
Jasmine masih berbincang dengan Smith Rodergo, kini obrolan sudah kembali ke jalur bisnis.
"Aku berniat ikut terlibat dalam proyek yang sudah di sepakati oleh perusahaan kita"
"Oh ya, sepertinya anda sangat pengangguran sekali sampai harus ikut terlibat di dalamnya, atau jangan-jangan Anda tidak percaya dengan sistem kerja kami?" Sahut Jasmine.
"Oh ayolah Jasmine, aku hanya ingin ikut belajar semua pengalaman suamimu yang terkenal dengan ketangguhan bisnisnya saja, apa lagi ada kau"
"Maksudnya_?"
"Siapa yang tidak suka bekerja dengan melihat paras cantikmu itu, hem?"
"Tuan Smith, saya peringatkan anda jangan_"
"Tapi sayang nya mereka hanya bisa memandang, jangan coba-coba menyentuhnya, atau langkahi dulu mayat ku" sahut Abraham yang kini sudah duduk tepat di samping istrinya.
"Yang?"
CUP
"Hanya aku yang bisa dan boleh menyentuh mu, my love" ucap Abraham tersenyum setelah mencium bibir istrinya dengan lembut di hadapan Smith yang sangat terkejut.
"Tentu saja tuan Abraham, aku hanya menyampaikan pendapat ku saja" jawab Smith.
"Hem, untuk itu aku tidak akan pernah membiarkan Istri cantikku ini jauh dariku saat menemaniku di mana saja" ucap Abraham tegas.
Jasmine tersenyum puas, dia merasakan bagaimana besarnya perlindungan sang suami terhadapnya, Abraham tersenyum ke arah Jasmine saat tangannya sudah meraih dan menggenggam erat istri tercinta.
Kemudian di susul dengan kedatangan Grace yang kini sudah duduk tenang di tempatnya, lalu Abraham dan Jasmine segera pamit undur diri keluar dari ruangan itu,
Di susul dengan kepergian Smith dan wanitanya. Rupanya Grace sudah menerima sebuah pesan dari Abraham tentang kamar hotel yang sudah di sediakan, dengan alasan pekerjaan nya, Grace segera pamit ke Smith untuk segera pulang.
"Beb, aku pulang dulu ya, tidak bisa menemanimu lagi"
"Kenapa hem, aku belum menyentuhmu, sini, puaskan aku sebentar lalu pergilah"
Smith langsung menarik tubuh Grace membaliknya dan menempelkan tubuh Grace di tembok lorong sebuah gedung hotel.
"Beb apa yang kau lakukan?,kita ada di lorong, nanti ada yang lihat"
"Diamlah, ini hanya sebentar saja" ucap Smith yang sudah melorotkan kain penutup area in*tim Grace dengan mudah, lalu segera memasukkan pusakanya dari belakang.
"Ah..ssh, ah ah ah" tanpa pemanasan dan sebagainya, Smith langsung menghujami lubang kenik*matan milik Grace berkali-kali dengan sangat cepat tanpa perduli Grace merintih kesakitan, hingga sebentar saja hasrat Smith sudah terpuaskan.
Smith segera merapikan pakaiannya kembali dan pergi meninggalkan Grace begitu saja, sementara Grace masih terdiam menahan rasa sakit di kema*luanya dan segera pergi ke Toilet untuk membersihkan bekas Smith dalam tubuhnya.
Dengan langkah santai Grace tersenyum bahagia menuju ke sebuah kamar yang sudah di pesan oleh Abraham, dengan kunci Card yang ada di genggamannya, Grace perlahan masuk ke kamar hotel yang sangat mewah, berjalan pelan dan merasakan ada suara aneh yang tertangkap telinganya.
Saat dia terus berjalan semakin ke dalam, betapa terkejutnya dia hingga matanya terbelalak tak percaya dengan apa yang sudah di lihatnya.
Seorang laki-laki yang sangat diinginkannya untuk menghangatkan tubuhnya malam ini, justru sedang melakukan gerakan Ero*tis diatas kasur bersama dengan seorang Wanita.
"Baji*ngan kau tuan Abraham!!" Teriak Grace.
"Yang_!!" Teriak seseorang wanita yang terkejut berada di bawah kungkungan Abraham di dalam selimutnya.
"Tenanglah yang, sedikit lagi_" ucap Abraham tanpa memperdulikan Grace yang sudah bergetar menahan emosinya, Abraham terus memompa dengan kuat dan dalam membuat sang pusaka keluar masuk semakin cepat, Hingga kemudian
"AAH..!!"
Abraham dan Wanitanya yang tak lain istri tercintanya menjerit bersama saat melakukan pelepasan di puncak kenik*matan tepat dihadapan Grace Seralda.
"Kalian Baji*ngan, Breng*sek!!" Teriak Grace sambil menangis menahan emosinya dan berlari pergi meninggalkan kamar Abraham.
__ADS_1
"Yang..itu_?" Ucap Jasmine lirih sambil mengatur nafasnya.
"Tidak apa-apa yang, dia pantas melihat pemandangan ini agar tidak merendahkan kita" ucap Abraham.
"Maksudnya kau sengaja melakukan hal ini?" Tanya Jasmine.
"Tentu saja, tapi tujuan utamaku adalah melakukan penyatuan dengan istri tercintaku sampai puas disini, Bagaimana?"
"Ha!, Kan bisa di Mansion yang, kau ini keterlaluan sekali"
"Aku gak mau di ganggu Mbok Darmi lagi, bisa pecah kepalaku menahan semuanya seperti tadi"
Jasmine tertawa melihat wajah Abraham yang terlihat lucu di matanya.
"Dasar kau yang, kasian Grace juga kan, gak harus seperti ini kita memberinya pelajaran yang, memang penghinaan seperti apa yang di ucapkan nya sih yang?"
Abraham lalu menceritakan semuanya, Jasmine ikut terkejut tidak menyangka kalau Grace menyangka suaminya seorang penyuka sesama jenis.
**
Sementara itu Smith tersenyum miring saat anak buahnya yang di tugaskan untuk mengawasi Grace Seralda melaporkan tentang apa yang sudah terjadi di sebuah kamar hotel yang di masuki oleh wanitanya.
"Hem, bagus, dasar Wanita Bodoh, dia kira bisa semudah itu bisa meniduri Abraham Hanzel Brian" ucap Smith dengan senyum iblis nya.
"Jadi tuan tidak mempermasalahkan penghianatan Nona Grace?" Ucap sang anak buah.
"Untuk apa, wanita murahan seperti itu aku bisa membuangnya kapan saja, untuk sementara aku akan diam saja dan memanfaatkannya untuk menjebak Abraham, aku sudah punya rencana yang cukup bagus"
"Baiklah tuan, saya pergi dulu"
"Pastikan Grace akan masuk di jajaran model terkenal, dia akan mengguncang dunia Abraham, hingga Jasmine tidak akan mau lagi dengannya, gunakan semua koneksi kita, aku bahkan tidak perduli kalau mereka meminta syarat tubuh Grace harus memuaskan na*fsu mereka semua" ucap Smith.
"Baik tuan, lalu apa tuan akan_?"
"Siap tuan!"
Dan kini rencana baru telah di tata rapi oleh Smith untuk menghancurkan Abraham.
**
Rupanya malam bersamanya di sebuah hotel mewah, tidak di sia-siakan oleh Abraham begitu saja, untuk kedua kalinya Abraham sangat menginginkan penyatuan dengan istri tercintanya.
"Yang, kau sudah tidur?" Tanya Abraham.
"Hem, ada apa yang?"
"Aku menginginkanmu lagi, boleh?" Tanya Abraham sambil memasukkan wajahnya ke ceruk leher istrinya, kemudian menghirup bau khas tubuh Jasmine yang sangat di sukai olehnya.
Jasmine tersenyum lalu memposisikan wajahnya tepat berada di muka suaminya,
"Apa aku bisa menolaknya yang, percuma bukan?" Jawab Jasmine kemudian.
"Bagus, aku rasa aku tidak perlu berlama-lama lagi, aku ingin segera ada junior di dalam sini" ucap Abraham
"Aminn.." Jawab Jasmine.
Dan selanjutnya, Abraham sudah mengusap lembut perut Jasmine, dilanjutkan dengan menelusup kan tangganya masuk ke area bawah istrinya yang begitu hangat di rasakan olehnya.
Jasmine tersentak, detik berikutnya bibirnya sudah di sambar oleh suaminya, luma*tan yang dalam dan permainan lidah sang suami membuat tubuh Jasmine memanas kembali, has*ratnya seketika muncul dan tubuhnya meng*geli*nja*ng menikmati sentuhan ero*tis jari jemari suaminya yang makin berani keluar masuk menyapa di dalam intimnya yang mulai basah.
"Oh yang.." desa*han keluar dari mulut Jasmine.
Abraham tersenyum lalu menciumi wajah istrinya dengan kasih sayang, kini perlahan Jasmine berpindah posisi mencari posisi yang diinginkannya, tubuhnya sudah berada diatas pangkuan suaminya yang kini setengah duduk bersandar di tepian tempat tidur.
__ADS_1
Abraham ******* dan mencium habis seluruh tubuh bagian atas Jasmine, bibirnya bermain indah di kedua bukit kembar istrinya, menyesap, menggigit dan meremasnya berulang kali, hingga membuat tubuh istrinya menegang dan menggeli*at menahan semua sensasi kenik*matan.
Perlahan Jasmine sedikit mengangkat tubuhnya lalu menuntun pusaka suaminya yang sudah tegak menantang masuk ke dalam dirinya.
"Sshh..ough yang..emh" desa*han lembut Jasmine saat sang pusaka sudah masuk dengan sempurna.
Abraham tampak menahan suatu rasa nikmat yang luar biasa saat miliknya tenggelam pelan di dalam lubang kenik*matan yang selalu diinginkannya.
"Ooh..Yang.. gerakkan tubuhmu, aku menginginkanmu" ucap lirih Abraham di tengah desa*han yang keluar dari mulutnya.
Jasmine tak tinggal diam, perlahan menggo*yang*kan ping*gulnya, dan akhirnya menimbulkan bunyi penyatuan yang merdu, kini tubuh Jasmine seolah meminta sesuatu yang lebih, gerakannya semakin li*ar membuat sang pusaka keluar masuk dalam dirinya.
"Ah..ah..ah..emh, yang, aku_" ucap lirih Jasmine.
"Faster yang..sedikit lagi..ough.." sahut Abraham yang kini sudah membantu tubuh istrinya untuk terus bergerak liat di atas tubuhnya.
"Yang...Ah..emh.." ucap Jasmine semakin kencang.
Abraham segera menggerakkan pang*gulnya untuk membantu memasukkan sang pusaka sedalam-dalamnya, hingga mereka berteriak bersama, sesaat Jasmine dengan pelan memperlambat goyangannya. Dan detik berikutnya terkejut saat Abraham mengangkat tubuhnya dan melepaskan pusakanya yang ternyata masih begitu tegang.
"Yang apa yang kau_?"
"Doble permainan yang..ini akan sangat nikmat" sahut Abraham dan sudah memposisikan istrinya berada d bawah kungkungan nya, perlahan Abraham membuka daerah in*tim istrinya yang masih basah karena cairan yang di tumpahannya kedalam sana.
Dengan lembut Abraham mele*sakkan kembali pusakanya di lubang kenikmatan yang masih basah dan Jasmine menjerit kecil merasakan sesuatu yang sesak kembali berada dalam in*timnya.
Bo*kong Jasmine di ganjal bantal, hingga posisi benar-benar nyaman, kedua kaki Jasmine sdah berada di bahu suaminya lalu Abraham langsung mendorong pusakanya masuk sedalam-dalamnya, gerakan ero*tis pun terjadi, dengan cepat dan dalam Abraham mendorong keluar masuk sang pusaka berulang kali, tubuh Jasmine terguncang hebat di buatnya.
Kali ini sensasi nya bertambah luar biasa nikmat, hingga membuat Jasmine tak hentinya berteriak dan mende*sah menerima serangan dari suaminya.
"Ah ouh, yang, aku mau keluar lagi"
"Keluarkan yang, jangan ditahan"
Abraham semakin cepat menerobos Jasmine berulang kali hingga akhirnya mereka berteriak keras terlempar dalam puncak kenikmatan yang tiada Tara.
Abraham tersenyum melihat istrinya yang masih begitu menikmati sensasi yang diberikannya, lalu Abraham menggoda Jasmine dengan menggo*yang*kan kembali pang*gulnya.
"Yang, apa yang kamu lakukan, cukup!!" Ucap Jasmine terkejut.
"Kenapa, enak kan yang, hem?" Goda Abraham sambil terus menggerakkan pusakanya pelan di dalam sana.
"Jangan yang, pinggangku sudah mau patah ini, istirahat dulu ya, please??" Ucap Jasmine memohon dan Abraham pun tertawa kecil lalu mencium kening sang istri.
"Iya yang, aku hanya menggoda mu saja, biarkan bantalnya mengganjal mu sejenak, agar benihku tidak langsung tumpah keluar dan segera menyatu denganmu di dalam sana" sahut Abraham yang kini Sudah melepaskan pusakanya, lalu berbaring di sisi istrinya sambil memeluknya erat.
Jasmine tersenyum dan mencium bibir suaminya sekejab, lalu ikut beristirahat.
*
Wihh..puas banget kan Jas, Abraham memang luar biasa..bagaiman Readers.. Atur Nafasnya kembali dan Author tunggu:
KOMEN dahsyatnya jangan lupa gaes..
Kiriman HADIAHnya dong..
Lanjut VOTE kalau punya yaa...
LIKE segera di tekan biar gak lupa lalu
Menangkan Hadiahnya Nanti, dan..
Author akan semangat kembali menulis lanjutan Novel ini..
__ADS_1
Mohon maaf sudah tidak aktif lagi di YT, Waktu tidak cukup gaes...Fokus saja mengikuti Author di NT.