AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Bersatunya Kekuatan


__ADS_3

Abraham mundur sejenak dan kemudian menyiapkan diri untuk menghadapi Master yang sudah menatap tajam ke arah dirinya.


"Aku peringatkan, segera menyingkir lah !" Ucap Abraham tegas.


Namun diluar dugaan Sang Master langsung meloncat dan mengarahkan tendangan kakinya ke tubuh Abraham, untung feeling tajam Abraham segera bekerja dan dengan sigap Abraham menghindar lalu menangkisnya dengan kuat.


"Bagus, ilmu tenaga dalam mu tidak mengecewakan, Lumayan juga!" Ucap Master menata tubuhnya kembali dan bersiap melakukan serangan.


Bukan hanya itu, kini Farel dengan sekuat tenaga berusaha menembus pertahanan orang-orang bayaran Smith untuk masuk ke dalam rumahnya, namun tidak semudah yang dia pikirkan, bahkan Rafael kini sudah bertarung dengan sengit untuk masuk ke dalam Mansion.


Sementara pertarungan sedang berlangsung, seorang wanita sudah melesat masuk meloncati pagar belakang Mansion Smith, wanita yang tak lain adalah Dea hampir saja kepergok dua penjaga yang sedang berkeliling dengan senjata api di tangan mereka.


"Sh*it untung saja, aku masih bisa bersembunyi, jantungku rasanya mau copot!" Dea bergumam sendiri.


Segera Dea masuk ke dapur yang ada di dalam Mansion, sesaat dirinya mengamati seluruh sudut ruangan yang ada di sana, Dea benar-benar bingung harus di mulai dari mana.


"Sial, Mansion gede banget lagi, mana ruanganya banyak, aku tidak bisa memperkirakan Jasmine ada di mana, apa yang harus aku lakukan?" Batin Dea masih berada di tempat persembunyian nya.


Tak lama setelah itu akhirnya Dea mendapatkan sebuah petunjuk saat dua ART keluar dari sebuah kamar di lantai Atas yang kelihatan sangat megah, namun dirinya tidak menyadari bahwa satu ART lagi sudah terkejut melihat keberadaan Dea.


"Anda siapa?" Ucap ART itu dan sontak membuat Jasmine sangat terkejut, sementara ART itu juga sangat terlihat ketakutan.


"Maaf saya_, begini_, saya datang kesini ingin mencari sahabatku yang kemungkinan disekap disini, maaf mungkin dari kalian ada yang melihatnya?"


"Kita sebaiknya melaporkan wanita ini" ucap salah satunya segera bersiap untuk berteriak.


"Jangan.. tolong, aku mohon, kita sama-sama wanita, mohon berbelas kasihlah, Apa kalian tega melihat seorang wanita Hamil di paksa untuk menjadi milik bos kalian, tolong bantu aku" ucap Dea memohon dan membuat ketiga Art itu langsung tersentuh hatinya .


Akhiri ketiga ART itu saling berbisik dan memutuskan untuk membantu wanita yang ada di depannya. Dea langsung tersenyum dan segera mengikuti langkah kaki salah satu dari mereka.


"Maaf Nona, siapapun anda, saya harap bisa segera membantu nona Jasmine, dan saya hanya bisa membantu sampai disini" ucap salah satu ART yang sudah menunjukkan letak kamar dimana Jasmine berada.


Dea tersenyum dan berterima kasih dengan bantuan yang sudah di berikan, dirinya masih berada di tempat yang tersembunyi karena di depan pintu kamar Jasmine ada dua orang yang berjaga.


"Rupanya Jasmine sangat di jaga ketat oleh mereka" batin Dea sambil berfikir bagaimana cara masuk tanpa membuat ke gaduhan, dan tanpa di sangka ternyata sala satu ART itu mengalihkan perhatian para pengawal.


Dengan kode yang di berikan, Dea pun langsung masuk ke dalam kamar untuk menemukan Jasmine.


"Jasmine?" Ucap Dea saat mendapati sahabatnya tengah berjalan mondar mandir di tengah ruangan kamarnya, dan Jasmine sangat terkejut melihat kedatangan Dea.


"Dea, astaga, apa yang kau lakukan disini, bagaimana bisa kamu_?"

__ADS_1


"Sstt, segera bersiap lah, kita keluar dari sini, kak Abraham sedang bertarung di depan, bersama dengan kak Farel dan Kak Rafael juga"


"Iya aku tau, Aku bisa melihatnya dari jendela kamar ini saat mereka datang tadi, terus apa yang terjadi dengan mereka?" Tanya Jasmine sangat cemas karena dia sementara tidak mungkin menggunakan kekuatanya mengingat kondisi kandungannya yang masih belum pulih.


"Sudah, yang penting kau segera bersiap, wajahmu pucat, apa kau sakit?" Tanya Dea saat melihat ada yang aneh dengan keadaan sahabatnya.


"Tidak, sudahlah ayo kita keluar" ucap Jasmine menarik tangan Dea dan berjalan perlahan mengintai keadaan di depan kamarnya.


"Tunggu, ada dua pengawal sudah berdiri lagi di depan pintu, mau tidak mau kita harus melumpuhkannya" ucap Dea dengan wajah yang sangat cemas.


"Biar aku membantumu, sedikit kekuatan tenaga dalam ku bisa untuk mengatasi hal itu, kalau kita langsung bertarung akan mengundang perhatian yang lain" ucap Jasmine dan kemudian segera mempersiapkan diri menyerang dengan senyap dan melumpuhkan mereka di titik tertentu hingga keduanya langsung tak sadarkan diri.


Dea langsung menyeret tubuh kedua pengawal itu masuk ke dalam kamar dan kemudian menggandeng tangan Jasmine untuk kembali melanjutkan langkahnya keluar dari kamar.


**


Sementara itu, pertarungan sengit masih terjadi di depan Mansion, kini Abraham sudah mengeluarkan tenaga dalamnya untuk melawan Master.


"Brengsek, orang ini benar-benar kuat, tenaga dalamnya tidak bisa aku tembus, dan tenagaku sudah banyak terkuras" batin Abraham di tengah pertarungannya.


Sedangkan sang Master tersenyum iblis saat mulai bisa mengukur kekuatan Lawannya.


"Sebentar lagi, kau akan habis di tanganku Abraham" batin sang master yang kini semakin cepat menyerang Abraham.


Dan terjadi sesuatu yang mengejutkan saat mereka berdua melihat Abraham terpental ke belakang oleh serangan Master, keduanya melompat untuk melindungi Abraham namun percuma, kekuatan dahsyat Master mendorong kuat Farel dan Rafael hingga mereka terpelanting di samping Abraham.


"Bagaimana Hem, masih ingin melawanku?, Kau pikir mudah menjatuhkan ku Abraham, jangan mimpi!!" Ucap Master lalu tertawa puas.


Abraham dan kedua sahabatnya segera berdiri kembali, bersiap untuk melakukan perlawanan bersama, anak buah Master juga melakukan hal yang sama di samping sang Master.


"Kalian atasi kedua orang yang ada di samping itu, dan yang tengah tetap bagian ku" ucap sang master memberikan perintah ke anak buahnya.


Abraham mengatur nafasnya kembali, bersiap untuk menerima serangan dari Master, satu gerakan master dengan tenaga dalamnya segera melesat untuk menghabisi Abraham, dengan sisa tenaga yang dimiliki, abraham berusaha menahan serangan itu, sesekali dirinya melompat untuk tetap menjaga jarak sambil mengatur nafasnya.


"Kali ini aku kau akan mati ditangan ku!!" Teriak Master saat memberikan serangan tenaga dalam yang dahsyat ke Abraham, namun dirinya sangat terkejut saat tiba-tiba saja bayangan seseorang melompat tepat di depan Abraham.


Sang master segera mengehentikan serangannya saat seorang wanita yang ada dalam hatinya sudah berdiri tegak di depan Abraham.


"Jasmine?"


"Jangan harap aku akan membiarkanmu melukai suamiku" ucap Jasmine.

__ADS_1


"Yang..apa yang kau lakukan, menyingkir lah, ini berbahaya" ucap Abraham terkejut ketika Jasmine kini sudah ada di depannya.


"Tenanglah yang, mereka tidak akan berani menyakitiku" ucap lirih Jasmine.


Sementara Smith Rodergo yang melihat wanitanya kini sudah ada di depan Abraham, sangat terkejut dan segera keluar.


"Jangan ada yang berani melukai wanitaku, kalian boleh membunuh semuanya, tapi jangan coba-coba menyakitinya!!" Terima Smith.


Seketika Jasmine tersenyum saat merasa menemukan titik kelemahan musuhnya, begitu juga dengan Dea yang kini sudah berlari dan ada di samping kekasihnya.


"De, apa yang kau lakukan, kau ini!" Ucap Farel sangat cemas dan juga emosi.


"Aku gak bisa diam saja melihat kalian tengah menyelamatkan Jasmine"


"Tapi disini berbahaya De, pergilah selagi bisa, cepat!!" Ucap Farel.


"Sudahlah kalian jangan berdebat disini, percuma saja, sebaiknya konsentrasi untuk mempertahankan diri saja" ucap Rafael yang tau akan sikap keras kepala adiknya.


"Aku setuju" sahut Dea.


"Tunggu saja nanti aku akan menghukum mu setelah ini semua selesai!" Ucap Rafael kesal.


Dea langsung terdiam dengan wajah di tekuk, Farel segera menarik tangan Dea untuk membawa Dea berada di belakang tubuhnya.


"Jangan di depan, mereka berbahaya, di belakangku saja dan lakukan perlawanan sebisa mu" ucap Farel.


Ketiganya kini kembali kedalam pertarungan saat pasukan musuh mulai menyerang mereka, dengan adanya Dea di sana menambah kekuatan hingga kini mereka bisa bertahan dari serangan.


"Minggir lah Jasmine, jangan menyusahkan ku untuk menghabisi suamimu!" Ucap Master menahan amarahnya. Dan kemudian langsung menyerang Abraham, tidak tinggal diam Jasmine kini ikut di dalam pertarungan.


Ada suatu keanehan saat Jasmine berada di dekat Abraham, tubuhnya terasa terisi kekuatan penuh hingga merasa berkali lipat lebih baik lagi, bahkan rasa nyeri di perut ya seakan lenyap seketika dan berubah menjadi kekuatan yang luar biasa.


Abraham menatap heran dengan perubahan kekuatan istrinya, dia menyadari ada yang sedang terjadi dengan kekuatan tenaga dalam Jasmine.


*


Makin penasaran..??


waktunya kasih Gift atau HADIAH ya...


yang masih punya VOTE, segera kirim

__ADS_1


jangan lupa LIKE dan KOMEN..


__ADS_2