
Abraham berusaha menahan sakit di perutnya yang tanpa sengaja terkena tendangan dari lutut Jasmine, Sementara itu Jasmine masih tidak tau harus berbuat apa.
"Kau tidak apa-apa Eb, sorry?"
"Gak apa-apa, sedikit nyeri saja, kau menendang ku terlalu keras, sebaiknya segera mandi dulu, ada handuk dan bathrob yang sudah tersedia di dalam sana"
"Oke, aku mandi dulu" Jasmine segera melesat masuk ke dalam kamar mandi dan lupa membawa baju gantinya yang masih ada di dalam koper.
Hingga beberapa saat kemudian
"Eb, help me please?" Ucap Jasmine hanya tangannya saja yang melambai di pintu.
Abraham yang sedang duduk di sofa sambil menggosok perut sixpack nya yang terkena tendangan Jasmine terkejut dan tersenyum karena muncul ide jahilnya.
"Minta tolong apa?"
"Bisa ambilkan koper ku, biar aku bawa masuk ke kamar mandi dulu, semua bajuku ada di sana"
"Gak bisa, ambil sendiri, kamu kan sudah pakek bathrob"
"Tapi aku gak pakek hijab Eb, please"
"Aku itu suamimu, sudah Muhrim, kelihatan rambutnya juga gak apa-apa, sudah, ambil sendiri, jangan manja!"
Jasmine pun akhirnya keluar dengan wajah di tekuk dan bibir yang merenggut. Abraham tersenyum melihat istrinya, tampak rambut panjangnya tergerai indah, perpaduan yang sangat pas dengan bentuk wajahnya terlihat lebih tirus saat tidak memakai hijabnya.
"Eb, dimana koperku, tadi aku lihat di sini"
Abraham diam dan hanya tersenyum, sebenarnya koper sudah di masukkan ke ruang pakaian yang cukup luas namun Jasmine belum menyadarinya kalau ada ruangan itu.
"Eb, dipanggil dari tadi, mana koperku, kok gak ada?" Tanya Jasmine yang kini sudah berada di depan Abraham dan akhirnya menutup rambutnya dengan handuk.
Abraham berdiri dari duduknya, dan kini sudah sangat dekat dengan tubuh jasmani. Bau harum mawar dari tubuh jasmani membuat Abraham semakin menyukainya untuk menghirupnya.
"Ada di ruang baju, itu pintu yang sebelah kamar mandi, mau aku antar?"
"Eh, gak usah, aku bisa ganti pakaian sendiri!" Jasmine berniat membalikkan badan, namun dengan cepat Abraham menahannya dan
CUP
Satu ciuman mendarat di pipi Jasmine dengan cepat.
"Abraham!, Kau ini, dasar!" Ucap Jasmine terkejut.
Jasmin langsung berlari masuk ke dalam ruang baju, takut terjadi hal-hal yang diinginkan. Sementara Abraham hanya terkekeh melihat wajah merah Jasmine saat dikecupnya.
"Heh, sebaiknya aku keluar kamar dulu sebelum aku tidak tahan dan menerjang Jasmine" batin Abraham.
Saat Abraham dan membuka pintu, tiba-tiba saja Kartika sudah berdiri di depan pintu dengan berkacak pinggang.
"Astaga Kartika!, kau membuatku terkejut, ada apa kau disini?" Tanya Abraham.
"Kenapa Jasmine ada di dalam kamarmu?"
"Dia istriku, haruskah dia ada dalam kamar orang lain?"
"Aku juga istrimu!"
"Tapi kau sudah sering di kamar laki-laki lain, aku tidak menerima barang bekas siapa pun, apa kau lupa?"
"Bang*sat!, aku melakukan itu karena kamu tidak mau memenuhi kewajiban mu!"
__ADS_1
"Jangan mulai Kartika, apa aku perlu mengingatkan mu lagi, sejak kapan kau melakukan se**x bebas mu itu, kau bahkan melakukannya sebelum kita menikah, ingat, aku tinggal bersamamu dari kecil, semua sepak terjang mu aku sudah tau, dan jangan bilang aku dan ayah tidak pernah memperingatkan mu!"
"Sialan kau Abraham!"
BRAK
Kartika langsung bergegas masuk lagi ke dalam kamarnya dan menutupnya dengan keras. Abraham hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Kartika yang belum juga berubah.
Sampai di bawah, Abraham berjalan keruang tengah sambil menunggu Adzan Maghrib, hingga kemudian terdengar suara telpon berdering, Abraham segera mengangkatnya dan terdengar suara Risma yang ingin berbicara penting dengan Jasmine.
Abraham segera berteriak memanggil Jasmine, dan tak lama Jasmine yang sudah memakai baju santai dengan hijabnya langsung berlari ke bawah untuk menerima telepon, sesaat Abraham terkesiap dengan kecantikan Jasmine yang terlihat segar dengan Pakaian santai nya.
"Sabar Ris, iya gue tau, biar nanti kita ngomong bareng sama Dinda, kita jaga saja Dinda dari jauh kalau memang dia memutuskan untuk pindah dari kontrakan"
Setelah itu Jasmine menutup teleponnya, Jasmine terdiam beberapa saat, menata hatinya yang ikut sakit saat mendengar kabar tentang Dinda yang sengaja menjauh.
Tidak terasa air mata Jasmine keluar begitu saja, dia teringat masa-masa dimana kebahagiaan di rasakan bersama dengan kedua sahabatnya, dan sekarang harus berakhir seperti ini.
"Ini!, Duduk dulu, tenangkan dirimu" ucap Abraham sambil memberikan tissue ke Jasmine dan menarik tangannya untuk duduk di dekatnya.
"Dinda pergi dari kontrakan, katanya pengen hidup sendiri dan sudah menemukan tempat di dekat perusahaan tempat dia bekerja"
"Ya kan bagus itu, kenapa kamu harus sedih?" Jawab Abraham.
"Ya tapi kenapa, kita jadi gak bisa kumpul lagi, apalagi dia dalam keadaan hamil, siapa yang akan menjaganya, kau ini gak mengerti apa yang aku rasakan!" Ucap Jasmine.
"Apa yang dilakukan Dinda itu sudah benar, mana mungkin ada wanita yang mau tinggal satu atap sama wanita yang juga kekasih laki-laki yang dicintainya, kecuali kamu, dasar wanita Aneh!"
"Eh, enak saja ngatai aku aneh, ya kan bener istri itu harus ikut dimana saja suaminya tinggal, dimana letak anehnya?"
"Tapi kan tidak sama Kartika juga, aku sudah bilang sama kamu kita bisa tinggal di rumah yang lain, takut bener gak aku temani tidur"
"Ish, kau ini, justru aku masih takut kamu temani tidur!"
"Nggak ada, itu karena mulut pedas istri_?"
"Istri apa?, Sekali lagi kamu ngomong soal istri pertama kedua, aku makan kamu sekarang juga!"
"Idih ngancam, Enak dong!!" Ucap Jasmine sambil berlari ke dapur membantu Mbok Darmi.
"Jasmin!" Teriak Abraham.
Mbok Darmi terkejut saat melihat Jasmine sudah ada di dekatnya, namun ada senyuman bahagia juga ketika Jasmine segera membantu mbok Darmi untuk memasak persiapan hidangan makan malam.
"Kamu itu jangan terlalu sering membuat tuan Abraham jengkel Non Jasmine"
"Biarin mbok, dia juga sering buat aku jengkel, mbok harusnya istirahat dulu aja, itu wajah mbok masih memar gitu"
"Gak apa-apa, sudah di obati sama nyonya rumah baru, jadinya gak terasa sakitnya, hehe"
"Apaan sih mbok, wah menu makan malam hari ini enak kayaknya mbok"
"Iya dong, apa yang gak enak saat tangan mbok Darmi yang memasaknya" ucap Mbok Darmi.
"Hem, sombongnya, tapi bener juga sih, apalagi di bantu dengan chef Mina, tambah mantap Mbok"
"Hahaha!" Keduanya tertawa sambil memasak dan sesekali melempar kekonyolan yang dulu biasa dilakukan bersama.
Abraham yang sayup-sayup mendengar percakapan mereka ikut tersenyum.
"Syukurlah, sepertinya Jasmine akan betah tinggal disini, beruntung ada mbok Darmi" batin Abraham.
__ADS_1
Tak berapa lama terdengar suara bel pintu rumah, dan Abraham yang kebetulan ada di ruang tengah segera beranjak dari tempat duduknya untuk membuka pintu.
"Assalamualaikum pengantin baru, bagaimana, sudah gol?"
PLAK
"Aduh, kau ini, sakit Eb!" ucap Rafael
"Waalaikumsalam, mangkanya jaga itu mulut kalau ngomong"
"Wah sepertinya masih belum saling menyentuh ini rupanya, apa perlu aku kasih tau caranya?"
"Diam, ada apa kamu ke sini?"
"Sa*dis sekali pertanyaan mu, sepertinya kedatangan sudah tidak kau harapkan lagi Eb?!"
"Jangan bicara gak jelas, cepet katakan ada apa kau kesini?"
"Ada hal penting, bisa kita bicara di ruang kerjamu saja?"
"Hem, ayo"
Keduanya hampir beranjak dari duduknya, dan Jasmine yang melihat ada Rafael langsung datang dan menyapanya.
"Rafael, kau disini, kapan datang?"
"Hei.. Mina sudah kembali rupanya" jawab Rafael yang sudah tidak bisa berkedip lagi saat melihat senyuman Jasmine mengembang ditambah dengan penampilannya yang casual dan menyegarkan.
PLAK
"Aduh, apa sih Eb, main tabok saja dari tadi, sakit tau!"
"Biasa saja melihat istri orang, mau aku colok matamu!" Ucap Abraham sengit.
"Hehehe, sorry Eb, spontan saja aku lihat pemandangan indah di depan mata".
"Jasmine, masuk!" Ucap Abraham.
"Masuk kemana?" Tanya Jasmine aneh.
"Masuk kemana saja terserah, yang penting tidak ada di depan Rafael, kau ini, atau pengen aku masuki!"
"Ha!, Apaan sih Eb, gak jelas banget ngomongnya, dasar!" Jawab Jasmine.
Rafael terkejut sekaligus langsung tertawa mendengar perkataan Abraham dan melihat ekspresi kaget Jasmine yang nampak bingung bercampur jengkel.
*
Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 62-70
Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.6
Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
__ADS_1
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE