengan luka lebam di wajah dan beberapa tubuhnya.


Belum sempat sang pengawal meneruskan kata-katanya, datanglah Rena da Mbok Darmi sambil berlari dan menangis, Rena langsung berhamburan memeluk suaminya yang masih kebingungan dengan apa yang sudah terjadi. Sementara mbok Darmi langsung ambruk tak sadarkan diri. Dan di bantu pengawal Abraham untuk dimasukkan ke dalam mobil.


Rafael sangat terkejut saat mendapati sudut bibit istrinya lebam dan bibirnya pecah.


"Ada apa denganmu yang, ini kenapa?"tanya Rafael semakin bingung.


"Ada apa dengan kalian!, Dimana Jasmine!!" Ucap Abraham yang semakin merasakan jantungnya berdetak kencang.


"Maaf tuan, nona Jasmine di culik oleh seseorang yang tidak kami kenal"


"Apa!!, Bagaimana bisa, kenapa kalian tidak melindunginya!!" Teriak Abraham tergetar seketika dan merasa jantungnya ingin berhenti.


"Tenanglah Eb, ceritakan semua yang telah terjadi" sahut Rafael sudah berdiri di dekat Abraham yang masih shock mendengar kabar tentang Istrinya.


"Kami semua tidak bisa mengalahkan mereka tuan, bahkan hanya saya yang masih bisa berdiri dan sampai disini, Nona Jasmine yang menyuruhku untuk pergi menyelamatkan nona Rena dan Mbok Darmi"


"Sialan, siapa mereka, Bajingan!!" Teriak Abraham menahan amarahnya.


"Jasmine terpaksa ikut dengannya karena mereka akan membunuhku dan mbok Darmi, aku sudah mencegahnya tapi Jasmine menolak" ucap Rena di tengah tangisannya.


"Sudah yang, sudah, tenanglah, sebaiknya kamu dan mbok Darmi pulang dulu, biar aku dan Abraham yang akan memikirkan tindakan selanjutnya okey?" Ucap Rafael lalu mencium kening istrinya dan kemudian meminta bantuan pengawal Abraham untuk mengantar keduanya ke tempat yang aman, dirinya juga tersulut emosi ingin sekali memberi pelajaran ke orang yang sudah berani melukai istrinya.


Rafael segera mendekat ke Abraham yang sedang memberikan instruksi ke beberapa anak buahnya dalam mengambil langkah cepat menemukan Jasmine .


"Aku sudah menghubungi Farel untuk meminta bantuannya mengurusi pemakaman Kartika, dan kita akan mencari jejak kemana Jasmine kemungkinan di bawa, bagaimana?" Tanya Rafael.


"Hem, terimakasih El, sebaiknya kau ikut aku, kita tunggu di perusahaan sambil menyiapkan segala sesuatunya, seperti yang sudah di jelaskan oleh anak buah ku yang berhasil selamat, sepertinya mereka orang-orang yang sudah terlatih"


"Iya, aku khawatir juga begitu, apalagi mereka dilengkapi dengan senjata api menurut cerita yang aku tangkap tadi" ucap Rafael yang kemudian segera masuk ke dalam mobil bersama dengan Abraham dan kembali ke perusahaan untuk mempersiapkan diri.


*


Apa yang akan terjadi selanjutnya.. Penasaran, yuk..kita lanjut di episode selanjutnya..

__ADS_1


Author tunggu KOMEN dan LIKE nya ya..


Yang masih Punya VOTE dan HADIAH jangan lupa kasihkan segera.. Thanks for All.


__ADS_2