
Sementara Rafael dan Farel sudah duduk sambil mengipasi tubuh mereka sendiri, terlihat oleh mereka bagaimana mobilnya kini tengah bergoyang karena aktifitas panas sahabatnya. sejenak keduanya saling pandang dengan tatapan aneh dan tertawa terbahak-bahak.
"Sialan, kenapa kau tertawa?" Tanya Farel
"Kau sendiri kenapa tertawa?" Jawab Rafael.
Keduanya tertawa kembali, sambil mengumpat saat mengingat bagaimana teriakan kedua insan yang berada dalam mobil yang masih bergoyang terdengar jelas oleh telinganya.
"Brengsek, kenapa nasip kita seperti ini ya, aku gak pernah membayangkan harus menunggu orang bercinta dengan sengaja" ucap Rafael.
"Apa lagi aku, rasanya membuatku sangat merindukan seseorang dan ingin_"
PLAK
"Sh*it!, kenapa kau memukul kepalaku El" ucap Farel sengit
"Jangan berani berbuat macam-macam dengan Dea, kau lupa siapa kakaknya?, aku habisi kau sampai Dea hamil duluan sebelum kalian menikah!" Jawab Rafael tak kalah nyolot.
"Ish, kau ini, tentu saja aku gak akan melakukan hal gila itu, aku berencana segera menikahi Dea, kau bersiaplah!"
"Apa!!, Pacaran baru tadi, sudah bilang mau nikah?, gak bisa, kalian sebaiknya saling mengenal dulu satu sama lain, paling tidak berapa bulan, baru boleh nikah!" Sahut Rafael ketus.
"Aku sudah kenal dari kecil sama Dea, ngapain mengenal lagi, gak perlu, aku sudah mantap"
"Kau_!!"
"Sudah, itu mobil dah tenang dan aman, sepertinya mereka sudah selesai, kita bersiap kembali pulang!"
"Brengsek kau Rel, omongan kita tadi belum selesai, dan jangan membuat keputusan terburu-buru, Dea itu segalanya buatku, sekali kau mengkhianati nya, aku potong barang berharga mu itu"
"Iya, aku janji gak akan melakukan itu, yok ah, itu Abraham sudah keluar dan mencari kita!" Sahut Farel lalu menarik tangan Rafael untuk ikut mendekat.
Abraham meminta maaf dengan muka anehnya yang memerah, kedua sahabatnya hanya membalas dengan senyuman lalu kemudian semuanya masuk ke dalam mobil, terlihat Jasmine sudah tertidur lelap dengan wajah yang lelah.
"Jasmine tertidur atau kau buat pingsan Eb?" Ucap Rafael
"Mana ada aku membuat Jasmine pingsan, dia tertidur, tubuhnya sangat kelelahan setelah pertarungannya tadi" jawab Abraham.
"Dan yang jelas pertarungan denganmu yang paling membuat Jasmine kelelahan" ucap Farel sambil tertawa.
"Jangan tertawa, itu tadi juga saran darimu Rel, dasar, aku hampir kewalahan menghadapi Jasmine, obat perang*sang itu luar biasa membuat tubuhnya brutal melakukan penyatuan denganku"
"Wow..boleh di coba Eb" sahut Farel.
PLAK
"Apa sih El, suka sekali kau memukulku?!" ucap Farel sengit.
"Jangan macam-macam, Dea adikku, mau kau coba sama siapa ha!!" Sahut Rafael garang.
"Hehe, becanda El, lagian nggak usah pakek itu juga, Dea bakalan ampun-ampun aku hajar!!" Jawab Farel.
"Kau_!!"
"Hei, stop, jangan berisik, atau aku hajar kalian ha!, Dasar!!" Sahut Abraham kesal dengan tingkah laku kedua sahabatnya, "pergi saja ke Mansion, tidak usah ke Rumah Sakit, aku rasa Jasmine hanya butuh istirahat saja" ucap Abraham kemudian.
Tiba di Mansion Abraham segera menggendong Jasmine ke kamarnya.
Farel ikut masuk dan memastikan kondisi Jasmine baik-baik saja.
"Ingat Ab, sebaiknya jangan pernah meninggalkan Jasmine dulu, reaksi obat perang"sang nya masih bisa berlanjut, aku tidak tau pasti kapan akan hilang total dari tubuhnya" ucap Farel.
Kedua sahabatnya langsung berpamitan untuk mengurus semuanya ke kantor polisi dan memberikan laporan yang di butuhkan untuk menjerat Kartika dan juga ayahnya, kali ini Abraham sudah tidak mau bersabar lagi dengan kelakuan kedua orang yang dulu menjadi keluarganya.
__ADS_1
*
Beberapa saat yang lalu, Kartika bersama dengan Dimas sudah sampai di rumahnya sekitar jam 7 malam, mereka dengan santai duduk dan menikmati makan malam.
"Aku harap setelah ini, mereka semua akan mati, dan orang-orang bayaran kita akan menghapus jejak mereka dari muka bumi ini" ucap Dimas.
"Aku tidak menyangka, ayah bisa menyiapkan semuanya secepat ini, pasti rencana kita ini akan berhasil ayah, Nugraha Company akan musnah dan perusahaan Hanzel Company yang akan berjaya lagi" Sahut Kartika.
"Itu pasti" ucap Dimas sambil berdiri dan hendak ke kamar mandi, namun tiba-tiba saja mendadak dadanya berdenyut nyeri yang sangat hebat, hingga membuatnya limbung, beruntung Kartika menyadari itu dan segera menopang tubuh ayahnya.
"Ada Apa yah, sebaiknya ayah duduk dulu" ucap Kartika cemas.
"Aku tidak apa-apa, ini kenapa dadaku berdenyut sakit"
"Mungkin ayah kecapekan, aku antar ke kamar dan minum obat ayah ya" ucap Kartika dan mendampingi Dimas ke kamarnya.
Kartika melanjutkan makan malamnya kembali beberapa saat, hingga dia di kejutkan dengan suara bel pintu yang berbunyi berkali-kali dan membuatnya Emosi, " Siapa sih ini orang, gak sabaran banget bertamu di rumah orang, kemana juga para pengawal, Dasar!!" Umpat Kartika lirih dan kemudian segera membuka pintu rumahnya.
Betapa terkejutnya Kartika saat mendapati pihak berwajib sudah muncul di depan pintu.
"Ada apa ini pak, kenapa bapak ke rumah saya?" Tanya Kartika.
"Mohon nona Kartika Hanzel dan Tuan Dimas Hanzel ikut kami sekarang juga!" Jawab tegas salah satu penegak hukum.
"Apa?!, Memangnya salah apa kami pak, dan mana bukti surat resmi penangkapan atas nama kami ha!!" Bentak keras Kartika yang berusaha menutupi kesalahan nya, dan akhirnya surat resmi pun di tunjukkan ke Kartika.
"Silahkan anda bersiap ikut kami ke kantor untuk proses dalam kasus yang tertera dalam surat penangkapan anda" ucap salah satu penegak hukum, hingga akhirnya terdengar suara seseorang dari belakang Kartika.
"Siapa Kartika, ada apa?!" Tanya Dimas yang kemudian terkejut melihat kedatangan beberapa petugas hukum yang sdah berada di teras depan rumahnya.
"Ada syarat penangkapan untuk kita Yah, bagaimana ini?" Ucap Kartika.
"Tidak bisa, kalian tidak punya bukti kami yang melakukan kejahatan ini, jadi jangan berani kalian bertindak sesuka hati, Pergi!!" Teriak Dimas dan segera menyeret anaknya masuk untuk menutup pintu, tapi tentu saja tidak berhasil karena petugas hukum sudah sigap langsung menerobos masuk dan menangkap paksa keduanya lalu segera mereka bawa untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatannya.
**
Abraham segera membersihkan dirinya, setelah itu menyiapkan air hangat di bathtub untuk Jasmine yang masih tertidur pulas akibat kecapekan setelah melakukan aktifitas berat sekaligus dalam waktu yang cepat.
Perlahan Abraham membisikkan sesuatu untuk membangunkan Jasmine.
"Yang bangunlah, katanya mau bersuci dulu sebelum tidur, sudah aku siapkan air hangatnya biar tubuhmu segar kembali"
Akhirnya Jasmine terbangun sambil tersenyum.
"Badanku rasanya remuk redam yang, sakit semua" ucap Jasmine lirih.
"Aku tau, biar aku menggendong mu yang" jawab Abraham dan membawa Masuk Jasmine ke kamar mandi.
"Keluarlah yang, Aku akan mandi dulu" ucap Jasmin.
"Aku disini saja menunggumu sampai selesai mandi" sahut Abraham dan kemudian membantu Jasmine melepas semua bajunya.
"Yang...aku bisa buka sendiri"
"Sstt, diamlah, biar aku bantu" sahut Abraham.
Dan saat tangan Abraham tidak sengaja menyentuh kulit tubuh Jasmine, ada yang terasa berdesir hebat menyerang tubuh Jasmine, segera Jasmine mendorong Abraham dan berusaha mengendalikan dirinya kembali.
"Sial, kenapa reaksi obat ini masih aku rasakan kembali" batin Jasmine.
"Yang?, Ada apa hem?, Kenapa mendorongku, kau baik-baik saja yang?"
"Menjauh lah Yang, reaksi obat perang*sang ini datang kembali, Aku,_!"
__ADS_1
CUP
"Lepaskan semuanya, jangan di tahan, itu akan menyakitimu sayang" ucap lirih Abraham di telinga Jasmine dan kini sudah memeluk tubuh polos istrinya.
Jasmine yang tidak mau tersiksa untuk yang kesekian kali, segera ******* bibir suaminya, tubuhnya yang seakan meminta sesuatu yang lebih bergerak lebih Aktif, Abraham yang menyadari kondisi Jasmine segera melepaskan semua pakaiannya, sentuhan Jasmine yang tidak pernah dapat dia tahan, sukses membuat sang pusaka telah berdiri tegak.
Abraham mengambil alih permainan karena khawatir akan kondisi tubuh istrinya yang pastinya sangat kelelahan, tubuh Jasmine di masukkan ke dalam bathtub begitu juga dirinya, dengan melakukan penyatuan di dalam bathtub, Abraham berharap bisa mengendalikan sedikit has*rat Jasmine.
Air bathtub yang sudah berkurang membuat aktifitas keduanya semakin mudah, Jasmine sudah menu*ngg"ing sempurna dengan berpegang pinggiran bathub bersiap menerima sang pusaka yang akan bersarang di sana.
Tangan Abraham mengusap lembut pinggang Jasmine dan menelusuri perut lalu terdiam di kedua bukit kembar kesukaannya, diremasnya dengan lembut saat sang pusaka mulai di masukkan ke dalam in*tim istri tercintanya.
Terdengar teriakan kecil dari Jasmine saat sang pusaka mele*sak masuk dengan sempurna di dalam sana.
"Yang..ohh!" Des*ah Jasmine mulai terdengar.
"Sakit yang?" Tanya Abraham khawatir miliknya sedikit susah saat memasuki in*tim istrinya.
"Sedikit" jawab Jasmine yang selalu merasa milik suaminya penuh sesak di dalam dirinya.
Dengan perlahan Abraham mulai menggerakkan pang*gulnya, rasa nikmat yang luar biasa mulai menjalar di seluruh tubuhnya. Naluri alaminya membuat Abraham terbakar has*rat yang semakin memuncak hingga dirinya kini membuat sang pusaka keluar masuk menerjang Jasmine dengan cepat, kuat dan dalam.
"Ough..yang...aku_" ucap Jasmine tertahan merasakan kenikmatan yang luar biasa kini menghampiri tubuhnya saat dirinya di terjang oleh Abraham.
"Sedikit lagi yang.. ayo kita bersama" ucap Abraham sambil menghentakkan kuat miliknya hingga membuat tubuh Jasmine terdorong begitu saja, dan
"AAKH!!"
Teriakan keras dari keduanya menggema di ruangan kamar mandi mewahnya saat mereguk puncak kenikmatan yang tiada Tara.
Abraham segera menopang tubuh Jasmine yang hampir saja roboh, perlahan meraih tubuh istrinya untuk duduk di pangkuannya dan bersandar di dadanya, sejenak Abraham terdiam sambil memeluk Jasmine dan mengatur nafasnya.
"Yang..aku lelah sekali" ucap Jasmine lirih sambil memejamkan matanya,
"Habis ini istirahatlah yang, tubuhmu akan lebih segar saat bangun nanti, aku akan membantu mu untuk bersuci dan membersihkan diri" jawab Abraham dan kemudian membantu istrinya untuk segera mandi dan bersuci, begitu juga dengan dirinya.
Makanan dan minuman yang sudah di pesan ke Mbok Darmi juga sudah tersedia di meja kamar saat Abraham sudah menggendong istrinya keluar dari kamar mandi.
Setelah mengisi perutnya dengan minuman dan makanan walaupun cuma sedikit, Jasmine segera beristirahat di dalam pelukan hangat dada bidang Abraham, sesekali Abraham mengusap lembut rambut Jasmine dan menciuminya berulang kali, hingga kemudian keduanya sudah masuk kedalam alam mimpi.
dan Author bisa bernafas tenang kembali.. bagaimana dengan Readers..??
Yuk waktunya berikan Vote dan hadiahnya ya..dan menangkan hadiah dari Author di episode terakhir nanti..
*
Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 106-111
Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.12
Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1