AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Gigitan Dahsyat


__ADS_3

Di perusahaan Hanzel Company, nampak dua orang petinggi dari perusahaan itu sedang berbincang serius membicarakan masalah peluncuran produk baru alat elektronik canggih yang sudah di rancang matang oleh keduanya beberapa bulan yang lalu


"Bagaimana persiapannya El?"


"Sudah hampir seratus persen, tinggal kita tanda tangan kontrak dan BooM, aku jamin rancangan kita ini akan segera meledak di pasaran" ucap Rafael sambil tersenyum puas


"Baguslah, aku ikut senang mendengarnya, kesuksesan semakin terlihat di perusahaan Hanzel Company"


"Itu juga berkat tangan besi mu memimpin perusahaan ini Eb"


"Dan juga kesetiaan mu mendampingiku sampai sejauh ini El"


Keduanya saling pandang dan tersenyum tanda rasa saling berterimakasih atas persahabatan dan kerjasama dengan menggunakan hati selama ini


"Apa yang terjadi dengan Kartika Eb, apa dia membuat ulah yang keterlaluan sampai kamu harus memberikannya hukuman seperti itu?"


"Kartika semakin nekad berbuat gila kalau tidak segera di beri pelajaran" ucap Abraham


"Maksudnya?"


"Dia menjebak Mina dengan meminumkan obat perang*ang dengan dosis yang sangat banyak, beruntung tidak terjadi apapun dengan Mina"


"What!, Mina?, Obat perang*ang, ****!, Apa yang sudah dipikirkan istri bodoh mu itu sampai harus menyakiti Mina seperti itu, lalu, apa yang terjadi dengan Mina?"


"Tenanglah, kenapa jadi kamu yang panik, Mina sudah aman, dia baik-baik saja!" Ucap sengit Abraham


"Aku ikut kamu pulang nanti, pengen tau keadaan Mina"


"Memangnya apa urusanmu dengan Mina, sampai harus menjenguknya, dia hanya pembantu di rumahku"


"Itu bagimu, tadi tidak bagiku Eb"


"Apa?, Ulangi ucapanmu!"


"Aku menganggap Mina adalah teman, saat pertama bertemu aku yakin dia wanita baik-baik dan sangat menyenangkan untuk di jadikan seorang teman, walaupun sikapnya konyol"


"Kau_, maksud ku_, kenapa harus Mina, bukankah masih banyak wanita di luar sana untuk kau jadikan teman?"


"Memangnya kenapa kalau aku berteman dengan Mina, jangan bilang kau keberatan Eb"


"Apa, oh tidak, tentu saja tidak, bahkan aku tidak peduli, terserah apa yang mau kau lakukan dengan Mina"


"Baguslah kalau begitu, aku akan ikut kau pulang nanti" ucap Rafael sambil berdiri dan melangkah pergi meninggalkan ruangan Abraham


"Terserah" jawab Abraham ragu


*


Kartika pergi dari hotel dengan Agung setelah menyelesaikan permainan gilanya


"Aku lapar sekali, bisakah kita cari makan dulu sebelum kau mengantarku belanja?" Ucap Kartika


"Baiklah, aku punya tempat yang bagus untuk makan"


Keduanya segera meluncur ke sebuah restoran dan memesan makan siangnya yang terlambat, setelah menunggu beberapa saat semua makanan yang sudah di pesan datang dan merekapun menikmatinya sambil berbincang


"Untuk makanan siang ini, biar aku yang bayar, anggap saja ini tanda kesepakatan kerja sama kita untuk menghancurkan seseorang dan merebut kembali perusahaan ku" ucap Kartika


"Terserah kamu sayang, asal kamu menyukainya, lakukan saja"


"Kau memang yang terbaik Agung, aku menyukai gaya hidup bebas mu, aku semakin tidak sabar untuk melakukan rencana kita"


"Tapi ingat sayang, kau harus selalu hati-hati, jangan sampai rencana kita gagal sebelum mencapai hasil yang diinginkan"


"Tentu saja, lalu bagaimana rencana pertunangan mu dengan Jasmine Agatha Nugraha?" Tanya Kartika


" Oh, rupanya kau tau tentang hal itu?"


"Tentu saja, siapa yang tidak mengenal gosip tentang tuan Agung Dwi Vinan"


"Aku tetap akan melakukan pernikahan dengan Jasmine anak dari Rahmad Hasan Nugraha"


"Sepertinya kau tergila-gila dengannya, apa kalian pernah tidur bersama?"

__ADS_1


"Hahaha, tentu saja tidak sayang, dia bukan golongan orang elite seperti kita, bahkan dia menutup Auratnya setiap hari"


"Benarkah, maksudmu memakai hijab?" Tanya Kartika terkejut


"Iya, kenapa, kau terkejut tak menyangka anak dari pemilik perusahaan Nugraha Company penampilannya tidak seperti yang kau bayangkan hem?"


"Iya, aku kira orang-orang seperti kita yang bergelimang harta akan memanjakan penampilan trendi sepertiku, tenyata udik sekali dia ya?"


"Begitulah, tapi kecantikannya luar biasa, aku pernah melihatnya sekali dan WoW, pesonanya tidak diragukan lagi"


"Benarkah, aku penasaran seperti apa wanita yang bernama Jasmine itu, apakah lebih dari di Mina pembantuku?"


"Siapa Mina, pembantu?"


"Iya, dia membantuku, tapi aku melihat wajahnya sangat cantik walaupun tanpa makeup, yah walaupun aku sangat membencinya karena selalu di bela oleh Abraham, tapi aku tidak memungkiri kalau kecantikan dan pesona pembantuku itu memang luar biasa"


"Benarkah?" Wah , aku penasaran sekali"


Kartika hanya tersenyum dan kemudian menjentikkan tangan memanggil pelayan Resto itu untuk melakukan pembayaran lewat gold Card yang dia punya, tak lama kemudian datanglah pelayan dengan wajah yang tidak enak


"Maaf nyonya, kartu anda tidak bisa di pakai, sedang dalam masa pemblokiran"


"Apa?, Tidak mungkin, sudah kalian coba lagi?"


"Sudah 3 kali nyonya, tetap tidak bisa dan ada keterangan itu"


"Sudahlah, pakai punyaku ini mbak, segera urus ya" ucap Agung sambil menyerahkan kartunya


"Kurang ajar, ini pasti kerjaan Abraham, aku akan membuat perhitungan denganmu dirumah nanti" ucap Kartika lirih


Kemudian keduanya segera meninggalkan restoran itu dan kembali ke ke tempatnya masing-masing


*


Tiba saatnya Abraham untuk pulang setelah seharian berkutat dengan pekerjaan di kantornya, Seperi yang diucapkan Rafael, ternyata dirinya sudah menunggu Abraham di pintu keluar


"Kamu sudah lama menunggu disini?" Tanya Abraham


"Lumayan"


"Demi si Mina, hehe"


"Dasar!"


Keduanya segera masuk ke dalam mobil dan pergi menuju rumah Abraham, beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di tempat dan segera turun, Abraham hanya menggelengkan kepala saat Rafael berjalan cepat meninggalkannya


Abraham tidak langsung ke kamar Mina melainkan masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri sebelum akhirnya menyusul Rafael ke kamar pembantunya


Saat dirinya tiba di kamar Mina, betapa terkejut melihat Rafael duduk dipinggiran tempat tidur pembantunya, tentu saja itu jarak yang lumayan dekat


"Tuan Rafael, bisa tidak duduknya di kursi dekat meja sana saja, saya gak enak kalau tuan duduk disini" ucap Jasmine yang sebenarnya masih merasakan efek obat itu walaupun hanya sedikit


"Memang kenapa?"


Belum sempat Jasmine menjawab tiba-tiba saja tubuh Rafael sudah di seret pindah oleh tangan Abraham


"Duduk disini saja, jangan terlalu dekat, obatnya masih belum netral sepenuhnya, masih satu hari, mengerti?"


"Oh jadi begitu, sorry, sebenarnya aku tidak keberatan kalau kau menginginkanku Min, hehe"


PLAK


"Aduh Eb, sakit sekali tabokan mu, sialan!"


"Mangkanya jaga kelakuanmu!"


"Aku cuma bercanda Eb, sensitif sekali kamu itu, Mina saja tenang gak protes"


Kemudian mereka di kejutkan dengan kedatangan dokter Farel yang berusia memeriksa dan mbok Darmi yang membawa makanan untuk Mina


"Kalian ada disini juga rupanya" ucap Farel


"Hai Rel, kau datang juga rupanya, mau memeriksa Mina?" Tanya Rafael

__ADS_1


"Iya, bagaimana kabarmu El, lama kita tidak bertemu ya?"


"Baiklah bro, kamu kan yang sibuk terus, dokter keren banyak di cari para cewek kan memang sibuk terus ya?"


"Hahaha, kau ini bisa saja, masih kalah sibuk dengan pengusaha sukses Abraham Hanzel Brian lah"


Keduanya tertawa sambil menatap Abraham yang hanya tersenyum melihat kekonyolan kedua temannya


Farel segera memeriksa keadaan Jasmin dan memastikan keadaanya sudah membaik sangat cepat tidak seperti yang di bayangkan nya, mereka tidak tau saja kalau Jasmine menggunakan tenaga dalamnya untuk melakukan meditasi saat tidak ada orang dalam kamarnya


"Luar biasa, tubuhmu cepat sekali menetralisir racun, kamu bisa di katakan hampir sembuh dari pengaruh obat itu Mina"


"Alhamdulillah, terimakasih dokter Farel"


"Sama-sama, sekarang makanlah"


"Saya gak selera makan dokter, rasanya mulutku masih pahit, mungkin efek obat yang aku minum ya dok?"


Tiba-tiba saja Rafael mengambil makanan yang dibawa mbok Darmi dan mendekat ke arah Mina


"Minggir Rel, biar aku yang menyuapi Mina, mungkin dengan begitu rasa makanannya akan berbeda, coba dulu Min"


Farel yang di paksa untuk mundur hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Rafael, dengan sedikit paksaan akhirnya Mina mau membuka mulutnya dan


"Minggir!, Biar aku yang melakukannya, dia tanggung jawabku karena tinggal di rumahku!" Bentak Abraham yang mengagetkan semuanya dan merebut makanan Mina dari tangan Rafael


Mina pun segera menutup mulutnya kembali setelah terbuka lebar hampir saja memasukkan makanannya


"Biar saya makan sendiri saja, tuan Abraham dan yang lainya bisa pergi dari kamar saya" ucap Mina


"Berisik, buka mulut kamu, makan saja bikin susah!" Ucap Abraham mulai jengkel


"Saya gak mau bikin susah, biar saya makan sendiri!" Jawab Jasmine ikutan jengkel


"Buka mulutmu atau aku yang memaksamu untuk membukanya?!"


"Ish, dasar, suka sekali memaksakan kehendak" ucap lirih Jasmine namun akhirnya membuka mulut nya


Abraham yang sudah dibuat jengkel sengaja memperlambat menyuapi Jasmin, hingga Jasmin menunggu lama dengan mulut yang terbuka, semua yang menyaksikan ikut merasa geli sendiri


"Tuan sengaja membuat mulut saya capek mangap ya!" Teriak Jasmine akhirnya


"Jadi orang yang sabar, ini makan, ha!"


Jasmine segera memasukkan makanan kedalam mulutnya, rupanya lagi-lagi Abraham mengerjainya dengan membuat makanan yang masuk ke mulut Jasmine belepotan


"Eh, apa yang kamu lakukan Eb, sini biar aku yang suapi dari pada kamu berantakin gitu, kasian Mina lo" ucap Rafael


"Diam, dia kan bisa membersihkan bibirnya sendiri, jangan terlalu manja" ucap Abraham sambil tersenyum puas


Jasmine masih diam mengunyah makanannya sambil mengutuk majikannya dalam hati, hingga kemudian tangan sang majikan hendak membantu membersihkan sisa makanan di bibir Jasmine


"Inilah saatnya aku membalas mu raja singa sialan!" Batin Jasmine dan


"Aakh!"


Suara jeritan Abraham mengagetkan semua orang, ternyata Jasmin sudah menggigit salah satu jari Abraham dengan keras


"Ups, maaf tuan, saya kira jari tuan tadi daging rendang, hehe" Mina tersenyum sangat puas sekali


"Mina!, Sengaja kamu menggigit ku, oh Sh*it!, Sakit sekali, dasar!" Ucap Abraham dengan wajah yang menahan sakit


Namun tidak dengan Rafael, dokter Farel dan Mbok Darmi yang sudah tidak kuat lagi menahan tawanya, ketiganya langsung terpingkal-pingkal melihat kejadian langka di depannya


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2