
Abraham menyudahi penyatuannya dengan melepas sang pusaka perlahan dan membersihkan semuanya dengan Tissue yang ada di dekatnya, Jasmin yang masih berdiri, mengusap lembut perutnya untuk tetap memberikan ketenangan.
"Tidak apa-apa kan yang?" Tanya Abraham memastikan.
"Hem, aku mandi dulu yang" ucap Jasmine, dan mereka segera melangkah bersama, menuju kamar mandi yang ada di dalam ruangan kerja Abraham dengan sebelumnya membenarkan pakaiannya kembali.
Keduanya segera membersihkan dan mensucikan diri, lalu bergegas keluar dari kamar mandi untuk beristirahat sejenak di sofa yang ada di sana, hingga kemudian Abraham teringat akan sesuatu.
"Yang, bukankah aku sudah mengirim pesan ke pamanmu Anton untuk ke Ruangan ku pagi tadi?, Ini hampir jam 12 siang dan dia tidak kasih kabar apapun" ucap Abraham.
"Biar aku ke ruangan kerjanya yang" ucap Jasmine.
"Tidak usah, minta tolong sekretaris saja yang, kau duduk atau berbaringlah dulu" ucap Abraham yang kemudian menarik pelan sang istri ke dalam pelukannya.
"Bagaimana tadi, nikmat?" Tanya Abraham menggoda Jasmine.
"Dasar kau ini yang, jadi nggak ni, manggil paman Anton ke sini?" Jawab Jasmine mengalihkan pembicaraan.
"Jawab dulu kalau di tanya yang" tegur Abraham dengan senyuman anehnya.
"Apa sih yang, udah tau teriaknya tadi barengan, masih tanya nikmat apa nggak, kurang kerjaan banget kamu tu yang"
Abraham terkekeh dan mencium bibir istrinya sejenak lalu membelai lembut perutnya, "baik-baik di sana ya sayang, maaf tadi Daddy sedikit mengguncang Mommy kamu" ucap Abraham dengan lembut dan Jasmine tertawa mendengarnya.
Sesaat kemudian Abraham memanggil sekretarisnya masuk dan meminta tolong memangil kan pamannya Anton untuk segera ke ruangan kerjanya.
Hingga kemudian terlihat Anton masuk dan kini telah duduk di depan Abraham.
"Ada apa memanggilku?" Tanya Anton.
"Aku ingin paman menjelaskan semua ini, silahkan di buka dan dibaca kembali, mungkin paman lupa dengan apa yang sudah paman lakukan terhadap perusahaan ini" ucap Abraham, sementara Jasmine hanya terdiam.
Anton terkejut saat melihat semua tipu muslihatnya dengan keuangan yang di peruntukkan untuk pembangunan lahan bisnis di luar Jawa sudah ada di depan matanya sekarang, dan tentu saja dia berusaha menyangkal nya.
"Apa ini, semuanya bohong dan sengaja menjebak ku!" Teriak Anton bersandiwara.
__ADS_1
"Tidak ada yang menjebak mu Paman, aku sendiri yang memeriksa semua laporan paman yang sampai di mejaku" ucap Abraham sedikit kesal.
"Aku tidak terima, kalian menuduhku sudah melakukan penggelapan uang kan?!"
"Tenanglah paman, kami belum berpikir sampai kesana, kecuali paman menginginkan hal itu" ucap Jasmine dan membuat sang paman langsung terdiam.
Akhirnya Abraham meminta semua uang yang sudah di serap dan belum ada realisasinya harus segera di kembalikan dalam waktu satu bulan kedepan, hukuman itu termasuk sangat ringan mengingat Anton masih kerabat dari istrinya.
"Ingat paman, aku memberimu kesempatan kali ini, jangan disia-siakan" ucap Abraham dengan serius, sedangkan Anton sudah tidak bisa lagi berkutik.
"Sialan, Bagaimana mungkin semua itu bisa di ketahui oleh Abraham, rupanya feeling nya sangat tajam juga" ucap Anton dalam hati.
Anton segera keluar setelah menyanggupi semua yang dikatakan Abraham, dirinya tak mungkin lagi untuk berkilah dengan alasan apapun lagi, hingga terpaksa harus mengembalikan uang perusahaan yang sudah di ambilnya.
Sementara Abraham kini sudah menghubungi beberapa pegawainya untuk segera mengagendakan jumpa pers secepatnya untuk segera menghentikan rumor tidak benar tentang kabar dirinya dan almarhum Grace Seralda.
Tepat jam 4 sore, Abraham dan Jasmine segera pulang dari perusahaannya, dalam perjalanan Tiba-tiba saja Jasmine sangat menginginkan beberapa buah segar yang ada di minimarket terdekat, tentu saja Abraham akan menuruti semua kemauan istrinya apalagi dimasa kehamilannya.
"Aku masuk sendiri saja yang" ucap Jasmine saat sudah sampai di minimarket yang dituju untuk membeli sesuatu yang diinginkannya.
"Ternyata kau sangat tampan yang" ucap Jasmine lirih.
"Hem, pantas aku mendapatkan istri yang sangat cantik" sahut Abraham.
Jasmine lagi-lagi tersenyum mendengar ucapan suaminya dan sesaat kemudian keduanya sudah menjadi pusat perhatian di dalam minimarket yang kebetulan saat itu banyak di datangi oleh kaum hawa, ada beberapa diantara mereka yang kebetulan mengenal wajah Abraham dari berita yang lagi booming di Televisi.
Abraham hanya Cuek dan tetap menggandeng istrinya dengan mesra, sementara gunjingan sekaligus pujian banyak yang sudah keluar dari mulut para wanita yang sedang berbelanja disana.
Banyak diantaranya mengatakan bahwa Abraham sangat tampan dan cocoknya bersanding dengan istrinya yang sangat cantik dan sedang di bawanya sekarang, ada juga yang mengira Abraham laki-laki serakah karena ketampanannya dan masih menginginkan Grace Seralda untuk menjadi seling*kuhannya.
Bahkan banyak diantara mereka yang menyangka kematian Grace Seralda adalah bunuh diri yang disebabkan oleh Abraham tidak mau bertanggung jawab terhadapnya. Sementara wanita yang lain menyetujui tindakan Abraham bahwa sudah seharusnya membuang Grace Seralda karena kecantikannya tidak ada apa-apa nya di banding dengan pesona luar biasa dari istri sah nya.
Semua opini masyarakat di minimarket itu masih bisa di dengar samar-samar oleh Abraham dan Jasmine, keduanya hanya saling pandang dan tersenyum, Abraham sesekali memeluk istrinya dari belakang sambil membantunya memilih buah yang diinginkannya, kemesraan yang membuat orang semakin iri di buatnya.
Sesaat kemudian Jasmine merasa dirinya ingin sekali buang air kecil dan sudah tidak busa di tahannya.
__ADS_1
"Yang, aku ke kamar kecil dulu ya, kamu bisa kan membayarkan semua ini ke kasir?"
"Tentu saja Yang, atau aku temani kamu dulu ke kamar mandi?"
"Nggak usah yang, aku bisa sendiri kok, kamu bayar aja dulu semuanya ya?" Ucap Jasmine sambil melangkah cepat menuju ke Toilet yang di sediakan.
"Okey yang, kamu berhati-hati lah, perhatikan jalanmu yang!" Teriak Abraham yang kemudian segera menuju ke kafir untuk membayar semua barang belanjanya.
Jasmine sudah ada di dalam Toilet dan merasa sangat lega setelah menyelesaikan buang air kecilnya, setelah itu segera keluar ajak terburu karena Kepikiran dengan sang suami yang tengah Menganti ke Kadir pembayaran. Jasmine berjalan cepat hingga tidak sengaja terjadi insiden
BRUG
"****!, Apa yang kau lakukan ha!" teriak seorang laki-laki yang sedang membawa minuman dan tumpah di bajunya
"Astagfirullah..maaf tuan, saya tidak sengaja" ucap Jasmine
"Dasar Ka_" ucap laki-laki itu tertahan saat menatap Jasmine dan ingin memakinya kembali. "Wanita ini benar-benar Cantik" batin laki-laki itu dan tidak bisa lepas dari pesona Jasmine.
"Maaf tuan, tuan, tuan!!" Teriak Jasmine segera menyadarkan laki-laki itu.
"Iya, ada apa?!" Ucapnya.
"Saya minta maaf tuan, permisi" ucap Jasmine nyelonong begitu saja, sambil menahan jengkel di hatinya."tadi aja mengumpat keras, giliran melihatku langsung bengong gak jelas, dasar, pengen aku colok saja itu matanya" batin Jasmine ngedumel dalam hati.
*
Siapa nih laki-laki yang terpesona dengan Jasmine ya..penasaran ..yuk lanjut..
Mengingatkan, segera kirim VOTE, VOTE, VOTE nya yaa...
HADIAH jangan lupa..
LIKE dan KOMEN Selalu di Nanti
Author Ucapkan Terimakasih
__ADS_1