AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Akhirnya Bertemu


__ADS_3

Dengan suara yang tertahan Abraham menjawab pertanyaan Rahmad.


"Maafkan aku ayah, aku tidak bisa menjaga Jasmine dengan baik, Jasmine di culik seseorang"


"Ternyata benar apa yang aku rasakan, persiapkan dirimu Abraham, berhati-hati lah, Ayah akan segera datang kesana"


"Maksud ayah?"


"Ada kekuatan luar biasa di sekeliling Jasmine, aku khawatir kau belum bisa menandinginya, tunggu aku sampai datang ke Mansion mu sebelum mengambil tindakan"


"Tapi ayah, aku tidak bisa membiarkan Jasmine dalam bahaya lebih lama lagi, aku akan menjemputnya besok, kebetulan aku sudah tau lokasi dimana Jasmine berada"


"Jangan konyol, tunggu aku Abraham, kendalikan emosi dan amarahmu, aku tidak akan membiarkan kau dan juga Jasmine terluka, ingat, ada anak kalian di dalam perut Jasmine"


"Tapi ayah_"


"Kalau sampai terjadi sesuatu dengan Jasmine dan cucuku, aku akan membunuhmu Abraham, ingat itu!"


Sambungan telepon segera di putus oleh Rahmad, Abraham semakin bingung dan kacau, dia ingin segera menyelamatkan istrinya namun di sisi lain Rahmad menginginkan Abraham harus menunggunya.


Malam terasa panjang bagi Abraham yang tidak juga bisa memejamkan matanya, hingga kemudian pagi menjelang Abraham terkejut mendapati dirinya tertidur di kursi tengah dan segera bangun untuk melakukan ibadahnya.


Mbok Darmi yang terlihat sangat sedih dengan masalah yang di hadapi majikannya, tidak bisa menyembunyikan air matanya saat menyediakan sarapan pagi untuk Abraham.


"Maaf tuan, apa nona Jasmine_?" Mbok Darmi tidak bisa melanjutkan kata-katanya saat tangisnya tidak bisa di bendung lagi.


"Tenanglah mbok, aku akan segera menjemput Jasmine, minta doanya semua akan terlewati dengan baik mbok"


"Iya tuan, amin..saya selalu berdoa untuk nona Jasmine"


Abraham segera pergi setelah sedikit memasukkan makanan untuk mengganjal perutnya, kabar yang diberikan oleh Farel tentang Anton yang sudah berhasil di tangkap segera membawanya ke tempat penyekapan pamannya.


Sampai di sana Abraham tidak bisa menahan emosinya lagi, hingga mencekik sang paman dengan amarahnya, Farel berusaha untuk menenangkan Abraham agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.


"Tenanglah Eb, lepaskan pamanmu, dia bisa mati" ucap Farel dengan menahan tangan Abraham.


"Kau benar-benar bia*dab paman Anton, kurang apa ayah dan Jasmine padamu ha!, Bahkan dengan otak bodoh mu itu mereka masih berusaha untuk melibatkan mu mengurusi perusahaan dan mendapat keuntungan dari sana, tapi apa yang kamu lakukan bajingan!" Teriak Abraham kemudian melepaskan cengkraman tangannya.


Anton terbatuk-batuk dan kemudian berusaha untuk mengatur nafasnya kembali.


"Kau yang bajingan Abraham, seenaknya saja kau mengambil alih perusahaan menjadi milikmu hanya dengan menjadi suami Jasmine, kau kira itu adil bagiku ha!!"

__ADS_1


"Brengsek, apa maksud mu?!"


"Perusahaan ini adalah milik keluarga, harusnya aku juga mendapatkan hak untuk memilikinya!!"


"Apa kau bilang?!, Dasar manusia tidak tau malu, kau pikir kau itu siapa ha!, jangan kau kira aku tidak tau, kau hanya paman tiri dan tidak ada hubungan apapun dengan keluarga Nugraha, lalu sekarang kau membicarakan hak kepemilikan perusahaan keluarga?, Dasar manusia hina!" Teriak Abraham semakin emosi di buatnya.


"Jangan menghinaku, bagaimanapun aku pernah menjadi keluarga Nugraha saat ibuku masih ada di keluarga ini, jangan lupa itu, dan kau yang tidak tau malu, memaksa keponakanku menikahi mu hanya untuk menguasai perusahaan Nugraha Company!"


PLAK


Tamparan dari tangan Abraham di wajah Anton mendarat cukup keras hingga membuat sang paman hampir terpelanting.


Sesaat kemudian Abraham segera memaksa Anton untuk memberikan informasi yang ingin di dengar oleh Abraham, dengan menghajar beberapa kali membuat Anton akhirnya menyerahkan dan mengatakan semua yang ingin Abraham tau.


Tak lama pihak kepolisian datang untuk menjemput Anton yang telah mengakui kejahatannya saat menerima pukulan dari Abraham, semua pengakuan Anton terekam dengan sempurna hingga pihak berwajib punya alasan kuat untuk menjebloskan ke penjara.


Anton menjerit histeris mengumpat Abraham dan berusaha meronta-ronta melepaskan diri dari penangkapan yang dilakukan, namun dengan sigap pihak berwajib berhasil membawanya ke penjara.


Satu masalah telah selesai, mendengar penjelasan dari Anton bahwa Jasmine akan segera di bawa jauh dari negaranya, membuat Abraham lupa akan pesan sang mertua untuk menunggunya, segera dirinya bersiap mendatangi Mansion Smith untuk menyelamatkan Jasmine.


Farel kini menemani Abraham menuju ke Mansion Smith untuk melakukan serangan secara terang-terangan, Abraham masih tidak menyadari ada sang Master yang sudah bersiap untuk menghabisinya kapan saja.


Rafael hari itu berhasil mengantongi sejumlah kejahatan yang dilakukan oleh perusahaan Smith Rodergo yang ada di Indonesia, sedangkan beberapa orang yang membantunya sudah mulai mendapatkan informasi tentang kelemahan perusahaan Adi jaya Smith yang ada di Jepang.


Tidak butuh waktu lama, kalau hanya untuk menghancurkan perusahaan Smith Rodergo yang memang banyak kejahatan yang sudah di perbuat di dalam perusahannya, bahkan pelecehan se*ksu*al yang pernah di lakukan Smith Rodergo dengan beberapa pegawai juga di dapatkan video nya oleh Rafael.


"Mam*pus kau Smith Rodergo, berani kau macam- macam dengan kami, akan aku buat hidupmu sengsara" ucap Lirih Rafael dengan senyuman puasnya.


Tak lama kemudian, Rafael di kejutkan dengan kedatangan Dea di dalam ruang kerjanya.


"Ada apa kau kemari De?"


"Aku akan ikut kakak menjemput Jasmine, aku sudah siap kak"


"Jangan bercanda, ini bukan main-main, disana sangat berbahaya, aku tidak ingin mengambil resiko"


"Aku gak perduli kak, aku harus ikut membantu menyelamatkan Jasmine"


"Dea, jangan membuatku pusing, kau pikir Farel akan mengijinkan perbuatan gila mu ini, tunggu saja disini bersama dengan Rena.


"Iya De, kita tunggu disini saja ya, jangan memperkeruh keadaan, disana berbahaya" sahut Rena berusaha membujuk Dea.

__ADS_1


"Aku tidak perduli, pokoknya aku harus ikut, aku bisa menjaga diriku sendiri, kak Rafael tidak usah repot-repot menjagaku"


"Kau ini benar-benar keras kepala De, aku tetap tidak membolehkan mu ikut, dan jangan berani melanggar perintahku, tunggu di sini bersama Rena!" Bentak Rafael.


Dea bukannya nurut malah lari keluar, Rena berusaha mengejarnya namun tidak bisa menemukannya.


"Yang, aku gak bisa menemukan Dea, cepat sekali itu anak larinya, gimana ini?" Tanya Rena cemas.


"Sudahlah yang, tidak ada waktu untuk mengurusi Dea, aku akan berangkat menyusul Abraham dan Farel dulu, mereka sangat membutuhkanku saat ini yang"


"Aku tau yang, berhati-hatilah, bantu selamatkan Jasmine, jangan sampai terjadi apapun dengan dia yang" ucap Rena sambil menangis saat mengingat Jasmine yang selaku mengira kan dirinya demi orang-orang yang di sayangi nya.


"Aku pergi dulu yang" ucap Rafael.


Rena segera mengangguk dan kemudian memeluk suaminya, Rafael membalas pelukan istrinya erat lalu mencium kening dan bibir istrinya sekejab, kemudian melangkah pergi ketempat sahabatnya.


Tanpa Rafael sadari seseorang telah mengikutinya hingga sampai di tempat tujuan, rupanya Abraham juga baru saja datang dan kini sudah berhadapan dengan Smith dan semua anak buahnya.


"Aku datang baik-baik untuk menjemput Jasmine, serahkan dia padaku atau aku akan mengambilnya secara paksa" ucap Abraham dengan penuh emosi.


"Jangan asal menuduhku, tidak ada istrimu dirumah ku, jadi aku peringatkan untuk tidak membuat kekacauan di sini, dan segera pergi!" Ucap Smith lantang.


"Jangan berbohong padaku Tuan Smith, percuma saja, paman Anton sekutu mu sudah menceritakan semuanya, dia bahkan sudah mendekam di penjara, kesaksiannya nanti akan menjeratmu masuk ke jeruji besi ,tinggal tunggu saja waktumu" sahut Abraham.


Smith tertawa mendengar penjelasan Abraham, dirinya membalikkan fakta bahwa apa yang dikatakan oleh Anton semuanya adalah kebohongan semata, karena ambisinya untuk memiliki Nugraha Company, semua kesalahan justru di limpahkan ke Anton.


"Ingat baik-baik siapa kau Abraham Hanzel Brian, hanya pemain baru di dunia bisnis kau sudah berani mengancam akan menghancurkan ku?, Jangan mimpi!" Ucap Smith mencemooh.


"Kita lihat saja tuan Smith, sejauh mana kemampuanku akan memporak porandakan dunia bisnismu"


"Baik, silahkan saja, dan aku tidak akan tinggal diam, jangan pikir kau bisa dengan mudah melakukan hal ini, ingat, bisa saja kau sendiri yang akan hancur berkeping-keping"


Abraham semakin geram, saat dirinya akan menyerang dan masuk ke dalam Mansion, dihadang oleh seseorang yang sudah tersenyum sinis dengan tatapan tajam dan dingin, keduanya saling menembus netra mata hingga menyadari kekuatan yang sama besarnya diantara mereka.


*


Senin Waktunya kasih VOTE, VOTE, VOTE ya..


di tunggu HADIAH, LIKE, dan KOMEN nya ..


dan MENANGKAN hadiah menarik dari Author di akhir Episode Nantinya.

__ADS_1


__ADS_2