AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Pernyataan


__ADS_3

Abraham memutuskan pandangan nya, sejenak jasmin menghela nafas panjang lalu segera masuk dan kini sudah berdiri di depan Abraham.


"Apa kau tidak bisa duduk?" Ucap Abraham.


Jasmine hanya terdiam lalu duduk di kursi tepat di hadapan meja kerja Abraham.


"Apa kau tau kenapa aku memanggilmu ke sini?" Tanya Abraham dengan nada yang dingin.


"Iya" jawab Jasmine.


"Lalu, bisa kau jelaskan semuanya?" Ucap Abraham.


"Bukankah Anda sudah mendengar semuanya dari Mbok Darmi?" Jawab Jasmine.


"Yakin hanya itu saja, tidak ada lagi yang ingin kamu jelaskan lagi?"


"Saya bersalah karena sudah membohongi anda tuan Abraham, dan ini sama sekali tidak ada hubungan dengan Mbok Darmi, jadi saya harap jangan sampai Mbok Darmi kena imbas dari perbuatan yang saya lakukan"


"Lanjutkan!" Ucap Abraham yang sudah semakin geram


"Saya juga minta maaf, dan sesuai kesepakatan, saya akan membayar anda seratus juta karena saya akan keluar dari rumah ini sekarang juga"


"Wow, kau luar biasa nona Jasmine Agatha Nugraha, wanita yang sangat licik rupanya" ucap Abraham lalu melempar lembar kertas ke hadapan Jasmine


"Apa ini, saya tidak tau maksud tuan Abraham" ucap Jasmine sambil melihat sebuah rancangan yang tidak di mengerti sama sekali


"Dasar pencuri, kau masih pura-pura tidak tau semua ini ha!, Aku menemukan rancangan ku yang sudah di sabotase oleh perusahaan ayahmu, dan salinan itu aku temukan di lemari pakaian mu nona Jasmine, bisa kau jelaskan sekarang!" bentak Abraham.


"Jadi Anda menuduhku mencuri rancangan itu dan memberikannya ke perusahaan Nugraha Company?"


"Memangnya apalagi, kau tau betapa berharganya itu semua bagiku, berbulan-bulan aku membuatnya dengan segenap pikiran dan tenagaku, lalu kau mencurinya, perusahaan mu kini memproduksi dan menjualnya dengan keuntungan yang luar biasa, kalian benar-benar licik!' teriak Abraham


"Aku tidak pernah mencurinya, dan ayahku juga sudah menjelaskan semuanya, kami di jebak, seseorang memberikan_"


"Diam wanita sialan!, Kau gunakan dirimu untuk menjeratku disini dan mengawasi ku, saat lengah, beraninya kau curi rancangan perusahaan ku, ayahmu benar-benar kurang ajar!"


"Jangan menghina ayahku bang*sat!, Kau kira hanya kamu yang bisa menghina?, aku juga bisa!" Teriak Jasmine akhirnya pecah.


"Oh, bagus, Kau sudah menunjukkan sifat aslimu rupanya, aku sangat terkejut kau bahkan berani mengumpat ku Jasmine"


"Kau yang memaksaku melakukan hal ini Abraham, aku sangat menghormati mu dan tidak pernah sekalipun aku berniat jahat atau mencurangi mu, aku sudah menjelaskan semuanya, tapi kau tetap menyangkal nya, apa lagi yang bisa aku lakukan?!" Teriak Jasmine


"Pergi hadapanku, dan tunggu ke hancuran perusahaan mu dan juga keluargamu, aku pastikan kalian akan membayar semuanya!" Teriak Abraham murka dan mengusir Jasmine


"Aku juga tidak Sudi berada dekat dengan orang yang bodoh sepertimu, kau bisa melihat tapi buta akan kenyataan, kau bisa mendengar tapi tuli akan kata hatimu!"


BRAK


Suara keras pintu di tutup oleh Jasmine yang melangkah pergi keluar dari ruangan kerja Abraham.


Sejenak Abraham terdiam, mata hatinya sudah tertutup dengan kemarahan dan kebencian, dia sangat kecewa dengan Jasmine, kecewa dengan kenyataan bahwa wanita yang di sukai nya sudah berani membohonginya, hingga kemudian Abraham menghubungi tim pengacaranya.


"Iya pak Abraham"


"Aku ingin kita mempercepat tuntutan perusahaan itu, buat mereka tidak bisa berkutik lagi"


"Baik pak Abraham, itu bukan hal sulit karena kita berada di pihak yang benar"


"Hem saya tau, kita besok akan ke perusahaan itu"


"Baik pak"


Kemudian sambungan di putus oleh Abraham, entah kenapa semakin ia membenci Jasmine, semakin lekat wajah wanita itu ada dalam pikiran Abraham.

__ADS_1


"Sialan, bang*sat!, Kenapa wanita ini selalu ada dalam pikiranku!" Ucap Abraham bicara sendiri di dalam ruangannya


*


Sementara itu terjadi perpisahan yang menyesakkan bagi Mbok Darmi dan Jasmine, keduanya berpelukan erat lalu segera berpisah, Jasmine berusaha tersenyum saat meninggalkan Mbok Darmi agar tidak menjadi beban pikiran orang tua yang sudah banyak mengajari nya tentang banyak hal.


Hingga tak berapa lama kemudian Jasmine sudah berada di kontrakan kedua sahabatnya.


"Jasmine!, Akhirnya loe kesini juga, akh senengnya, yuk masuk-masuk!" Teriak Risma sangat bahagia melihat kedatangan Sahabatnya.


"Untuk sementara gue akan tinggal disini sebelum pindah ke rumah ayah, boleh kan?"


"Tentu saja boleh cantik, gue ada teman ngerumpi deh"


"Dasar kau ini, untuk hari esok ke depan, gue akan sangat sibuk mengurusi permasalahan perusahaan, jadi loe jangan buat onar, kepala gue bisa pecah kalau loe tambahin beban pikiran"


"Eleh, lagak loe Jas, yang ada loe itu yang suka bikin keributan, dasar!"


"Hehehe, iya ya, gue lupa, yok ah, udah malam, kita tidur"


"Berdua dulu ya Jas, besok baru kita bersihkan kamar satunya, loe bisa tiduran disana, kalau tidur bareng loe terus gue takut khilaf"


"Hah, maksudnya?"


"Ya takut khilaf lama-lama gue jatuh cinta ma loe"


"Anjir, jijik gue Ris, dasar!"


"Hahaha" keduanya ngakak malam-malam lalu kemudian segera tidur karena merasa sudah terlalu lelah.


**


Keesokan harinya Jasmine sudah bersiap pergi ke kantor dnegan baju miliknya kembali, tidak ada daster atau apapun lagi yang harus dia pakai seperti saat berada di rumah Abraham.


Jasmine bukannya senang malah langsung berdiri dan ingin melangkah ke kamarnya


"Eh tunggu, loe mau ke mana?" Ucap Risma


"Ganti baju, biar gue gak terlalu mempesona"


"Eh, apaan sih loe, udah bagus dah gini, loe itu jadi wanita jangan aneh ya, yang lain ngabisin uang bermiliar-miliar buat cantik, nah loe malah gak suka kelihatan cantik, dasar!"


"Ya kan gue pengen saat kerja semua karyawan fokus ma pekerjaannya, bukan fokus ke gue Ris"


"Ish, sudah, itu bisa di atur, dengan melihat kecantikan loe mereka pasti tambah semangat, udah deh ah, pakek ini aja loe, gak usah ganti lagi!"


"Iya iya, berisik amat loe, gue berangkat!"


"Hati-hati sayangku, love you!" Ucap Risma menggoda.


"Jangan lebay, bikin gue mual, lama-lama gue timpuk pakek sepatu loe Ris, Assalamualaikum!"


"Hahaha, Waalaikumsalam!" Jawab Risma sambil ngakak


Jasmine sudah berada di gedung perkantoran milik ayahnya dengan menaiki mobilnya sendiri, mobil yang lama ia rindukan karena tidak pernah di sentuh nya sejak kepergiannya dari rumah.


Dengan langkah pasti dirinya masuk ke dalam gedung perkataan itu, tepat seperti apa yang di perkirakan oleh Risma, semua mata tidak lepas menatap takjub ke arah Anak dari pemilik perusahaan Nugraha Company


Jasmine tersenyum ramah dan menyapa semua pegawai yang kebetulan berpapasan dengannya, semua itu langsung membuat geger seisi gedung perkantoran


"Ampun Mak, pagi-pagi udah dapat sarapan bikin kenyang"


"Sarapan apa, bos lagi bagi-bagi makanan?"

__ADS_1


"Bukan, senyuman anak bos, bikin gue kenyang"


"Anjir loe, gue pikir dapat apaan, eh tunggu-tunggu, anak Bos masuk kantor kita?"


"Iya woy, gila dah pokoknya, pesonanya ngalahin artis Hollywood, alamat gak bisa tidur gue"


Begitulah kira-kira perbincangan pagi para pegawai sebelum melakukan aktifitasnya hari ini.


Sementara Jasmine sudah ada di ruangan ayahnya, sebuah meja dan kursi kerjanya sudah di persiapkan untuk Jasmine, perbincangan dengan ayahnya pun terjadi, Rahmad dan Sekretarisnya membantu Jasmine untuk mengenalkan pekerjaan yang harus dia pelajari


Bukan hal yang susah untuk Jasmine memahami semuanya, Rahmad dan sekertaris nya ikut lega dengan ketangkasan Jasmine yang luar biasa, hingga kemudian salah satu pegawai memberi tahu bahwa ada pemilik perusahaan Hanzel Company ingin bertemu


"Persilahkan mereka masuk" ucap Rahmad


Jasmine pun segera berdiri dan ikut bersiap menyambut, ada getaran aneh yang masih bergemuruh di dada Jasmine saat tau Abraham akan datang


Pintu terbuka, Abraham melangkah masuk dan terkesiap melihat sosok Jasmine yang kini ada di depannya, sungguh sangat berbeda, kecantikan dan pesona nya terpancar nyata.


Begitu juga dengan Rafael, yang hampir melongo saat menatap Jasmine ada di sana, rasanya masih tidak percaya, bahwa wanita dengan sejuta pesonanya adalah Mina mantan pembantu di rumah sahabatnya


"Ehem, jaga pandanganmu El!" Ucap Abraham


"Oh, sorry, aku kaget lihat Mina ada disini"


"Jasmine, bukan Mina"


"Iya sorry Eb"


Kini keduanya sudah duduk di depan Rahmad, sementara Jasmin berada di samping Ayahnya, begitu juga dengan para kuasa hukum Abraham


"Baik, ini adalah hasil persidangan kemaren, anda sudah mendengarnya sendiri keputusannya kan tuan Rahmad" ucap Abraham


"Iya tuan Abraham, saya mengerti, dan kami minta waktu untuk membayar ganti rugi sebesar ini"


"Bagus, kapan kau akan membayarnya?, Seminggu, sebulan, setahun atau berapa tahun lagi?"


"Saya minta waktu_"


"Tunggu ayah, berapa yang harus kita bayar?" Sahut Jasmine sambil melihat berkas dari pengadilan dan betapa terkejutnya Jasmine dengan nominal uang yang harus di bayarkan untuk ganti rugi.


"Bagaimana Nona Jasmine, kau bisa mewakili tuan Rahmad untuk menjawab pertanyaan ku" ucap santai Abraham dengan senyuman sinis nya.


Jasmine tampak bingung, melihat hal itu Rafael sungguh tidak tega hingga dia akhirnya ikut berbicara


"Min, maksud ku Nona Jasmine, sebaiknya kau dan tuan Rahmad berpikir dulu, kita akan_"


"Jangan lancang bicara disini Rafael, aku pemilik perusahaan dan aku yang akan memutuskan, saat ini aku ingin jawaban itu sekarang!" Bentak Abraham


Seketika Rafael terdiam, dia tau sahabatnya ini sedang emosi, kalau sampai di lawan akan semakin runyam


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2