AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Teman Baru


__ADS_3

Jasmin sudah berada di perusahaan Hanzel Company, saat dirinya menginjakkan kakinya ke dalam gedung itu, banyak pasang mata memperhatikannya, terutama para pegawai laki-laki yang tak bisa melepaskan tatapan takjubnya akan aura kecantikan seorang Jasmine Agatha Nugraha.


Senyuman ramah dan sopan santun Jasmine saat menyapa beberapa orang yang kebetulan berpapasan, semakin membuat semuanya terpesona, tak terkecuali seorang laki-laki yang tersenyum dan segera berlari kecil menyusul langkah Jasmine.


"Kau di sini Jasmine?"


Jasmine terkejut dan langsung menoleh,"Rafael, kebetulan sekali, aku ingin bertemu Abraham, dia ada?", Tanya Jasmine.


"Ada, ayo aku antar ke ruangannya"


"Terimakasih El, kebetulan aku belum pernah kesini, jadi gak tau juga dimana ruangan Abraham berada"


"Hehe, iya, nantinya kamu harus sering kemari ya, dan jangan lewat jalanan umum di kantor ini, ada jalan khusus buat kita para eksekutif"


"Benarkah?, Bagus dong"


"Hem, itu untuk mempercepat proses perjalanan kami keluar dan masuk gedung ini.


"Oh, jadi begitu?"


Keduanya asik berbincang sambil berjalan menuju ke ruangan Abraham, hingga detik berikutnya sudah ada di depan ruangannya. Rafael mengetuk pintu dan segera masuk membawa Jasmine.


"Jasmine?, Ada apa?" Sini duduklah" ucap Abraham yang langsung berdiri menyambut kedatangan sang istri yang tidak dia sangka.


"Aku gak kamu suruh duduk Eb?'


"Gak perlu, keluarlah!" Sahut Abraham.


"Eh dasar, tidak tau balas Budi, coba saja tadi Jasmine gak aku antar ke sini, tau rasa kamu!"


"Berani berbuat macam-macam dengan Jasmine, aku hajar kau El"


"Sudah gak usah ribut, biar Rafael di sini juga malah bagus, ini ada file yang perlu tanda tanganmu, ayah tadi yang menyuruhku, sebaiknya kamu teliti dulu biar gak ada yang keliru"


"Kamu yang selalu ngajak ribut, bukan aku yang"


"Mana ada sih, kamu lah, kok malah nyalahin aku"


"Buktinya tadi pagi kamu meninggalkan ku begitu saja, aku berteriak tapi gak kamu gubris, apa gak ngajak ribut itu namanya"


"Ya mana mungkin aku ngeladeni kamu, setelah Kartika melihat kita tanpa busana diatas ranjang berdua, ya aku juga gak tega!"


"Setidaknya kamu bilang apa dulu gitu, gak diam saja kayak tadi, aku kan juga bingung salahku dimana, lagian aku juga belum memasuki mu, kamu juga gak kunci pintu"


"Kok jadi aku, kamu itu yang harusnya kunci pintu kalau mau berbuat, bikin malu saja.


"Ehem, maaf ya saudara-saudara, bisa nggak ya, masalah ranjangnya di bahas berdua saja, gak kasian dengan kuping saya yang panas mendengarnya ni?"


"Diam!!" Teriak keduanya, menatap tajam ke arah Rafael, dan detik berikutnya mereka baru sadar sudah los dol gak sengaja ngomong vul**gar di depan Rafael.


"Sudah pada sadar ni, kalau kalian sudah mengacaukan dunia persilatan di sini?, Dasar kalian pada otak mesum!" Ucap Rafael santai sambil menahan tawanya saat mengetahui keduanya gagal menikmati surga dunia karena lupa mengunci pintu.


Sementara Jasmine terdiam seribu bahasa karena menahan malu di depan Rafael, Abraham meng kode Rafael untuk segera mendekat dan membantu mengamati semua file yang diberikan Jasmine dan harus di tanda tangani. Setelah dirasa tidak ada kesalahan di sana, Abraham segera bertanda tangan dan menyuruh Rafael segera pergi.


Abraham mendekat dan duduk di samping Jasmine sambil memeluknya


"Jadi kamu tadi diam karena gak jadi aku_"


"Stop, diam, gak usah di bahas, kau ini, aku malu sekali sama Rafael tadi" ucap Jasmine.

__ADS_1


Cup Cup Cup


Abraham memang berhenti ngomong, tapi bibirnya dengan lihai segera menciumi wajah Jasmine.


"Eb, apaan sih ah, udah, geli aku ni, ini di kantor!" Teriak Jasmine risih dan berusaha lepas dari pelukan suaminya.


Abraham tidak perduli lagi dan kemudian membalikkan badan jasmine lalu dengan cepat ******* bibir istrinya, Jasmine tidak bisa berkutik lagi dan ciuman itu semakin dalam dan panas.


"Eb, hentikan ini di_"


"Mmmph"


Cuman semakin di perdalam oleh Abraham hingga Jasmine tidak bisa lagi berbicara dan kini malah menikmatinya, tubuh Jasmine terdorong ke sofa hingga kini berada di bawah kungkungan suaminya.


Jasmine semakin mende*sah saat tangan nakal Abraham mulai memegang dan meremas bukit kembarnya, namun tiba-tiba saja.


"Eb, aku_, Anjir kalian!"


Teriak Rafael terkejut saat membuka pintu dan melihat adegan dewasa.


BRAK


Pintu segera di tutup kembali dengan keras oleh Rafael


"Aaa!!" Jerit Jasmine kesal bercampur malu dan lainnya, Jasmine segera mendorong tubuh Abraham lalu duduk dan membenahi pakaiannya.


"Sorry yang, tadi ngapain juga sih El masuk, dasar!" Ucap lirih Abraham yang juga merapikan bajunya.


"Ya Rafael gak salah, kamu itu yang keterlaluan, sudah aku bilang ini di kantor, bukannya berhenti malah nyosor!!" Teriak jengkel Jasmine


"Habis gak kuat aku yang"


"Diam, gak usah teriak gitu, dikira kita sedang apa nanti sama mereka, kau ini" sahut Abraham.


"Habisnya aku malu Eb"


"Apa sih, Rafael sudah lulus kalau soal begituan, gak perlu malu, lagian itu juga wajar, kita kan Suami istri"


"Iya itu kamu, memang gak tau malu, kalau aku masih malu banget ini Eb!"


"Sudah, yok, aku antar keluar sampai parkiran dan kamu masuk mobil, biar malu kamu ilang"


Jasmine menekuk wajahnya sambil memanyunkan bibirnya , Abraham tersenyum geregetan ingin sekali melahap bibir indah milik istrinya yang semakin se*ksi dan menggemaskan.


Kini keduanya berjalan beriringan, saat di tegur oleh Rafael Jasmin segera mundur dan menyembunyikan wajahnya di balik punggung Abraham, tingkah Jasmine yang nampak lucu di mata Rafael semakin membuatnya tertawa.


"Minggir, jangan menggoda Jasmine, kau ini!" ucap Abraham penuh peringatan ke Rafael yang sudah tertawa ngakak.


Dan Abraham segera melangkah kembali bersama Jasmine menuju ke lantai bawah, hingga saat tiba di loby, Jasmine langsung berhenti dikejutkan dengan adanya sosok wanita yang sepertinya dia kenal.


"Maaf, kamu Rena kan?" Tanya Jasmine sambil mendekat untuk memastikan.


"Eh iya, Non_??"


"Jasmine, kita yang ketemu di rumah sakit waktu itu, yang aku sudah menghajar paman brengsek kamu itu lo"


"Oh iya iya saya ingat, Nona Jasmine Agatha Nugraha kan?, itu yang tertulis di kartu nama Nona"


"Iya, panggil aku Jasmine, kamu lagi apa disini?"

__ADS_1


"Interview non, eh, Jasmine, kamu sendiri?"


"Ada keperluan disini, jadi kamu mau ngelamar kerja?, Lalu ibu kamu siapa yang menjaga?"


"Ibu sudah tiada kemaren, nyawanya tidak tertolong lagi, mangkanya aku bisa memutuskan untuk mencari pekerjaan lagi"


DEG


Hati Jasmine berdenyut, rasa sakit yang sama seperti di rasakan kembali saat bundanya telah meninggalkannya.


Abraham tidak berani mendekat karena sudah diperingatkan oleh Jasmine sebelumnya.


"Ya sudah, semoga kamu berhasil ya, Nama lengkap kamu siapa?"


"Rena Nandita, kenapa?"


"Nggak ada, penasaran saja, oke, aku pergi dulu ya, selamat berjuang, aku turut berduka cita atas meninggalnya ibu kamu, semoga beliau sudah tenang di sana"


"Amin, makasih Jasmine"


Jasmine tersenyum dan memeluk Rena sekejab lalu pergi menyusul keberadaan Abraham kembali.


"Benar-benar wanita yang sempurna, baik, berani dan sangat cantik, luar biasa" batin Rena yang masih terkejut karena pelukan dari seorang Jasmine.


Sementara itu Abraham kini sudah berada di area parkir menunggu sang istri masuk ke dalam mobil untuk kembali ke perusahaannya.


"Eb, aku mohon, lihat dulu profile wanita yang tadi aku temui, aku yakin dia sangat membutuhkan pekerjaan untuk menghidupi dirinya, kalau memang pantas, terima dia bekerja di perusahaan ya, please?!"


"Iya, siapa tadi namanya?"


"Rena Nandita"


"Okey, aku akan melihatnya habis ini, kamu hati-hati di jalan ya, lain kali pakai saja sopir pribadi, atau biar aku carikan?"


"Nggak usah Eb, aku suka menyetir mobilku sendiri"


"Okey, hati-hati"


Jasmine segera masuk, mengucap salam lalu melajukan mobilnya kembali ke perusahaan Nugraha Company. Sampai di perusahaan dirinya di kejutkan dengan kedatangan Agung Dwi Vinan.


*


Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 71-80


Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.7


Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2