AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Diminta Kembali


__ADS_3

Abraham tiba di rumah lamanya bersama dengan Jasmine, rupanya kedatangannya sudah di sambut oleh Kartika, hingga kemudian keduanya segera masuk kedalam rumah dan kini surat pernyataan perceraian sudah ada di atas meja.


"Aku minta kau segera menandatangani surat ini Kartika, aku mohon maaf kalau selama pernikahan kita, kamu tidak merasakan bahagia" ucap Abraham.


"Tidak usah basa basi, bagaimana aku bisa bahagia, kalau kau sendiri tidak pernah membuka hatimu untukku" jawab Kartika dengan sinis.


"Sebelum aku bertanda tangan, aku ingin kau menemui seseorang dulu, tunggu disini" ucap Kartika dan kemudian masuk ke dalam kamar utama yang lama terkunci, hingga kemudian, Abraham di kejutkan dengan kemunculan seorang laki-laki setengah baya, yang tak lain adalah Ayah kartika sekaligus Ayah angkat Abraham.


"Ayah?!" Ucap Abraham segera bersalaman dengan Dimas Hanzel, Ayah angkatnya.


"Benar sekali, bagaimana kabarmu Abraham?, Sayang sekali kau sepertinya sudah melupakan janjimu" ucap Dimas sambil duduk di depan Abraham dan Jasmine.


"Maaf ayah, situasinya sudah tidak seperti yang ayah pikirkan, aku memutuskan untuk berpisah dengan Kartika karena suatu alasan yang kuat"


"Iya, alasan karena kau sudah punya yang baru dan menikah lagi, jadi kau ingin menyingkirkan Kartika begitu saja, itu maksudmu dengan alasan yang kuat?!"


"Maaf ayah, berikan saya kesempatan menjelaskan semuanya, ini adalah alasan kenapa aku harus menceraikan Kartika ayah" ucap Abraham yang kemudian segera memberikan semua berkas bukti-bukti kebobrokan Kartika.


Sejenak Dimas menyimak semua bukti yang di berikan, dan Dimas tersenyum miring.


"Aku tidak perduli, aku menikahkan Kartika denganmu karena aku ingin kau mengurusi hal-hal negatif yang di lakukan anakku, dan itu sudah tugasmu untuk membayar semua hutang budi mu Abraham!!" Bentak Dimas Hanzel.


"Tapi yah, aku tidak bisa menjalaninya dengan Kartika, menurutku Kartika yang sudah banyak sekali melakukan kejahatan yang bahkan bisa mengancam nyawaku dan juga Jasmine istriku"


"Lancang kau!!".


PLAK


Dimas langsung menampar Abraham cukup keras hingga sudut bibirnya pecah dan berdarah.


Tak puas dengan itu, kini Dimas semakin emosi dan kemudian menampar muka Abraham berkali-kali dengan sekuat tenaga, tanpa sekalipun Abraham membalas.


Hingga kemudian sebuah tangan menangkis tangan Dimas dan sontak membuat Dimas terlempar ke lantai.


"Maaf tuan Dimas, saya terpaksa melakukan hal ini karena sebagai seorang istri, saya berhak melindungi suami saya" ucap Jasmine yang sudah menahan emosinya sejak tadi.


"Kurang ajar kau wanita iblis, wanita tidak tau malu, sudah merebut suami orang masih saja sombong ha!, Wanita Sialan!!" Ucap Dimas yang kini sudah berdiri dibantu dengan Kartika.


"Saya tidak akan peduli mulut Anda akan berkata apa, aku dulu sempat berpikir orang tua macam apa yang sudah mendidik Kartika sampai menjadi wanita yang tidak punya harga diri dan kejam seperti itu, hari ini saya baru tau, pantas saja Kartika menjadi wanita ******* dan rendah seperti itu, rupanya dia ada ditangan orang tua yang tidak kalah bej*atnya" ucap Jasmine.


"Jaga mulutmu wanita breng*sek, dasar *******!!" Teriak Dimas geram.


"Ayah!!, Jaga ucapan ayah, dia istriku!" Bentak Abraham.


"Oh, jadi begini balas budi mu denganku Abraham, kau berani membentak ku rupanya, baiklah kalau itu maumu" ucap Dimas dan kemudian menyuruh Kartika segera menandatangani surat cerainya, Kartika ingin menolak tapi tidak mungkin dia melawan ayahnya, dan akhirnya tanda tangan sudah di bubuhkan.


"Sekarang Kartika aku nyatakan resmi bukan istrimu lagi Abraham, dan aku ingin kau keluar dari sini seperti kau datang dahulu, tinggalkan semua kemewahan hidup yang sudah kau dapatkan dariku, bahkan cela*na dal"am mu yang juga kau beli dari hasil bekerja selama denganku, keluar dan tinggalkan itu semua!!" Bentak Dimas dengan amarah yang meledak.

__ADS_1


"Baik ayah, aku akan melakukannya" ucap Abraham yang satu persatu mulai melepaskan pakaiannya.


Jasmine tidak percaya dengan sikap orang yang dinggap Ayah oleh Abraham, hingga kemudian Jasmine segera melepas mantel jaketnya yang lumayan besar untuk di pakai oleh suaminya yang sudah tidak mengenakan sehelai kain pun.


"Bagus, besok serahkan semua kepemimpinan Hanzel Company dan kau keluar dari perusahaan, jangan lagi menginjakkan kakimu di sana"


"Apa!, ayah, aku yang sudah membesarkan Hanzel Company, bagaimana bisa ayah melakukan hal itu" ucap Abraham terkejut.


"Jangan lupa Abraham, semua yang kau miliki adalah milikku, jadi aku akan mengambilnya kembali, sekarang aku ingin kau keluar dari sini dan kita tidak ada hubungan apapun lagi, pergi!!" Usir Dimas.


Jasmine tersenyum menggandeng suaminya dan kemudian berjalan keluar secepatnya, Abraham kebingungan saat akan menaiki mobilnya yang juga pemberian dari ayah angkatnya, hingga mereka berdua bersama dengan pengawalnya mencari taksi. Lalu berjalan pulang.


"Yang..maaf, aku sudah tidak punya apa-apa lagi, dan aku masih bingung dengan Mansion kita, ayah pasti juga akan mengambilnya" ucap Abraham.


"Tenanglah yang, kau masih memiliki aku, dan kita akan membeli Mansion yang kita miliki saat ini, nanti kau bisa memberikan uangnya ke Ayah gila mu itu" ucap Jasmine sambil memeluk Abraham sekejab untuk menguatkan hatinya.


Abraham membalas pelukan Jasmine dengan sangat erat, hatinya kuat kembali dan merasa terharu dengan semangat yang di berikan oleh istrinya, ada setetes air mata yang tidak terasa keluar dari sudut matanya, tak ingin istrinya bertambah cemas Abraham segera menghapus air matanya.


**


Malam ini Dea sedang duduk berbincang di balkon apartemen bersama dengan Rena, kedua wanita ini saling membagikan perasaanya, Rena juga mencari cara untuk memberi tahukan statusnya sebagai kekasih dari kakaknya yaitu Rafael.


"De, jadi kamu dulu sangat menyukai tuan Abraham?" Tanya Rena.


"Sangat, dan karena kebodohan ku itu, aku di Kirim kuliah ke luar negeri oleh kak Rafael dan juga mommy"


"Oh jadi begitu ya, lalu sekarang?"


"Bukan itu, maksudku perasaanmu gimana sekarang sama tuan Abraham?"


"Aku gak ngerti, yang jelas tidak seperti dulu, aku lebih bisa merelakan, dan justru aku sedang bingung dengan perasaaan ku terhadap kak Farel Ren, aku kok nyaman banget saat berada di dekatnya, pokoknya rasanya beda gitu"


"Ha, wah..bahaya ini, sepertinya akan segera tumbuh benih-benih cinta seorang dokter Dea untuk dokter Farel nih"


"Apaan sih, aku masih bingung ni, iya kalau cinta kalau ternyata hanya perasaan adik ke kakaknya, gimana?, lagian mana mungkin Kak Farel menyukaiku sebagai seorang wanita dewasa, Yang ada di pikirannya aku ini masih Dea kecil yang dulu sering manja dengannya"


"Belum tentu, waktu bisa merubah segalanya, tinggal tunggu saja sekuat apa perasaanmu terhadapnya, aku yakin kalau memang kalian berjodoh, pasti akan di persatuan dengan cara yang indah, seperti aku yang tidak menyangka akhirnya menjadi kekasih pak Rafael" ucap Rena tanpa sengaja.


"Tunggu, apa barusan kamu bilang?"


"Ha, apa sih De, gak ada, aku gak bilang apa-apa, aku pergi dulu ya, dah ngantuk ini, sudah malam juga" ucap Rena sambil bersiap melarikan diri, namun Dea segera menarik nya kembali ke tempat duduknya.


Dengan sangat memaksa Dea meminta Rena menceritakan semuanya dengan jujur dan akhirnya Rena tidak bisa menyembunyikannya lagi, Dea langsung tertawa senang dan memeluk Rena saat mengetahui segalanya, Rena sempat terkejut saat melihat ekspresi Dea yang ternyata dengan senang hati menerimanya.


"Aku lega De, ternyata kau menyetujui hubungan ini, soalnya kau tau sendiri kan, aku bukan orang kaya dan juga sudah yatim piatu tidak punya orang tua, sedangkan kalian dari orang berada, apalagi mommy kamu seorang pengusaha wanita yang sukses, aku takut dan tidak berani membayangkan sejauh apa nanti kita akan berjalan.


"Tenanglah, mommy itu orangnya baik, dia selalu menghargai keputusan anak-anaknya, ya kadang memang sangat tegas dalam mendidik kami, maklumlah, mommy seorang diri membesarkan kami, tau sendiri kan Deddy sudah meninggal dunia karena kecelakaan dari kami kecil"

__ADS_1


"Hem, aku sudah mendengar semuanya dari Rafael, aku takjub dengan usaha keras mommy kamu, dia benar-benar pejuang wanita yang sangat tangguh"


"Untuk itulah, kami tidak pernah sampai hati, kalau harus membuatnya bersedih"


Keduanya saling berpelukan untuk menumpahkan semua perasan bahagia dan juga kesedihan mengingat orang tua yang meninggalkan mereka


**


Sampai di Mansionnya, Abraham segera menghubungi Rafael dan menceritakan segalanya, tentu saja Rafael ikut murka dan tidak terima dengan hal itu, hingga malam itu juga pergi ke Mansion Abraham. Kini keduanya sedang berbincang serius di ruang tengah.


"Kurang ajar, bagaimana bisa tuan Dimas melakukan hal itu Eb, dia kira perusahaan kecilnya dulu bisa sebesar ini tanpa usaha keras kita, dasar breng*sek!!" Ucap Rafael.


"Sudahlah El, lagi pula yang dikatakan Ayah semuanya memang benar, aku bukan siapa-siapa dan yang aku miliki selama ini, semua adalah miliknya" jawab Abraham.


"Omong kosong, aku pengen tau apa yang akan dilakukan orang tua itu dengan perusahaannya tanpa dirimu, dan aku juga akan keluar dari perusahaan itu!" Sahut Rafael penuh emosi.


"Jangan El, aku saja masih belum tau harus bekerja dimana, aku tidak ingin kamu terkena imbas dari masalahku, tetaplah bekerja disana" ucap Abraham.


Namun dengan lantang Rafael tetap menolak untuk kembali, bahkan dirinya tidak akan pernah sudi harus bekerja di bawah perintah Kartika. Akhirnya Abraham tidak bisa berbuat apapun dan membiarkan Rafael menentukan keputusannya sendiri.


Jasmine membawakan makanan kecil dan minuman hangat untuk dinikmati bersama, mbok Darmi membantu membawakannya ke ruang tengah lalu segera pergi.


"Kalian minumlah dulu, biar pikiran gak panas terus, kita nikmati saja setiap proses hidup, semoga ada jalan keluar yang terbaik setelah ini" ucap Jasmine.


"Aku setuju, dan aku akan mengikuti kemanapun kau akan pergi Eb"


"Dasar kau ini, yang jadi istriku itu Jasmine, bukan kau, kenapa harus mengikuti ku?!" Ucap Abraham.


"Ya karena aku_, apa ya, jadi bingung aku mau ngomongnya, hehe" sahut Rafael gak jelas.


Sementara Jasmine sudah tertawa melihat tingkah laku kedua laki-laki di depannya. Malam pun semakin larut hingga semuanya memutuskan untuk segera beristirahat, Jasmine juga sudah menyiapkan kamar tamu saat akhirnya Rafael memutuskan untuk menginap.


*


Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 91-99


Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.10


Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2