AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Tertunda


__ADS_3

Pertemuan itu berlangsung selama hampir 4 jam, dan akhirnya mencapai titik kesepakatan, dimana Nugraha Company memenangkan pemegang Tander terbesar untuk tahun ini.


Semua mengucapkan selamat dan ikut bergabung dalam tander yang akan di kerjakan, kesuksesan yang tidak pernah di bayangkan oleh Abraham, Karena saat bersama Hanzel Company dulu, belum sampai di tempat sekarang ini.


Tuan Smith selaku perusahaan yang paling berkuasa saat ini, juga memberikan dukungannya, setelah memberikan ucapan selamat dirinya berencana mengundang makan malam Abraham bersama dengan Jasmine.


"Saya mengundang anda untuk makan malam di Mansion saya tuan Abraham, kebetulan sekali setelah saya memutuskan berkonsentrasi bisnis di Indonesia, ada sebuah Mansion yang membuat saya tertarik dan sekarang saya sudah menjadi pemiliknya"


"Wow, luar biasa tuan Smith, saya dan istri saya akan datang di undangan makan malamnya, bukan begitu sayang?" Tanya Abraham ke Jasmine dengan tatapan penuh cinta, dan Jasmine tersenyum menatap Abraham tanda menyetujui pernyataan suaminya.


"Baiklah, nanti malam saya tunggu kedatangan anda berdua" sahut Smith yang hatinya makin terbakar melihat kemesraan Jasmine dan Abraham.


"Saya juga mengucapkan selamat, karena anda berhasil menjadikan Hanzel Company milik anda tuan Smith" ucap Abraham.


"Oh, itu bukan hal yang sulit, pemiliknya sendiri yang menawarkan padaku waktu itu tuan Abraham"


Abraham tersenyum dan kemudian mohon pamit bersama dengan Jasmine dan anak buahnya yang lain.


Setelah kepulangan semua orang, masuklah seseorang yang sudah di tunggu oleh Smith. Kemudian keduanya berbincang serius empat mata dengan penjagaan di luar oleh pengawal Smith Rodergo.


"Bagus, Rencana awal kita berhasil, aku ingin kau terus memberikan informasi apapun soal mereka berdua, ingat tujuan akhir ku adalah membuat Jasmine menjadi milikku, apapun caranya" ucap Smith


"Tentu saja tuan Smith, dan ingat janjimu saat semua tujuanmu sudah tercapai"


"Tentu saja tuan Anton Budiarta, perusahaan Nugraha Company akan aku jadikan milikmu seutuhnya saat Jasmine sudah menjadi milikku, dan kau berhati-hati lah dengan mereka berdua, karena aku yakin mereka orang-orang dengan kecerdasan yang luar biasa, jangan sampai rencana mu terbaca olehnya"


"Baik tuan Smith, bahkan mereka saja tidak tau bahwa kitalah dalang dari penyerangan di Area bandara waktu itu"


"Bagus, kita harus bermain cantik, aku tidak ingin Jasmine melihat aku melakukan sesuatu yang kejam di belakangnya"


"Baik tuan Smith"


Dan akhirnya pertemuan kedua orang ini berakhir dengan menyusun rencana masing-masing dalam pikiran mereka.


*


Mommy Della datang kembali ke Indonesia dan kali ini mantap untuk bekerjasama dengan perusahaan yang pimpin oleh anaknya Rafael.


Sementara itu Dea dan Rafael masih merahasiakan hubungan Dea dengan farel sahabatnya karena Dea sendiri yang minta.


Della sengaja mengajak Rafael dan Rena makan malam untuk membicarakan hal yang serius.


"Bagaimana adikmu, sudah punya kekasih?, kemaren waktu Mommy mampir ke Apartemen nya, katanya dia masih sendiri"


"Begitulah Dea mom" sahut Rafael


"Belum bisa dia move on dari Abraham?"


"Sudah kok Mom, tenang saja, Abraham juga sudah berbahagia dengan istrinya" jawab Rafael.

__ADS_1


"Aku tau, istri Abraham benar-benar cantik aku lihat di beberapa berita dan surat kabar, Aku penasaran ingin berkenalan dengannya"


"Nanti saya Antar Mommy main ke rumah Jasmine, kebetulan saya juga sudah kangen ingin bertemu dengannya" ucap Rena yang juga ikut bergabung.


"Kalian kenal?"


"Bukan kenal lagi mom, Dea sama Rena suka lupa segalanya kalau sudah ketemu Jasmine, ngerumpi gak ada habisnya" jawab Rafael.


"Eh nggak ya, kita ngerumpi sehat, nggak gibahin orang kok mom, ngomong seputar bisnis sama kesehatan aja" sahut Rena.


"Oh..jadi Dea juga sahabatan ma Jasmine?"


"Iya Mom" ucap Rena


"Oh baguslah, kita nanti kerumah Abraham bareng saja sama Dea sekalian, pasti seneng itu anak"


Rafael dan Rena tersenyum tanda setuju dengan ide sang Mommy.


"Ada yang ingin Mommy katakan ke kalian, Mommy ingin kalian segera menikah"


"Uhuk uhuk"


Sontak Rafael tersedak makanan yang hampir di telan nya, Rena segera mengambilkan minum dan menepuk punggungnya pelan.


"Tapi Mom, aku belum siap, nanti sajalah, lagi pula kita juga baru beberapa bulan jadiannya" jawab Rafael, dan tentu saja membuat Rena terkejut dan kecewa mendengar perkataan kekasihnya.


"Kau itu sudah berumur El, lagian Rena juga sudah siap untuk kau nikahi, apa lagi yang kau tunggu, masih belum mantep sama Rena?, Begitu maksud kamu?"


"Kau sendiri bagaimana Ren, sama belum siap juga?" Tanya Della.


"Saya ini perempuan Mom, tentu saja saya sangat menginginkan kepastian dari pada hanya sekedar permainan"


DEG


Rafael terkejut mendengar jawaban dari kekasihnya.


"Apa maksudmu Ren, aku serius denganmu, tidak ada yang ku permainkan dalam hubungan kita" sahut Rafael.


"Lalu, maksudmu tidak siap untuk menikah itu apa?, Pengen kita hanya berpacaran saja seumur hidup?, Kau kira itu bentuk keseriusan mu menjalin hubungan denganku, begitu?" Jawab Rena mulai meninggi.


"Ren, apa sih maksud kamu, menikah itu hal serius, akan ada banyak badai di dalamnya, kau sudah siap ha?, Mikir nggak sih kamu?"


"Kamu itu yang harusnya mikir, kita hidup begini saja sudah harus menghadapi badai, mana mungkin sebuah pernikahan dalam rumah tangga akan adem ayem saja, itu tandanya kamu gak yakin kalau aku mampu menjadi pendamping mu, dan sebaiknya kamu cari yang lain saja!, Maaf Mom, saya pulang duluan" ucap Rena dengan semua kekesalan hatinya yang ingin meledak.


Della hanya menghela nafas sambil mengangguk. Dan Rena pun bersiap pergi.


"Jangan berani pergi dari sini Ren, duduk!!" Ucap Rafael.


Tapi Rena tidak peduli lagi, dirinya segera berjalan cepat keluar dari restoran untuk segera pulang.

__ADS_1


"Rena!, Kembali!" Teriak Rafael lalu berlari menyusul Rena yang sudah duluan masuk ke dalam Taksi. Farel mengumpat berkali-kali lalu kembali lagi masuk ke dalam restoran menemani sang Mommy.


"Aku rasa sebaiknya kita pulang, dan pikirkan lagi apa yang Mommy katakan, Nikahi Rena kalau kau tidak ingin menyesal, kau kira gampang mencari wanita sepertinya di zaman sekarang ini?, Dasar kau ini!" Ucap Della dan kemudian berjalan keluar bersama dengan Rafael untuk kembali pulang ke Apartemen.


*


Sementara itu Jasmine sedang bersiap ganti baju untuk menghadiri undangan makan malam tuan Smith bersama dengan suaminya. Abraham merangkul istrinya dari belakang dan nampak pemandangan mesra keduanya di depan cermin.


"Yang.. tolongin resleting belakang, susah" ucap Jasmine.


Abraham melepas pelukannya dan melihat ke arah resleting yang masih terbuka, pemandangan kulit punggung istrinya membuat Abraham berdesir seketika, dan kemudian tersenyum aneh, Jasmine yang melihat hal itu langsung waspada.


"Yang, cepetan resletingnya, jangan macam-macam lo, waktu kita dah mepet ini"


"Iya, bentar" sahut Abraham sambil tersenyum kembali.


Seperti yang di khawatirkan Jasmine, tangan Abraham bukanya menutup resletingnya malah semakin nakal masuk ke dalam baju istrinya dan kini sudah berada di kedua bukit kembar istrinya sambil memeluk erat kembali dari belakang.


"Yang!!"


"Apa sih yang, diam bentar" sahut Abraham.


"Yang!, Tangan kamu tu, malah gerak-gerak gitu ih, lepas yang"


"Gak bisa, lagi pengen disini" ucap Abraham yang kini sudah menel*usup kan wajahnya ke leher jenjang istrinya lalu mulai mengecupnya berkali-kali.


Jasmine membelalakkan matanya saat satu tangan suaminya semakin gila dengan meraba perut dan kemudian bagian intimnya, menyapu dengan lembut di sana hingga membuat tubuh Jasmine mulai berdesir menikmati sentuhannya.


"Yang..emh..lepaskan, jangan di teruskan, nanti kita telat, ough.."


"Aku menginginkanmu yang, sekarang" bisik Abraham kemudian menyingkap baju istrinya dari belakang, perlahan tangannya menarik kain hitam yang menutupi area bawah istrinya dan terlihat betapa indahnya pemandangan bagian bawah istrinya yang polos dari belakang.


Pusaka yang sudah menegang siap di keluarkan dari sangkarnya dan kemudian.


Tok Tok Tok


"Sh"it!, iya sebentar!"


(Maaf, yuk kembali lagi..belum waktunya traveling ya Readers...wkwkwk, yok kasih hadiah dan Vote Author..jangan lupa komennya ya..biar tambah semangat nulisnya ni..)


*


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2