AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Malam Pertama


__ADS_3

Ciuman Abraham di rasakan semakin intens, kini tangannya masuk ke dalam baju istrinya, mengusap lembut perutnya dan perlahan membelai kedua bukit kembar yang berujung rema*san lembut dari kedua tangan Abraham.


Tak terasa Jasmine mende*sah mulai terpancing has*ratnya, tubuhnya mulai memanas dan mene*gang, Abraham tersenyum dan tidak tinggal diam, perlahan satu persatu kancing baju Jasmine terlepas, kini baju atasan Jasmine jatuh di lantai begitu saja, Abraham membelai lembut punggung istrinya yang sudah polos, mu"lus, halus dan lembut.


Sebuah kain penutup kedua bukit kembarnya hendak di lepas oleh Abraham, namun Jasmine tersadar dan menahannya.


"Kenapa?" Tanya Abrahham terkejut.


"Ini di balkon Eb"


Abraham juga ikut tersentak dan tersadar sedang ada di luar kamar, lalu kemudian langsung menyambar tubuh Jasmine dan menggendongnya masuk ke dalam.


Perlahan Abraham duduk di pinggiran kasur dan kini Jasmine sudah ada di pangkuannya, di tariknya tengkuk Jasmine untuk memudahkan dirinya mencium bibir istrinya, ciuman yang intens dan dalam, lengkap dengan luma*tan dan permainan lidah yang saling membelit dan menyesap.


Dengan sedikit gerakan tangan Abraham, kini tubuh atas Jasmine sudah benar-benar polos tanpa apapun, kedua bukit kembarnya yang begitu indah terpampang nyata di depan suaminya, jantung Abraham semakin berpacu, has*ratnya seperti tak terbendung lagi, bibirnya kini menyisir area dada istrinya dan berhenti lama bermain di puncak kedua bukit kembar Jasmine bergantian melu*matnya dengan lembut.


Jasmine sangat terkejut mendapati sensasi luar biasa dari perlakuan suaminya, tubuhnya seketika menegang, desa*han tak terkontrol lagi, tubuhnya mengge*liat beberapa kali dengan suara nafas yang saling berkejaran, hingga kemudian Abraham membaringkan istrinya di atas tempat tidur.


Kini Abrahham berhasil membuat istrinya semakin melayang, hingga tanpa di sadari sudah membuang semua kain yang menutupi tubuh keduanya, mereka sudah benar-benar polos.


Abraham memposisikan tubuhnya di atas Jasmine, ******* kembali bibirnya, tangannya menjelajahi semua kulit lembut yang ada di tubuh istrinya, rema*san tangannya juga tak lupa mengabsen kedua bukit kembar kesukaannya, dan kini Abraham sudah mulai membelai lembut pusat kenikmatan milik istrinya di bawah sana.


"Eb, apa yang kamu lakukan?"


"Ssstt, tenanglah yang" jawab Abraham saat Jasmine terkejut jari jemarinya menggosok lembut area in*timnya.


Seketika Jasmine menjerit kecil bercampur desa*hannya, sesaat kemudian Abraham merasakan milik istrinya sudah terasa basah, Abraham mencium kening, mata, hidung, pipi dan meminta ijin istrinya.


"Apa kau siap yang?"


"Aku siap, tapi aku takut yang" ucap Jasmine tersenyum namun juga tampak cemas, Abraham bahagia saat mendengar Jasmin memanggilnya dengan kata sayang.


"Rileks ya, aku akan pelan-pelan melakukannya, kalau kamu tidak kuat dengan sakitnya, aku akan berhenti" ucap Abraham.


Jasmine mengangguk, Abraham melu*mat kembali bibir istrinya, tangannya bekerja lebih aktif dari tadi, sedangkan Jasmine sudah mende*sah dan berusaha mengatur nafasnya, tangan kanannya di tuntun Abraham untuk memegang miliknya yang sudah menegang sempurna di bawah sana.


Betapa terkejutnya Jasmine saat tangannya memegang pusaka milik suaminya, yang dia rasakan sangat besar dan kokoh menjulang.


"Yang, besar sekali, cukupkah?"


Abraham tersenyum geli mendengar pertanyaan istrinya yang konyol menurutnya.


"Jangan khawatir, aku akan pelan-pelan yang" jawab Abraham menenangkan Jasmine.


Abraham segera membuka kedua paha Jasmine yang sudah di tekuk sempurna, kini akses menuju bagian in*tim istrinya terbuka lebar, bibir Abraham mulai turun ke bawah, menyapu leher, dada, perut dan akhirnya berada di area kenik*matan bagian bawah istrinya, memberikan sentuhan dan sesa*pan nakal yang membuat tubuh Istrinya tak terkontrol lagi.


"Ohh, Yaang" ucap Jasmine dalam desa*hannya.

__ADS_1


Abraham tersenyum dan memastikan istrinya sudah siap melakukan penyatuan, pusaka perlahan di posisikan dan kemudian di tekan kuat dan pelan, terdengar teriakan dari mulut Jasmine.


"Ohh, yang, pelan, sakit, sshh"


Abraham menghentikan sejenak, dan Jasmine mengatur nafasnya kembali, kedua puncak bukit kembar dilumat oleh Abraham hingga tubuh Jasmine mengge*lin*jang kembali, saat itulah Abraham menekan miliknya lebih dalam, hingga terasa sesuatu tertembus oleh pusakanya.


"Aah!, stop yang perih" ucap Jasmin yang reflek langsung menahan tubuh suaminya.


"Rileks yang, tinggal sedikit lagi, Aku janji setelah ini sakitnya akan menghilang, tenanglah, okey?"


Abraham merasa lumayan kesulitan saat menekan lebih kuat lagi miliknya ke dalam sana, rupanya milik dirinya benar-benar masih sangat sempit untuk Jasmine, hingga beberapa kali di coba akhirnya kini pusakanya bersarang sempurna di dalam sana.


"Yang sakit, perih!, Ooh" teriak Jasmine.


Abraham segera menghentikan lagi kegiatannya dan mendiamkan sebentar miliknya untuk di terima ditempat barunya, hingga saat Jasmine mulai tenang kembali, perlahan membuat pusakanya keluar masuk dalam in*tim istrinya.


Dan luar biasa sensasi yang dirasakan keduanya, rasa sakit tertutupi dengan kenik*matan yang tiada tara, Jasmine sampai mende*sah dan menjerit beberapa kali saat diterjang pusaka kokoh milik suaminya, gerakan Abraham bertambah cepat saat dia dan dirinya mulai merasakan sesuatu yang panas dan ingin meledak.


"Yang, apa ini, aku ingin_, Ough, Ah!" Ucap Jasmine dalam desa*hannya.


"Jangan ditahan yang, aku juga, sekarang_, Sshh, Akh!" Saut Abraham


Dan kemudian penyatuan itu menghasilkan sebuah teriakan panjang dari keduanya saat bersamaan mencapai puncak kenikmatan.


Keduanya segera mengatur nafasnya kembali, Jasmine merasakan ada yang meleleh keluar dari organ inti*mnya, Abraham tersentuh saat melihat bercak darah ada di bawah sana, Keduanya bermandikan keringat, lalu saling berpelukan dengan posisi Abraham masih ada di atas tubuh Jasmine.


"Yang, aku menginginkanmu lagi, boleh?" Tanya Abrahham.


Jasmine sempat terkejut, kemudian tersenyum sambil mengangguk pelan.


Abraham melanjutkan aksinya, ******* bibir istrinya kembali, tangannya meraih tissue khusus yang sudah di persiapkan dan mengelap area int*im istinya yang begitu basah karena cairan yang berasal dari pusakanya, lalu perlahan memberikan sensasi yang berbeda dengan menelusup kan satu jarinya di dalam sana.


"Akh!, yang!" Teriak Jasmine.


Abraham kini menggigit kecil puncak kedua bukit kembar istrinya hingga Jasmine makin menge*linj*ang tidak karuan, Abraham menggerakkan jarinya keluar masuk dengan cepat lalu segera menggantinya dengan pusakanya, dan ternyata masih hampir sama susahnya saat akan masuk ke dalam lubang surgawi milik istrinya untuk kedua kali, milik Jasmine masih begitu sempit untuk pusakanya.


Hingga akhirnya Abraham berhasil membobolnya kembali, kali ini gerakan Abraham semakin cepat, membuat pusakanya keluar masuk menerjang ke dalam milik istrinya, dengan cepat Abraham memindahkan posisi kaki Jasmani berada dikedua pundaknya untuk memberikan kenik*matan yang berbeda.


Dan benar saja, teriakan Jasmine terdengar indah saat Abraham semakin dalam dan cepat menerobos masuk kedalam lubang surgawi nya, hingga akhirnya keduanya berteriak, terlempar di puncak kenikmatan kembali untuk yang ke dua kali.


Abraham memegang dan mengelus dada Jasmine untuk membantunya mengatur nafas istrinya yang terlihat masih ngos-ngosan, tak bisa di bayangkan lagi keringat yang bercucuran dari kedua insan yang sedang melakukan penyatuan.


Kini Abraham, merebahkan dirinya di samping Jasmine, kemudian segera bangkit mengambil piyamanya yang sudah disiapkan, lalu segera memakainya, Jasmine sangat terkejut dengan tenaga yang masih dimiliki Abraham setelah bergulat dengan dirinya.


"Mau kemana yang, kamu gak capek?" Tanya Jasmine yang merasa tubuhnya sudah lunglai.


Abraham tersenyum dan mengambil telepon, lalu berbicara dengan salah satu asisten rumah tangga untuk menyiapkan minuman dan makanan yang dipesan untuk segera di bawa ke kamarnya.

__ADS_1


Jasmine tersenyum melihat tingkah laku hangat Abraham yang begitu menjaganya. kemudian Jasmine merasakan suaminya kini sudah memeluk kembali dirinya diatas kasur sambil berkali-kali menciumi kepala dan lehernya.


Tak berapa lama semua pesanan sudah ada di atas meja kamar Abraham, Jasmine segera duduk bersandar di tepian tempat tidur dengan tubuh yang masih polos bertutupkan selimut.


"Minumlah yang, ini wedang jahe ditambah madu, biar tubuh kamu segar kembali" ucap Abraham sambil menyodorkan minuman dan membantu Jasmine meminumnya, sisa separo dari minuman istrinya langsung di minumnya hingga kandas.


Abraham melihat Jasmine meringis saat menggerakkan tubuhnya.


"Masih sakit yang?" Tanya Abraham sambil menggosok pelan perut bagian bawah istrinya untuk memberikan kenyamanan.


"Masih, rasanya buat gerak ngilu sama nyeri"


"Maaf yang, digosok gini enakan nggak?"


"Nggak, udah ah, nanti malah bikin aku gak karuan lagi"


"Terang*sa"ng maksudnya?" Tanya Abraham.


"Yang!!" Teriak Jasmine


"Apa sih?" Sahut Abraham.


"Gak usah vul*gar gitu ngomongnya?!"


Abraham terkekeh melihat muka Jasmine yang langsung memerah dan di tenggelamkan ke dalam selimut.


"Gak usah malu gitu yang, tadi juga habis buka-bukaan, aku dah lihat semua tu, dari ujung kaki sampai ujung kepala, ini ada roti sama kurma, kamu mau makan?" Tanya Abraham.


"Nggak yang, aku pengen istirahat, lelah banget" ucap Jasmine kemudian membenarkan selimutnya dan kembali berbaring, tak lama kemudian dirinya terlelap dalam pelukan hangat suaminya.


*


Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 81-86


Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.8


Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2