AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Asisten Baru


__ADS_3

Sinar matahari menerobos masuk ke dalam kamar, pancaran sinar hangatnya menyapa wajah Abrahham hingga membuatnya terusik, tak lama kemudian dirinya terbangun dan melihat sosok wanita cantik yang masih setia berada dalam pelukannya.


Abraham tersenyum mengingat semalam istrinya sudah memberikan segalanya untuknya, dikecupnya kening sang istri lalu beranjak dari tempat tidurnya perlahan, lalu segera turun ke bawah untuk meminta tolong menyiapkan sarapan paginya dan juga menghubungi Rafael dan ayah mertuanya untuk ijin libur kerja hari ini.


Segera Abraham masuk kembali ke dalam kamar lalu mandi membersihkan diri dan bersuci.


"Kelihatannya Jasmine benar-benar kecapekan" batin Abraham sambil membelai wajah istrinya dan menciumnya berkali-kali.


Masih ada di kamarnya, Abraham melihat pemandangan alam dari balkon kamar, senyumnya mengembang saat membayangkan dia akan berada di rumah ini bersama dengan Jasmine dan Anak-anaknya, hingga kemudian terdengar panggilan lirih dari istrinya yang rupanya sudah terbangun.


"Selamat pagi istriku, bagaimana semalam, enak?" Goda Abraham lalu mencium bibir istrinya.


"Apa sih yang, udah bangun dari tadi?" Tanya Jasmine


"Hem, kalau kamu masih capek, tidur saja yang"


"Lumayan, badanku sakit semua, pengen mandi biar seger kembali yang"


"Ya sudah, aku bantu ke kamar mandi yok" ucap Abraham kemudian membantu Jasmine duduk lalu berjalan pelan menuju kamar mandi.


Jasmine sengaja berendam untuk merilekskan tubuhnya, sedangkan Abraham duduk di dekat bathub sambil tangannya menyapa lembut kulit Jasmine


"Yang, jangan mulai, tangannya tuh diam, jangan gerayangan gitu" ucap Jasmine memperingatkan.


"Suka yang, kulit kamu bisa lembut banget gini ya?" Jawab Abrahham sambil tersenyum, Jasmine hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan suaminya.


"Yang, aku suka tinggal disini, rasanya nyaman banget" ucap Jasmine.


"Aku juga, bagaimana kalau kita pindah kesini saja secepatnya?"


"Lalu Kartika?"


"Disana ada mbok Darmi, dia akan baik-baik saja, asal bisa mengontrol gaya hidupnya, sesekali aku akan ke sana untuk melihat keadaanya"


"Oh gitu, itu artinya kamu akan pindah kerumah ini juga?"


"Ya tentu saja, kamu kira aku akan membiarkanmu jauh dariku?, Impossible nona Jasmine Agatha Nugraha, kau milikku dan harus ada di sampingku selamanya"


Jasmine tersenyum melihat sikap Suaminya, "Siap, tentu aku akan berada di sampingmu, karena akulah wanitamu Sayang, tidak akan aku biarkan siapapun yang akan mengusik kita"


"Wow, istriku Sangar juga ternyata ya" sahut Abraham sambil tertawa, "Ada satu kabar baik yang, Aku sudah melihat profile wanita yang bernama Rena Nandita dan aku rasa tidak mengecewakan, jadi aku setuju menerimanya sebagai sekretaris ke dua ku yang akan lebih banyak bekerja dengan Rafael"


"Apa, Alhamdulillah yang, makasih ya, kamu memang yang terbaik" ucap Jasmine lalu menciumi wajah suaminya.


*


Pagi yang sangat mengesalkan bagi Agung Dwi Vinan, dimana dirinya benar-benar gusar dengan banyaknya tuntutan hingga harus merogoh uang lebih dalam untuk menutup mulut para wartawan akan gosip miringnya, kini keadaan perusahaannya juga semakin memprihatinkan.

__ADS_1


"Ayah, aku ingin menjual beberapa aset dan mobil mewah kita, perusahaan sedang dalam keadaan gawat!" Ucap Agung


"Kau gila, bagaimana mungkin semua ini bisa terjadi, perusahaan aku bangun susah payah, kini kau buat hancur begitu saja ha!" Jawab Adi Jaya Vinan


"Sudahlah yah, jangan membuatku pusing, masalah besar sedang aku hadapi sekarang, biar aku yang mengurus nya, ayah ikuti saja apa yang aku bilang"


Sang Ayah Tampak begitu marah, namun tidak bisa berbuat apa-apa, hingga datanglah seorang wanita yang tak lain adalah keponakannya Rena Nandita, yang hampir dua tahun ikut bersamanya.


"Maaf paman, hari ini saya mau pamit untuk bekerja"


"Apa!, Masuk, bersihkan rumah dan urus semua seperti biasanya, jangan berulah kerja diluar, kamu harus membayar biaya hidupmu selama numpang disini dengan menjadi babu di rumah ini, pergi!!"


"Maaf paman, ibu sudah tiada, dan semua warisan juga sudah paman ambil, saya rasa itu sudah lebih dari cukup untuk membayar semua biaya hidup kita selama disini, jadi saya permisi"


"Kurang ajar, dasar anak jaha*nam, ambil semua barang-barang mu dan pergi dari rumah ini, Sekarang!!" Teriak Adi Jaya Vinan.


Rena langsung pergi mengambil semua barang-barang nya lalu pergi dari rumah itu dengan perasaan lega bercampur bingung nanti harus tinggal dimana, apalagi dia hanya mengantongi uang 300 ribu saja untuk melanjutkan hidupnya.


Sampai di perusahaan, Rena segera menitipkan kopernya di tempat penitipan barang, lalu segera masuk menemui bagian penerimaan pegawai untuk diberikan penjelasan.


Rena sangat bersyukur karena dia di terima di bagian Asisten Sekretaris yang akan membantu pekerjaan sekretaris perusahaan Hanzel Company, apalagi dengan gaji yang menurut nya lumayan banyak.


Kini dirinya segera masuk ke sebuah ruangan sekretaris yang dikiranya seorang perempuan, dan tentu saja di sana sudah ada Rafael.


"Ada apa?" Tanya Rafael terkejut saat bagian kepegawaian mengantar seorang wanita cantik masuk ke ruangannya.


"Selamat pagi pak Rafael" sapa Rena


"Pagi, jadi kamu yang akan membantu pekerjaanku?"


"Iya Pak"


"Duduklah, dan kau bisa pergi, terimakasih sudah mengantarnya kesini" ucap Rafael


Rena segera duduk dengan sopan di kursi yang sudah di sediakan oleh Rafael, terus terang dirinya sangat terkejut ternyata harus menjadi asisten seorang laki-laki.


"Kamu akan bekerja di ruangan sebelahku, nanti akan aku berikan list, apa saja yang mesti kamu kerjakan, dan jangan mengeluh saat bekerja denganku , aku tidak suka"


"Iya pak, maaf, jadi sekretaris disini adalah pak Rafael?" Tanya Rena memastikan.


"Tentu saja, aku tangan kanan pemilik perusahaan ini, sekaligus sekretarisnya, kenapa, ada masalah?"


"Oh, tidak Pak, maaf saya hanya memastikan saja"


"Hem, pergilah keruangan mu, aku akan kesana setelah ku siapkan apa saja yang perlu kau kerjakan hari ini"


"Apa saya tidak perlu memperkenalkan diri dulu ke anda dan pimpinan perusahaan ini pak?"

__ADS_1


Rafael terkesiap dengan sikap sopan santun dan kepribadian Rena, jarang sekali dia menemui wanita yang begitu lembut dan pandai menempatkan diri, pantas saja Jasmine sangat merekomendasikannya untuk diterima bekerja di perusahaan.


"Tidak usah, aku sudah tau siapa dirimu dari data pribadi kamu, aku rasa itu sudah cukup, dan kebetulan juga pemimpin perusahaan ini sedang ijin, jadi tidak ada di tempat"


"Baiklah pak Rafael, saya permisi dulu"


Rafael mengangguk dan menatap kepergian wanita yang bekerja dengannya dengan memakai pakaian yang lumayan tertutup, Celana panjang, atasan kemeja putih di tutup dengan blazer warna pink lengan panjang, perpaduan yang sangat cantik walaupun Rafael sangat tau, baju yang di pakainya sama sekali tidak bermerek.


"Wanita yang lumayan unik" batin Rafael kemudian segera mempersiapkan list pekerjaan untuk asisten barunya.


*


Sementara itu, Kartika yang baru saja sampai di rumah, langsung masuk ke ruangan kerja Abrahham dengan kunci cadangan yang dimilikinya, tanpa menyadari ada Cctv di dalam sana, Kartika melanjutkan aksinya dengan membuka semua laci mencari sesuatu.


"Sialan, di mana surat nikah mereka berdua, aku benar-benar tidak bisa menemukannya disini" batin Kartika, hingga kemudian dirinya segera keluar lagi tanpa mendapatkan apa-apa.


Tidak puas dengan hal itu, Kartika berusaha masuk ke kamar Jasmine, namun tentu saja tidak akan bisa, karena kunci kamar Jasmine hanya ada pada pemiliknya.


"Mbok Darmi, cepat berikan kunci kamar Jasmine, sekarang!" Bentak Kartika.


"Maaf nyonya, saya gak tau maksud nyonya apa, mana mungkin saya punya kunci kamar non Jasmine"


"Jangan bersandiwara, atau kau minta di hajar lagi?"


Mbok Darmi sampai mengatakan berkali-kali bahwa dirinya tidak tau kunci kamar Jasmine untuk membuat Kartika percaya dan akhirnya Kartika masuk ke kamarnya lalu membanting pintu dengan keras untuk meluapkan emosinya.


"Dasar kalian manusia brengsek, aku tidak akan membiarkan kalian bahagia diatas penderitaan ku, Abraham milikku, harus menuruti semua kemauanku, hanya milikku!!" Teriak Kartika di dalam kamarnya.


Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 81-86


Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.8


Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen


*


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2