AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Taruhan


__ADS_3

Abraham sedang mengamati mereka dari lantai atas hingga dapat melihat mereka dengan jelas, dirinya tak terasa tersenyum melihat keriangan Jasmine saat tertawa dengan temannya di Restoran yang kebetulan dia ada pertemuan disana dengan koleganya.


"Waw, wanita itu benar-benar cantik ya tuan Abraham, aku sangat beruntung bisa berada di sini dan menemukan pemandangan semenarik ini"


"Sebaiknya jaga pandangan anda, dia wanitaku"


"What!, Oh my God, sorry tuan Abraham, saya benar-benar tidak tau"


Abraham hanya tersenyum lalu melanjutkan pembahasan bisnisnya kembali sambil sesekali melihat ke arah Jasmine yang masih asik bercanda dengan teman-temannya.


"Ada apa denganku, apa aku mulai merindukannya" batin Abraham saat manik matanya menangkap kembali sosok Jasmin yang sudah bersiap meninggalkan Restoran dan merasa ia tidak rela.


Beberapa kolega bisnisnya kali adalah para perusahan yang menguasai Asia dan Eropa, jadi tidak diragukan lagi bagaimana kekuatan mereka di dunia bisnis.


"Jadi tuan Abraham mempunyai wanita spesial selain istri anda nona Kartika Hanzel?" Tanya salah satu koleganya.


"Begitulah, bukankah itu hal biasa?" Ucap Abraham berbohong.


"Tentu saja, orang-orang berkuasa seperti kita ini, memang harus menikmati hidup, salah satunya adalah wanita Cantik"


"Iya, tentu saja" jawab Abraham.


"Dan seandainya wanita yang disana tadi bukan wanita anda, kita yang disini pasti akan taruhan uang besar untuk mendapatkannya"


"Oh jadi begitu, sayang sekali wanita itu sudah menjadi milik saya" ucap Abraham yang hatinya sudah memanas.


"Tidak apa-apa tuan Abraham, kalau anda nanti sudah tidak memakainya lagi, kau bisa menghubungi kami ,okey?"


Abraham tidak menjawab, hanya tersenyum dan mengumpat dalam hati.


"Dasar bang*sat, berani kalian menyentuh Jasmine, aku pastikan nyawa kalian melayang, baji*ngan!" Batin Abraham.


"Hei ayolah, relakan wanita itu untuk tuan Abraham, bukankah kita sekarang sedang memasang taruhan untuk satu wanita spesial lagi, yang ini masih perawan, terkenal dengan kecerdasannya dan sekarang menjabat sebagai wakil direktur, bukankah ini sangat luar biasa?"


Beberapa pengusaha itu tertawa dan bersemangat untuk memasang taruhan demi seorang wanita yang akan di perebutkan.


"Tuan Abraham, kau tidak ikut permainan ini, ayolah, menambah satu wanita lagi tidak akan membuatmu rugi"


"Kalau kau ikut juga, kita pastikan semua yang ada disini akan melakukan kerja sama denganmu, bagaimana?"


Abraham tersenyum, rupanya permainan ini menarik juga, dia bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan bisnisnya lebih besar lagi bersama dengan para pengusaha kelas dunia ini.


"Aku akan ikut, toh aku hanya akan ikut permainannya saja, dan gak akan mau memperebutkan wanita itu" batin Abraham.


"Bagaimana tuan Abraham, kita akan tanda tangan kontrak sekarang juga kalau kau bersedia ikut permainan ini"


"Baiklah tuan-tuan aku ikut, dan akan saya transfer uangnya hari ini juga"


Semuanya langsung bersorak saat Abraham akhirnya ikut bergabung.


"Baik, kita akan jelaskan siapa wanita ini, dan tentu saja bonus mendapatkan wanita ini adalah mendapatkan perusahannya juga, kita akan membantu menekan perusahaan itu hingga menjadi milik si pemenang"

__ADS_1


"Wow, ini sangat menarik" ucap


beberapa koleganya nampak antusias.


"Dan aturan yang berlaku adalah permainan di hentikan saat di antara kita sudah ada yang berhasil mendapatkan sang wanita"


Semuanya mengangguk sudah paham sekali dengan permainan ini, begitu juga dengan Abraham yang sudah mulai mengerti.


Kemudian salah satu ketua permainan itu menyebutkan identitas sang Wanita.


"Namanya Jasmine Agatha Nugraha anak dari pemilik perusahaan Nugraha Company yang masih berkembang"


DEG


Abraham terjingkat sampai memajukan tubuhnya dari duduknya.


"Maaf, maksud kalian Jasmine anak dari Tuan Rahmad Hasan Nugraha?"


"Benar sekali, kita semua belum pernah bertemu langsung dengannya, jangan-jangan tuan Abraham mengenalnya?"


"Pernah bertemu tapi tidak begitu mengenalnya" ucap Abraham tidak ingin menambah masalah di sini.


"Sh*it!, bagaimana mereka bisa membuat Jasmine berada di permainan sialan ini, apalagi Nugraha Company baru saja bangkit, tidak mungkin bisa melawan mereka, jalan satu-satunya aku harus ikut campur tangan" batin Abraham.


"Baiklah, kita tanda tangani kontrak ini tuan Abraham, selamat ya, kita semua akan bekerja sama dengan Hanzel Company"


Abraham tersenyum dan mengucapkan terimakasih.


"Tentu saja tuan Abraham, kami juga bekerjasama dengan perusahaan Vinan Company, dan Agung Dwi Vinan lah yang merekomendasikan wanita ini"


"Bang*sat, Baji*ngan kau Agung, mulai hari ini kau berurusan denganku, jangan harap kau bisa hidup dengan tenang!" Batin Abraham geram dan benar-benar murka.


Sebenarnya ingin sekali Abraham mengatakan bahwa wanita yang di bawah tadi adalah Jasmine Agatha Nugraha dan sebentar lagi akan di nikahi nya, tapi Abraham tidak bisa melakukan itu karena akan berdampak dengan kerjasama perusahaannya.


Hingga dia memutuskan untuk memanfaatkan situasi dengan tetap mengikuti taruhan yang bisa di pastikan dialah nanti yang akan memenangkannya, dengan begitu tidak akan ada yang dirugikan, bahkan Abraham akan mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda.


Hasil akhir yang paling penting adalah, Jasmine akan selamat dari permainan gila para hidung belang kelas dunia yang sangat berbahaya.


*


Jasmine masih bermalas-malasan di kontrakannya bersama dengan bantal dan guling yang di paksa untuk menemaninya molor diatas kasur.


Sementara Risma dan Dinda sudah kalang kabut gara-gara di telpon dan di beri tugas berat oleh Bos pemilik Nugraha Company untuk membuat Jasmine datang tepat waktu di jam 7 malam dengan selamat dan pantas untuk di lihat.


Pasalnya pernah dulu waktu akan bertemu salah satu calon yang di jodohkan, Jasmine memakai pakaian asal yang tidak sedap di pandang mata, dan semua itu jelas sangat di sengaja.


Suara gedoran pintu .


"Jasmine!, Keluar loe, cepetan sudah jam tujuh malam ini!" Teriak Risma di depan pintu kamar Jasmine.


"Dasar sableng, Jasmine, keluar cepet, loe pengen lihat kita mati di cekik ma bokap loe!, Keluar Jasmine, Mina ,Mimin!!" Teriak Dinda ikutan emosi.

__ADS_1


"Kalian berisik sekali, gue ngantuk!!" Jawab Jasmine dari dalam.


"Anjir ni anak, gak merasa berdosa banget udah bikin temannya susah" ucap Risma.


"Tau Ris, gimana ini, udah jam setengah tujuh malam ini, bisa kena omelan bokap nya si Jasmine kita" sahut Dinda.


Ting!, Akhirnya Risma menemukan sebuah cara.


"Ni anak harus di kerjain biar tau rasa dia Din, dasar Mimin, sukanya bikin teman susah, udah mau kawin juga sifatnya gak berubah" ucap Risma.


Dan akhirnya Risma meluncurkan aksinya.


"Eh, loe mau ngapain sih Ris, nge dobrak pintu kamar Jasmine?" Tanya Dinda.


"Ih ogah, ngapain, sayang lah sama tubuh gue yang bakalan sakit kalau dobrak tu pintu" ucap Risma.


"Terus?" Tanya Dinda bingung melihat Risma udah jinjing baju seperti bersiap mau menerjang pintu.


"Mau teriak gue"


"Ya elah Ris, teriak ya teriak ajalah, ngapain pakek pasang tampang sangar gitu, anjir loe!"


"Hehehe, biar kelihatan feel nya"


"Bodoh ah, loe sama Jasmine gak ada bedanya, dasar sableng" ucap Dinda Sewot.


"Diam loe!" Sahur Risma dan kemudian segera berteriak kencang.


"Gue hitung Sampek tiga, kalau loe gak keluar juga, gue suruh tuan Abraham masuk dan dobrak pintu kamar loe Jasmine, biar sekalian loe di per*kosa!, Satu, dua, ti_"


BRAK


Pintu kamar Jasmine terbuka dengan kasar, dan terlihat betapa Jasmin membuat kedua temannya sangat ingin membunuhnya.


Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 41-45


Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.2


Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2