AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Penyekapan


__ADS_3

Mohon di baca bab sebelumnya lagi yang merasa baca dobel di bab ini karena ada perubahan, kemaren kelewatan satu bab, jadi sudah di Editing sama Author..maaf atas ketidak nyamanannya..tetap semangat ya..


*


Jasmine segera menyiapkan dirinya jika sampai terjadi hal buruk, beberapa pengawal Jasmine yang berada jauh darinya, segera mendekat dan berada di depan Jasmine untuk melindungi.


"Aku tidak ingin membuat keributan, serahkan wanita yang bernama Jasmine Agatha Nugraha dan aku pastikan semuanya tetap aman" ucap laki-laki yang menghadang.


"Jangan harap kau bisa menyentuh nyonya Abraham, kami akan menghabisi mu!" Jawab salah satu pengawal Jasmine.


"Kurang ajar, kau hanya cecunguk dan berani melawanku ha!, Bang*sat!" Dengan gerakan yang sangat cepat orang itu melesat menyerang kedua pengawal Jasmine hingga tersungkur, sebilah pisau hampir mengenai tubuh mereka hingga Jasmine menggunakan kekuatannya untuk menahan dan menghempaskan satu musuhnya.


Kedua pengawal mundur begitu juga dengan Jasmine yang mengambil jarak aman sambil melindungi kedua temannya.


"Jas, aku takut, dia berniat membunuh pengawal mu" ucap Rena.


"Tenanglah, sebaiknya kita bersiap Jas" sahut Dea


"Hem, biar aku yang menghadapinya, kau lindungi saja Rena, dia tidak bisa menjaga dirinya" ucap Jasmine.


"Tapi Jas, sepertinya dia bukan orang sembarangan, dan oh my God, ada dua lagi yang datang Jas" ucap Dea semakin tegang.


"Mundur lah De, mereka hanya menginginkanku, aku yakin selagi kalian diam, mereka tidak akan menyentuh kalian, apa kau mengerti?"


"Yang benar saja Jas, mana mungkin aku membiarkanmu bertarung sendiri"


"Keselamatan Rena juga sangat penting De, ingat itu" ucap Jasmine, Dea dan Rena pun terdiam setuju dengan pendapat Jasmine, hati mereka menghangat dengan sikap Jasmine yang melindungi mereka.


Dea Mendur perlahan sambil memegangi Rena yang sudah ketakutan, keduanya mencari posisi yang aman dan tetap bisa melihat Jasmine menghadapi musuh-musuhnya.


"Aku peringatkan, segera pergilah dan jangan menggangguku, atau aku tidak akan segan menghajar kalian!" Ucap Jasmine.


Ketiga orang itu malah tertawa dan kemudian berteriak lantang.


"Kau kira di dunia ini hanya kau yang memiliki tenaga supranatural ha!, Jangan sombong Nona, tidak akan mudah menghadapi kami"


Jasmine terkejut lalu mempertajam pandangannya, dia tidak mengira kalau musuh di depannya tau soal tenaga dalam yang dimilikinya.


"Sepertinya mereka orang-orang yang punya kelebihan seperti ku" batin Jasmine.


"Kalian berhati-hatilah, mereka bukan orang sembarangan" ucap Jasmine ke pada kedua pengawalnya.


"Satu lagi nona, kau membuat kami sangat terkejut dengan kecantikan mu yang luar biasa, jadi aku harap jangan paksa kami untuk melukai kulit mu"lus mu itu, menyerah lah dengan baik-baik dan kami akan senang hati memu*askan mu" ucap salah satu musuhnya lagi


"Baji*ngan, tutup mulut kotor mu itu!" Bentak Jasmine.


Satu orang musuh nya meloncat dan menyerang Jasmine, gerakannya lumayan cepat dan kuat, tapi Jasmine masih bisa mengatasinya dengan mudah, hingga saat melihat temannya keteteran, satu orang lagi menerjang Jasmine untuk melumpuhkannya.


Kedua pengawalnya sudah di sibukkan dengan serangan salah satu dari mereka, pertarungan cukup sengit, kedua pengawal Jasmine bertarung habis-habisan melawan satu orang dengan berkekuatan tenaga dalam, sedangkan Jasmine menghadapi dua orang yang juga memiliki tenaga dalam yang lumayan.


Dea sudah tidak bisa lagi menahan dirinya, hingga akhirnya masuk ke arena pertempuran bersama dengan Jasmine.


"Sial, apa yang kau lakukan De, kembali dan lindungi Rena, pergilah, aku masih bisa mengatasi mereka!" Teriak Jasmine sedikit kehilangan konsentrasi nya.


Hingga kemudian melihat salah satu dari mereka hampir menendang tubuh Dea, secepat kilat Jasmine melesat menghadang tendangan itu dengan tangannya, hingga membuatnya sedikit terhuyung mundur dengan luka lebam di kedua tangannya.


"Sh*it!, Jas, kau tidak apa-apa?" Tanya Dea yang berhasil lolos dari tendangan maut musuhnya.


Jasmine semakin geram dan dengan kekuatan tangannya menghempaskan salah satu dari musuhnya hingga menghantam tembok dan terjatuh. Sontak ketiga orang musuhnya itu terkejut dengan kekuatan tenaga dalam Jasmine.


Kedua musuhnya ikut bersiap mengeluarkan tenaga dalamnya dan kini adu kekuatan pun terjadi, hingga akhirnya Jasmine mampu membuat kedua musuhnya terpental ke belakang, di saat sepertinya kemenangan ada di pihak Jasmine, tiba-tiba saja terdengar suara jeritan Rena yang sudah di cengkeram kuat lehernya oleh salah satu musuhnya.


Jasmin dan Dea sangat terkejut dan menghentikan serangannya, begitu juga dengan kedua pengawalnya.


"Baji*ngan, lepaskan wanita itu dan lawan aku!" Teriak Jasmine menahan amarahnya.

__ADS_1


"Diam wanita sialan!, Menyerah lah atau aku akan mematahkan leher temanmu, lakukan perintahku!"


"Jasmine?!" Ucap Dea panik melihat Rena meronta-ronta menahan sakit cengkeraman di lehernya.


"Aku ingin kau tenang dan segera bawa pergi Rena ke tempat yang aman, dan kalian berdua, segera selamatkan diri kalian dan beri tahu Abraham" ucap Jasmine sambil mengatur nafasnya.


"Apa?!,Jangan bilang kau akan menyerahkan dirimu Jasmine!, Jangan konyol!" Ucap Dea dengan suara tergetar.


"Tidak ada jalan lain, aku tidak bisa melihat teman-teman ku terluka, ini urusanku dan aku akan menyelesaikannya"


"Tapi nyonya, kami akan mempertaruhkan nyawa kami untuk mu"


"Percuma, kalian akan tetap kalah, dan temanku akan mati di tangan mereka, aku tidak mau hal ini terjadi, ikuti perintahku, aku pasti bisa menyelamatkan diriku, kalian mengerti"


"Tidak, Jasmine, demi Alloh, aku mohon jangan lakukan hal gila ini" teriak Dea di tengah deraian air matanya.


"Diamlah Dea, tidak ada waktu lagi, atau kau ingin melihat Rena mati ha!" Ucap Jasmine lalu berjalan mendekat ke musuh untuk menyerahkan dirinya.


"Lepaskan temanku, dan aku bersedia menyerahkan diriku ke kalian" ucap Jasmine dengan tatapan matanya yang tajam.


"Bagus, rupanya kau pintar juga wanita cantik, ini akan lebih mudah" ucap salah satu dari mereka dan segera membius Jasmine hingga tak sadarkan diri.


Rena yang sudah lemas dan tak sadarkan diri di lempar ke Dea dan kemudian mereka pergi dengan membawa Jasmine.


Dengan deraian air matanya Dea segera membawa Rena ke mobilnya di bantu dengan Kedua pengawal yang kemudian masing-masing melesat ke arah yang berbeda, Rena menuju Rumah Sakit dan Kedua pengawalnya menuju ke perusahaan.


Sampai di Rumah Sakit Dea berteriak meminta Tolong, semua teman sejawatnya terkejut melihat dokter Dea berlari lalu mengambil brankar untuk memindahkan Rena dari dalam mobilnya, di bantu dengan petugas jaga yang ada di IGD.


Pemeriksaan segera di lakukan, denyut jantung Rena semakin melemah karena paru-paru nya yang sempat kosong tidak berisi udara saat leher di cengkram kuat beberapa saat, suara alat yang menandakan denyut nadi Rena menghilang dan kerja jantung terhenti, Dea panik, segera melakukan pernafasan buatan dan kejut jantung di bantu dengan Tim yang bertugas.


Dan tak lama kemudian semuanya kembali, denyut jantung terdengar, nafas pun perlahan membaik, Rena bernafas lega dan langsung ambruk terduduk di lantai, tangan dan kakinya masih gemetar, sesaat lalu membuat dirinya hampir saja kehilangan Sahabatnya yang membuat dirinya hampir shock.


Dea menangis dan masih bersimpuh di lantai ruangan dimana Rena yang masih belum sadar sudah di berikan perawatan lanjutan dan dua selang infus yang terpasang di kedua tangannya.


Tak lama Farel terlihat memasuki ruangan IGD sambil berlari dan mencari keberadaan Dea, salah satu petugas mengantar dimana Dea berada, Farel segera berlari dan memeluk Dea yang terlihat masih shock dan terduduk di lantai ruangan.


"Sudah, tenangkan dulu dirimu De" ucap Farel memeluk dan menciumi kepala Dea berkali-kali untuk mengurangi rasa cemasnya.


Farel segera membawa Dea untuk duduk di kursi di sebelah tempat tidur Rena tanpa melepas pelukannya, Farel sangat terkejut menyadari keadaan Rena dengan memar parah di lehernya, sementara Dea masih terisak dengan tangisannya.


Tak lama kemudian, Dea sudah bisa merasa sedikit tenang saat Rena mulai tersadar sambil memegang tangannya dan matanya terbuka sedikit demi sedikit, terdengar lirih Rena menyebut berkali-kali nama Jasmine dan meneteskan air mata dalam tubuh lemahnya.


Dea berusaha menahan tangisnya dan mengusap lembut wajah Rena untuk menenangkannya.


"Tenanglah Ren, Jasmine pasti selamat, dia wanita yang kuat"


DEG


Jantung Farel rasanya ingin berhenti saat kedua wanita di depannya menyebut nama Jasmine, dia bisa menyimpulkan kalau Jasmine sedang dalam bahaya.


"Ya Tuhan, apa yang sebenarnya terjadi, ada apa dengan Jasmine?" Batin Farel mulai ikut panik.


"Kalian berdua tenanglah, apa yang terjadi dengan kalian dan Jasmine?" Tanya Farel, Dea tertunduk dan kemudian menceritakan segalanya. Betapa terkejutnya Farel mengetahui apa yang terjadi dengan mereka terutama Jasmine.


"Apa Abraham sudah tau kabar ini?" Tanya Farel.


Dea mengangguk dan mengatakan kalau dua pengawalnya sudah memberitahukan kejadiannya ke Abraham.


"De, kamu tunggu Rena dulu disini, aku akan menghubungi Rafael" ucap Farel dan segera pergi.


Tak lama kemudian, Farel sudah kembali lagi dan beberapa menit kemudian di susul dengan Rafael yang berlari masuk ke ruangan dimana Rena di Rawat.


"Ren, ya Alloh, apa yang terjadi?!" Ucap Rafael terkejut saat melihat kekasihnya tergeletak lemah dengan masih terpasang oksigen dan infus di tubuhnya.


Rafael langsung memeluk Rena, tak terasa air matanya menetes lalu segera di hapus nya.

__ADS_1


"Maaf kak, aku tidak bisa melindungi Rena dengan baik" ucap Dea yang sudah meneteskan air matanya.


"Tidak apa-apa, yang penting kalian selamat, kau baik-baik saja kan De?" Tanya Rafael sambil kemudian memeluk Dea dengan erat.


"Aku baik kak, tapi Jasmine_" Ucap Dea tidak sanggup melanjutkan dan menangis Kembali.


"Sudah, Jasmine akan selamat, kalian tidak usah khawatir" ucap Rafael sambil memberikan kode ke Farel untuk keluar ruangan membicarakan sesuatu.


"Ada apa El?" Tanya Farel yang sudah ada di luar ruangan.


"Ikut aku, Abraham membutuhkan bantuan kita, musuh yang membawa Jasmine bukan orang sembarangan, mereka mempunyai kekuatan supranatural juga"


"Apa!, Lalu ?"


"Abraham sudah memberitahu tempat dan lokasinya, aku akan membawa beberapa anak buah ke sana bersama dengan dirimu, segera bersiaplah"


"Baik, aku akan ke dalam dan pamit dengan Dea dulu, aku tidak ingin dia mencemaskan kekasihnya"


"Kekasih, maksudmu?" Tanya Rafael terkejut


"Tenanglah, sebentar lagi kau akan menjadi kakak ipar ku" jawab Farel sambil tersenyum dan masuk ke dalam ruangan.


Sejenak Rafael berpikir keras dengan ucapan Farel dan


"Sh*it!!, Jadi mereka sudah jadian?!" batin Rafael terkejut saat menyadarinya.


**


Perlahan Jasmine mulai membuka matanya, sesaat kemudian dirinya berusaha untuk duduk dengan tangan dan kaki yang terikat, sedangkan matanya menangkap sosok Tiga orang penjahat itu dan membuatnya sangat terkejut.


"Kau sudah bangun nona Cantik?" Ucap salah satu dari mereka dan kemudian mendekat, sontak Jasmine menegakkan duduknya dan menggeser badannya menjauh dari tepian tempat tidur.


"Apa yang mau kalian lakukan?, Aku tidak pernah mempunyai urusan dengan kalian, siapa sebenarnya yang menyuruh kalian untuk melakukan semua ini?!" Ucap Jasmine.


"Sebentar lagi kau akan tau, tuan kami sedang menuju ke sini Cantik dan setelah mereka melihatmu, kita akan bersenang-senang bersama" ucap salah satu dari mereka sambil tertawa.


Jasmine terkejut dan berusaha melepaskan tali dari tangannya.


"Brengsek, siapa yang di maksud dengan mereka?" Batin Jasmine semakin penasaran dan masih berusaha berpikir keras untuk menemukan cara melindungi dirinya dari hal terburuk yang bisa saja terjadi.


Tak lama kemudian muncullah orang yang di maksud oleh ketiga penjahat.


"Bagaimana kabarmu Jasmine Agatha Nugraha?"


Jasmine sangat terkejut dan tak percaya dengan siapa yang dilihatnya sekarang ini, dia juga tidak menyangka orang ini akan berbuat nekad dengan menculiknya, "Sungguh orang yang tidak tau malu menggunakan segala cara untuk mencapai tujuannya" batin Jasmine.


(siapa kira-kira yaa...makin penasaran, yuk ikuti terus kisahnya)


*


Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 100-105


Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.11


Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2