
Abraham menatap Rafael meminta pertimbangan dan sahabatnya itu akhirnya mengangguk tanda setuju dengan pendapat Jasmine dan ayahnya.
"Baiklah, aku akan menghubungi seseorang menyiapkan kabar tentang klarifikasi yang akan kita lakukan di media" ucap Rafael kemudian segera pergi dari ruangan itu untuk kembali ke perusahannya.
Sesuai dugaan semuanya, akhirnya video pernikahan Jasmine yang di edit sedemikian rupa telah beredar di pemberitaan semua stasiun Televisi, Abraham segera memeluk Jasmine untuk saling menguatkan, Rahmad juga benar-benar di buat geram dengan kabar yang beredar.
Sementara itu Rafael segera masuk ke dalam ruangan dan mendapati asistennya yang tak lain adalah Rena sedang terbengong melihat tayangan televisi yang kebetulan ada di depan ruangannya.
"Apa yang kamu lakukan?"
"Oh, maaf pak, saya gak sengaja melihat video berita tentang tuan Abraham, dan perempuan itu bukannya Jasmine?"
"Kau sudah menyadarinya?"
"Jadi Jasmine itu, anak dari pemilik perusahaan Nugraha Company, dan merebut Tuan Abra dari istrinya?, Ini tidak mungkin kan pak Rafael?"
"Itu tidak benar"
"Alhamdulillah, ya Alloh, aku sudah takut banget, aku yakin Jasmine bukan wanita seperti itu"
"Sudahlah, ayo ikut aku, bantu aku menyiapkan konferensi pers besok"
"Oh iya pak, siap!"
Keduanya segera keluar dan masuk ke dalam mobil, sesaat kemudian keduanya sudah berada di dalam gedung hotel yang sudah di sewa untuk acara besok, Rena segera mengirimkan undangan ke beberapa media masa terpesat dan terpopuler, Rafael sibuk melihat persiapan di dalam gedung dan memastikan semuanya aman.
Hingga tak terasa hari sudah gelap, dan semuanya telah siap
"Ya Tuhan, capek sekali" ucap Rafael sambil duduk di bawah sambil meluruskan kakinya.
"Ini pak, saya belikan minuman teh hangat madu, di jamin enak dan seger" ucap Rena, kemudian memberikan minumannya.
"Emh, enak, makasih ya" ucap Rafael.
"Sama-sama pak, bapak pasti capek banget ya, dari tadi mondar-mandir ngurus semuanya"
"Sudah biasa"
"Oh iya, saya belum cerita kalau saya sebenarnya tinggal sama kekasih bapak lo" ucap Rena sambil tersenyum tanpa dosa, sedangkan Rafael sampai tersedak mendengar perkataan dirinya.
"Kekasih ku?"
"Iya pak, udah gak usah malu pak, Dea itu orangnya baik, cantik, dokter pula, sempurna buat bapak deh pokoknya"
"Dea??" Ucap Rafael terkejut.
"Iya pak, dokter Revana Deandra Prayuda, saya lihat foto bapak memeluk mesra Dea, kalian sangat serasi, bahkan wajahnya hampir sama, katanya itu jodoh lo pak"
"Oh, jadi gitu, kamu juga mirip denganku lo, berarti kita jodoh ni?"
"Hah, apaan sih pak, mana ada mirip, jauh lah, bapak bintang di langit saya mah butiran debu di bumi"
Rafael terkekeh mendengar perkataan Asisten cantiknya, yang terdengar sok puitis tapi lucu baginya.
"Jadi Dea sendiri yang bilang aku ini kekasihnya?"
"Iya lah pak, katanya anda itu bukan hanya kekasih, tapi lebih dari segalanya untuknya, jadi bapak jangan macam-macam, harus bersyukur ada yang mencintai bapak sebesar itu"
"Masak sih?" Ucap Rafael yang kemudian tertawa sekeras-kerasnya, melihat kekonyolan Rena yang tidak tau hubungannya dengan dokter wanita yang bernama Dea.
"Eh, pak Rafael ngapain tertawa keras, di bilangin serius malah ngakak gitu, ini gak lucu pak, awas saja kalau bapak sampai selingkuh, saya yang akan ikutan menghajar bapak, gak terima saya pak"
"Bener?"
"Ya iya lah pak, coba saja kalau berani, saya orang paling depan yang akan bela Dea kalau bapak menyakitinya, dia teman baik saya pak!"
__ADS_1
"Kalau selingkuhnya sama kamu?"
"Ih najis, apaan sih pak, jangan harap ya, biar saya wanita miskin harta, tapi saya kaya harga diri, enak saja mau selingkuh sama saya, gak akan!!"
Rafael makin tertawa melihat tingkah dan kekonyolan asistennya lagi, hingga sukses membuat perutnya sampai kram. Dan kemudian meringis menahan nyeri.
"Noh, sukurin, mangkanya kalau ada orang bicara serius dengerin, jangan malah di ketawain, kualat tu!!" Ucap Rena sambil pergi gitu aja.
"Eh, Rena!, bukan Bantuin, malah pergi" teriak Rafael nyengir menahan sakit sambil berjalan menyusul Asistennya yang sudah menunggu di mobil.
*
Ditempat lain, Kartika tengah mengamuk dan mengumpat Agung yang tidak bisa di hubungi sama sekali.
"Dasar sialan kau Agung, brengsek!, Sudah aku bilang untuk menjaga rahasia pernikahan mereka, sekarang malah mengumbarnya, awas kau bajingan!!" Teriak Kartika di depan Apartemen Agung.
Dan saat itulah orang di carinya, tiba-tiba muncul, merasa sudah tidak bisa membendung emosinya Kartika langsung berjalan cepat menghampiri Agung dan
PLAK
"Brengsek kau Kartika, kenapa kau menamparku ha!!" Teriak Agung tidak terima.
"Aku sudah bilang padamu, hancurkan mereka diam-diam, kenapa kau malah membuat keributan seperti ini ha!!" Teriak Kartika.
"Terserah aku mau seperti apa, itu bukan urusanmu!!"
"Tentu saja ini urusanku brengsek, kau kira Abraham akan diam saja, dia akan menyelidiki hal ini dan aku akan ikut terbawa, lalu apa kau tau yang akan terjadi kalau sampai Abraham tau aku yang membeberkan semua masalah pernikahannya?, Dia akan menyeret ku ke penjara bang*sat!!"
"Itu urusanmu, dan aku tidak mau tau!" Ucap Agung.
"Sialan kau Agung, jangan berani kau melibatkan ku lagi dalam hal ini, aku akan membuat perhitungan denganmu!" Teriak kartika semakin emosi.
"Diam!!, Pergi dari sini!" Bentak Agung mengusir Kartika, lalu kemudian masuk kedalam Apartemen dan membanting pintunya sebelum akhirnya menguncinya kembali.
Kartika menangis sejadi-jadinya, hatinya merasa sakit dan remuk redam saat Agung dengan tidak berperasaan menghina dan mengusirnya, tak lama kemudian dirinya berdiri lalu melangkah pergi meninggalkan kawasan Apartemen yang ditempati oleh Agung.
*
"Sebaiknya aku temani yang, untuk saat ini sebaiknya kurangi keluar di tempat umum, apalagi berjalan sendirian" ucap Abraham.
"Nggak papa yang, aku cuma sebentar, ayo kalau mau ikut"
Abraham segera keluar dari mobilnya, mendampingi Jasmine berjalan masuk menuju minimarket, Abraham tampak bingung dengan apa yang akan dilakukan disana, hingga Jasmine tertawa kecil.
"Yang, gak pernah belanja di minimarket?"
"Nggak yang, lama aku gak pernah masuk ke mini market, memangnya apa yang akan kamu beli?" Tanya Abraham sambil setia mengikuti langkah istrinya.
"Nah, ini ketemu yang, yok kita ke kasir" ucap Jasmine, lalu menggandeng suaminya untuk melangkah.
"Tunggu, kamu datang bulan?"
"Memang kenapa, wajar kan, aku ini wanita yang" jawab Jasmine.
"What!, Aku harus libur ini?, Oh my God" ucap Abraham.
Jasmine tertawa melihat ekspresi suaminya, dia sengaja membeli pembalut sebenarnya hanya untuk persiapan saja, tapi Abraham menyangka Jasmine sudah mengalaminya.
Hingga keduanya kini sudah mengantri di depan kasir, Jasmine tiba-tiba saja melihat sebuah berita tentang dirinya di sana, dan semua orang yang melihatnya langsung berspekulasi negatif dengan berita yang ada, bahkan foto wajah Jasmine terpampang besar di layar berita, sontak Abraham yang menyadari hal itu langsung mengeratkan pelukannya dari belakang.
"Yang, kau tidak apa-apa?"
"Aku baik-baik saja yang, kita kan pakek masker, mereka tidak akan mengenali kita, tenanglah" ucap Jasmine sambil menepuk tangan Abraham yang melingkar di pinggangnya.
Banyak pasang mata yang melihat kemesraan mereka berdua sampai merasa iri, hingga ada beberapa yang tersenyum ke arah mereka untuk menyapa.
__ADS_1
"Senangnya belanja bisa di temani pasangan ya non" ucap salah satu wanita yang mengantri.
"Alhamdulillah buk, kebetulan bisa mengantar" jawab Jasmine dengan sopan.
"Tapi anda suaminya kan, bukan seperti yang di beritakan itu, hati-hati tuan, sekarang ini banyak wanita nekat merebut suami orang demi uang dan kekuasaan, nanti ujung-ujungnya akan di jebak dan terpaksa sampai harus menikahinya, kelar dah urusan, sama kayak kasus yang lagi heboh antara pengusaha ternama Abraham Hanzel Brian dan perempuan gatel Jasmine Agatha Nugraha, nona melihatnya kan tadi?"
"Iya Bu" ucap Jasmine tenang, sementara tangan Abraham di pegang erat oleh Jasmine takut akan melakukan sesuatu yang buruk.
"Aku ingin sekali merobek mulut wanita ini yang" bisik Abraham ke Jasmine.
"Jangan berulah, diam dan dengarkan saja pendapat mereka yang" jawab Jasmine lirih.
Setelah membayar semua belanjanya, Abraham berjalan cepat masuk ke dalam mobilnya begitu juga dengan Jasmine. Sementara Abraham berusaha mengontrol emosinya dengan semua hinaan dan sumpah serapah dari orang-orang yang mendengar kabar soal dirinya, justru Jasmine tersenyum lalu membuka buku catatan kecilnya dari dalam tas dan menuliskan sesuatu di sana.
Abraham keheranan melihat Jasmine terlihat masih begitu tenang.
"Yang..heran, kamu itu lagi ngapain, gak panas nih hati kamu dengar omongan mereka?" Tanya Abraham.
"Panas lah, sakit hati juga"
"Beneran?, kok kamu santai gitu" tanya Abraham penasaran.
"Bukan santai yang, memangnya aku mau apa, mau bunuh mereka semua, mana mungkin, sekarang lebih baik fokus untuk memikirkan bagaimana cara membalikkan spekulasi negatif masyarakat tentang kita"
"Caranya?"
"Melihat apa yang ada dalam pemikiran mereka yang" jawab Jasmine
"Bagaimana bisa?"
"Bisa lah, nih lihat" ucap Jasmine sambil memberikan buku catatan kecilnya, "ini semua tentang opini negatif mereka tadi saat ngomongin kita, semua aku catat untuk referensi jumpa pers besok, bagaimana tuan Abraham Hanzel Brian?"
Abraham terkejut saat melihat catatan yang di berikan Jasmine, di sana tertulis banyak apa saja yang perlu di luruskan dan di klarifikasi besok saat di lakukan jumpa pers, dalam hatinya Abraham semakin takjub dengan kecerdasan istri tercintanya.
"Wow, kau hebat sekali Nyonya Abraham"
"Tentu saja, seorang Jasmine Agatha Nugraha tidak akan mudah tertindas, dia wanita kuat yang akan memperjuangkan Cinta, keluarga dan orang-orang yang di sayangi nya"
Abraham tersenyum, lalu segera menarik Jasmine dan memeluknya, di usap lembut wajah istrinya dengan tatapan penuh cinta.
"Terimakasih sayang, Kamu adalah satu-satunya wanitaku, Selamanya"
Bibir Abraham menyapu lembut bibir istrinya, hingga kemudian berlanjut dengan ciuman panas yang saling *******, menggigit dan lidah yang membelit. Entah beberapa lama hingga tanpa terasa kini Jasmine sudah berada di pangkuan Abraham dan mereka masih berada di dalam mobil.
Jasmine tersentak saat Abraham sepertinya meminta lebih dengan memasukkan tangannya yang kini sudah aktif di atas bukit kembarnya.
"Stop yang, ini di mobil" ucap Jasmine.
**
Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 87-90
Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.9
Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE