AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Makan Siang yang Mendebarkan


__ADS_3

Keesokan paginya seorang Dokter wanita sedang berjalan lunglai hendak masuk ke dalam mobilnya, beberapa kali tarikan nafas panjang terdengar darinya, dan rupanya masalah berat kini sedang di hadapi.


"De?, Are you okay?" Ucap sang kekasih menyapanya.


"Hem, aku mau pulang kerumah Mommy kak, rasanya langkah kakiku berat sekali, pasti Mommy sudah menyiapkan omelan dahsyatnya yang akan menyakitkan telingaku"


"Sabar De, bagaimana kalau aku ikut mengantarkan mu pulang?"


"Ha..!, beneran kak?" tanya Dea


"Ya udah, yok masuk, biar aku hadapi Tante Della nanti" ucap Farel g kemudian langsung menyeret sang kekasih masuk ke dalam mobil mewahnya.


Perjalanan kurang lebih hampir 1,5 jam sampai di rumah Mommy Della, Farel terkejut saat ingin memberitahukan bahwa waktunya untuk turun, dan masuk kedalam rumah. Pasalnya Dea sudah tertidur lelap dalam mobilnya, Farel tidak tega untuk membangunkan kekasihnya yang sangat tampak kelelahan.


Dengan terpaksa dirinya mengangkat tubuh Dea untuk di tidurkan di dalam kamarnya, dan masalahnya Farel harus melewati persetujuan Mommy nya.


Tok tok


Suara ketukan pintu makin jelas telinga Della, hingga kemudian pintu terbuka lebar.


Della sangat terkejut melihat Dea sudah berada di dalam gendongan Farel dengan sangat nyaman.


"Maaf Tante, bisa saya masuk dulu, Dea sedang tertidur dan saya tidak tega membangunkan nya, jadi sekali lagi maaf, saya terpaksa menggendongnya"


Hati Della tiba-tiba saja menghangat melihat Farel yang begitu perhatian terhadap putrinya, hingga kemudian dirinya menyuruh Farel untuk segera masuk dan mengantar ke satu kamar yang disediakan untuk Dea tidur malam ini dirumahnya.


Setelah merebahkan Dea diatas tempat tidur, Farel segera beranjak keluar untuk segera pamit pulang karena hari ini dirinya juga masih sangat lelah setelah dinas malam.


"Saya pamit dulu Tante, saya mohon sama Tante, jangan marahi Dea, semua tumpahkan saja ke saya, saya gak bisa membayangkan Dea meneteskan air matanya, apalagi hanya untuk membela saya"


Della tersentak, ucapan Farel mampu menembus pertahanan egonya yang meragukan hubungan keduanya.


"Duduklah dulu, ada yang mau Tante tanyakan Rel"


Farel hanya tersenyum, mengangguk, lalu mengikuti langkah Dea dan kemudian kini sudah duduk berhadapan dengan Della.


"Gila, kenapa aku jadi grogi gini ya?" Batin Farel yang kemudian segera menenangkan dirinya sendiri.


"Sudah berapa lama kalian melakukan hubungan ini?" Tanya Della.


"Beberapa bulan yang lalu Tante"


"Apa Rafael juga tau dan memberi kalian restu?"


"Iya Tante"


"Baik pulanglah, ini sudah malam"


"Maaf Tante saya ingin kita berbincang lebih serius lagi soal hubungan saya dengan Della, bagaimana kalau saya mengundang Tante nanti malam?"

__ADS_1


"Hem, jangan nanti malam, beri Tante waktu satu minggu, akan Tante pikirkan"


"Baik Tante, terimakasih, sekali lagi saya minta maaf, dan saya mohon jangan memarahi Dea"


"Iya, pergilah, jangan khawatir"


Rafael segera pergi lalu Della kembali ke kamar Des dan duduk di sebelahnya melihat putrinya yang masih tertidur pulas.


"Ya Tuhan, apa yang terjadi denganmu Dea, apa kau benar-benar mencintai Farel?, Apa mungkin dia jodoh yang kau pilih?, Atau kau hanya mencari sosok kakak saja dalam diri farel?" Semua pertanyaan ada dalam batin Della yang terlihat khawatir akan perasaaan anaknya.


**


Satu Minggu kemudian, disebuah pagi yang sangat cerah terlihat Abraham dan istrinya sedang sibuk mempersiapkan acara rapat penting tentang proyek barunya, yang akan di lakukan pagi ini.


"Bagaimana persiapannya yang, sudah selesai?" Tanya Abraham.


"Siap yang"


"Baik, kita akan ke ruangan rapat dan mempersiapkan segalanya disana, aku ingin kali ini pembahasan harus sejelas mungkin dan aku percayakan ke kamu yang"


Jasmine tersenyum dan mengangguk, lalu mereka berdua segera berjalan ke ruangan rapat yang sudah ada beberapa karyawannya yang sudah mempersiapkan segalanya.


Para Kolega yang bekerja sama dan ingin ikut terjun langsung bersama dengan proyek baru Abraham juga sudah datang dan duduk, siap mengikuti acara rapat, tampak juga disana Smith Rodergo yang sudah duduk tenang dan sesekali tersenyum menatap Jasmine.


Saat acara meeting akan di mulai, tiba-tiba salah satu staf mendekat memberi tahu Abraham ada sebuah kabar penting, sesaat setelah Syaf itu membisikkan sesuatu, Abraham terdiam dengan raut wajah yang langsung berubah.


"Ada apa yang?" Tanya Jasmine ikut cemas.


"Innalilahi, kamu urus semuanya saja yang"


"Tapi rapatnya?"


"Aku bisa handle, jangan khawatir, kasian almarhum, bagaimanapun dia orang yang paling berjasa dalam membesarkan mu yang"


"Hem, aku juga berpikir begitu yang, aku ingin memberikan penghormatan dan bakti ku yang terakhir kali, dengan memberikan pemakaman yang layak untuknya"


"Aku tau, pergilah yang"


Kemudian Abraham memeluk istrinya dan mencium pipinya sekejab lalu meminta maaf ke semua orang yang ada diruangan karena tidak bisa memimpin rapat kali ini, dan mewakilkan semuanya ke istrinya Jasmine.


Sementara yang lain bertanya-tanya kenapa Abraham sampai meninggalkan rapat pentingnya, Smith Rodergo tersenyum lebih tidak perduli dan terkesan senang, kini wanita pujaannya tidak ada yang mendampingi.


Jasmine segera memimpin rapat penting dengan Smith Rodergo dan perusahaan lainnya yang ikut bergabung, setelah kepergian suaminya.


Semua pemimpin perusahaan sangat puas dengan penjelasan yang di berikan Jasmine, mereka semua antusias karena kini Jasmine yang membantu memberikan garis besar rancangan proyek yang akan di kembangkan.


Dan tentu saja semua hampir tidak bisa konsentrasi saat Jasmine sudah angkat bicara, pesona dan kecantikan Jasmine yang di balut dengan baju tertutup dan hijabnya memang tampak luar biasa, apalagi saat Jasmine tanpa sengaja tersenyum di tengah dia memberikan penjelasan tentang proyek barunya.


Tak menyia-nyiakan begitu saja, Smith Rodergo menggunakan kesempatan ini untuk terus bersama dengan Jasmine, bahkan duduknya juga berpindah tempat di depan Jasmine, sesaat Jasmine juga terkejut saat tanpa sengaja kaki Smith menyentuh kakinya. Jasmine segera menarik kakinya kalau menggeser sedikit tempat duduknya agar tidak berada tepat di depan Smith.

__ADS_1


"Kenapa aku merasakan tidak enak di hati kalau tuan Smith berada di sekitarku ya?" Batin Jasmine sambil terdiam saat penjelasan tentang proyeknya di lanjutkan oleh anak buahnya yang sangat terlatih.


Akhir dari meeting penting itu sangat memuaskan, semua kolega bisnis percaya dan bahkan ada yang menambah sahamnya untuk proses percepatan proyek yang sedang dilakukan karena mereka sangat percaya akan keberhasilannya di tangan seorang Abraham Hanzel Brian.


"Jadi saya memutuskan akan ikut terjun langsung dalam proyek ini, bagaimana nona Jasmine?" Tanya Smith.


"Baiklah, kami akan sangat berterimakasih atas waktu yang anda berikan untuk ikut bersama kami menjalankan proyek besar ini tuan Smith" jawab Jasmine.


Smith tersenyum dan senang karena mendapatkan kesempatan yang baik untuk bisa terus berada di dekat wanita pujaannya sekaligus siap meluncurkan rencana jahatnya untuk merusak hubungan Jasmine dan suaminya


Diikuti dengan beberapa kolega yang juga ingin ikut terjun langsung dalam pelaksanaan proyek, akhirnya rapat di tutup dan semua bersiap untuk makan siang di tempat yang sudah di booking oleh Abraham sebelumnya.


Jasmine dan semua rombongan langsung meluncur untuk makan siang bersama semua kolega di sebuah restoran, Jasmine sudah mengirim pesan ke Abraham lewat anak buahnya yang kebetulan menyusul Abraham untuk tanda tangan berkas yang disuruh oleh Jasmine.


Smith berusaha memepet Jasmine dengan memberikan tawaran tumpangan mobil mewahnya saat Jasmine berjalan bersama dua pengawalnya menuju mobilnya.


"Ikutlah bersamaku Nona Jasmine, dari pada kamu harus menyetir sendiri mobilmu, disini aku jamin kebijakan h nyaman" ucap Smith.


"Maaf, saya lebih nyaman menyetir mobil pribadi saya sendiri tuan, terimakasih"


Smith hanya tersenyum lalu berlalu begitu saja, dan membuat Jasmine merasa jengah.


Dalam perjamuan makan siang, lagi-lagi Smith Rodergo sudah duduk di dekat Jasmine menikmati makanan nya, Jasmine sangat terkejut dan bergeser menjaga jarak dengan Smith lalu menikmati makan siangnya.


Smith lebih bergeser untuk mendekat lagi sambil mencari alasan untuk meminta bantuan ke Jasmine.


"Bisa minta tolong ambilkan air putih di sebelah anda nona Jasmine?"


Jasmine tersentak dan sedikit bergeser lagi sambil mengambilkan air putih dalam gelas yang ternyata milik Smith dan entah sejak kapan di letakkan di sebelahnya.


"Sialan ini orang, kenapa duduk nya terus berada di sampingku sih, seandainya saja ada Abraham" batin Jasmine sejenak, dan terpaksa membantu Smith.


Kini Jasmine melanjutkan makan setenang mungkin, hingga kemudian Smith mulai bertingkah lagi dengan meminta tolong ke Jasmine untuk mengambilkan sesuatu


"Maaf Nona Jasmine, saya minta tolong untuk_"


"Biar saya yang membantumu, tuan Smith..dan biasakan anda bergeser dari kursi ini, aku ingin duduk di kursi yang kau tempati, apa tuan keberatan?" Sahut seseorang yang sudah ada di belakang Jasmine dan mengagetkan semua orang yang ada disana.


Jasmine tersenyum lega saat melihat sosok laki-laki yang sudah ada di sampingnya, dengan kedatangan nya, Jasmine merasa sudah ada yang melindunginya kembali.


Siapakah laki-laki ini gaes..?? mari kita tebak bersama-sama..dan yang makin penasaran, ikuti terus kisahnya di episode selanjutnya..


KOMEN dahsyatnya jangan lupa gaes..


Kiriman HADIAHnya dong..


Lanjut VOTE kalau punya yaa...


LIKE segera di tekan biar gak lupa lalu

__ADS_1


Author akan semangat kembali menulis lanjutan Novel ini..


__ADS_2