
Seperti dugaan Abraham, wanita yang di bawa oleh Smith memang seorang pemain handal untuk merayu laki-laki jatuh dalam pelukannya, dalam perbincangan bisnis setelah makan malam, dengan sengaja wanita itu menunjukkan reaksi gilanya.
Dengan menempelkan tubuhnya manja ke lengan Smith dan sesekali menyusupkan wajahnya ke leher Smith lalu menggigit dan menciuminya, sepertinya wanita itu sengaja menunjukkan aksinya untuk menarik perhatian Abraham yang ada di depannya.
"Beb, sabar dulu, aku masih mengobrol dengan tuan Abraham oke?" Ucap Smith sambil tersenyum dan membelai manja wanita itu.
"Ngobrol saja Beb, aku hanya ingin memanjakan mu, jangan menolaknya ya?" Ucap manja wanita itu dan sukses membuat Jasmine langsung mual.
"Saya permisi dulu ke toilet tuan Smith" ucap Abraham, kemudian segera beranjak dan mencium bibir Jasmine sekilas sebelum meninggalkan nya.
Disusul dengan Wanita itu yang tiba-tiba ingin ke Toilet juga.
Kini Smith tersenyum dengan bahagia mendapatkan kesempatan berdua dengan Jasmine, lalu mengawali pembicaraan.
"Anda baik-baik saja nona Jasmine?"
"Tentu saja, aku hanya sedikit mual melihat sikap wanita anda tuan Smith, sayang sekali, padahal dia masih sangat muda ya?"
"Namanya Grace Seralda, seorang Model usia 19 tahun, Aku memperlakukannya dengan baik nona Jasmine, semua keinginan dan kebutuhannya aku penuhi, dimana letak sayang sekalinya?"
"Dia masih sangat muda tuan, seharusnya masih bisa menikmati hidup sebagai wanita seusianya, kuliah dan menikmati pelajaran di kampus misalkan, atau berkumpul dengan teman sebayanya sambil bercanda tawa, bukannya malah menemani seseorang untuk berbuat adegan panas orang dewasa" jawab Jasmine.
"Itu adalah pilihannya Jasmine, dan aku tidak pernah memaksanya"
Jasmine sedikit terkejut saat telinganya menangkap ucapan Smith yang memanggil namanya saja.
"Benarkah?, Jadi begitu, entahlah tuan, aku hanya menyampaikan pendapatku saja, mungkin dia sudah dibutakan oleh silaunya kesenangan dunia"
Smith tersenyum miring dan tidak pernah sedikitpun melepaskan tatapannya dari wajah wanita yang selalu dipujanya.
**
Beberapa saat sebelumnya, Della yang tidak betah sendirian dirumahnya, segera keluar untuk menemui putri tercintanya yang ternyata ada jadwal dinas malam di Rumah Sakit.
Sampai di Rumah Sakit, dirinya segera menanyakan keberadaan Dea di ruang informasi dan ternyata Dea sedang ada di ruangan kerjanya karena di IGD pasien dalam keadaan aman.
Della segera mengetuk pintu dan tak lama kemudian gadis tercintanya segera membuka pintu dan terkejut sambil tersenyum bahagia.
"Mommy!!" Teriak Dea dan langsung memeluk Della dengan eratnya.
"Aduh, sudah lepas, Mommy gak bisa nafas ini De" ucap Della.
"Habis kangen aku Mom, yuk masuk" Dea segera membawa Della masuk ke dalam dan duduk nyaman untuk berbincang.
__ADS_1
"Bagaimana kabarmu sayang?" Tanya Della, sambil membelai rambut anak gadisnya.
"Alhamdulillah baik Mom, mommy sih pilih kasih, selalu saja kak Rafael di dulukan, bukan aku lagi"
"Heh, ngomong apa sih, semua anak mommy itu sama pentingnya, hanya kebetulan saja Mommy ada kerja sama bisnis sama perusahaan yang di pegang oleh kakakmu, jadi ya harus sering ketemu"
"Oh, gitu, terus bagaimana nih mommy sama Rena, setuju nggak?, Dia itu baik Lo Mom, mandiri, pekerja keras dan_"
"Sering kamu manfaatin untuk bersihkan rumah, masak, apa lagi hem?, dasar anak Nakal"
"Hehe..aku gak nyuruh Lo Mom, Rena sendiri yang suka melakukan hal itu, katanya dia gak enak kalau cuma diem aja"
"Alasan saja kamu ini, memang apalagi alasan Mommy untuk tidak menyetujui Rena menjadi Calon menantu, Wong baiknya kayak gitu, jarang ada wanita sukses itu mau bersusah payah mengurus rumah apalagi masak, tapi Rena berbeda, dan Mommy yakin dia baik untuk Rafael"
"Alhamdulillah..aku ikut seneng Mom, sungguh, aku bahagia kalau Rena yang jadi pendamping hidup kak Rafael Mom"
"Hem, Mommy juga, tapi kakakmu itu yang masih belum siap untuk menikah"
"What!!, Keterlaluan Kak Rafael ini, awas saja ya!"
"Jangan ganggu kakakmu dulu, dia masih pusing meredam amarah Rena yang masih jengkel dengan pernyataan nya yang belum siap menikah"
"Astagfirullah..jadi kak Rafael ngomong kek gitu di depan Rena Mom?"
"Iya Mom, pantes kalau Rena marah, dasar Rafael gila"
"Hus, dia kakakmu De, jaga bicaramu, kau ini.."
Detik berikutnya, keduanya di kaget kan dengan ketika suara pintu, Dea langsung beranjak dan membuka pintu dan sangat terkejut melihat kekasihnya sudah tersenyum lebar di balik pintu.
"Halo Cantik, apa kau juga merindukanku?!" Ucap Farel di balik pintu dengan keras, lalu tanpa melihat kode mata dari Dea langsung memeluk dan mencium pipi Dea berkali-kali, hingga kemudian.
"Apa-apaan kalian ini ha!, Farel!!" Teriak Della saking terkejutnya dengan apa yang di lakukan Farel terhadap anak gadisnya.
"Tante Della!" Ucap Farel yang sangat terkejut dan seolah jantungnya mau berhenti berdetak.
"Dea!, Jelaskan sama Mommy sekarang juga!" Teriak Della ke Dea yang sudah ketakutan dan sembunyi di belakang tubuh Farel.
"Saya akan menjelaskan Tante, maaf saya tidak tau Tante ada disini" ucap Farel berusaha meredakan emosi Della.
"Baik, jelaskan Farel, aku akan mendengarnya"
"Kami saling mencintai Tante"
__ADS_1
"Apa?!, Kau sadar dengan yang kau ucapkan?, dia itu Dea yang sudah kamu anggap Adik kamu sejak kecil, jangan gila Farel!!"
"Tante, aku punya perasaan cinta yang tulus dengan Dea, bukan sebagai Adik, tapi sebagai seorang wanita yang akan saya pilih untuk mendampingi saya Tante"
"Cukup, kalian sudah sinting, aku pulang dulu, dan jangan berani macam-macam, putuskan hubungan gila kalian ini, berpikirlah kembali Farel, tanyakan ke dalan relung hatimu siapa sebenarnya Dea bagimu, dan kau Dea, Mommy akan membuat perhitungan denganmu nanti, sepulang dinas malam, pergi ke rumah Mommy, aku tunggu!!"
BRAK
Della menutup pintu dengan kasar dan berjalan keluar ruangan dengan perasaan yang kalut dan khawatir akan Putrinya.
Sementara itu Rafael segera memeluk kekasihnya yang nampak ketakutan dan kini menangis dalam pelukannya.
**
Sementara itu di tempat lain, Abraham yang baru saja keluar dari toilet terkejut melihat Wanita kekasih Smith yang tak lain adalah Grace Seralda dengan berani menghadangnya.
"Ada apa nona, bisa kau minggir, aku akan lewat" ucap Abraham dingin.
"Wow, aku makin penasaran dengan mu tuan Abraham, selama ini aku, Grace Seralda, selalu bisa menaklukkan hati semua laki-laki yang ada di hadapanku, bahkan tuan Smith, tapi anda sangat berbeda dan membuatku makin penasaran" ucap kekasih Smith.
"Maaf, aku tidak butuh penjelasan apapun darimu, minggir lah, atau aku yang akan melakukannya!"
"Hahaha, aku yakin kau bukan laki-laki normal tuan Abraham, karena tidak ada laki-laki tidak tergiur dengan tubuhku" ucap Grace.
"Kau ini menji*jikkan, minggir!" Ucap Abraham.
"Jujurlah tuan Abraham, apa kau penyuka sesama jenis, dan nona Jasmine hanya berpura-pura saja melakukan kemesraan itu, benar bukan?, Hal itu sudah biasa di lakukan orang-orang bisnis macam kalian, dengan memainkan kebahagiaan palsu"
"Baiklah, kau benar-benar ingin tau se normal apa aku?, Datang ke kamar hotel yang akan aku pesan malam ini, dan kita lihat, apa kau masih meragukan Kenormalan ku setelah apa yang akan aku lakukan nanti, Bersiap lah!" Ucap Abraham.
Grace tersenyum puas, dan segera minggir lalu hatinya berbunga-bunga saat di depan Cermin dalam toilet.
"Akhirnya, kau luluh juga Tuan Abraham Hanzel Brian, dan kau pasti akan ketagihan dengan tubuhku" batin Grace Seralda.
Makin penasaran apa yang akan terjadi dengan Abraham dan Wanita ini...
Yuk segera..
Komen dahsyatnya dulu dong..
Lanjut Like gaes..
Tak lupa hadiah dan Vote nya juga ya
__ADS_1
Baru Author semangat lagi lanjutin nya.