
Jasmine dan Abraham sudah melangkah pergi meninggalkan perusahaan Vinan Company, dan Keduanya kini sudah berada di mobil menuju ke Nugraha Company untuk mengantar Jasmine.
"Aku akan langsung menuju ke perusahaan ku setelah mengantar mu Jasmine"
"Iya" sahut Jasmine lalu terdiam kembali.
"Ada apa?, Katakan kalau ada masalah, aku akan berusaha membantu sebisaku" ucap Abraham.
"Apa sebelumnya kau tau permasalahan Nugrah Company dengan perusahaan Agung?" Tanya Jasmine pelan.
"Kemana arah pertanyaan mu, kalau kau ingin bertanya aku sengaja melakukan semuanya untuk membantu perusahaan mu, maka jawabanku tidak"
"Lalu?" Tanya Jasmine.
"Kalau kamu bertanya, apa aku melakukan ini untuk membantu istriku, maka jawabanku iya"
"Tapi kenapa, kau sudah menguras semua uangmu untuk membatu ku Eb?"
"Nanti kau akan tau dengan sendirinya Jasmine, sudahlah, yang penting lebih berhati-hati lagi menjalankan perusahaan ini, sudah sampai, sebaiknya kamu segera turun, aku akan langsung ke Perusahaan" ucap Abraham.
Jasmine tersenyum sangat manis setelah keluar dari dalam mobil, Abraham terkesima melihatnya, dan dengan cepat menyadarkan dirinya.
"Makasih Eb, hati-hati di jalan, jaga keselamatanmu" Jasmine segera berbalik untuk masuk ke dalam perusahaannya.
"Jasmine!" Teriak Abraham.
"Iya, ada apa Eb?"
"Jangan terlalu banyak tersenyum untuk orang lain" ucap Abraham dan langsung menyuruh sopirnya untuk melajukan mobilnya.
"Ish, dasar gila!" Sahut Jasmine, yang kemudian kembali masuk ke perusahaanya.
Kini dua perusahan itu saling bekerja sama, yang artinya Jasmine akan semakin sering melakukan kontak dengan suaminya. Rahmad bersyukur akhirnya permasalahan perusahaan sedikit demi sedikit akhirnya terselesaikan dengan baik.
Begitu juga dengan Risma yang juga mulai dekat dengan Abraham karena sering menceritakan tentang kondisi keuangan perusahaan ke Abraham saat dimintai informasi.
Satu bulan berlalu, kondisi perusahaan Nugraha Company juga semakin baik, begitu juga dengan Jasmine dan Abraham yang sering berdiskusi tentang apapun permasalahan perusahaan saat berada dirumah, mbok Darmi terlihat sangat bahagia melihat kedua majikannya terlihat lebih akrab.
Namu tidak dengan Kartika dan Agung yang sudah merencanakan hal buruk terhadap Jasmine dan Abraham.
Sabtu pagi saatnya Jasmine bersantai, dia menggunakan waktu itu untuk joging dan sedikit melatih gerakan bela dirinya di halaman belakang rumah yang lumayan luas.
Abraham yang baru saja membuka jendela kamarnya melihat pemandangan indah istrinya yang tengah melompat dan menendang, sesekali Jasmine mengelap keringat yang mengucur dari wajah nya.
"Kalian yang berjaga di halaman belakang, pindah!" Teriak Abraham saat menyadari beberapa pengawalnya melihat apa yang di lakukan Jasmine.
Jasmine sontak terkejut dan menghentikan gerakannya dengan sebelumnya menatap ke arah sumber suara.
"Dasar singa!!" Batin Jasmine kemudian menepi dan duduk sambil meminum air dalam botolnya.
Abraham segera turun dan menghampiri Jasmine, kini diri ya sudah duduk di samping Jasmine.
"Masih mau berlatih?" Tanya Abraham.
"Masih, nanggung, udah lama gak latihan, disini udaranya sejuk, aku suka, cocok untuk melatih fisikku" jawab Jasmine.
"Bagaimana kalau aku temani, aku sudah lama juga gak melatih beladiri ku, terakhir berlatih Sudah sebulan yang lalu dengan Rafael"
"Boleh" jawab Jasmine.
Namun tiba-tiba saja Kartika datang dengan membawakan satu botol minuman segar untuk Abraham. Tak berapa lama disusul dengan kedatangan Rafael yang berlari menghampiri Abraham dan ikut berkumpul.
"Wah kebetulan Sekali kalian ngumpul disini" ucap Rafael.
"Kita ingin berlatih bela diri bersama, kau mau ikut El?" Tanya Jasmine.
__ADS_1
"Tentu saja, sudah lama aku tidak berlatih, bagaimana Eb, boleh aku berlatih juga dengan kalian?" Tanya Rafael.
"Terserah, kita lakukan bertiga juga gak masalah" Jawab Abraham.
"Baiklah, aku yang akan mengawasi kalian, Ab, minumlah ini dulu, aku membuatkan mu dengan susah payah ini" sahut Kartika.
Abraham segera meminum apa yang diberikan Kartika, dan tidak hanya itu, Kartika sengaja mengusap dada Abraham lembut di depan mata Jasmine.
"Ehem, bermesraan nya bisa di tunda dulu nggak, nanti bisa kalian lanjutkan di kamar, okey, jadi kita latihan?" tanya Jasmine.
Abraham tersenyum senang dalam hati melihat Jasmine yang sepertinya sedang cemburu, sementara Jasmine sudah menyeret Rafael untuk memulai latihan, setelah melakukan peregangan, kini saatnya mereka bertiga saling menyerang untuk melatih gerakannya.
Kartika pamit masuk, saat mbok Darmi datang dan memberitahu kalau ada telpon dari seseorang yang ingin bicara penting dengannya.
*
Kini Kartika sudah berada di sebuah tempat bersama dengan Agung, setelah sebelumnya pamit meninggalkan rumah ke Abraham.
"Jadi apa rencana mu?" Tanya Kartika.
"Kalau kita ingin melumpuhkan lawan, harus melukai hatinya, itu cara yang sangat ampuh"
"Maksudnya?" Tanya Kartika.
"Aku melihat Abraham sangat melindungi Jasmine, itu artinya Jasmine adalah hal terpenting, dan aku ingin membuat Jasmine meninggalkannya, saat itulah, Boom!"
"Apa?" Tanya Kartika masih bingung.
"Kita dengan mudah meledakkan pertahanan seorang Abraham Hanzel Brian, kita kacau kan dulu pikirannya, lalu bisnisnya dan akhirnya kita bisa degan mudah menghancurkannya"
"Wow, kau sangat jenius sayang, lalu bagaimana caranya agar Jasmine mau meninggalkan Abraham?"
"Aku dan Dinda sahabatnya sudah menyiapkan jebakan, ini akan menguntungkannya dan juga kita, kita jebak Abraham tidur dengan Risma Sahabatnya, lalu biarkan Jasmine sendiri yang mengetahui dengan kedua matanya"
"Secepatnya, besok!"
"Apa?, Caranya?" Tanya Kartika.
"Dinda akan menelpon Abraham, dan mengatakan bertengkar dengan Risma hingga membuatnya terluka, Dinda akan bicara tidak ingin menghubungi Jasmine takut hatinya akan terluka"
"Oh jadi begitu sayang, baiklah, lalu bagaimana dengan Risma?"
"Risma akan datang dulu setelah di telpon oleh Dinda, kasih obat bius dan selesai, Abraham akan datang menolong Risma, sedangkan jasmine dan Agam akan segera menyusul dengan pemberitahuan dari anak buah kita yang akan kita suruh untuk membantu, dan masalah kita pun akan terselesaikan.
"Hem, aku setuju sayang, aku pulang dulu ya, Tadi aku pamit cuma sebentar sama Abraham"
Keduanya kini berpisah keluar ruangan eksekutif menuju ke rumahnya masing-masing.
*
Jasmine menajamkan pandangannya dan mulai menyerang Abraham, sedangkan Rafael masih beristirahat untuk menunggu giliran, Abraham meloncat ke sana kemari untuk menghindari serangan Jasmine.
"Kau ini kenapa Eb, serang balik aku, ngapain menghindar terus, dasar!" Teriak Jasmine.
"Okey, tadi pemanasan Jasmine, sekarang akan aku mulai" jawab Abraham.
Serangan pun di lakukan, Jasmine sempat keteteran dan terpaksa menggunakan tenaga dalamnya untuk mempercepat gerakannya, Abraham dan Rafael sangat terkejut melihat ada kilatan cahaya putih yang berada di sekitar Jasmine dan kini Jasmine mampu bergerak dengan sangat cepat.
Abraham masih bisa bertahan, hingga akhirnya Abraham ikut mengeluarkan tenaga dalamnya yang belum dia kuasai dengan benar.
"Gila, tenaga dalam ku sepertinya tidak bisa menembus tenaga dalam Abraham, Aura itu sangat kuat" batin Jasmine yang mulai kewalahan, hingga tanpa sengaja sebuah tendangan berhasil lolos dan menerjang perut Jasmine hingga terpental.
"Akh!"
BUG
__ADS_1
"Jasmine!!" Teriak Rafael dan Abraham bersamaan, keduanya segera berlari menghampirinya.
"Tenang aku gak apa-apa, tenaga dalam mu lumayan juga Eb" ucap Jasmine
"Itu tidak penting, bagaimana keadaanmu, benar, kau tidak apa-apa?" Tanya Abraham.
"Cuma luka ringan, paling juga sedikit memar, besok juga sembuh, tenang" ucap Jasmine lalu berdiri.
"Ya Alloh, sakit banget ini perutku, lumayan keras juga tendangan Abraham" batin Jasmine.
"Sudah, sebaiknya kita istirahat, minum dulu yok !" Teriak Rafael.
Ketiganya kini sudah berada di ruang tengah menikmati minuman dan cemilan yang di sediakan Mbok Darmi, Jasmine merasakan nyeri di perutnya masih terasa dan bertambah sakit.
"Kalian lanjutkan ngobrol nya ya, aku ke kamar dulu, mandi sekalian ganti baju, gerah" ucap Jasmine.
"Hem, pergilah Jasmine" ucap Abraham.
Jasmine segera masuk ke kamarnya sendiri dan kemudian segera memeriksa lukanya, dia terkejut saat perutnya tampak memar dan membiru.
"Ya Alloh, pantesan sakit banget, sebaiknya aku berendam air hangat dulu" ucap lirih Jasmine.
Sementara itu, Rafael masih berbincang dengan Abraham di ruang tengah, pembicaraan seputar dunia bisnis dan beberapa rival yang sudah berhasil diamankan.
"Dunia bisnis semakin kejam Eb, kita harus memperbesar dan memperkuat kerajaan bisnis kita, kalau tidak ingin terhempas"
"Aku tau, tapi entah kenapa, aku lebih nyaman saat membantu Nugraha Company dari pada harus mengembangkan Hanzel Company"
"Benarkah?, Kenapa bisa begitu?"
"Aku juga tidak tau" jawab Abraham.
"Oh iya Eb, kapan aku bisa menyerang Vinan Company?"
"Ini sudah saatnya, carilah sendiri waktu yang tepat"
Lalu soal taruhan itu, apa kau belum menceritakan ke Jasmine?"
"Belum, aku ingin mengatakan di saat yang tepat, aku ingin perasaan Jasmine semakin dalam akan diriku terlebih dahulu"
"Jadi sampai sekarang kau tidak bisa melihat Jasmine mencintaimu?" Tanya Rafael.
"Entahlah, aku belum tau pasti, aku juga ingin Kartika melepaskan ikatan pernikahan ini, baru aku bisa sepenuhnya lega, aku bisa hidup dengan damai bersama Jasmine dan aku masih belum bisa menemukan caranya sampai sekarang"
"Semoga saja cepat terlaksana Eb, aku juga ingin yang terbaik untukmu dan jasmine" ucap Rafael.
*
Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 62-70
Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.6
Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1