
Rafael benar-benar ingin membunuh Agung saat itu juga, melihat apa yang sudah dia lakukan dengan Jasmine dan perusahaannya. Begitu juga dengan Abraham yang sejak tadi berusaha menahan amarahnya.
"Kau lihat sendiri Eb, agung Dwi Vinan benar-benar bang*sat!" Ucap Farel.
"Aku melihat dengan jelas Rel, sepertinya orang ini harus di beri pelajaran" ucap Abraham.
"Aku tidak sabar ingin menghabisinya" sahut Rafael.
"Hem, tapi kita tidak bisa sembarangan, kekuasaan perusahaan Vinan Company juga lumayan, walaupun masih jauh di bawah Hanzel Company"
"Aku tau Eb, hanya yang jadi masalah adalah adanya dukungan dari perusahaan lain yang lebih berkuasa di balik Vinan Company, itu yang perlu kita pikirkan"
"Iya El, untuk sementara aku akan fokus memikirkan bagaimana caranya Jasmine mau menerima bantuan dana dariku, aku tau Jasmine tidak akan mau menerima begitu saja" ucap Abraham
"Heh, wanitamu itu memang sulit untuk dimengerti"
"Aku tidak memintamu mengerti Jasmine, itu tugasku, sebaiknya kau cari cara untuk bisa menekan perusahaan Agung sialan itu saja"
"Iya, aku ngerti, gitu saja kau sudah cemburu, dasar!"
"Bukan cemburu, tapi waspada" sahut Abraham masih duduk santai melanjutkan makan siangnya, begitu juga dengan Rafael.
*
Sore hari Di rumah Abraham, terjadi keributan antara Kartika dan mbok Darmi, berawal dari mbok Darmi yang membersihkan sebuah kamar yang tidak terpakai di lantai atas untuk dirumah menjadi kamar Jasmine yang akan bertempat di rumah itu.
"Tolong nyonya, biarkan saya melanjutkan membersihkan kamar ini, tuan Abraham sudah memberikan perintah, nanti saya yang kena masalah nyonya" ucap mbok Darmi.
"Aku gak peduli, kalau kamar ini kamu bersihkan untuk Jasmine, aku nggak rela, suruh saja wanita sialan itu tidur di kamarnya dulu waktu jadi pembantu!" Teriak Kartika.
"Tapi nyonya, tuan Abraham akan marah kalau saya melakukan hal itu"
"Diam, babu sialan!, pergi dari sini atau aku hajar kamu, pergi!"
"Saya gak bisa nyonya, nanti saya di marahi tuan Abraham" jawab mbok Darmi.
Kartika semakin murka dan menendang mbok Darmi hingga terjatuh, dan tidak puas dengan itu, mbok Darmi di tampar beberapa kali hingga wajahnya lebam, merasa masih tidak terima, Kartika semakin gila hingga dia berniat menginjak tubuh mbok Darmi yang sudah tersungkur ke lantai.
"Ampun nyonya, Ampun!" Teriak mbok Darmi hingga kemudian.
BRAK
Tubuh Kartika terdorong ke tembok oleh tangan seorang wanita yang tak lain adalah Jasmine, hingga terdengar suara pekikan kesakitan dari Kartika, dan kemudian Jasmine langsung berlari menghampiri mbok Darmi.
"Mbok Darmi, gak apa-apa?"
__ADS_1
"Non Jasmine, Mina!" Teriak mbok Darmi sambil menangis menahan sakit ditubuhnya.
"Ya Alloh mbok, muka mbok memar gini, ayo duduk dulu" ucap Jasmine memapah mbok dari untuk duduk di kursi terdekat.
"Lancang kau wanita ******!" Teriak Kartika, dan tentu saja itu membuat Jasmine semakin geram dan mendekat kembali ke Kartika.
Dengan sekali gerakan tangan Jasmine sudah mencengkram leher Kartika, seketika Kartika menegang, tenaganya untuk melepaskan diri dari Jasmine percuma saja.
"Kau benar-benar wanita Rubah, beraninya kau memukul orang yang lemah dan lebih tua darimu, breng*sek!" Teriak Jasmine.
Mbok Darmi terkejut melihat Kartika semakin lemah di bawah cengkeraman tangan Jasmine, hingga mbok Darmi berusaha menarik tubuh Jasmine.
"Non Jasmine, lepaskan non, Mina!!, Kau bisa membunuhnya, lepaskan!" Teriak mbok Darmi sambil menangis.
Hingga tiba-tiba tubuh Jasmine terpelanting dan Kartika seketika terlepas dari cengkeramannya.
"Tuan Abraham!" Teriak mbok Darmi ketakutan. Rupanya Abraham menghentikan apa yang dilakukan oleh Jasmine dengan sedikit dorongan tenaga dalamnya.
"Apa yang terjadi disini, apa yang kau lakukan Jasmine, kau mau membunuh Kartika!!" Teriak Abraham.
"Terserah kau mau melihatnya seperti apa, yang jelas aku nggak terima Wanitamu itu menyiksa mbok Darmi!" Balas Jasmine berteriak.
"Apapun itu yang kau lakukan bisa melukai Kartika, atau kau memang ingin benar-benar membunuhnya Jasmine!"
"Iya, memangnya kenapa, istrimu ini terlalu kau manja, berbuat seenaknya dan menyiksa orang lain, sebaiknya kau didik dengan benar, jangan hanya kau turuti saja apa maunya!"
"Apa!, Kalau aku kau salahkan, aku gak bisa terima!" Teriak Jasmine.
"Pergi dari hadapanku, cepat,!!"
"Aku juga gak Sudi ada di depanmu saat ini Abraham, dan kau Wanita brengsek, jangan berani lagi menyakiti mbok Darmi, atau aku akan menghajar mu!!"
"Jasmine!!" Teriak Abraham.
Mbok Darmi segera menarik Jasmine dan mengajaknya masuk ke dalam kamarnya, sementara Abraham masih berusaha mengontrol emosinya, lalu membantu Kartika untuk berdiri dan memapahnya masuk ke dalam kamarnya.
"Makasih Ab, kau sudah menolongku, Jasmine benar-benar mengerikan, aku bisa saja mati ditangannya tadi, dasar wanita iblis" ucap Kartika.
"Istirahatlah dulu, kata Farel kondisi mu belum sehat benar, jangan membuat masalah dengan Jasmine"
"Apa?, Kenapa jadi aku yang kau salahkan Ab, jelas-jelas dia yang hampir saja membunuhku tadi" sahut Kartika.
"Jasmine tidak akan berbuat seperti itu kalau kamu tidak keterlaluan Kartika, aku sangat tau siapa Jasmine, ingat, dia istriku sekarang, aku harap kau bisa menghormatinya"
Kartika terdiam dan merasakan kebencian bertambah dalam terhadap Jasmine, hingga kemudian Abraham diusirnya untuk keluar dari kamarnya.
__ADS_1
Di tempat lain, Jasmine sudah berada dalam kamar dan sedang mengobati mbok Darmi.
"Mbok gak apa-apa, masih sakit ya mbok, maaf ya, aku datang terlambat" ucap Jasmine sambil memandang ke arah mbok Darmi dengan kasih sayang.
"Aku nggak apa-apa, tapi nyonya Kartika baru saja sembuh, sudah kau hajar gitu saja, bisa sakit lagi dia"
"Oh ya, masih sakit saja bisa menyiksa mbok Darmi kayak gini, gimana kalau sehat, dasar wanita gak waras!"
"Sudah, jangan di perpanjang lagi, maaf, aku belum menyiapkan kamarmu Jasmine, tadi nyonya Kartika melarang ku, hal itulah yang membuat aku sempat bertengkar"
"Nggak apa-apa mbok, aku tidur di kamar dekat mbok Darmi saja, lebih enak"
"Eh, mana ada seperti itu, kamu itu sudah jadi nyonya rumah sekarang, masak mau tidur di kamar pembantu, nanti tuan Abraham bisa murka Jasmine!"
"Gak peduli mbok, mana kuncinya, biar aku ke kamar dulu, koperku ada di teras depan, mau aku masukin dulu mbok"
Mbok Darmi dengan terpaksa memberikan kunci kamar yang di pakai Jasmine dulu, kemudian Jasmine segera ke depan berniat mengambil koper besar yang dia taruh di teras depan.
"Loh, kok koperku nggak ada?" Ucap Jasmine sambil celingukan ke kanan kiri, mencari keberadaan sang koper yang menghilang.
Hingga salah satu penjaga rumah Abraham memberitahunya kalau koper Jasmine sudah di bawa ke atas dan diminta di masukkan ke dalam kamar Abraham.
"Apa!, Maksud bapak di kamar Abraham??"
"Iya nyoya, tuan Abraham sendiri yang memerintahkannya.
"Oh ya Alloh ya Robbi, kali ini apa lagi sih yang di lakukan Abraham, baru ketemu saja sudah buat aku Ingin meninjunya saja, coba saja bukan suami, udah aku habisi kamu Abraham, Dasar singa!!" Teriak Jasmine jengkel dan terlihat oleh beberapa penjaga yang sudah tidak kuat menahan tawanya, melihat kelakuan aneh majikan barunya.
*
Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 62-70
Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.6
Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE