AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Sebuah Tanda


__ADS_3

Della Pasrah dan berteriak minta tolong saat beberapa penjahat mendekat dan siap merampas tas miliknya.


Namun sesuatu tidak terduga sedang terjadi, Sebuah tendangan mengenai tubuh salah satu penjahat hingga terpental ke belakang.


Della terkejut saat melihat seorang wanita kini sudah berlompatan dengan gesit menghindar dan juga menghajar beberapa orang yang kini menyerangnya bersama-sama.


"Jasmine??!"


Ucap lirih Della sampai melongo tak percaya dengan apa yang di lihatnya


"Tante tidak apa-apa?' tanya Jasmine.


"Iya Jas, aku baik-baik saja, kau berhati-hati lah ya!"


Jasmine hanya tersenyum dan kemudian segera berhadapan kembali dengan mereka.


"Rupanya cantik juga kau ini ya, sayang sekali kali ini aku harus menyakitimu, aku berikan pilihan, menurut dan melayaniku dengan baik atau aku terpaksa memaksamu!"


"Kalau begitu jangan salahkan aku, kalau aku harus menghajar mu!" Jawab Jasmine.


Dan sesaat kemudian semua kelompok itu maju menyerang Jasmine dengan brutal, tentu saja bukan hal sulit bagi Jasmine untuk melumpuhkannya, Apalagi orang-orang itu juga sudah di bawah pengaruh Alko*hol.


Dengan gerakan cepat Jasmine mampu menendang dan membuat mereka semua berteriak kesakitan saat tubuhnya terpelanting ke tanah, kini mereka meringis kesakitan dengan luka lebam dan memar yang lumayan parah.


"Sialan, dasar wanita ib*lis, aku akan membunuhmu!"


Tiba-tiba saja ketua dari kelompok penjahat itu melemparkan senjata rahasianya, yaitu sebilah pisau tepat di dada Jasmine, hingga membuat Jasmine sangat terkejut tidak bisa menghindar lagi karena di saat yang bersamaan, perutnya terasa nyeri dan kram hingga membuat konsentrasi nya terpecah.


"Jasmine!" Teriak Della dengan keras.


Prang


Beruntung dua orang pengawalnya datang tepat waktu, dan menghantam pisau yang terbang menuju Jasmine hingga melesat hampir mengenai pemiliknya sendiri.


"Bangsat!, Siapa Kalian ha!" Teriak musuhnya.


"Nona Jasmine anda tidak apa-apa?" Tanya salah satu pengawalnya.


"Hem, terimakasih, kalian datang tepat waktu, aku tidak apa-apa, hanya perutku..akh,ssh, nyeri"


"Nona mari ikut saya, sebaiknya anda beristirahat saja dulu" ucap satu pengawalnya lagi.


"Biar saya yang membantunya!" Teriak Della langsung memapah Jasmine dan membuat sang pengawal terkejut.


"Maaf anda_?"


"Tidak apa-apa, dia ibunya Rafael, aku kenal baik" sahut Jasmine dan pengawalnya mengangguk lalu segera membantu temannya menghadapi para penjahat itu.


Tanpa di sadari, saat kedua pengawal masih sibuk menghadapi musuh-musuhnya, salah satu diantara mereka sudah mengincar Jasmine dan Della, hingga Kemudian terdengar sebuah tembakan.

__ADS_1


Semua orang terkejut saat melihat apa yang kemudian terjadi, Jasmine dengan terpaksa harus menggunakan kekuatan tenaga dalamnya menghentikan sebuah peluru yang mengarah tepat di depan dadanya.


Detik berikutnya peluru berbalik dan menembus perut sang pemilik senjata hingga menjerit kesakitan, darah segar mengalir deras dari perutnya, dan mereka semua lari tunggang langgang, begitu juga dengan yang sedang terluka.


Jasmine tersenyum mendatangi Della yang masih shock melihat aksi di luar nalar seorang wanita yang di dalam pandangannya adalah sosok lemah lembut. Jasmine memeluk Della untuk menyadarkan nya.


"Tidak apa-apa Tante, mereka semua sudah pergi" ucap lirih Jasmine.


lalu Jasmine berjalan menuju mobilnya sambil menahan perutnya yang bertambah sakit, hingga kemudian menghentikan langkahnya. Della segera memegangi tubuh Jasmani saat dilihatnya hampir saja limbung dan terjatuh.


"Ada apa Jas, kau baik-baik saja nak?"


"Perutku Tante, rasanya semakin kaku dan nyeri"


"Ya Tuhan, apa yang terjadi, duduklah dulu, biar aku pijit kakimu" ucap Della kemudian memberikan pijatan di kakinya saat berada di dalam mobil, hingga pijatan Della bisa merilekskan kaku di perutnya dan Jasmine merasa nyaman kembali.


"Nona apa tidak sebaiknya saya antar anda pergi ke rumah sakit?" Tanya sang pengawal.


"Tidak usah, aku baik-baik saja, hanya butuh istirahat sejenak" jawab Jasmine, dan akhirnya kedua pengawal nya menuruti apa yang diinginkan oleh Jasmine.


"Kapan kau terakhir datang bulan Jasmine?" Tanya Della menelisik.


"Emm, kapan ya?" Ucap lirih Jasmine berusaha berpikir keras, "oh iya Tante, aku terakhir datang bulan sepertinya bulan yang lalu, tapi entahlah, aku juga lupa, memangnya kenapa Tante?"


"Aku punya firasat kalau kau sedang hamil Jasmine"


"Apa?, Benarkah Tante?"


"Baik Tante, makasih ya"


"Kau itu bicara apa, justru Tante yang ingin berterimakasih sudah kau selamatkan tadi sayang, makasih ya, semoga dugaan ku tentang kehamilan mu benar.."


"Aminn.. makasih doanya Tante"


Dan kemudian mereka berdua akhirnya berpisah, Della segera membawa mobilnya pergi dengan melambaikan tangan sebelumnya ke Jasmine, kedua pengawal Jasmine segera mengawalnya kembali untuk masuk ke dalam mobil pribadinya.


"Apa kalian sudah membelikan semua yang aku pesan tadi?" Tanya Jasmine.


"Sudah Nona, maaf, sebaiknya Nona Jasmine jangan menyetir sendiri mengingat kondisi anda sepertinya kurang sehat, bagaimana kalau saya yang mengemudikan mobil anda?"


Jasmine berpikir sejenak kemudian segera berpindah kebelakang mengingat apa yang di katakan oleh pengawal nya memang benar. Dan kemudian kedua mobil itu pun melaju kembali ke Mansion.


Tak berapa lama Rupanya terlihat mobil Abraham sudah terparkir ditempatnya dan itu tandanya dia sudah datang beberapa saat sebelum Jasmine sampai di Mansion.


Dengan langkah perlahan karena perutnya masih sedikit ngilu, Jasmine menuju kamarnya untuk segera membersihkan diri. Saat membuka pintu, Rupanya sang suami sedang berganti baju setelah mandi.


Abraham tersenyum menyambut kedatangan Jasmine yang sangat dirindukan sejak sore tadi, namun Jasmine segera mencegah pelukan suaminya.


"Jangan memelukku yang, aku bersihkan badan dulu ya, aku lumayan kotor"

__ADS_1


Abraham menahan keinginannya, lalu memperhatikan baju istrinya yang terlihat beberapa noda yang tak biasa, hingga Abraham menahan tangan Jasmine saat ingin masuk ke kamar mandi.


"Apa yang terjadi yang, jangan bilang kau baru saja berkelahi?!"


"Aku mandi dulu yang, nanti aku akan menceritakan semuanya"


"Apa?!, Jadi kau benar habis berkelahi, dengan siapa, kenapa, kau tidak apa-apa yang?" Ucap Abraham panik seketika dan memeriksa istrinya dari ujung kaki sampai ujung kepala dengan tatapan matanya yang tajam.


"Yang..sudah, aku mandi dulu, aku gak apa-apa" ucap Jasmine yang langsung menarik tangannya lalu segera melangkah masuk ke kamar mandi.


"Jangan di kunci, aku akan ikut memandikan mu yang, biar aku lihat apa ada luka di tubuhmu!" Teriak Abraham yang kembali memakai bathrob nya, lalu segera menyusul masuk ke dalam kamar mandi.


Jasmine sudah berendam air hangat dengan mata terpejam untuk merilekskan tubuhnya, sementara Abraham menatap sang istri dengan menghela nafas panjang karena khawatir yang di rasakan nya.


"Yang..kau benar tidak apa-apa?" Tanya Abraham yang terduduk di sebelah bathtub tempat Jasmine berendam.


Jasmine segera membuka matanya dan tersenyum sambil menatap sendu wajah suaminya yang nampak begitu mencemaskan dirinya.


"Aku baik-baik saja yang..apa kau pikir istrimu ini wanita yang lemah hem?"


"Bukan begitu yang, aku hanya tidak ngin kamu menghadapi kesulitan sendirian, mulai sekarang jangan pernah pergi tanpa ku lagi ya, sesibuk apapun aku, tetap tunggulah sebentar, aku pasti akan mengantar kemanapun kau pergi, mengerti?"


Jasmine tertawa kecil melihat sikap suaminya yang sangat posesif seperti seorang ayah menjaga bayinya.


"Aku ini bukan anak kecil yang, mana mungkin kemana-mana harus di temani kamu, aku bisa jaga diri yang, jangan terlalu khawatir"


"Yang.. masalah nya bukan itu, kamu itu terlalu cantik dan diinginkan banyak laki-laki, aku tidak ingin kecolongan dan membuatmu celaka"


"Masak sih yang, sepertinya tidak ada yang menginginkanku kecuali Abraham Hanzel Brian" goda Jasmine.


"Itu karena aku selalu protek terhadapmu yang, coba saja kalau kau sering keluar tanpa diriku, berada di sampingku saja, semua mata laki-laki masih berani menatapmu tanpa ragu, apa lagi_"


Cup


Abraham terkejut saat Jasmine tiba-tiba saja menyambar bibirnya.


"Yang..kau ini, dasar!"


"Love you Abraham Hanzel Brian"


"Love you so much, Jasmine Agatha Nugraha"


Abraham langsung gantian menyambar bibir istrinya, kemudian melepas bathrob nya, tubuh polosnya kini ikut masuk ke dalam Bathtub bersama sang istri tercinta, Jasmine kini sudah bersandar di dada bidang Abraham yang memeluknya dari belakang dan menikmati air hangat yang menyapu kulit mereka.


(Hem..so sweet..pasti nyaman banget kali ya...bagaimana Readers..apa pengen juga..??)


Yok segera kasih VOTE ya...


HADIAHNYA Juga jangan lupa..

__ADS_1


LIKE dan KOMEN, di tunggu selalu..


Author akan kembali di jam 3 sore ya, terus ikuti Episode selanjutnya.


__ADS_2