AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Petunjuk


__ADS_3

Di sebuah ruangan Sang Dokter sedang menjelaskan keadaan Jasmine yang tengah Hamil muda, seketika kedua orang itu langsung terkejut dengan perkataan dokter yang ada di depannya.


"Aku ingin kau membuang janin itu, aku tidak menginginkannya" ucap Smith.


"Maaf tuan Smith, mengingat keadaan wanita ini masih sangat lemah, saya tidak berani melakukannya, akan sangat membahayakan nyawanya" jawab dokter.


"Aku tidak memintamu melakukannya sekarang, biarkan dia membaik dulu, lalu segera lakukan Aborsi itu, kau mengerti!" Tidak Smith.


"Baik tuan, saya pergi dulu, sudah saya tinggalkan obat dan vitamin yang di butuhkan"


"Hem, pergilah, Rahasiakan semua ini, jangan sampai kau membuka mulut ke siapapun tentang keberadaan wanita ini di Mansion ku"


Dokter itupun mengangguk dan segera berjalan keluar untuk kembali ke tempatnya, sementara Master kini menatap tajam ke arah Smith.


"Jangan gila kau Smith, dan jangan berani kau membahayakan Jasmine, atau aku akan mengambil tindakan di luar perkiraan mu"


"Kau mengancam ku?!" Sahut Smith.


"Bisa jadi, kalau kau sampai melakukan hal yang tidak aku ijinkan"


"Brengsek, berani kau_"


"Jangan berani melawanku, atau aku cabut nyawamu sekarang juga!" Ucap Master dengan tatapan membunuhnya, lalu kemudian berlalu pergi masuk ke dalam kamar Jasmine untuk melihat keadaanya.


Rupanya obat yang diberikan oleh dokter itu sudah membuatnya tertidur, Master mendekat dan duduk di kursi yang berada dekat dengan tempat tidur, di tatapnya wajah Jasmine sejenak sambil mengendalikan debaran jantungnya. Perlahan tangannya ingin meraih wajah Jasmine hingga kemudian terhenti.


"Yang..tolong aku, aku sangat merindukanmu" ucap lirih Jasmine di bawah alam sadarnya.


Seketika Master mengurungkan niat dan mengepalkan tangan seolah tidak terima dengan orang yang di maksud oleh Jasmine, tentu saja sang Master sudah bisa menebak kalau yang dimaksud Jasmine adalah Suaminya, Abraham Hanzel Brian.


"Brengsek, tugasku yang terakhir adalah menghabisi suamimu Jasmine, mungkin tidak akan mudah melakukannya, tapi aku yakin kekuatanku mampu untuk membunuhnya" ucap Master lirih dan kemudian segera beranjak pergi meninggalkan kamar.


Beberapa Art yang sudah di tugaskan oleh Smith untuk menjaga Jasmine masuk kedalam dan melihat keadaan Jasmine lalu meletakkan minuman dan beberapa makanan kering di atas meja yang terletak di meja kamarnya, setelah itu mereka melaporkan keadaan Jasmine.


"Keadaan Nona Jasmine baik-baik saja tuan, sekarang sedang tertidur pulas, mungkin karena pengaruh obat yang sudah diminumnya"


"Hem, keluar lah dan awasi Wanitaku, jangan sampai terjadi apapun dengannya, kalian mengerti?!"


Ketiga ART mengangguk dan segera pergi meninggalkan kamar majikannya, tampak dari mereka mengenal wajah Jasmine dan kemudian membicarakannya saat berada jauh dari kamar Smith Rodergo.


"Apa kau lihat Wanita tadi, dia sangat cantik, dan aku sepertinya pernah melihatnya"


"Iya, di berita Televisi yang sempat kemaren Viral bukan, istri dari pengusaha Tampan dan Terkenal, Abraham Hanzel Brian, iya kan?"


"Oh, iya, aku ingat, majikan kita benar-benar sudah gila, kenapa sampai berani menculik wanita ini ya?"


"Tuan Smith sepertinya sangat tergila-gila dengannya, kau lihat bagaimana tadi dia tersenyum saat kita memberikan kabar tentang wanita itu?"


"Iya, sepertinya begitu, tapi kasian juga wanita ini, dipaksa untuk menjadi milik tuan Smith"


Ketiga ART itu terdiam dan memikirkan bagaimana nasip wanita yang sedang di sekap di dalam kamar milik majikannya.

__ADS_1


**


Menjelang Malam Dea mengikuti langkah Farel yang kini sudah ada di Apartemen Rafael, rupanya Sang pemilik Apartemen sudah menyambut kedatangannya dan keduanya segera masuk kedalam untuk mencari tau kabar yang sebenarnya.


"Ceritakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi El?" Ucap Farel sambil duduk di depan Rafael.


"Iya kak, ada apa ini?" Sahut Dea tampak begitu cemas.


"Jasmine di culik oleh seseorang dan sampai saat ini, kami belum bisa melacak keberadaannya" ucap Rafael sambil menarik nafas panjang.


"Apa!!" Teriak Farel dan Dea bersamaan terkejut mendengar penjelasan Rafael.


Rafael melanjutkan ceritanya, dan bahkan dirinya juga sangat emosi saat melihat sang istri juga terluka di sudut bibirnya karena kelakuan para bajingan yang berani memaksa dan menculik Jasmine.


"Lalu dimana Rena sekarang kak?"


"Ada di kamarnya" ucap Rafael dan detik berikutnya Dea segera beranjak dari tempat duduknya, berjalan cepat menuju ke kamar Rena, saat melihat kedatangan Dea, Rena kembali menangis mengingat apa yang sudah terjadi dengan Jasmine.


"Sudahlah Ren, tenangkan dirimu, Aku yakin Jasmine sebentar lagi akan di temukan, Kak Abraham di bantu oleh kak Rafael dan Kak Farel pasti segera mengatasi hal ini, okey?!"


Rena pun akhirnya bisa menghentikan tangisannya dan masih berada dalam pelukan Dea, sesaat kemudian keduanya terdiam untuk beberapa lama, dalam hati mereka berdoa akan keselamatan Jasmine yang tidak mereka ketahui keberadaannya.


Rena dan Dea pun akhirnya memutuskan untuk ikut bergabung bersama dengan pasangannya masing-masing.


"Sebaiknya kamu segera bersiap menemui orang tua Farel, De" ucap Rafael.


"Tapi kak, aku masih bersedih dengan keadaan Jasmine"


"Tidak apa-apa De, kalau kamu memang belum siap, aku akan memberitahu mereka untuk menunda pertemuan kita, bagaimana?"


"Gak usah Rel, Dea tidak akan melakukan hal itu, benar kan De?"


"Iya kak, aku akan bersiap dulu, pinjam kamarnya ya Ren, aku sekalian ganti disini saja, ini sudah malam dan aku harus segera bersiap"


Rena segera mengantar Dea untuk berganti pakaian, Farel tersenyum melihat Dea akhirnya tidak menggagalkan rencananya, dan tak lama kemudian Dea sudah keluar dengan bajunya yang Rapi dan terlihat penampilannya yang anggun dan menawan.


Farel terkesiap dan mendekat ke arah sang kekasih.


"Kau sangat cantik sayang.." bisik lirik Farel dan membuat Dea tersipu.


Keduanya segera berangkat ke restoran mewah yang sudah dipesan oleh kedua orang tua Farel untuk bertemu dengan calon menantu.


Akhirnya pertemuan kedua orang tua Farel dengan Dea terjadi, senyum kebahagiaan terlihat dari kedua orang tua Farel yang tak lain adalah Setya Bramansyah dan Fina Andini. Kini mereka sedang menikmati makan malam lalu membicarakan hal serius tentang pernikahan yang akan segera dilangsungkan.


"Papa dan mama akan segera kembali ke luar negeri Farel, dan kita berencana satu Minggu lagi akan melamar secara resmi ke orang tua Dea, bagaimana menurutmu?" Ucap Setya.


"Iya Pa, aku juga setuju, lalu soal pernikahan nya bagaimana, aku juga ingin secepatnya" jawab Farel.


"Tentu saja, akan kita bicarakan di acara pertunangan nanti, tentunya bersama dengan keluarga Dea juga, iya kan sayang?" Sahut Fina Sabil tersenyum ke arah calon menantunya, Dea pun tersenyum menyetujui pendapat dari calon mertuanya.


"Okey ma, tapi ingat, jangan sampai lebih dari satu bulan, aku sudah gak tahan" ucap Farel sekenanya, dan sontak membuat Dea terkejut dan langsung menginjak kakinya.

__ADS_1


"Aw, sakit De" teriak Farel kesakitan dan membuat kedua orang tuanya tertawa sejenak melihat tingkah konyol anaknya, sementara Dea sudah memberikan sorotan tajam ke arah Farel yang tengah kesakitan.


Perbincangan berjalan dengan lancar dan akhirnya mereka menyudahi acaranya karena malam semakin larut, Farel segera pergi mengantar Dea setelah orang tuanya meninggalkan Restoran menuju ke Rumahnya.


"Ngapain sih kakak tadi gak tau malu banget, aku kan malu kak"


"Malu kenapa sih, aku dah biasa ngomong jujur sama orang tuaku De"


"Ish, kakak ini, keterlaluan, pakek bilang gak tahan, apaan sih"


"Ya emang gak tahan akunya, pengen_"


PLAK


"Aduh, De!, Suka banget bolak-balik mukul calon suami, dosa Lo" teriak Farel.


"Biarin, pikiran Kak Farel itu yang dosa, ngeres mulu dari tadi, aku jadi merinding sendiri bayangin nya"


"Ih, sama dong kalau gitu, kamu juga ngeres otaknya, dasar, sini aku cium" ucap farel sambil usil menarik Dea.


"Gak mau kak, ini dijalan ih, fokus lihat jalannya"


Dan tiba-tiba saja Farel menginjak rem mendadak saat melihat sesuatu yang ditangkap oleh matanya, Dea sangat terkejut dan Ingin memukul kekasihnya namun diurungkan saat Farel menunjukkan seseorang yang ada di seberang jalan.


"Bukannya itu Pak Anton pamannya Jasmine kak?"


"Iya, mau kemana malam-malam begini, mencurigakan sekali" ucap Farel segera menepikan mobilnya dan keduanya kini terus mengamati gerak gerik Anton yang sepertinya sedang menunggu kedatangan seseorang.


Seperti yang diduga oleh Farel, dirinya dan Dea di kejutkan dengan datangnya Smith dan satu orang laki-laki, kemudian berjalan masuk ke sebuah Club malam yang tak jauh dari sana.


Farel dan Dea akhirnya memutuskan untuk masuk kedalam dan berusaha menjaga jarak Aman dari ketiga orang yang sudah duduk bersantai di salah satu ruangan eksklusif yang ada di lantai atas, tak kehilangan akal, Farel dan Dea segera menyewa tempat yang ada di sebelahnya.


Perbincangan mereka pun mulai terdengar oleh Farel dan Dea.


"Jadi apa yang akan kalian lakukan dengan keponakanku Jasmine?" Tanya Anton.


"Aku akan membawanya ke Jepang dan menghilangkan identitasnya secara permanen, tentu saja akan aku jadikan dia tawanan ku sampai dia menyerah dan mau menerimaku sebagai laki-laki satu-satunya dalam hidupnya" ucap Smith sambil menyeringai.


Deg


Farel dan Dea terperanjat mendengar apa yang dikatakan Smith.


**


Apa yang akan terjadi kemudian..tunggu di Episode berikutnya ya Gaes..


Yang masih punya VOTE..Yuk jangan lupa di kasihkan ya..


HADIAH segera di luncurkan dong..


LIKE dan KOMEN setia Author tunggu..

__ADS_1


__ADS_2