AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Terjebak


__ADS_3

Kartika kemudian kembali ke kamarnya untuk memberitahu teman laki-lakinya, kalau serbuk laknat itu sudah berhasil masuk ke dalam tubuh Jasmine dan menyuruhnya segera ke bawah dan masuk ke dalam kamar Jasmine


Sementara itu, Jasmine merasa ada yang aneh dengan tubuhnya, hasratnya tiba-tiba saja datang seperti tidak terbendung, hingga kemudian dia baru menyadari sesuatu


"Oh sial, jangan-jangan nyonya Kartika menjebak ku dengan obat perang*ang!" Batin Jasmin dalam hati dan masih berusaha mengendalikan dirinya


Jasmine hendak berlari ke kamar mandi yang berada di luar kamarnya, ia ingat cerita temannya bahwa obat itu akan sedikit netral kalau dibuat berendam di air yang dingin


Namun belum sampai meraih pintu, tiba-tiba datanglah sosok laki-laki yang tidak di kenal sedang tersenyum dan masuk ke dalam kamar Jasmine


"Siapa kamu, apa yang kau lakukan, keluar!" Teriak Jasmine sambil berusaha mengontrol dirinya


Laki-laki itu hanya tersenyum dan terus mendekat, Jasmine yang tubuhnya mulai tidak selaras dengan pikirannya, berusaha untuk menyadarkan pikirannya


Hingga kemudian laki-laki itu segera membuka baju atasnya, Jasmine semakin melotot kan matanya dan berusaha mengalihkan pandangan


"Jangan kurang ajar, saya peringatkan segera keluar dari kamar saya, Ohh" ucap Jasmine dan tiba-tiba saja sedikit desa*han keluar dari mulutnya hingga dia menutup mulutnya sendiri dengan tangannya


"Kenapa hem, sudah mulai ingin di sentuh, mulai kepanasan sayang?, Ayo lepas penutup kepalamu dan juga bajumu, aku semakin tidak sabar melihat tubuh polos mu cantik"


"Bang*sat!, Jadi kau orang suruhan nyonya Kartika, emh" ucap Jasmine dengan desa*han tak sengaja nya lagi


"Hahaha, ayolah, jangan melawannya, aku bantu kamu melepaskannya" ucap laki-laki itu dan kemudian semakin berani mendekati Jasmine


BUG DUG BUG


"Akh!, Sialan" teriak laki-laki itu yang sudah terjengkang ke belakang karena tendangan Jasmine


"Aku sudah, Ohh, memperingatkan mu, emh" ucap Jasmine yang semakin ingin mende*sah karena reaksi obatnya semakin menjadi


Beruntung Jasmine masih bisa mengontrol dirinya dengan sekuat tenaga, kini keringat dinginnya mulai keluar, hasratnya terasa tidak terbendung lagi


Laki-laki itu tidak berani lagi mendekati Jasmine dan langsung lari terbirit-birit keluar pintu kamar karena ketakutan mendapatkan tendangan dahsyat lagi dari wanita yang sedang menahan hasratnya yang membara luar biasa


Kartika yang hendak mengintip terkejut setengah mati saat pintu kamar Jasmine terbuka tiba-tiba dan teman laki-lakinya berlari kencang dengan setengah telan*jang


"Hei kembali, kenapa kau lari!" Teriak Kartika


"Aku nyerah, wanita itu sudah gila!" Teriak laki-laki itu sambil berlari keluar dari rumah Kartika


Detik berikutnya Kartika di kejutkan dengan kedatangan mbok Darmi yang berjalan cepat menuju ke arahnya


"Nyonya apa yang terjadi, saya melihat ada orang keluar dari rumah ini dengan setengah telanjang masuk ke mobilnya dan segera pergi"


"Diam, bukan urusanmu" teriak Kartika yang jengkel karena rencananya sudah di pastikan gagal


"Ada apa kalian kumpul disini?!" Tanya seseorang yang mengagetkan keduanya


"Beb?!"


"Tuan Abraham?!"


Belum sempat mbok Darmi menjawab, tiba-tiba saja di kejutkan dengan teriakan Jasmine yang Absurt

__ADS_1


"Akh, Ohh!"


"Apa itu suara Mina?" Tanya Abraham


"I iya tuan, sepertinya begitu, jangan-jangan orang tadi berbuat macem-macem sama Mina, gawat!" ucap mbok Darmi


BRAK


Abraham langsung membuka pintu begitu saja, dan dilihatnya Jasmine sedang meringkuk di pojokan kamar sambil berusaha menahan hasrat dan desa*hannya, keringat terlihat membanjiri tubuhnya, hingga bajunya ikut basah karenanya


Abraham segera berjalan masuk dan mendekati Jasmine penasaran apa yang telah terjadi dengan pembantu sablengnya, sementara Kartika perlahan mundur dan berjalan cepat masuk ke dalam kamarnya


Mbok Darmi masih kaget melihat keadaan Mina


"Jangan mendekat tuan, tolong, keluar!!" Jerit Jasmine dengan menutup matanya


Abraham terkejut melihat sikap dan keadaan Jasmine dari dekat


"Apa yang terjadi denganmu, kenapa tubuhmu menggigil dan keluar banyak keringat?"


"Tolong, Ohh, jangan mendekat tuan" ucap lirih Jasmine sambil berusaha mengontrol dirinya, dan hal itu semakin membuat dirinya lemas


Abraham tidak memperdulikan permintaan Jasmine hingga dia mendekat dan menempelkan telapak tangannya ke keningnya, dan tubuh Jasmine langsung bereaksi


"Emh, Sialan, kenapa tuan memegang ku, Ohh, aku tidak kuat, obat perang*ang ini sangat kuat, tolong tuan?!" Ucap Jasmine semakin lemah


"What?, Sh*it!, Kau meminum obat sialan itu, gawat!" Ucap Abraham yang sudah mulai mengerti apa yang terjadi dengan pembantunya itu


Dengan sekali gerakan tubuh lemah Jasmine sudah berada dalam gendongan Abraham


Mbok Darmi berlari mengikuti tuannya dari belakang dan kemudian membantu Jasmine masuk ke dalam kamar mandi tuanya


"Rendam dia dengan air dingin dalam bathtub Mbok, aku tunggu di luar" ucap Abraham


Tak lama setelah pintu kamar mandi ditutup


"Aah!" Teriak mbok Darmi


"Ada apa Mbok, Mbok Darmi!" Teriak Abraham yang rasanya ingin sekali menerjang masuk saat ini juga


"Saya gak kuat tuan, Mina semakin lemes!" Teriak mbok Darmi


"Oh sh*it!, Terpaksa aku harus masuk" batin Abraham langsung masuk dan melihat Jasmine belum ada di bathtub dan kini malah meringkuk di lantai sambil terus menahan sakit


"Minggir mbok, biar aku yang angkat!, Mbok Darmi segera hubungi dokter yang biasa aku panggil, cepat!" Ucap Abraham, dan mbok Darmi pun langsung melesat ke bawah


Abraham mengangkat tubuh Jasmine dan tiba-tiba Jasmine bereaksi gila dengan memeluk dan mende*sah di dalam gendongan Abraham


"Tuan aku, oh!" Ucap Jasmine


Abraham hanya terdiam dan kemudian memasukkan Mina ke dalam Bathtub yang berisi air dingin, seketika Jasmine terlihat agak tenang dan terus memejamkan matanya


Abraham membenarkan hijab Jasmine yang sudah ikut basah, dipegang nya tubuh Jasmine yang terasa sangat dingin, sesaat kemudian Abraham terkejut tidak ada suara ataupun gerakan dari Jasmine

__ADS_1


"Hei, Mina, Mimin, Min!, Jangan menakuti ku, Min Mimin!" Teriak Abraham semakin keras sambil menggoncang kan tubuh Jasmine


"Oh sialan, kenapa kamu harus pingsan dalam ke adaan basah gini sih Min!" Omel Abraham lagi sambil kemudian mengambil bathrob untuk di pakaikan ke Jasmine


"Tuan, apa yang tuan lakukan, jangan mengambil kesempatan ya!" Teriak mbok Darmi terkejut dengan apa yang akan di lakukan oleh Abraham


"Sembarangan, ini Mimin pingsan mbok, badannya dingin, mau aku angkat di pindahkan ke kasur!" Teriak Abraham


Mbok Darmi pun meminta maaf dan kemudian menggantikan Abraham mengganti semua pakaian Jasmine dengan bathrob milik Abraham


Kini Jasmine sudah berbaring di atas tempat tidur dengan memakai bathrob dan sudah terpasang juga hijabnya, hingga kemudian datanglah sang dokter keluarga yang sudah ditunggu-tunggu


Sang dokter langsung dan memeriksa Jasmine, kemudian dengan ijin Abraham memasang infus untuk mempercepat proses perbaikan tubuh Jasmine


"Rupanya obat terlarang itu masuk terlalu banyak ke tubuh wanita ini Ab, apa kau tau siapa yang melakukanya?" Tanya sang dokter yang tak lain adalah teman Abraham bernama Dokter Farel Bramansyah


"Aku tidak tau Rel, nanti akan aku urus itu, bagaimana keadaan wanita ini?" Tanya Abraham


"Masih sangat lemah, tapi dia benar-benar luar biasa sanggup menahan dirinya, biasanya dengan obat yang masuk sebanyak itu, orang akan tidak terkendali dan mencari pelampiasan untuk menuntaskan hasratnya" ucap Farel


"Hem, aku juga sangat takut tadi"


"Takut kamu yang tidak bisa mengendalikan diri melihat wanita secantik ini hem?" Sahut Farel sambil tersenyum


"Dasar kau ini!"


"Hahaha, tenang, dia aman, ngomong-ngomong siapa wanita ini?"


"Pembantu baru di rumah ini"


"Apa!, Kau bercanda Ab, mana ada tampang pembantu seperti ini"


"Kenyataan memang begitu"


"Secantik ini, dan aku sepertinya pernah melihatnya, siapa ya, familiar sekali wajahnya Ab" ucap Farel dan menjulurkan tangannya ingin menegang wajah Jasmine


PLAK


"Kendalikan tanganmu!" Ucap Abraham segera menampel tangan Farel dengan keras


"Ups, posesif sekali anda ya?!" Ucap Farel sambil tertawa


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2