
Malam yang lumayan dingin untuk berjalan keluar menghadiri undangan makan malam bersama Farel dan keluarga Rafael, dalam perjalanan menuju ke sebuah Restoran, Jasmine menanyakan proses pemakaman ayah angkat suaminya, Abraham menjelaskan sudah memakamkan dengan layak sang ayah, juga melakukan selamatan di tempat saudara jauhnya yang kebetulan bisa hadir di pemakaman kemarin.
"Bagaimana keadaan Kartika sekarang yang?"
"Entahlah, dia menolak pengobatan Kanker yang akan di berikan padanya, dan aku dengar fisiknya semakin melemah, dia masih di rawat di Rumah sakit juga yang"
"Astagfirullah..semoga Kartika di berikan kekuatan dan kesabaran yang"
Abraham memeluk istrinya dengan erat saat mengingat apa yang sudah terjadi dengan keluarga angkatnya.
"Semoga kita selalu dalam lindungannya yang, sehat dan tidak kekurangan sesuatu apapun" ucap Abraham.
"Amin..iya yang"
Tak berapa lama mereka pun tiba di tempat yang dituju, rupanya disana sudah hadir semua, Rena dan Dea berjalan cepat menghampiri Jasmine yang hampir sampai di meja makan, sedangkan Della tidak berkedip menatap kecantikan Jasmine yang terpancar nyata, hingga membuat Jasmine sedikit kikuk.
"Assalamualaikum Tante, saya Jasmine istri Abraham" ucap Jasmine dan Della masih terdiam menatap Jasmine, hingga Dea segera menyadarkan Mommy nya.
"Mom, hei, Mom!" Teriak Dea sambil menyenggol lengan sang Mommy.
"Iya, eh, apa De, gimana?" Ucap Della gugup.
"Disapa sama Jasmine Mom, diam aja, ini Jasmine istri kak Abraham" ucap Dea jengah.
"Oh iya, saya Della Mommy nya Dea dan Rafael"
"Iya Tante, saya Jasmine"
Jasmine bersalaman dengan Della, mencium tangannya dan kemudian memeluknya sebentar, Della terkejut mendapati perlakuan yang begitu hangat dari Jasmine, hingga dirinya tersenyum sambil mengacungkan jempol ke Abraham.
Abraham terkekeh sebentar lalu duduk dan ikut bergantian menyalami Della.
"Alhamdulillah, Mommy ikut lega kalian semua berteman" ucap Della.
"Dan Jasmine, mohon bimbingan Dea ya, ajari caranya berlaku hangat dan lemah lembut kayak kamu"
"Ya elah Mom, itu tampang Jasmine doang yang lemah lembut, kenyataanya juga suka gelut, malah lebih parah ketimbang aku, ya nggak Jas?"
"Ha!, Masak sih, kau juga mempelajari ilmu bela diri Jas?" Tanya Della.
"Kebetulan iya Tante, hanya untuk menjaga diri saja" sahut Jasmine.
Sementara Della semakin takjub tak percaya.
"Masak iya, wanita secantik ini dengan ilmu bela diri dan jago gelut" batin Della masih tak percaya.
"Dia Tidak seperti yang Tante Della lihat, jangan tertipu dengan tampangnya" ucap Abraham.
"Yang..!, dasar kau ini!" Sahut Jasmine.
Abraham terkekeh melihat wajah mengancam dari istrinya, di susul dengan suara tawa dari semua yang hadir di sana, hingga kemudian pembicaraan serius dari Farel kini membuat semua terdiam.
"Jadi secara Resmi saya ingin melamar Revana Deandra Prayuda untuk saya jadikan pendamping hidup saya, Apa Tante Della merestuinya?"
"Bukan aku tidak merestui Rel, tapi apa kalian sudah mantap, ini bukan hanya cinta seorang kakak terhadap adiknya?, Begitu juga sebaliknya De?" Jawab Della.
"Mom, aku yakin mencintai Kak Farel bukan sebagai kakak, tapi lebih dari itu"
"Saya juga Tante, saya yakin ini perasaaan cinta tulus saya ke Dea sebagai wanita yang ingin saya jadikan pasangan hidupku" sahut Farel meyakinkan.
"Bagaimana kalau Tante Della memberi kesempatan mereka dan merestui hubungannya, aku rasa mereka tidak akan mengecewakan Tante, bukankah Tante mengenal Farel dari dulu?" Ucap Abraham dan membuat Della menghela nafas.
"Baiklah, aku memberi kesempatan kalian bertunangan, tapi untuk menikah, tunggu Rafael menikah, aku gak mau Dea menikah lebih dulu, kau setuju Farel?" Ucap Della.
"Apa?, Kok bisa gitu sih Tante, saya serius ingin menikahi Dea Tante, Tolonglah?!"
__ADS_1
"Kau ini, memang kapan kau ingin menikahi Dea?" Tanya Della penasaran.
"Besok!"
"Uhuk uhuk"
Della, Dea dan Rena langsung tersedak bersamaan karena kaget.
"Byur.." Rafael langsung menyemburkan airnya saat minum, saking kagetnya.
Beruntung Abraham dan Jasmani masih dalam kondisi aman dalam keterkejutannya.
Farel langsung mengambilkan air minum Della dan juga Dea, sedangkan Abraham mengambilkan minum untuk Rafael dengan muka jengkelnya, begitu juga Jasmine yang mengambilkan air untuk Rena.
"Kau pikir nikah itu kayak orang beli makanan, di pesan langsung jadi, dasar!, Lama-lama pengen aku banting saja kamu itu Rel!" Ucap Rafael kesal.
"Ya kan pertanyannya kapan mau nikahi Dea?, Ya pengen ku sih besok, tapi kalau gak mungkin yang diundur saja sesuai kesepakatan.
"Kamu apaan sih Kak Farel, bikin aku jantungan saja deh, main nikah aja, aku juga butuh persiapan kak" sahut Dea disambut dengan senyuman manis dari kekasihnya.
"untung saja, jantungku gak lompat saking kagetnya aku El, dasar Farel!" Ucap Rena menahan kesal.
Sedangkan Jasmine dan Abraham masih senyum-senyum memikirkan tingkah konyol Farel yang seenaknya saja ngomongnya.
"Ya sudah, begini saja, kalian silahkan bertunangan, Mommy Restui, tapi untuk pernikahan, Mommy ada syarat, yaitu harus setelah Kakakmu Rafael menikah, titik, tidak bisa di ganggu gugat" ucap Della kemudian.
Rafael tertawa lirih melihat ekspresi jengkel dari sahabatnya.
Acara makan malam dan perbincangan serius sudah selesai, hingga tepat pukul 9 malam semuanya segera pulang ke tempatnya masing-masing, begitu juga Abraham dan Jasmine yang kini sudah ada dalam mobilnya.
"Wah, gila ya yang si Farel, main tembak saja, Sampek buat semua orang terkejut gitu, terutama Tante Della dan Rafael" Ucap Jasmine.
"Dasar Farel, sukses membuat aku juga sangat terkejut"
"Tapi keren lo yang, Farel, gentle banget kan..langsung jleb!" Ucap Jasmine yang tanpa sadar kata-katanya terlalu Absurt dan sukses membuat Abraham sedikit Traveling.
"Ish, aku lagi ngomongin Farel yang, bukan kamu, ngapain jadi di banding bandingin gitu" sahut Jasmine.
"Yang bandingkan itu siapa, aku hanya ingin menyadarkan istriku untuk tidak memuji laki-laki lain di hadapanku, aku gak suka!" Ucap Abraham, dan Jasmine baru menyadari kalau suaminya sedang cemburu.
"Hehe.. sorry yang, gak sengaja, tentu saja bagi Jasmine Agatha Nugraha hanya Abraham Hanzel Brian yang yang paling keren..Dan.._?"
"Apa?" Sahut Abraham.
"Se*ksi dan H"ot!" Bisik Jasmine lirih di telinga Abraham, dan seketika itu juga Abraham langsung menyambar wajah istrinya lalu mencium, melu*mat dan membelit kan lidahnya ke dalam mulut istrinya, tanpa peduli lagi dengan sang sopir yang hampir saja kehilangan kendali sejenak, saking terkejut saat tanpa sengaja melihat aksi majikannya dari kaca mobil.
Jasmine berusaha melepaskan ciumannya, namun Abraham terus menahan dan tidak membiarkan sang istri lepas dari ciuman panas dan kenakalan tangannya begitu saja.
Hingga kemudian setiba di Mansion, Abraham langsung menggendong istrinya dengan melakukan Ciuman panasnya, kebetulan juga hari sudah larut, hingga mbok Darmi juga sudah beristirahat.
"Yang..emh..tunggu,..!" Ucap lirih Jasmine berusaha menahan ciuman Abraham, tapi percuma saja, hingga tiba di ruang tengah, Abraham tidak tahan lagi dan merebahkan istrinya di atas sofa depan Tv.
Dengan gerakan cepat, Abraham mematikan semua lampu di ruangan Itu hingga suasana menjadi temaram, Abraham meremas kedua bukit kembar istrinya hingga Jasmine merin*tih merasakan kenik*matan yang luar biasa.
"Yang..ohh, kita akan melakukan disini?"
"Hem" ucap Abraham yang langsung membuat tubuh sang istri sudah menegang di atas sofa.
Kini Abraham sudah mengungkung sang istri, dengan gerakan cepat, diapun segera menyibak baju bagian bawah istrinya, perlahan menyusuri bagian bawah lalu mengusap lembut bagian intim yang sudah terasa lembab.
Desa*han Jasmine semakin terdengar oleh Abraham, tak tinggal diam, Abraham segera membebaskan pusakanya, lalu dengan sekali hentakan berhasil melesak dengan sempurna, kali ini keduanya melakukan penyatuan dengan pakaian yang sebagian masih menempel di tubuhnya.
"Aaah!"
Teriak Jasmine saat menerima sesuatu yang kini sudah penuh sesak di dalam dirinya.
__ADS_1
"Sakit yang?" Tanya Abraham sejenak, saat mendengar teriakan sang istri, Jasmine menggeleng sambil berusaha mengatur nafasnya karena kenikmatan yang luar biasa dia rasakan.
Abraham tersenyum lalu memasukkan miliknya semakin dalam, membuat goncangan di tubuh Jasmani saat berulang kali membuat sang pusaka keluar masuk kedalam intimnya.
Sekali tarikan kini hijab Jasmine terbang entah kemana, di tahan pang*gul sang istri untuk memperdalam masuknya sang pusaka, gunung kembar Jasmine yang sudah terekspos sempurna di ***** dan sesekali digigit hingga membuatnya semakin menjerit.
"Yang..sshh..aku_"
Abraham mengerti dengan kode yang di berikan oleh sang istri, lalu kemudian mengangkat kaki Jasmine dan meletakkan di bahunya. Kini dirinya bisa melihat di balik temaram nya lampu bagaimana pusakanya keluar masuk sempurna ke dalam intim istrinya.
"Yang.. ough,!"
Abrahham mempercepat temponya, dan membuat Jasmine terguncang hebat dan mencengkram kuat apapun yang ada di dekatnya, lalu tak lama kemudian, keduanya berteriak bersama saat akhirnya meledakkan puncak hasrat bersama-sama.
Kali ini ada yang aneh dengan Jasmine, yang langsung merubah posisi naik di pangkuan Abraham dan memasukkan kembali sang pusaka yang masih tegak menantang, Tentu saja Abraham sangat senang dengan pelayanan yang di berikan istrinya dan baru saja dialaminya.
"Kau menginginkan nya lagi yang?" Tanya Abraham lirih.
"Aku menginginkanmu lagi yang..sshh..ohh" ucap Jasmine di dalam desa*hannya.
"Tentu sayang, malam ini aku milikmu" bisik Abraham di telinga Jasmine, dan Abraham segera membantu sang istri bergo*yang di atasnya, hingga membuat sensasi hebat yang luar biasa.
Jasmine tidak bisa mengontrol dirinya saat pelepasan akan terjadi, hingga terpaksa Abraham setengah duduk sambil membekap mulut Istrinya.
"Pelankan suaramu yang..sshh.." ucap lirih Abraham sambil mendesah menikmati semuanya.
"Tidak bisa yang..aku hampir..yang..!!" Teriak Jasmine semakin keras, dan Abraham segera menarik wajah Jasmine lalu membungkam mulut ke sang istri dengan ciumannya.
Akhirnya keduanya mencapai puncak kenikmatan kedua kali, Jasmine segera di peluk oleh Abraham saat tubuhnya terhuyung ke depan..lalu..
Ceklek
Lampu tiba-tiba menyala,
"Oh, Sh*it!"
Ucap Abraham langsung memeluk Jasmine dengan erat untuk menutupi bagian dadanya yang masih terbuka.
"Tuan Abraham?" Suara seseorang dari belakang sofa.
"Jangan mendekat Bik.. tidurlah kembali" sahut Abraham masih memeluk Jasmine yang menyembunyikan wajahnya di dada bidangnya.
"Apa tuan baik-baik saja, saya tadi mendengar jeritan dari sini"
"Hanya Film mbok, pergilah dan matikan lampunya lagi"
"Baik tuan" Mbok Darmi mematikan lampunya lagi dan keduanya langsung bernafas lega.
"Yang, aku malu.." ucap Jasmine masih dalam pelukan Suaminya.
"Ayok kalau masih Mau.."
"Malu yang..bukan Mau, ish, kau ini"
Abraham terkekeh sambil menciumi kepala Istrinya, lalu Jasmine segera berpindah namun di tahan oleh Abraham.
"Jangan pindah dulu, milikku masih mau tegang lagi di dalam sana" goda Abraham.
Jasmine melototkan matanya memberi peringatan ke Abraham, lalu segera beranjak dan pindah di sebelah suaminya, Abraham terkekeh sambil mengelap miliknya dengan tissue agar benihnya tidak tercecer kemana-mana, begitu juga dengan Jasmine yang tubuhnya terasa lemas di samping Abraham.
Setelah merapikan celana dan bajunya, Abraham segera menggendong Jasmine naik ke kamarnya.
(Abraham dan Jasmani benar-benar membuat Author tidak bisa membayangkan.. Betapa..?)
Yuk Saatnya memberikan VOTE ya Gaes..
__ADS_1
Jangan lupa juga HADIAH nya..
KOMEN dan LIKE selalu di nanti...