AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Teriakan dari Hati


__ADS_3

"Baik, kami akan memberikan jawaban satu minggu lagi, saya mohon pengertian dari tuan Abraham sebagai pemilik perusahaan Hanzel Company" ucap tegas Jasmine


Rafael bernafas lega saat Jasmine dirasa memberikan jawaban yang tepat dan tidak ikut terbawa emosinya


"Tiga hari waktu yang cukup untuk kau bisa memberikan jawaban Nona Jasmine, gunakan otakmu saat bekerja" ucap Abraham


"Sialan, bangsat kau Abraham, seandainya kita sedang berdua, aku akan memberimu pelajaran, dasar singa jaha*nam!" Batin Jasmine yang menatap tajam Abraham karena jengkelnya sudah sampai ubun-ubun


Rahmad yang melihat gelagat tidak baik dari Jasmine langsung menjawabnya


"Baiklah saya rasa tiga hari lagi kami akan memberikan jawaban, saya tau tuan Abraham orang yang sibuk, jadi saya persilahkan untuk meninggalkan tempat ini" usir Rahmad secara halus karena khawatir akan emosi anaknya akan membuatnya kembali menggunakan kekuatannya


Akhirnya rombongan Abraham segera pergi dari ruangan kerja Rahmad dan Jasmine


"Dasar Singa, menyebalkan!" Ucap Jasmine dengan amarahnya


"Kendalikan dirimu Jasmine, jangan membuat ayah bertambah cemas, kita fokus pikirkan perusahaan"


"Lalu bagaimana kita bisa membayar denda sebesar itu yah, bahkan kita jual perusahaan ini pun, belum tentu kita bisa membayarnya"


"Akan ada jalan Jasmine, bersabarlah"


Kini Jasmine kembali ke mejanya, perlahan dia mempelajari keuangan yang masuk dan keluar dari perusahaan, karena menurutnya keuangan adalah hal yang sangat vital harus di teliti disaat ingin melihat kemajuan sebuah perusahaan


Sejenak Jasmine terdiam sambil mengerutkan wajahnya, dia merasakan ada yang tidak beres dengan keuangan perusahaan, hingga kemudian dirinya menelpon seseorang


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam salam, ada apa Jas?"


"Aku butuh bantuan mas Agam, bisa kita ketemu siang ini mas? Di restoran dekat perusahaan ku saja, sekalian kita cari makan siang".


"Oke, sampai ketemu nanti"


Jasmine kembali bekerja dan sesekali menanyakan sesuatu yang tidak dia pahami ke ayahnya, rupanya dunia bisnis dalam sebuah perusahaan lumayan membuat Jasmine pusing.


"Sudah siang Jasmine, waktunya istirahat, sebaiknya kita sholat lalu makan siang, apa kau ingin makan siang bersama ayah?"


"Gak usah yah, aku ada janji sama teman, penting!" Ucap Jasmine yang sudah melesat keluar dari ruang kerjanya.


Tak berapa lama kemudian Jasmine sudah berada di sebuah Restoran dan duduk menunggu seseorang


"Jas, sudah lama disini?" Ucap Agam mengagetkan Jasmine


"Kau ini mas, bikin kaget saja, belum lama, duduk dulu, kita pesan dulu aja"


Keduanya akhirnya mesan makan siang dan juga minumannya, Jasmine mulai menceritakan temuan aneh tentang keuangan di perusahaannya, Agam pun melihatnya sebentar lalu memberikan saran ke Jasmine


"Sebaiknya kamu lihat ulang dari awal Jas, aku melihat ada keanehan dalam laporan keuangan perusahaan mu itu, aku takut ada penyelewengan dana selama ini yang tidak diketahui ayahmu"


"Iya mas, aku juga berpikir begitu, tapi susah cari buktinya mas"


"Susah bukan bertani gak bisa Jas, kamu harus terus berusaha, semangat dong, aku akan membantu adikku yang unyu-unyu ini" ucap Agam sambil mencubit kedua pipi Jasmine gemas.


"Mas Agam, kau ini kebiasaan banget sih, sakit pipiku"


Agam tertawa melihat wajah lucu Jasmine yang sudah merenggut sambil menggosok pipinya yang sakit.


Sementara itu, rupanya ada dua orang yang melihat kaget kejadian itu


"Mesra sekali mereka Eb, pacar Mina, eh maksud ku Jasmine ya?"

__ADS_1


"Mana aku tau, dasar wanita murahan, sukanya di colek-colek sama lelaki gak jelas!" Ucap Abraham merasa kesal


"Jasmine yang di colek, kenapa kamu yang marah Eb?"


"Bukan marah, tapi risih saja lihat tingkahnya, gak tau malu!"


"Sudah, lama-lama kamu itu kayak orang cemburu Eb, kelihatan banget itu"


"Brengsek kau El, siapa yang cemburu dengan wanita macam itu"


"Ya sudah lanjut makan, gak usah berisik, bukannya kenyang, malah bikin lapar omelan kamu itu, gak usah ngurusin Jasmine, mau dia bermesraan atau tidur sama siapapun juga bodoh"


"Bangs*at, jaga mulutmu Rafael, mau aku hajar kau ha!"


"Apa salahku?"


"Ucapan itu doa, jangan sembarangan ngomong, Jasmine bukan wanita seperti itu, dia wanita yang_"


"Yang apa, kenapa gak di lanjutkan, suka bilang bos, gak usah gengsi" sahut Rafael ikut kesal dengan Abraham


"Diam, lanjutkan makan mu, jangan mengkritik ku!" Ucap Abraham gak kalah kesal


Beberapa kali terlihat Abraham merasa tidak tenang dengan kedekatan Agam dan Jasmine yang bisa di lihatnya, melihat gelagat itu Rafael sengaja mengerjainya


"Mereka cocok ya Eb, sepertinya serasi sekali"


"Aku gak perduli"


"Sepertinya sebentar lagi akan ada pesta pernikahan mewah di keluarga Nugraha" ucap Rafael.


"Maksudnya?"


"Ya pastinya bentar lagi akan ada undangan pernikahan lah, secara Jasmine sudah mantap kayaknya sama itu orang, dari tadi ketawa terus mereka"


"Itu kan dulu, lain sekarang lah, tapi bener juga sih, aku gak rela Jasmine dengan lelaki itu"


"Baru sadar kamu El, kalau laki-laki itu gak cocok buat Jasmine?"


"Iya, Eb, seandainya aku yang bersanding dengan Jasmine bagaimana?"


Uhuk uhuk


Abraham langsung tersedak makanan seketika


"Pelan Eb, kamu kenapa sih, makan sampai tersedak gitu"


"Sialan, ini gara-gara omongan kamu Rafael, dasar!"


"Kok jadi aku?"


"Jangan berani mendekati Jasmine, dia musuh kita saat ini, mengerti!" Bentak Abraham yang sudah dongkol


"Memangnya kenapa kalau aku suka sama Jasmine, gila saja ada laki-laki yang gak tertarik sama wanita seperti Jasmine"


"Jasmine milikku Rafael!!" Teriak Abraham dengan keras dan di luar kontrolnya


Semua orang di sana terkejut dan menoleh ke sumber suara lantang yang hampir di dengar semua orang, dan tentu saja yang punya nama juga terkejut saat menoleh ke arah mereka


"Kendalikan dirimu Eb, semua orang sudah menatapmu" ucap lirih Rafael sambil tertawa dalam hati


"Sh*it, dasar brengsek kau El!" Ucap Abraham sambil berdiri dan melangkah cepat meninggalkan Restoran dan juga Rafael

__ADS_1


Jasmine masih shock dengan teriakan Abraham yang jelas terdengar di telinganya, hingga dia terdiam


"Jangan bilang itu tuan Abraham Jas" ucap Agam pelan


"Sayangnya kamu benar mas Agam"


"What?, Jadi dia mengklaim kau adalah miliknya?"


"Jangan hiraukan, dia memang agak gila"


"Gila beneran, apa gila karena mu?" Tanya Agam sambil menahan tawa


"Jangan di bahas, tidak penting" jawab Jasmine


"Okey, kita lanjut makan saja yok, dari pada dapat tendangan maut dari kamu Jas"


Keduanya kini melanjutkan makannya, sedangkan Abraham sudah masuk dalam mobil dan mengutuk rafael yang sudah membuatnya kebablasan ngomong soal Jasmine


Ditambah lagi wajah Jasmine yang sangat terkejut saat melihat Abraham meneriakkan kata itu membuat Abraham makin ingin membantai Rafael sahabatnya


Hingga kebetulan sekali Abraham melihat Jasmine keluar dari Restoran sambil tertawa bersama dengan Agam


"Aku peringatkan, jangan salah paham dan besar kepala dengan ucapan ku tadi di restoran!" Bentak Abraham


"Astagfirullah, tuan Abraham?, Mengagetkan ku saja, memangnya siapa yang besar kepala, lagi pula saya tidak berminat sama sekali menjadi milik anda"


"Oh, jadi begitu, sombong sekali kau ya"


"Bukan sombong, tapi saya sadar, kalau saya berhak mendapatkan orang yang lebih baik dari anda tuan Abraham Hanzel Brian"


"Kurang ajar sekali dirimu Jasmine, kau menantang ku rupanya, baik, kita lihat saja, apa yang akan terjadi dengan mu" Ucap Abraham dengan tersenyum sinis


"Sudah, maaf tuan Abraham, kita permisi dulu" Agam langsung menyeret Jasmine segera meninggalkan tempat itu


"Apa sih mas, ngapain takut sama orang macam itu?!"


"Kau ini Jas, belum cukup banyak memang masalah kamu sama tuan Abraham, pengen nambah masalah lagi?"


"Ya enggaklah mas, kesel aja sama tu orang"


"Mangkanya, kendalikan amarahmu, jangan memancing masalah lagi sama tuan Abraham, kalau perlu, kamu hindari tu orang, ngerti?!"


"Iya ngerti, ya sudah mas, aku balik lagi ke perusahaan"


"Iya hati-hati "


Yang penasaran dan tidak sabar dengan kelanjutannya yuk bisa menonton di YouTube ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho


Jangan lupa Subscribe, like, coment


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2