AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Rencana Licik


__ADS_3

Setelah acara menjenguk Mina yang terkesan malah membuat repot si Mina nya, ketiga laki-laki itu pergi dan berbincang di teras belakang


"Jadi si Mina sudah baik keadaanya?" Tanya Abraham


"Hem, aku sempat terkejut dengan hasil pemeriksaan ku, daya tahan tubuh Wanita ini tidak seperti pada umumnya" jawab Farel


"Aku juga merasa begitu, aku pernah kena tendangannya, luar biasa keras hingga lenganku membiru waktu itu, sepertinya Mina punya ilmu bela diri" ucap Abraham


"Wow, kalau sampai yang kalian omongkan ini benar, Amazing" sahut Rafael


" Tapi aku sama sekali tidak pernah melihatnya menggunakan atau melatih dirinya menggunakan gerakan bela dirinya" kata Abraham


"Kamu juga tidak pernah kan Eb, oh iya, bagaimana kabar kemampuan tenaga dalam mu yang langka itu?" Tanya Farel


"Aku tidak pernah melihatmu melatihnya Eb" ucap Rafael


"Sudahlah, aku masih terus belajar, gak perlu kan aku lapor kalian?" Jawab Abraham


Kedua teman Abraham hanya tersenyum dan kembali menyeruput kopi nikmatnya dan beberapa menit kemudian mereka pamit untuk kembali pulang


Abraham kini sudah berada di dalam kamarnya untuk untuk melanjutkan pekerjaannya, namun tak lama kemudian tiba-tiba pintu ruang kerja di buka dengan kasar


BRAK


"Buka kembali blokiran kartuku Abraham, jangan berani macam-macam denganku! Bentak Kartika di depan meja kerja Abraham


"Dengan sikapmu seperti ini kau kira aku akan takut dan menuruti keinginanmu, jangan mimpi, keluarlah!" Bentak Abraham


"Pastikan dulu kau membuka kartuku, aku akan pergi dari hadapanmu, telpon anak buah mu untuk mengurusi hal ini besok di bank!" Perintah Kartika


"Jaga bicaramu, jangan memerintah ku!" Teriak Abraham lalu kemudian membuka laci kerjanya dan melemparkan beberapa foto adegan ranjang Kartika dengan beberapa teman laki-lakinya


"Apa ini!?" Kartika membelalakkan mata terkejut saat mendapati foto-foto dirinya diatas meja


"Kau pikir saja sendiri, masih berpikir untuk berteriak di depanku, aku sudah muak menutupi semua tingkah gila mu di luaran sana Kartika dan mulai sekarang jangan harap bisa berbuat seenak hatimu!"


"Tapi beb, aku tidak bisa hidup tanpa uang itu, bagaimana aku akan menghadapi teman-teman ku, aku punya beberapa Arisan yang harus aku bayar tiap bulan"


"Aku akan memberimu uang tunai, minta padaku setiap kau membutuhkannya, aku pastikan kau tidak membohongi ku, baru akan kuberikan uang itu"


"Apa!, Kau benar-benar breng*sek Abraham, ingat, uang itu dari perusahaan keluargaku dan bukan darimu, kamu hanya orang yang disuruh ayahku menjaga semuanya untuk ku!"


"Yah, aku memang harus menjaga semuanya untuk mu, bahkan aku harus menjaga nama baik wanita sialan seperti mu yang sudah berani menjual pembantunya sendiri dan memberikan obat terkutuk itu!"


"Apa, itu fitnah, aku tidak melakukan hal itu!"


"Benarkah?, Apa perlu aku menyeret laki-laki yang sudah berani merencanakan hal be*jat itu denganmu, atau aku harus melaporkan semua bukti yang aku dapat ke kantor polisi?"


"Jangan berani melakukan itu, ingat Abraham, kau hanya sampah dijalankan kalau tidak ayahku yang menolong mu!"


"Pergi dari hadapanku sekarang juga, atau aku akan melempar mu keluar dari ruangan ini" ucap Abraham dingin dan menusuk, Kartika akhirnya keluar dari ruangan itu dengan segala umpatan yang tujukan untuk Abraham

__ADS_1


*


Keesokan paginya setelah keberangkatan Abraham ke kantor, Kartika segera pergi bertemu dengan Agung untuk menyerahkan beberapa berkas penting yang berhasil di curi nya semalam dari ruang kerja Abraham


Tampak senyum kemenangan dari Agung saat menerima berkas penting itu dari tangan Kartika


"Kerja yang bagus sayang, tunggu sebentar, aku akan menyuruh anak buah ku mengkopi berkas asli ini dan nanti kau kembalikan lagi ke tempatnya, apa kau mengerti?"


"Tentu saja, aku akan mengembalikan ke tempatnya, jangan sampai membuat kecurigaan Abraham"


"Kau cerdik sekali rupanya" ucap Agung


"Tentu saja, demi tujuan kita merebut kembali perusahaan ku" ucap Kartika


"Tentu saja, kita akan menjadi partner kerja yang luar biasa" jawab Agung


"Boleh aku pinjam uangmu dulu sayang, si Abraham breng*sek itu sudah memblokir Kartu ku"


"Tidak masalah, aku akan transfer ke rekening mu nanti, sebaiknya aku pergi dulu banyak urusan perusahaan yang perlu aku kerjakan oke?!" Ucap Agung


"Okey, sampai ketemu lagi nanti" jawab Kartika


Keduanya kini sudah berpisah berjalan ke tujuan masing-masing


Agung berpikir licik untuk menggunakan senjata yang dia punya lewat perusahaan Nugraha Company, dia berjaga-jaga kalau ada serangan dari perusahaan Hanzel Company, bisa dipastikan bukan perusahaanya yang kena imbasnya


Kini Agung pun berjalan masuk ke perusahaan Nugraha Company untuk melakukan rencananya, di berikan sebuah berkas yang berisi produk rancangan produk keluaran baru yang meng atas namakan rancangan darinya


Rahmad melihat rancangan itu dan tersenyum senang, karena memang di pasaran sedang rame rancangan inovasi seperti yang di buat oleh Agung, pikirnya seperti itu


*


Pagi yang sangat cerah, Jasmine sudah berada di kampus bersama dengan kedua sahabatnya


"Sudah sembuh loe Jas?"


"Sudah, Alhamdulillah, ini gue dah ada di depan kalian"


"Gila ya, majikan perempuan loe, Sampek nekat ngerjain kamu seperti itu" ucap Dinda


"Iya, pengen gue cakar itu mukanya kalau ketemu sama tu orang, gak terima gue Jas" sahut Risma


"Ya nanti kalau ketemu, kita keroyok rame-rame, gue juga pengen ngasih pelajaran ke wanita gendeng itu" jawab Jasmine santai


"Sidang Skripsi kita segera dilakukan satu minggu lagi, kita harus bersiap, jangan sampek nilai kita rendah, biar gak percuma perjuangan kita ini" ucap Dinda


"Siap" jawab Jasmine dan Risma bersamaan


"Jadi loe akan bertahan di rumah majikan loe Jas?" Tanya Risma


"Nggak juga, nanti setelah gue punya uang seratus juta, baru gue angkat kaki dari sana"

__ADS_1


"Apa, lah kok bisa gitu?" Ucap Dinda kaget


"Perjanjian kontrak kerja gue sebagai pembokat di sana kan emang gitu bunyinya"


"Elah Jas, kenapa loe tanda tangani sih, kan merugikan banget buat loe" ucap Risma


"Demi uang, gue kemaren harus bayar kuliah, kalian tau sendiri gimana miskinnya gue Sekarang"


"Hahaha" kedua temannya tertawa mengingat keadaan Jasmine sekarang


"Heh, kalian ngapain ketawa ngakak gitu?!" Ucap Agam yang mengejutkan ketiga cewek yang ada disana


"Eh mas Agam, lagi nganggur ini bisa main kesini?" Ucap Jasmine


"Lagi kangen kamu Mina ku yang cantik dan unyu-unyu" ucap agam


"Idih, modus, bilang aja kangen sama temannya si Mina, dasar!" Jawab Mina


"Nah udah tau ngapain pakek nanya, halo cantik, sudah sarapan hem?" Tanya Agam ke Risma


"Sudah ini baru saja habis" ucap Risma yang kemudian dipeluk sebentar oleh Agam


"Tumben mas, pagi-pagi sudah bisa nyamperin Risma di kampus?" Tanya Dinda


"Hari ini lagi dapat libur, soalnya kemaren habis lembur 3 hari, gak ada acara, jadi ya ikut nimbrung kalian saja disini, seru"


"Ya gimana gak seru, ada pujaan hati yang menemani, kalian cepet nikah sajalah, gue ketar ketir lihat kalian ini, takut tiba-tiba saja tek dung" ucap Jasmine


"Anjir, mulut loe jas, di jaga kalau ngomong, emangnya kita ngelakuin hal apa sampek loe pikir gue bisa blendung, semprul!" Sahut Risma


"Hehe, ya kan siapa tau, namanya juga kalian pacaran mesra gitu" ucap Jasmine


"Mesra kita masih wajar, loe tu yang hati-hati, tidur suka minta ditemani sama majikan gitu" kata Risma


"Wow, gerak cepat juga rupanya si Mina ya?" Sahut Agam


"Hah, beneran, loe pernah tidur di temani majikan loe Jas?" Tanya Dinda


"Anjir, siapa yang ditemani, ketemu aja gue pengen gelut terus ma tu majikan, galaknya kayak Singa"


"Hahaha" semua menertawakan Jasmine


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2