
Abraham dan Jasmine menikmati makan malam setelah mandi dan berganti baju, seperti biasa Jasmine menyempatkan diri untuk membantu mbok Darmi membereskan meja makan sambil berbincang dengan Mbok Darmi.
Abraham tersenyum melihat aktivitas istrinya uang kadang tertawa dengan guyonan mbok Darmi, Abraham beranjak dari tempat duduknya lalu memeluk sang istri dari belakang saat membersihkan meja makan.
"Yang, kita istirahat dan ceritakan semua yang kamu alami tadi di depan TV yok" bisik Abraham di telinga istrinya.
"Sebentar yang, ini hampir selesai, kamu duluan ke sana ya, aku nyusul"
Abraham bukannya pergi malah semakin mengeratkan pelukannya dan mencium dalam tengkuk istrinya berkali-kali, hingga membuat Jasmine makin merinding.
"Yang..geli ih..kamu tu ya" ucap Jasmine.
"Mangkanya nurut, biar ini di selesaikan Mbok Darmi" sahut Abraham langsung menarik tangan Jasmine dan kini sudah duduk di karpet tebal dengan bersandar di sofa.
Abraham menarik tubuh Jasmine dan kini sudah berada dalam pelukannya, Sesaat Jasmine menghidupkan Televisi dan terkejut saat melihat seorang Model yang sedang naik daun dan sangat terkenal.
"Bukannya itu Wanita nya tuan Smith yang?" Ucap Jasmine.
"Hem, sepertinya iya"
"Grace Seralda kan, Wah rupanya dia sudah sepopuler ini ya, cepat banget popularitas nya di dunia model ya yang?" Ucap Jasmine.
"Hem, itu tidak penting, ceritakan apa yang terjadi denganmu tadi yang?" Jawab Abraham.
Jasmine merebahkan kepalanya di pangkuan suaminya lalu menceritakan semua yang terjadi saat membantu Della, Abraham sempat geram dan berniat mencari orang-orang itu untuk memberikan pelajaran yang setimpal.
Jasmine mencegahnya karena bagi Jasmine itu bukan hal penting, Abraham sebenarnya tidak setuju, namun karena permintaan sang istri akhirnya Abraham menurutinya, saat akan menceritakan tentang suatu hal penting, tiba-tiba saja ada suara telepon berdering dan Abraham segera beranjak untuk menerimanya.
Rupanya kabar dari salah satu pegawainya yang mengurusi tentang transportasi pesawat yang akan membawa rombongan besok dan di ajukan keberangkatannya besok jam 7 pagi. Abraham menyetujui dan segera kembali di samping Jasmine.
"Ada apa yang?"
"Kita akan berangkat ke Bali besok jam 7 pagi, semua jadwal keberangkatan di majukan"
"Kalau begitu kita bersiap sekarang yang, aku akan membereskan apa saja yang perlu kita bawa"
"Oke, aku bantu yang" jawab Abraham dan kemudian segera menggandeng istrinya masuk kembali ke dalam kamar.
**
Diruangan dan lingkungan yang berbeda, seorang laki-laki tengah dibuat berkeringat karena kesibukan di IGD yang luar biasa, malam ini pasien yang perlu penanganan di ruangan itu lumayan banyak hingga membuat Farel memundurkan jam pulangnya.
"Dokter, sebaiknya Anda segera pulang, dokter pengganti anda sudah datang" ucap salah satu perawat yang bertugas.
Farel tersenyum dan segera menyudahi aktifitasnya saat teman sejawatnya sudah bersiap menggantikan posisinya, kemudian dengan langkah yang tampak sekali kelelahan, Farel segera kembali keruangan pribadinya.
__ADS_1
Tak lama setelah dirinya membersihkan diri dan merebahkan tubuhnya di sofa, datang seseorang mengetuk pintu lalu muncul segera duduk di sampingnya.
BUG
"Apa sih El, jangan berulah, kali ini aku capek sekali, ngapain kamu datang kesini?" Ucap Farel kesal sambil menyingkirkan bantal sofa yang di lempar ke mukanya oleh Rafael.
"Kau ini, kelihatan tidak bersemangat sekali Rel, kecewa yang datang bukan Dea?" Sahut Rafael.
"Banget"
"Dasar kau, hanya Dea saja yang ada dalam otakmu!"
"Kamu pikir harus siapa lagi, mana mungkin aku membayangkan dirimu yang ada dalam otakku, mengerikan sekali"
"Heh, memangnya apa yang kau bayangkan sampai aku mengerikan bagimu ha!"
"Aku membayangkan bagaimana seandainya kita menjadi kasih El, siapa tau kamu lebih tertarik padaku dari pada Rena kekasihmu, bagaimana menurutmu Hem??" Goda Farel.
"Brengsek!, Sialan kau!" Ucap Rafael langsung menjaga jarak aman dari Farel
Farel terkekeh melihat ekspresi aneh dari sahabatnya, lalu dirinya merebahkan kembali tubuhnya di atas sofa dengan nyaman, sesaat kemudian Rafael segera menyampaikan pesan dari Abraham untuk ikut ke Bali dengan biaya gratis.
Sontak Farel terbangun dan duduk dengan wajah yang sudah sumringah dengan senyuman lebarnya.
"Aku akan mengajak Dea, boleh ya?" Ucap Farel.
"What!, Kok bisa begitu?"
PLAK
"Auw..Sh*it!, kenapa kau memukulku El, kau ini lama-lama ngajak ribut ya!!" Ucap Farel emosi sambil menggosok kepalanya.
"Mangkanya cuci dulu otakmu biar gak ngeres, memangnya kau akan tidur bareng sama Dea sebelum Halal, enak saja, jangan harap itu terjadi atau aku akan menghajar mu!" Sahut Rafael.
"Habisnya kau sendiri juga ngapain gak segera nikah sama Rena, keduluan orang baru tau rasa kamu!!"
"Diam, ngapain juga kau ikut campur urusanku"
"Karena urusanmu yang satu itu berimbas di hubunganku dengan kekasihku El, susah amat sih kamu nikahin Rena, heran!"
Rafael melempar kepala Farel dengan bantal sofa lagi agar mengakhiri ocehannya. Kemudian keduanya bersiap untuk pulang bersama, kali ini Rafael membawa Farel bersamanya karena tidak kuat menahan kantuk akibat tenaganya yang sudah terkuras habis oleh pekerjaannya.
**
Keesokkan harinya tidak butuh waktu lama, beberapa jam kemudian pesawat sudah sampai di kota Bali. Setelah sampai di tempat, Abraham dan Jasmani segera memasuki kamarnya yang sangat luas dan mewah.
__ADS_1
Jasmine segera merebahkan tubuhnya saat mulai merasakan kram lagi di bagian perut bawahnya.
"Yang, kau kenapa?" Ucap Abraham cemas saat keluar dari kamar mandi dan melihat sang istri memejamkan mata sambil memegangi perutnya.
"Nggak tau yang perutku rasanya gak nyaman, kram di bagian bawah yang"
"Astagfirullah..kenapa gak bilang sih yang?, Ya sudah aku bantu mandi dulu, lalu kita ke dokter ya,?!"
"Gak usah yang, palingan juga kecapekan aja kok"
"Gak bisa, kamu harus nurut dan aku gak mau ambil resiko apapun, apalagi dengan kesehatanmu" ucap Abraham lalu segera mengangkat tubuh Jasmine membawa masuk ke kamar mandi mewah dan membantu Jasmine untuk mandi.
Abraham segera menelpon Farel untuk mencari rekomendasi Dokter terbaik dan terdekat dari lokasinya, lalu Farel memberikan jadwal dan sudah mendaftarkan Via telpon ke teman sejawatnya yang ada di Rumah Sakit terdekat.
"Kamu istirahat saja dulu yang, kita menunggu sampai besok pagi, kebetulan dokter tebaik rekomendasi Farel masih cuti dan baru besok masuknya" ucap Rafael.
Jasmine tersenyum tanda menyetujui usul dari Abraham lalu kemudian merebahkan tubuhnya kembali, sedangkan Abraham keluar untuk menghadiri pertemuan yang sudah di siapkan di ruangan hotel yang sudah di pesan, beberapa pegawai Nugraha Company sudah menyajikan semua informasi tentang perkembangan proyek yang bisa di pastikan sudah berhasil dan semua merasa senang dengan prestasi yang luar biasa dan tentunya akan mendatangkan keuntungan besar.
"Aku tidak melihat Jasmine, apa terjadi sesuatu dengannya?" Ucap Smith ke salah satu anak buahnya.
"Iya tuan, saya dengar nona Jasmine sedang tidak enak badan dan beristirahat"
"Hem, bagus, aku rasa ini saat yang tepat" ucap Smith lirih sambil tersenyum miring.
Tak lama setelah pertemuan selesai, Smith segera mengirim pesan ke Anton untuk menemuinya.
"Ada apa tuan?"
"Aku dengar Jasmine sedang tidak sehat dan ini kesempatan kita untuk melakukan rencana kita"
"Iya tuan, jadi malam ini aku akan mengajak Abraham?" Tanya Anton.
"Hem, pastikan Abraham akan ikut dengan kita, setelah sampai di tempat, aku dan orang-orang ku akan mengurusnya, kau mengerti?"
"Baik Tuan, serahkan padaku" ucap Anton.
"
(Apa yang akan Terjadi..?, Mungkinkah rencana mereka akan berhasil, atau.?, Ketemu lagi di episode selanjutnya di jam 3 pagi ya..)
Yuk..ikuti terus kisahnya, dan jangan lupa..
Kasih VOTE nya yang masih punya..
HADIAH segera meluncur yaa...
__ADS_1
LIKE dan KOMEN dong.. biar Author tambah semangat nulisnya..