AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Kesepakatan yang Terpaksa


__ADS_3

Pagi hari yang sangat menegangkan bagi Jasmine, dirinya sudah bersiap dari habis subuh karena sejak jam 3 pagi setelah sholat malam, matanya tidak bisa lagi di pejamkan.


"Kau sudah bersiap Jasmine?, Tanya Rahmad.


"Iya yah, kita ke hotelnya berangkat jam berapa?" Tanya Jasmine.


"Jam enam kita berangkat, ada pesan dari Abraham kalau penata rias mu sudah ada di sana, semuanya sudah di persiapkan"


"Kalau begitu, sepuluh menit lagi kita berangkat yah?"


"Ayah sudah siap, bagaimana denganmu?"


"Jasmine juga sudah yah"


Keduanya segera bergegas untuk mempersiapkan mobil, dan tak lama kemudian mereka sudah berada di perjalanan menuju sebuah hotel mewah untuk melangsungkan akad nikah yang di rahasiakan.


Tiba di tempat, rupanya Abraham sudah menyuruh orang untuk menyambut kedatangan Jasmine dan Ayahnya, salah seorang pengawal mengantar mereka berdua di sebuah kamar hotel yang sangat luas dan mewah.


Keduanya masuk dan terkejut mendapati Abraham sudah ada di dalam bersama dengan Rafael, keduanya langsung berdiri menyambut kedatangan Jasmine dan Ayahnya.


"Kita sarapan pagi dulu" ucap Abraham


"Iya, kita sudah menunggu untuk sarapan, mari tuan Rahmad" sahut Rafael yang sengaja menjauh dari Jasmine untuk mengontrol detak jantung nya.


"Duduklah Jasmine" ucap Abraham.


Jasmine hanya terdiam dan duduk di sebelah Abraham, karena hanya itu satu-satunya kursi yang masih kosong, sejenak Abraham melirik ke arah Jasmine yang terlihat sangat tegang.


"Kau tidak apa-apa Jasmine?" Tanya Abraham khawatir dengan keadaan Jasmine.


"Hem, aku baik, selamat makan" ucap pendek Jasmine.


"Biarkan ayah yang memimpin doa makan pagi kali ini, semoga semua menjadi berkah" sahut Rahmad yang ingin mencairkan suasana.


Semuanya mengangguk dan tersenyum, ayah Jasmine segera memimpin doa sebelum makan dan kemudian semuanya menikmati makanan yang ada di atas meja.


Tidak dengan Jasmine yang terlihat sangat susah untuk memasukkan makanan ke dalam mulutnya, hingga Abraham menghentikan makannya.


"Kalau keberadaan ku di sini membuatmu tidak bisa sarapan, aku akan pergi" ucap Abraham langsung berdiri dan segera pergi meninggalkan kamar hotel.


Rafael di perintahkan tetap tinggal di sana menemani sang ayah.


"Jasmine, ayah mohon, jangan membuat keributan hari ini, bukankah semua ini sudah di putuskan olehmu sendiri, jadi bertanggung jawablah dengan pilihanmu sendiri" ucap Rahmad.


"Iya yah, aku sudah bersedia disini, itu artinya Jasmine bertanggung jawab dengan keputusan Jasmine"


"Tapi apa yang kamu lakukan tadi sudah menyinggung Abraham"


"Dia saja yang sensitif, aku kan hanya gak nafsu makan saja, perut ku gak enak yah"


"Kau ini_!"


"Sudah-sudah tuan Rahmad, tidak apa-apa, lagi pula Abraham pergi juga untuk menjemput Kartika, bukankah persetujuan nya di pernikahan ini juga sangat di butuhkan?"

__ADS_1


"Oh, jadi begitu, tentu saja, aku berharap istri pertama Abraham bisa ikhlas menerima Jasmine" ucap Rahmad


Tampak dua orang perempuan penata rias yang sudah di tugaskan untuk merias Jasmine menghampirinya, keduanya terkesiap melihat kecantikan Jasmine saat menyapa dan tersenyum kepada mereka.


Jasmine segera memasuki kamar pribadi yang sudah disediakan untuk merias dirinya, sementara ayahnya berbincang ringan dengan Rafael.


"Jadi Istri pertama dari Abraham menerima pernikahan ini?" Tanya Rahmad.


"Begitulah tuan" jawab Rafael sedikit bingung dengan pertanyaan laki-laki yang ada di depannya.


"Kau itu kelihatan sekali kalau sedang berbohong tuan Rafael" ucap Rahmad yang sedang tersenyum mendengar kebohongan Rafael.


"Maaf tuan Rahmad, saya tidak tau harus berkata apa soal pernikahan Abraham dengan istri pertamanya, yang jelas, saya sangat kasian dengan Abraham, apalagi dia sahabat saja sejak lama dan sudah saya anggap saudara saya sendiri"


"Hem, tidak usah kau ceritakan, waktu yang akan berbicara, pada akhirnya jodoh dan cinta sejati yang akan tetap tinggal dan bertahan" ucap Rahmad.


Rafael terdiam, dia tidak menyangka kalau Rahmad Hasan Nugraha adalah orang yang berpikiran luas dan sangat bijaksana menghadapi kehidupan.


"Iya tuan, jadi anda juga mengikhlaskan Jasmine menjadi istri ke dua Abraham?"


"Aku manusia biasa, tentu saja awalnya aku tidak rela, tapi melihat bagaimana Abraham bersikap dengan Jasmine, aku merasa ada sesuatu dengan pernikahan pertamanya dan ternyata benar"


"Jadi Anda mencari informasi tentang Abraham?"


"Apa itu salah?"


"Tentu saja tidak tuan, terimakasih anda sudah mempercayai Abraham"


"Hem, sama-sama, anda sahabatnya, dia laki-laki yang penuh beban hidup, aku harap sebagai sahabat anda bisa terus berada di dekatnya ikut mendorong semangatnya menjalani semua cobaan yang di hadapinya.


"Iya dan aku ucapkan terimakasih, kamu sudah merelakan Jasmine untuk sahabatmu"


"Apa!, Maaf tuan Rahmad, apa Abraham menceritakan hal ini?"


"Tentu saja tidak, tapi aku bisa melihat dari caramu menghindari Jasmine, dan pemandangan seperti itu sudah biasa aku lihat dari banyak laki-laki yang menyukainya, dan pada akhirnya mereka harus kecewa"


"Oh, jadi Jasmine sebelumnya tidak pernah punya kekasih di masa lalu?"


"Hahaha, Jasmine tidak pernah mengenal kata pacaran, dia cukup trauma melihat teman-teman disekitarnya yang terluka karena cinta saat berpacaran, dan dia tidak mau mengalami hal itu, katanya itu cukup konyol"


"Oh ya?, beruntung sekali rupanya teman saya ini mendapatkan Jasmine, tuan Rahmad"


"Orang yang baik akan mendapat jodoh yang baik juga, begitu juga denganmu nanti tuan Rafael, akan datang saatnya wanita yang terbaik untuk mu"


"Amin" sahut Rafael


*


Abraham sudah berada di rumahnya, dan memberi tahu mbok Darmi alamat dilaksanakan acara akad nikahnya, mbok Darmi segera berangkat dengan menaiki taksi sambil tersenyum penuh dengan kebahagiaan.


Sementara Kartika juga terlihat sangat bahagia, saat pertama kalinya Abraham mengajaknya di sebuah acara penting seperti yang di bilang oleh Abraham.


"Sepertinya Abraham mulai menyukai ku, semoga saja, kalau memang begitu, aku tidak perlu khawatir lagi soal keuangan dan hidup mewahku, aku akan meninggalkan rencana ku dengan Agung untuk menghancurkannya" batin Kartika Sambil merias dirinya secantik mungkin.

__ADS_1


Kini Abraham sudah berada di dalam mobil dengan Kartika menuju ke sebuah hotel mewah, Abraham memulai pembicaraan.


"Ada yang ingin aku sampaikan Tika" ucap Abraham.


"Katakan saja, apa kamu kurang suka dengan penampilanku?"


"Bukan, aku akan jujur padamu disini, kita akan menghadiri acara penting pernikahan"


"Okey, tidak masalah, memangnya kenapa?"


"Pernikahan ku"


DEG


"Apa!, Apa kamu bilang Abraham?, Katakan sekali lagi"


"Aku akan menikah hari ini, dan aku butuh persetujuan mu sebagai istri pertama, Karena aku akan nikah sah secara Agama dan Negara"


"Cukup!!, Apa kau sudah gila ha!, Kau pikir aku akan membiarkan kamu melakukan hal ini?, Jangan harap, aku akan menghancurkan pernikahan mu!" Teriak Kartika seperti orang kesurupan.


"Diamlah, dan tenangkan dirimu, kau mirip orang sakit jiwa" sahut Abraham sambil mengeluarkan sesuatu dan melemparnya ke pangkuan Kartika.


"Apa ini, semua foto ini, kau memata-matai ku?, Beraninya kau Abraham!" Teriak Jasmine.


"Itu adalah foto bukti semua kejahatan yang sudah kau lakukan, bahkan aku juga sudah tau bahwa kau dan Agung Dwi Vinan yang menjebak Jasmine, apalagi bukti perselingkuhan mu dengannya cukup kuat untuk aku menggugat cerai dirimu"


"Apa!, Jadi selama ini kau tau semua dan berpura-pura tidak tau apapun untuk menjebak ku berada di posisi sulit seperti sekarang ini?"


"Aku bisa saja menceraikan mu Kartika, tapi aku masih ingat dengan janjiku pada ayah yang tidak akan menggugat cerai dirimu apapun yang terjadi, kecuali kau sendiri yang memintanya, jadi tentukan pilihanmu"


"Aku tidak akan mau bercerai darimu Abraham!"


"Baik, itu berati kau harus menerima pernikahan kedua ku, dengan syarat kau tidak akan mengusik dan membuat ulah dengan istriku, atau aku akan membawa semua kejahatan mu ini ke ranah hukum, aku yakin paling tidak lebih dari sepuluh tahun kau akan mendekam di penjara, bagaimana?"


"Kau benar-benar licik Abraham, kau pikir aku bisa berbuat apa selain menyetujui semua syarat mu ha!, Dasar baji*ngan!" Teriak Kartika.


"Bagus, mulai sekarang jaga sikapmu, jangan sampai membuat keributan di acara akad nikahku, satu lagi yang harus kamu ingat, jaga rahasia pernikahan ku sampai kami berdua siap untuk mempublikasikan, jika aku tau kau yang membocorkannya ke publik, aku langsung menyeret mu ke pengadilan dengan semua kasus mu"


"Baik aku terpaksa setuju, lalu siapa wanita yang akan kau nikahi, apa aku mengenalnya?" tanya Kartika.


Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 51-55


Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.4


Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2