AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Kepergian Sahabat


__ADS_3

Waktu cepat berlalu dan berganti, tak terasa sudah Dua Minggu Risma sendiri tanpa Agam sang kekasih, begitu banyak kenangan indah bersama di kota ini membuat Risma terkadang terbelenggu dalam rasa sakit yang luar biasa.


Dia bisa saja mencari dan menyusul keberadaan kekasihnya, tapi untuk apa, keputusan Agam untuk pergi bersama Dinda sudah di lakukan tanpa memberitahunya, dan Risma bukan wanita yang mau memohon untuk sebongkah cinta yang sudah ternoda.


Malam ini disebuah restoran terlihat Jasmine dan Risma dengan di temani hujan gerimis yang menyambutnya.


"Jasmine, gue sangat berterimakasih atas persahabatan kita selama ini, atas kasih sayang dan perhatian loe dan masih banyak yang lain"


"Kamu itu ngomong apa sih Ris, kayak mau pergi ninggalin gue aja loe ah, gak asik tau?!


Risma menatap lekat wajah Jasmine dengan senyumannya, tak lama kemudian Risma memberanikan diri mengungkapkan kata hatinya, begitu juga rencananya untuk kembali ke kota kelahiran nya, di samping karena memang permintaan orang tuanya.


"Dengerin gue baik-baik Jas, gue sangat sayang ma loe, bahkan sudah gue anggap loe saudara gue sendiri, semua yang ada dalam diri loe, baik itu jelek atau buruknya, semua gue suka"


"Anjir, ngomong apaan sih loe Ris, bikin gue merinding terharu gini loh, gak usah main-main, dasar!"


Kemudian Risma menggenggam tangan Jasmine erat, perlahan menceritakan segalanya tentang pertimbangannya untuk kembali di sisi orang tuanya, selain ingin melupakan kenangan pahit hidupnya, Perusahaan orang tuanya juga sangat memerlukan campur tangannya saat ini.


"Jadi loe paham kan maksud gue Jas?"


"Dan loe bakal ninggalin gue sendirian disini kan?"


"Hei, ayolah, loe punya orang-orang yang loe sayang, loe juga punya suami, ayah dan masih banyak lagi"


"Tapi gak ada yang bisa gantikan arti loe di hati gue Ris, apa tidak ada jalan keluar yang lain?"


"Ini satu-satunya yang tebaik buat gue Jas"


Jasmine terdiam dan perlahan air matanya mengalir begitu saja, Risma memeluknya dengar erat sambil menepuk punggungnya pelan agar Jasmine bisa lebih tenang.


Akhirnya Jasmine pun terpaksa merelakan semuanya, baginya saat ini adalah kebahagiaan Risma sahabatnya, Jasmine tersenyum sambil memegang erat tangan Risma, terdiam tapi penuh mengisyaratkan luapan kasih sayang, matanya menatap sendu menandakan dia bisa melepaskan Risma dengan Ikhlas.


Malam ini bagi Jasmine terasa begitu panjang, hatinya terasa hancur kembali dan berusaha dia perbaiki, dalam perjalanan pulang tak hentinya air mata menetes, berjuta kenangan dengan sahabatnya melintas dan memenuhi pikirannya.


"Astagfirullah, kuatkan aku ya Alloh" hanya itu yang selalu keluar dari mulut Jasmine untuk menguatkan hatinya.


Tibalah Jasmine di rumah yang kini ditinggalinya, dia masuk dengan langkah yang pelan menuju ke dapur untuk mengambil air minum, perlahan Jasmine meminum semua air dalam gelas hingga kandas. Masih terdiam di kursi ruang makan, Jasmine melihat jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.


Tubuhnya terasa sangat berat untuk melangkah ke tangga menuju kamarnya, hingga dia merebahkan kepalanya di atas meja makan untuk sedikit meringankan isi kepalanya yang terasa mau meledak.


Jasmine merasakan ada usapan tangan yang begitu menenangkan di kepalanya yang masih berbalut hijab, hingga dia disadarkan dengan suara seseorang.


"Apa kau baik-baik saja?"

__ADS_1


"Hem, aku lelah Eb" ucap Jasmine menoleh ke samping sebentar dan mengembalikan posisi kepalanya yang di rebahkan di atas meja kembali.


"Mau aku gendong ke kamarmu?"


"Gak usah, aku sedang ingin sendiri Eb, bisa kau tinggalkan aku?"


"Tidak bisa, karena kamu istriku, bagaimana mungkin aku bisa meninggalkanmu"


Jasmine terdiam, tidak seperti biasanya yang pasti akan berdebat, Akhirnya Abraham tau keadaan Jasmine tidak baik-baik saja hingga kemudian dia perlahan memeluknya dari samping, keduanya kini terdiam dalam pikirannya masing-masing.


Tak lama kemudian Abraham menyadari Jasmine sudah tertidur nyenyak dalam dekapannya, Abraham mengangkat tubuh Jasmine dan sengaja membawa Jasmine tidur di kamarnya.


Abraham merebahkan tubuh Jasmine di atas kasur, perlahan melepaskan hijabnya, sejenak Jasmine menggerakkan badannya dan melanjutkan tidurnya lagi, Abraham hanya menggeleng kan kepala melihat tingkah Istrinya.


Mata Abraham yang mulai mengantuk juga ingin segera terpejam, hingga dia juga merebahkan tubuhnya tepat di samping Jasmine, dan seketika terkejut saat Jasmine membalikan badannya memeluk erat dirinya seperti guling.


"Oh sh*it!, Jantungku rasanya mau lepas" batin Abraham


Sementara Abraham berusaha menarik dirinya dan menahan debaran jantungnya, tiba-tiba saja terdengar Jasmine menangis lirih


"Kenapa kalian meninggalkanku, apa salahku, Risma, Dinda, mas Agam, aku menyayangi kalian, aku merindukan kalian" ucap Jasmine dalam tangisnya.


Sontak Abraham menghentikan geraknya, tiba-tiba saja dia merasakan sakit melihat Jasmine begitu terluka, tanpa berpikir lagi, Abraham langsung tidur di samping Jasmine dengan memeluknya erat, sesekali mencium puncak kepalanya dan mengusap lembut punggung istrinya. Akhirnya keduanya tertidur pulas.


"Abraham?!" Ucap lirih Jasmine berusaha mempercayai apa yang dilihatnya.


"Sudah bangun?, Sholat Subuh dulu, tadi kamu aku bangunkan, tapi kamu masih terlelap"


"Ini, aku tidur di kamarmu?" Ucap Jasmine.


"Memangnya mau di kamar siapa lagi?"


"Apa?!" Ucap Jasmine terkejut dan langsung melompat dan berlari keluar kamar Abraham.


Jasmine langsung masuk kamar mandi di dalam kamarnya sendiri, di teliti tubuhnya satu persatu, hingga dia memeriksa kain hitam yang menutupi area in*timnya.


"Sepertinya Aman, tubuhku juga gak ada bekas sesuatu yang aneh, berarti Abraham tidak melakukan hal itu kan?" Jasmine berbicara sendiri.


Kemudian dirinya mandi dan langsung melakukan ibadah wajibnya, setelah itu berniat kembali tidur karena badannya masih terasa sangat lelah, dia ingin nanti malam bisa mengantar kepergian Risma ke bandara dengan hati yang tenang.


Namun tiba-tiba saja pintu kamarnya terbuka cukup keras, hingga Jasmine terkejut.


BRAK

__ADS_1


Rupanya Kartika menerobos masuk tanpa permisi.


"Dasar wanita *******, kau sudah punya kamar sendiri kenapa harus tidur di kamar Abraham ha!, Dasar wanita sialan!" Teriak Kartika.


"Ini masih pagi, jaga mulutmu Kartika, kau hanya salah paham, sebaiknya tanyakan saja pada Abraham kenapa aku ada di kamarnya"


"Tidak perlu, mataku sendiri sudah melihat bagaimana kau menjebak Abraham hingga dia terpaksa menggendong mu dan masuk ke kamarnya!, Dasar licik!"


"Pergi dari kamarku, kau sudah gila Kartika!"


"Kurang ajar kau Jasmine!, Ingat!, kau hanya istri ke dua, jangan sampai aku kehilangan kesabaran ku dan mengeluarkan ke publik bagaimana seorang Jasmine Agatha Nugraha anak dari pengusaha Rahmad pemilik Nugraha Company telah merebut suami orang dan menjadi istri ke dua!"


"Saat itu kau lakukan, aku pastikan kau akan membayarnya cukup mahal Kartika!" Bentak seseorang yang membuat keduanya kaget.


"Abraham?!" Ucap Kartika terkejut.


"Aku peringatkan, jangan coba-coba berani melakukan hal itu Kartika, aku tidak main-main degan yang aku ucapkan, apa kau paham?" ucap Abraham lagi.


"Kau_!, Brengsek kau Abraham, kau tidak tau di untung, tidak tau terimakasih, ingat, kamu hanya manusia gembel sebelum ayah ku menolong mu?!" Teriak Kartika lalu kemudian pergi meninggalkan kamar Jasmine.


"Yang, kau tidak apa-apa?"


"Aku baik"


Abraham segera mendekat ke Jasmine dan kemudian memeluknya sebentar, keduanya kini melangkah ke balkon kamar Jasmine untuk menghirup udara pagi yang masih segar.


*


Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 71-80


Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.7


Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2