
Dua tahun berlalu, dan kerjasama dengan Elmas Company masih terus berjalan, seiring berjalanya waktu kini Abraham menduduki 20 besar pengusaha sukses di dunia.
Nama Elife dan Derya tak pernah lepas dari pembahasan tentang bisnis saat berbicara dengan Jasmine dan Rena, terkadang membuat kedua wanita itu sedikit merasa tidak nyaman karenanya, keputusan Jasmine dan Rena untuk fokus mengurus anaknya tidak mungkin lagi membuat mereka bekerja di samping suaminya, sampai suatu saat nanti mereka akan siap kembali menemani pasangannya dalam menjalankan bisnis.
**
Pagi hari selalu istimewa bagi Rena setelah kehadiran buah hatinya yang umurnya hanya terpaut 3 bulan di bawah usia Si mungil Brian Alex Nugraha, dan lebih tepatnya si cantik Raneta Dita Prayuda tumbuh dengan baik dan sehat di bawah pengawasan langsung sang Bunda.
Rena membuka pintu depan Rumah mewahnya yang di belikan oleh suami tercinta sebagai hadiah dari kelahiran putri cantiknya ke dunia, apalagi Abraham telah memberikan hak perusahaan Vian Company kepada Rafael untuk di miliki secara penuh.
Terlihat Kotak hitam terbungkus rapi di depan pintu, Rena menoleh ke kanan dan kiri tidak menemukan siapapun untuk di tanya, pak satpam dan beberapa pengawal rupanya sedang berkeliling untuk memeriksa sekitar rumah seperti biasanya.
"Paketan apa ini?" Gumam Rena lalu membawanya masuk dan duduk untuk membuka isi paketan yang membuatnya makin penasaran.
Perlahan paketan terbuka, tangan Rena terus menyusuri untuk melihat apa isi didalamnya, hingga beberapa lembaran foto membuat tubuhnya yang semula sejuk terkena udara pagi langsung memanas seketika.
Rena masih terus mengamati foto itu satu persatu, dimana gambar sang suami terlihat jelas sedang duduk bersama dengan seorang wanita cantik berhijab dan tidak pernah lepas dengan senyumannya, bahkan beberapa foto terlihat Rafael berjarak sangat dekat, dari arah belakang mereka seperti sedang berpegangan tangan.
"Sialan, brengsek kau Rafael, jadi ini yang kau lakukan selama aku tidak ikut ke perusahaan?" Batin Rena yang langsung marah seketika.
Selembar kertas menjelaskan bahwa wanita cantik seperti dalam foto itu tidak akan mungkin di lepaskan oleh Rafael karena dia adalah wanita karier dengan memiliki tambang kekayaan dan kekuasaan yang ada di perusahaan Elmas Company.
Tangan Rena semakin tergetar, pikirannya langsung tertuju pada dua bersaudara yang sering di ceritakan oleh Rafael di tengah-tengah perbincangan dengannya saat bercerita soal bisnis.
"Jadi wanita ini Derya Guliya Elmas, kurang ajar sekali wanita ini, jangan harap bisa menggunakan kekuasaannya untuk merebut suamiku" ucap lirih Rena yang kini tengah di kuasai oleh amarahnya.
Sama halnya yang tengah terjadi dengan Jasmine, seorang pengawal di rumahnya menyampaikan sebuah paket untuknya, Jasmine mengira itu mungkin hadiah dari seseorang relasi bisnis yang kadang sering dia dapatkan ketika mereka sehabis melakukan perjalanan di luar negeri.
Jasmine masih melanjutkan membantu Alex memakai pakaiannya, kemudian mengajaknya untuk turun ke bawah bersiap melakukan aktifitas yang lain dihalaman belakang, Alex tampak gembira bermain dengan Mbok Darmi dan dirinyapun akhirnya menyempatkan untuk membuka paket yang tergeletak di atas meja.
Jasmine membelalakkan mata terkejut saat melihat setumpuk foto-foto yang terkesan sangat mesra dimana sang suami bersama dengan seorang wanita yang bisa di pastikan itu adalah Elife Fusun Elmas, karena Jasmine sebelumnya pernah melihat wajahnya di beberapa media saat di lakukan wawancara.
"Apa ini?, Mungkinkah Abraham?, Tidak mungkin!" Ucap lirih Jasmine.
Sebentar kemudian dirinya membereskan semua foto dan menyimpannya kembali ke dalam kotak, pikiran Jasmine masih berputar di sana, sebagai seorang istri tentunya rasa khawatir dan curiga tetap ada walaupun sedikit, apalagi kini dirinya tidak aktif lagi dalam menjalankan perusahaan.
**
Kebetulan sekali hari ini Abraham dan Rafael mendapatkan kabar bahwa Elife dan Derya singgah ke Indonesia, untuk menghormati kedua wanita yang sudah banyak membantu dirinya dalam dunia bisnis, Abraham mengajak Rafael untuk menyambut kedatangannya di bandara.
Tepat sebelum kedatangan pemilik perusahaan Elmas Company, Abraham dan Rafael sudah ada di bandara, Elife dan Derya tersenyum saat melihat dua sahabat bisnisnya ternyata sudah menyambut kedatangannya.
"Jadi kalian akan tinggal dimana?" Tanya Abraham.
"Tenang saja, untuk hari ini, kami ingin langsung mampir ke perusahaan pusat Nugraha Company, aku sangat penasaran" ucap Elife.
__ADS_1
Akhirnya semuanya menuju ke Nugraha Company hari itu juga, tentunya suatu kehormatan bagi Abraham karena mereka berdua mau mampir ke perusahaannya saat ini, baik Abraham dan Rafael juga memberikan kabar kepada gan masing-masing tentang hal ini.
Rena yang di kepalanya sudah terisi hal negatif, semakin murka saat mendengar suaminya memberikan sambutan hangat untuk salah satu wanita pemilik Elmas Company yang kebetulan sekarang ada di perusahaan Vian Company.
Secepat kilat Rena segera berganti pakaian dan menitipkan buah hatinya ke baby sitter yang biasa membantunya. Dirinya segera melesat mengemudikan mobil pergi ke perusahaan untuk menanyakan kenyataan yang sebenarnya beserta bukti foto yang sudah di bawanya.
Setiba di perusahaan, Rena langsung masuk begitu saja dengan langkah cepat menuju ke ruang kerja Suaminya, beberapa pegawai sangat terkejut dengan kedatangan Rena yang tiba-tiba.
Sekretaris Rafael langsung berdiri dan mempersilahkan Rena masuk ke ruangan Rafael tanpa bisa menjelaskan apapun karena Rena sudah menggapai pintu dan membuka perlahan.
"Maaf kalau saya mengganggu" ucap Rena dan tentu saja mengejutkan dua orang yang sedang berbincang.
"Yang, ada apa kamu_"
"Kenapa, aku hanya singgah sebentar untuk meminta penjelasan tentang ini semua, mumpung ada Nona Derya bukan?!"
BRAK
Setumpuk foto kebersamaan suaminya dan wanita yang kini tengah di ruangan itu terlempar di meja dan sangat mengejutkan Rafael.
"Yang apa ini, jaga sikapmu, ada tamu disini, semua bisa kita bicarakan baik-baik" ucap Rafael yang mulai emosi dengan sikap Rena yang membuatnya kecewa.
"Sudah lah tidak apa-apa, jadi anda nyonya Rafael, perkenalkan saya Derya, dan kami hanya partner bisnis saja, tidak lebih" ucap Derya dan kemudian mengamati foto-foto tentang diri ya yang ada di atas meja.
"Yang!!" Sahut Rafael.
"Tentu saja, saya jamin itu semua hanya rekayasa, permisi, saya sebaiknya pergi dulu, aku akan datang kerumah kalian dengan bukti bahwa semua itu tidak benar, maaf kalau kedatangan saya menambah masalah dalam keluarga kalian" ucap Derya dengan wajah kecewa.
"Nona Derya tunggu, saya yang meminta maaf atas sikap istri saya" ucap Rafael.
Derya hanya tersenyum dan berlalu pergi begitu saja, sementara Rena masih dengan wajah murkanya kini terdiam duduk di ruang kerja Suaminya.
"Apa kau sudah tidak bisa berpikir jernih yang, mana mungkin aku mengkhianati mu, aku bahkan menceritakan segalanya padamu setiap hari" ucap Rafael.
"Lalu ini apa?!"
"Yang, itu hanya sebuah foto yang bisa saja di rekayasa dengan mudah, kau tau kan kita sekarang seperti apa, banyak orang yang tidak suka dengan kesuksesan dan berusaha menghancurkan ku, tidak bisakah kau berpikir sampai sana!"
Deg
Rena merasa sangat tertampar dengan perkataan suaminya, dia baru menyadari kesalahan yang sudah di buatnya, Rena terdiam lalu menangis, Rafael segera mendekat dan memeluknya dengan erat.
"Aku sangat mencintaimu yang, dan perasaan itu masih sama bahkan bertambah besar dengan hadirnya buah hati kita, mana mungkin aku mengkhianati mu, lihatlah sekarang, bahkan Derya akan mencari bukti tidak bersalahnya dan mendatangi rumah kita"
"Aku menyesal yang, kenapa aku jadi tidak bisa berpikir logis lagi seperti dulu" ucap Rena.
__ADS_1
"Sudah, sebaik nya tenangkan dirimu dulu, dan kita selidiki hal ini, sepertinya ada seseorang yang sengaja ingin menghancurkan kita" ucap Rafael masih memeluk istrinya sambil mengusap punggungnya dengan lembut.
Rafael berusaha menghubungi Derya atas permintaan Rena, dirinya ingin bertemu dan meminta maaf atas apa yang sudah terjadi, belum juga mereka berhasil menghubungi Derya, keduanya di kejutkan dengan berita di media tentang Rumor kedekatan Rafael dengan Derya.
Bukan hanya itu, lebih menggemparkan lagi saat berita selanjutnya di sambung dengan munculnya berita Skandal hubungan Pemilik perusahaan besar Nugraha Company dan Elmas Company yang tak lain adalah Abraham dan Elife, di lengkapi dengan foto-foto kedekatan mereka.
**
Sementara itu Dea yang baru saja tiba di sebuah Mansion bersama dengan suaminya terkejut melihat sang pemilik Mansion sudah rapi bersiap mau keluar, Dea segera menyapa Jasmine, begitu juga Farel yang ada di belakangnya.
Jasmine sangat senang melihat kedatangan Dea ke Mansionnya, apalagi melihat wajah berseri Dea dengan tubuh montoknya karena tengah hamil 5 bulan, Dea juga mengatakan kalau dirinya merindukan Alex kecil yang menggemaskan.
Kini semua sudah berkumpul di ruang tengah, Dea seperti biasa ikut bermain bersama dengan Alex bersama dengan Jasmine, Farel yang sudah terbiasa berada di mansion Abraham menyalakan Televisi sambil menikmati hidangan yang sudah di sediakan.
"Jadi kau ingin ke tempat Abraham Jas?" Ucap Dea, yang di persilahkan masuk oleh Jasmine ke dalam Mansion.
"Iya, ada urusan penting yang ingin aku bicarakan" ucap Jasmine.
"Ya sudah, sebaiknya aku pamit saja dulu, lain kali kita mampir lagi" ucap Dea.
"Nggak perlu keburu, santai dulu, kasian si kecil yang ada di perut kamu, katanya lagi pengen ketemu Alex, iya kan dek?" Ucap Jasmine sambil mengelus perut Dea yang mulai kelihatan besar.
Acara di ruang tengah begitu rame, apalagi Alex yang mengoceh dan bermain di temani Dea dan Jasmine, wajahnya lucunya semakin membuat gemas, hingga beberapa kali Farel mencubit pipinya hingga Alex merengut kesal.
Tak lama kemudian sebuah berita mengagetkan Farel, karena menyangkut Scandal hubungan kedua sahabatnya dengan Pemilik perusahaan Elmas Company, mbok Darmi segera mengalihkan Alex bermain di tempat lain.
"Kau tau masalah ini Jas?" Ucap Dea yang masih sangat terkejut melihat berita di media.
"Tidak, baru saja aku melihat hal ini" jawab Jasmine yang juga merasa terkejut.
"Sebaiknya segera selesai kan masalah ini Jas, aku yakin, Abraham dan Rafael tidak mungkin melakukan hal gila seperti ini" sahut Farel.
"Iya, itu juga alasan kenapa aku ingin ketempat Abraham hari ini, aku dengar mereka juga sedang berkunjung ke tempat Abraham"
"Maksudnya wanita pemilik perusahan Elmas Company itu?" Tanya Dea.
Jasmine mengangguk dan masih berusaha menenangkan dirinya, akhirnya Dea dan Rafael segera pamit dan menyarankan Jasmine segera berangkat ke perusahaan suaminya untuk menyelesaikan masalah yang sedang terjadi.
**
Mohon maaf, Author beberapa hari ini belum bisa fokus menulis karena sedikit terganggu kesehatannya, di tambah banyaknya pekerjaan di dunia nyata.
Yang menunggu Cerita Alfaro dan Kirana, di pastikan Rilis kok, Tenang dulu ya.. Author fokus dulu menyelesaikan Novel ini dulu.
Terimakasih semua dukungannya, di Akhir Episode hadiah segera meluncur..jangan lupa kasih dukungan terus ya..VOTE, HADIAH,LIKE dan KOMEN.
__ADS_1