AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Kesepakatan


__ADS_3

Abraham sudah sampai di rumah Jasmine tepat jam 7 malam, rupanya Rahmad sudah bersiap menyambut kedatangan Abraham, hingga saat Abraham datang, Rahmad sudah menyambutnya di depan pintu.


Abraham mengucap salam, menjabat tangan Rahmad kemudian keduanya berjalan masuk dan duduk diruang tamu, Rahmad segera memberikan kode untuk menyiapkan makanan dan menyuruh anak buahnya untuk segera menghubungi Jasmine.


Abraham memperhatikan apa uang dilakukan Rahmad, dia pun baru menyadari rupanya Jasmine belum tinggal bersama orang tuanya.


"Jadi Jasmine belum ada disini tuan Rahmad?"


"Maaf tuan Abraham, kebetulan Jasmine sedang tidur di rumah sahabatnya kemaren, jadi mohon bersabar" jawab Rahmad.


"Hem, begitu rupanya"


Rahmad melakukan perbincangan lagi dengan Abraham seputar pekerjaan, hingga tak lama kemudian muncul Jasmine dari pintu dan mengucap salam kemudian memeluk ayahnya sebentar.


Abraham merasakan hatinya berdesir saat melihat wanita yang sangat di rindukannya sudah ada di depan mata, hingga kemudian Abraham memutuskan tatapannya saat Rahmad berbicara.


"Sebaiknya kita makan malam dulu, setelah itu kita bicarakan hal yang penting, bagaimana tuan Abraham?" Tanya Rahmad


"Saya rasa itu ide yang baik" ucap Abraham


Dan kemudian Jasmine langsung melangkah ke belakang melihat persiapan di meja makan, Rahmad dan Abraham pun sudah berada di meja makan, Rahmad memimpin doa sebelum makan sedangkan Jasmine dan Abraham masih saling melempar tatapan tajamnya.


Ketiganya menikmati makanan dengan tenang, posisi Jasmin yang duduk di depan Abraham membuat sesekali tatapan keduanya kadang bertemu.


Jasmine memalingkan wajahnya dan teringat perbuatan Abraham yang membawa kabur Sop buntut waktu itu.


"Saatnya aku membalas mu Raja Singa sialan" batin Jasmine, hingga kemudian terjadi hal yang membuat Rahmad merasa aneh.


Abraham hendak mengambil Sop buntut yang kebetulan salah satu menu makan malam kali ini, namun Jasmine dengan cepat menyambar mangkoknya hingga Abraham menghentikan tangannya.


Abraham terdiam dan melihat Jasmine menguras isi daging Sop Buntut nya hingga yang tersisa hanya kuah nya saja, Rahmad membelalakkan mata saat tau apa yang dilakukan Jasmine.


"Ehem, Jasmine kendalikan makan mu, jangan terlalu banyak, nanti kamu tidak bisa menghabiskan nya" ucap Rahmad yang sudah malu dengan kelakuan Jasmine.


"Aku lapar yah, pasti habis, tenang saja" ucap Jasmine.


Sementara Abraham bukannya marah malah tersenyum melihat aksi konyol Jasmine dengan sop buntutnya. Dirinya lalu mengambil kuah Sop buntut saja di tambah dengan lauk yang lain yang masih ada di meja makan.


"Aneh, kenapa dia gak marah atau kesal gitu ya, sial, gue gagal menunjukkan ke ayah bagaimana sifat aslinya yang super cerewet dan menyebalkan, ini gue dah ambil banyak banget Sop buntutnya juga, gimana caranya menghabiskannya ya " Batin Jasmine kesal.


Abraham semakin menahan tawanya saat melihat wajah wanita yang di depannya sudah merenggut karena berusaha menghabiskan makanan porsi jumbonya.


Di tengah suasana makan yang hening, Rahmad pamit untuk pergi ke kamar mandi sebentar karena ingin buang air kecil.


"Jangan di teruskan, kau bisa muntah kalau perut mu sudah penuh" ucap Abraham.


"Siapa bilang perutku sudah penuh" sahut Jasmine yang mulai pelan mengunyah makanannya karena apa yang di katakan Abraham menang benar adanya.


"Kau ini, susah sekali di beri tau, sini!" Tiba-tiba saja Abraham langsung menarik piring Jasmine, menukar piring yang masih lumayan banyak isinya dengan miliknya yang sudah kosong.


"Eh, apa yang kamu lakukan, itu makanan ku, jangan di buang!" Teriak Jasmine.


"Aku masih lapar, jadi biar aku saja yang menghabiskan" ucap Abraham.

__ADS_1


"Eh, tapi itu bekas ku, kamu gak jijik?!" Ucap Jasmine kepo.


"Diam, jangan mengajak bicara orang yang sedang makan!" Jawab Abraham dan membuat Jasmine terdiam.


"Sh*it, banyak sekali Jasmine mengambil dagingnya, perutku rasanya sudah sesak, dasar wanita sableng" umpat Abraham dalam hati dan masih berusaha menghabiskan makanannya yang tinggal sedikit.


Rahmad sudah kembali duduk di meja makan, dirinya menatap heran piring Jasmine yang sudah kosong


"Ini anak beberapa bulan gak dirumah, jadi kayak kuli bangunan saja makannya, mengerikan" batin Rahmad sambil menatap aneh anaknya.


Sementara Jasmine hanya tersenyum sambil sesekali menatap Abraham yang masih berusaha menghabiskan makanannya.


"Ih, gak meledak perut si raja singa ni" batin Jasmine was-was.


Hingga tak lama kemudian selesai sudah acara makan malam yang bikin engap Abraham, ketiganya lalu segera pergi ke ruang kerja Rahmad untuk membicarakan masalah yang penting.


"Baiklah tuan Abraham, saya persilahkan anda berbicara terlebih dahulu" ucap Rahmad.


"Baik Tuan Rahmad, rencananya saya tidak akan menunggu lama pernikahan ini, jadi saya putuskan satu minggu lagi"


"Apa!, Tidak bisa!" Teriak Jasmine menyela.


"Diam Jasmine, nanti ada waktunya kamu bicara" ucap Rahmad, dan Jasmine pun terdiam.


"Apa istri pertama anda tau hal ini tuan Abraham?" Tanya Rahmad


"Untuk saat ini belum, tapi akan segera saya beri tahu"


"Kalau seandainya istri pertama anda tidak setuju?"


"Baiklah, lalu bagaimana konsep pernikahan yang anda inginkan?"


"Saya adakan di sebuah gedung dengan tamu terbatas, saya hanya ingin keluarga terdekat dan para sahabat dari Jasmine dan saya saja yang hadir"


"Aku gak mau yah, sebaiknya pernikahan ini di rahasiakan saja!" Teriak Jasmine.


"Jasmine, jaga sikapmu!"ucap Rahmad


"Tapi yah, ini soal aku, berhak dong ikut andil suara disini?!" Ucap Jasmine.


"Baiklah, maaf tuan Abraham, sebaiknya anda berbicara berdua dulu dengan Jasmine untuk menentukan kesepakatan, saya tinggal dulu" ucap Rahmad, kemudian pergi meninggalkan ruang kerjanya.


"Baik, bicaralah" ucap Abraham yang sudah duduk berhadapan dengan Jasmine.


"Aku ingin mengajukan beberapa syarat pernikahan kita" ucap Jasmine.


"Katakan, kalau masuk akal, akan aku setujui" ucap Abraham.


"Aku ingin pernikahan kita sederhana" ucap Jasmine.


"Maksutnya, sesederhana apa?" Tanya Abraham.


"Cukup kita, penghulu, dan beberapa saksi saja" ucap Jasmine.

__ADS_1


"Kira-kira berapa orang?" Tanya Abraham lagi.


"Ya..sepuluh orang lah dengan kita" jawab Jasmine.


"Gak bisa, itu terlalu sederhana!" Ucap Abraham.


Jasmine langsung mengomel dan mengatakan alasannya, dia tidak ingin menyakiti perasaan Kartika sebagai istri pertama, walaupun itu atas persetujuannya dan Jasmin juga belum siap dengan status istri ke dua.


"Baik, aku tambah jadi 20 orang, aku pastikan acara nya tertutup, tapi dengan satu syarat" ucap Abraham.


"Apa?!" Tanya Jasmine.


"Saatnya nanti, aku akan mengadakan resepsi pernikahan kita dengan megah dan mewah, saat itu kau tidak bisa menolaknya, bagaimana?" Tanya Abraham.


"Baiklah, aku setuju" ucap Jasmine.


"Soal pelaksanaan pernikahan seminggu lagi, tidak ada tawar menawar" ucap Abraham tegas.


"Eh, tapi_"


"Gak ada perubahan, harus seminggu lagi Jasmine, atau kau ingin di percepat 3 hari lagi?"


"Apa?!, Kau ini, baik, aku setuju satu minggu lagi!" Teriak Jasmine kesal.


"Bagus, apa ada yang lain lagi?" Tanya Abraham.


Sejenak Jasmine terdiam, kemudian berjalan ke meja kerja ayahnya, mengambil kertas dan menuliskan sesuatu di sana, tak lama kemudian menyerahkan lembar kertas itu ke Abraham.


"Ini permintaan ku, kamu bisa jawab di sebelahnya" ucap Jasmine.


Abraham menoleh ke Jasmine sejenak lalu membaca isi dari tulisan Jasmine di kembar kertas yang di genggamnya, kemudian Abraham menuliskan jawabannya di sebelah masing-masing poin, syarat yang diminta oleh Jasmine.


"Ini, aku sudah menjawab semuanya, kau ini mirip anak SD saja!" ucap Abraham gemes melihat kelakuan Jasmine.


Jasmine segera mengambil lembar kertas dari Abraham dan membelalakkan mata saat melihat jawaban dari Abraham.


"Kau ini minta di hajar ya!" Teriak Jasmine yang langsung Emosi.


Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 41-45


Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.2


Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE LEBIH DARI SEKALI, Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2