AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Perjanjian


__ADS_3

Jasmine merebahkan tubuh di atas tempat tidur sambil menatap langit-langit kamarnya, kepalanya puyeng gara-gara sang ayah sudah memutuskan jalur kelancaran perekonomiannya


"Sial, aku bener-bener gak pegang uang sekarang, Aku mesti cari uang dimana?" Batin Jasmine


Namun sesaat kemudian dirinya terhenyak dan langsung duduk di tepian tempat tidur sambil tersenyum aneh


"Tuan Abraham!" ucap nya tiba-tiba


"Gak mungkin kan orang setajir itu gak punya duit, impossible" batin Jasmin tersenyum riang


"Eh tunggu-tunggu, tapi gimana caranya gue dapatin uang darinya ya?" Sejenak Jasmin berpikir kembali, lalu kemudian datanglah Mbok Darmi yang langsung memberinya inspirasi


"I know!" Teriak Jasmine


"Astagfirullah!, no no apa sih Mina, ngagetin mbok saja"


"Mbok Darmi gak perlu tau, rahasia" ucap Jasmine dan mendapat tatapan aneh dari mbok Darmi


"Jangan berbuat macam-macam disini, ingat!"


"Siap Mbok, tenang saja" ucap Jasmine sambil mengerjapkan matanya berkali-kali


Seperti dugaannya sehabis makan malam, majikannya itu akan masuk dan bertapa di ruang kerjanya, saat itulah dirasa waktu yang tepat bagi Jasmine untuk segera meluncurkan aksinya


Diketuknya pintu ruang kerja sang majikan dengan pelan, tak lama kemudian terdengar suara mempersilahkan masuk


Ceklek


Pintu terbuka, Jasmine masih belum berani masuk dan hanya berdiri di ambang pintu


"Kalau mau masuk, masuk, kalau gak mau masuk keluar, jangan berdiri gentayangan di tengah-tengah pintu begitu!" Ucap Abraham nge gas


"Alamak, belum juga ngomong, udah di semprot aja ma ni orang, bodoh, nekad ajalah, demi dompet yang harus terisi" batin Jasmine sambil berjalan masuk dan kini sudah di hadapan Abraham


"Ada apa?"


"Ini tuan, anu, itu_, Anu" ucap Jasmine yang tiba-tiba saja nge blank


"Anu mu kenapa?" Tanya Abraham yang sebenarnya ingin ngakak melihat tingkah pembantu yang ada di depannya


"Hah, maksud tuan?" Tanya balik Jasmine yang tidak tau maksud pertanyaan majikannya


"Kamu itu yang maksudnya apa, dari tadi ngomong Ona anu ona anu, kalau belum bisa ngomong dengan jelas, keluar sana, belajar ngomong sama Mbok Darmi!" Bentak Abraham


"Dasar semprul, pengen gue gelut ini orang" batin Jasmine


"Gini tuan, saya mau minta honor saya selama kerja disini selama 3 hari, dan kalau bisa pinjam honor untuk satu Minggu ke depan, soalnya kan saya kerja disini ganti mbok Darmi sampai sembuh, paling tidak satu bulanan" ucap Jasmine pelan dan hati-hati

__ADS_1


"Bukannya kamu kerja disini menggantikan mbok Darmi?" Ucap Abraham sambil tersenyum dengan maksud tersembunyi


"Bener tuan"


"Itu artinya aku tetap menggaji Mbok Darmi utuh, tapi tidak dengan kamu kan?"


"Yah, kan saya juga kerja tuan"


"Tapi Mbok Darmi tetap saya gaji walaupun tidak bekerja karena ada kamu yang menggantikannya, terus masalahnya dimana?"


"Tapi tuan?"


"Jangan berulah dan mau membodohi ku, ada yang ingin kamu bicarakan lagi?" Tanya Abraham yang mulai mengerti kalau wanita sableng yang ada di depannya ini rupanya sangat membutuhkan uang


"Saya kerja juga pengen dapat gaji tuan, masak sih gaji dua orang saja tuan keberatan?"


"Bukan itu masalahnya, perjanjian awal kamu di sini hanya sebagai pengganti mbok Darmi, kecuali kamu mau aku gaji dari memotong uang mbok Darmi"


"Apa!, Gak jadi, mending saya kelaparan dari pada harus menyusahkan orang" ucap Jasmine kesal


"Atau kamu mau tawaranku yang lain?" Ucap Abraham berdiri dan mendekat ke arah Jasmine lalu memutari nya sambil melihat Jasmine dari atas ke bawah seperti sedang memilih wanita malam


"Jangan macam-macam tuan, saya gak semurah itu kalau harus menjadi pem*uas naf*su tuan di ranjang" ucap Jasmine waspada


"Cih, kepedean sekali kau ini, pembantu sok-sokan, mau melayaniku di ranjang, bisa saja enggak!"


"Eh, biar oon soal ranjang, gini-gini saya banyak yang memperebutkan tuan, jangan salah!" Ucap Jasmine nyolot


"Mina, ngapain gonta-ganti nama orang?!


"Suka-suka aku mau panggil kamu apa, mau nggak kamu dengan tawaranku tadi, dan di pastikan akan menghasilkan uang"


"Emang apa tawaran tuan?"


"Teken kontrak kerja sebagai pegawai tetap"


"Di perusahaan tuan?, mau mau, tumben baik banget tuan?"


"Dengarkan dulu, aku ngomong belum selesai, maksudku jadi pegawai tetap di rumah ini sebagai Asisten rumah tangga sama kayak Mbok Darmi"


"APA!" Jasmine terkejut


"Gak usah melongo gitu, mau apa enggak?"


"Baiklah tuan" batin Jasmine pasrah


Abraham tersenyum penuh kemenangan, lalu berjalan untuk mempersiapkan berkas tanda tangan kontrak bekerja sebagai ART dirumahnya selama setahun penuh dengan gaji 2 juta di enam bulan pertama dan jika sebelum genap satu tahun keluar, maka harus membayar denda 100 juta

__ADS_1


"Anjir, ini perjanjian menguntungkan di dia, rugi banget buat gue, dasar majikan Jahanam" batin Jasmine tapi tetap saja di tandatangani nya surat perjanjian itu karena yang terpenting saat ini harus mengisi kantongnya


Abraham tersenyum puas, dan menyimpan dengan baik surat perjanjian itu, uang sudah ada di tangan Abrahan dan akan di serahkan separo dari gajinya untuk dipinjamkan ke Jasmine


"Nih, aku bayar honor kamu dulu di depan, cuma separo, nanti kurangnya awal bulan berikutnya, setelah kau bekerja di sini!" Ucap Abraham


"Baiklah tuan,


" Jasmine berniat mengambil uang dari tangan sang majikan


namun tiba-tiba saja terlintas di benak Abraham untuk mengerjai Jasmine


"Tidak semudah itu kau mendapatkan uang dari tanganku Mimin" batin Abraham


Detik berikutnya Abraham langsung mengangkat tinggi-tinggi uang yang akan di sambar oleh Jasmine, hingga Jasmine kesulitan meraihnya


"Ikhlas gak sih tuan ngasih uangnya?"


"Ambil saja, kalau kamu bisa, dapat uang gak semudah yang kamu pikirkan"


"Sialan ini majikan, benar-benar si Singa breng*sek!, Tapi kalau aku keluarkan tenaga dalam dan ilmu bela diriku, bakalan panjang urusannya, bisa-bisa penyamaran ku terbongkar, kasian mbok Darmi" Batin Jasmine sambil berpikir mencari jalan keluar yang lain


"Kenapa diam, gak mau dengan uang ini?" Ucap Abraham sambil mengipas kan uang itu di depan mukanya


"Nggak, mending gak usah dari pada tuan Abraham gak ikhlas!" Ucap Jasmine bersikap cuek dan hendak pergi meninggalkan ruang kerja majikannya


Abraham tekejut tidak menyangka kalau wanita yang tadi sepertinya sangat menginginkan uangnya, tiba-tiba saja ingin pergi begitu saja, hingga kemudian Abraham meletakkan uang itu di atas meja dan hendak duduk kembali ke kursi kerjanya


Namun tidak di sangka Jasmine berbalik dan bergerak cepat langsung menyambar uangnya, Abraham terkejut tidak menduga Jasmine akan melakukan hal itu, hingga uang sudah berhasil di dapatkan oleh Jasmine dan Lari


"Dasar Mimin!!, Kembali!!" Teriak Abraham kencang


"Maaf tuan, saya sibuk, terimakasih uangnya!, Hahaha,!!" Balas Jasmine sambil berlari kencang keluar dari kamar majikannya sambil tertawa terbahak-bahak


BRUG


"Aw!, Sialan, brengsek !!" Teriak seseorang yang sudah di tubruk oleh Jasmine tanpa sengaja dan sudah terhempas ke lantai


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2