AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Tragedi


__ADS_3

Makan malam sudah tertata rapi di meja makan, Jasmine segera turun setelah membersihkan dirinya dan berganti pakaian yang sudah kotor dengan keringatnya.


Semuanya sudah berkumpul di meja makan untuk menikmati makan malam, Jasmine semangat menyantap makanannya yang begitu lezat di matanya, tidak dengan Kartika yang terasa sangat susah untuk memasukkan makanan ke mulutnya saat melihat Jasmine melahap makanannya.


Abraham hanya tersenyum melihat tingkah Jasmine yang kelihatan sangat menikmati makanannya, pandangannya beradu sejenak dengan Kartika yang memberikan sorot kebencian dimatanya.


"Sepertinya kau bahagia sekali ya Jasmine, suka ya habis ini Abraham akan menceraikan ku?!"


"Uhuk uhuk.." Jasmine terkejut dengan perkataan Kartika hingga tersedak, dan Abraham langsung mengambilkan minum lalu mengusap punggungnya.


"Pelan yang, kau tidak apa-apa?" Ucap Abraham cemas.


"Iya yang, aku gak apa-apa"


"Sebaiknya jangan ngomong dulu saat makan, kita lanjutkan lagi, setelah itu kita akan membicarakan sesuatu hal yang penting" ucap Abraham dengan sorot mata yang tajam menatap Kartika.


Jasmine terdiam dan berniat ijin ke kamar mandi dulu untuk membasuh mukanya yang memerah karena tersedak makanannya yang lumayan pedas, dan bersamaan dengan itu, terdengar suara dering telepon, Abraham segera melangkahkan kaki untuk menerima telepon, di saat itu juga ada senyuman iblis dari bibir Kartika.


"Aku gak apa-apa, belum aku omongin juga soal rencana ku ke Jasmine, habis makan malam aku berencana menjelaskan semuanya" ucap Abraham menjawab telepon dari Rafael


"Ya sudah Eb, hati-hati lah, gak tau kenapa, aku hanya khawatir saja" sahut Rafael.


"Okey El, makasih perhatiannya" ucap Abraham dan segera menutup teleponnya, setelah itu dirinya melangkah kembali ke meja makan untuk melanjutkan makan malamnya.


Tampak Jasmine juga sudah ada di sana, sementara Kartika segera pergi karena sudah menyelesaikan makan malamnya.


Jasmine tersenyum ke Abraham sambil kembali melanjutkan makannya begitu juga dengan Abraham, merasa sudah cukup mengisi perutnya, Jasmine segera meminum air putih yang ada di sebelahnya, Abraham yang telah menyelesaikan makan malamnya juga mengakhiri kegiatannya.


Beberapa saat tiba-tiba Jasmine merasa ada yang aneh dengan tubuhnya yang terasa terbakar, nafasnya terasa sesak dan debaran jantungnya sangat cepat, Jasmine semakin merasa tercekik, Abraham terkejut saat melihat keadaan Jasmine.


"Yang, kenapa, ada apa, jangan menakuti ku, yang!!" Teriak Abraham dan langsung menyambar tubuh Jasmine yang roboh sambil berteriak memanggil mbok Darmi.


"Astaghfirullah, tuan, ada apa dengan Non Jasmine" teriak mbok Darmi semakin kalut.


Dengan cepat Abraham menggendong Jasmine segera membawanya ke rumah sakit, beruntung jalanan tidak begitu ramai, hingga sampai di IGD langsung di tangani dengan cepat oleh Farel dan Dea, yang kebetulan bertugas di IGD Rumah sakit pelita Harapan.


"Apa yang terjadi Eb, bagaimana bisa Jasmine terkena racun?" Ucap Farel heran.


"Apa, Racun?, Lalu bagaimana keadaan Jasmine sekarang Rel, dia gak apa-apa kan?"


"Tenanglah, beruntung kamu segera membawanya kesini, Racun bisa di keluarkan dan di netralisir, sebentar lagi mungkin Jasmine akan segera sadar kembali, jadi kau tidak menyadari Jasmine sedang di racuni?" Tanya Farel.


"Sungguh Rel, aku tidak mengerti apa yang terjadi" ucap Abraham dan kemudian segera menceritakan semua yang dialaminya tadi sebelum kejadian Jasmine di racuni oleh seseorang.

__ADS_1


"Kak Abraham, Apa yang terjadi dengan Jasmine, siapa yang tega meracuninya?" sapa seorang dokter wanita yang tak lain adalah Dea.


"Dea, Entahlah, aku juga tidak tau siapa yang melakukan ini"


"Apa di rumahmu masih terpasang Cctv yang tersembunyi Ab?" Tanya Farel.


"Iya, masih, sebaiknya aku segera menghubungi Rafael untuk melihat rekaman Cctv di rumahku" ucap Abraham.


Namun tiba-tiba terasa jemari Jasmine mulai bergerak di dalam genggaman tangan Abraham, hingga kemudian Abraham mengurungkan niatnya untuk memberitahu Rafael.


"Yang..apa yang terjadi, ini dimana?" Tanya Jasmine nampak bingung.


"Di rumah sakit yang, kamu pingsan karena keracunan" jawab Abraham sambil membelai lembut wajah istri cantiknya, kemudian mengecup sekejab kening dan bibirnya.


Jasmine merasakan tubuhnya sangat lemah, hingga dirinya memejamkan matanya kembali.


"Tidak apa-apa Ab, Jasmine hanya lemas saja, sebaiknya di pindah ke ruang pemulihan dulu, biar aku yang menghubungi Rafael, kamu dan Dea mendampingi Jasmine dulu selama di ruang perawatan" ucap Farel yang kemudian pergi pamit ke ruangannya.


"Aku akan mengurusi kepindahan Jasmine ke ruangan pemulihan kak Abraham" ucap Dea.


"Iya De, terimakasih" ucap Abraham yang masih menggenggam tangan Jasmine dan sesekali menciumi kepala istrinya sambil membelainya lembut.


Dea tersenyum tipis, lalu segera berbalik dan melangkahkan kakinya pergi.


"Ya Tuhan kenapa hatiku masih merasa sakit melihat kak Abraham bersama dengan wanita lain, tolong beri aku keikhlasan ya Alloh" ucap Dea dalam hati sambil kemudian terduduk lesu sambil mengusap air matanya yang tak terasa menetes.


"Kuatkan hatimu De, relakan Abraham bahagia dengan wanita yang di cintai nya" ucap Farel lirih.


Dea terkejut saat tau Farel sudah ada di sampingnya sambil tersenyum.


"Kak Farel?"


"Hem, tidak apa-apa menangis lah kalau itu membuat beban mu terangkat"


"Maaf kak, masih sulit melupakan rasa itu saat melihat kak Abraham" ucap Dea yang kini menangis dalam pelukan Farel, dengan usapan lembut dari tangan Farel, Dea merasa sangat nyaman, hatinya begitu tenang, hingga membuat dirinya enggan melepaskan pelukannya.


"Kak, aku boleh lebih lama lagi di pelukanmu?" Ucap Dea.


"Kenapa?"


"Aku merasa nyaman kak, aku begitu tenang, aku suka di peluk kak Farel" ucap Dea polos.


"Baiklah, aku akan menemani mu disini sampai kau puas dan mau melepaskan pelukanmu" ucap Farel yang merasakan jantungnya berdetak kencang, namun tidak di perduli kan sama sekali oleh Dea yang nyaman dalam pelukannya.

__ADS_1


Tak berapa lama kemudian datanglah Rafael yang kebetulan melewati mereka berdua.


Farel segera memberikan kode ke Rafael untuk diam dan membiarkan saja Dea saat ini yang masih terisak dalam pelukannya, melihat hal itu Rafael perlahan melangkahkan kakinya dan berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.


*


Sementara itu Kartika tertawa puas di dalam kamarnya, mengira rencananya untuk menghabisi Jasmine sudah berhasil.


"Aku berharap kau segera mati Jasmine, racun itu akan dengan cepat akan membunuhmu" ucap Kartika sambil tertawa.


Tak lama kemudian dirinya mendengar suara deringan telepon dan segera mengangkatnya, senyuman senang dari bibirnya langsung mengembang saat mendapatkan kabar dari sang Ayah yang akan segera kembali ke Indonesia setelah pengobatan kankernya berhasil.


"Baiklah ayah, aku akan menunggumu, aku sudah sangat merindukanmu" ucap Kartika sebelum menutup kembali teleponnya.


**


Rafael yang sudah tiba di kamar perawatan Jasmine, segera masuk dan melihat Jasmine sudah bisa bersandar di tepian tempat tidur bersama dengan Abraham yang ikut naik di atas kasur sambil memeluk Istrinya.


"Kau ini Eb, ini tempat tidur rumah sakit, bisa-bisa roboh tempat tidurnya karena ulah kalian" semprot Rafael.


"Jasmine membutuhkan pelukanku, aku akan mengganti tempat tidurnya dua kali lipat kalau roboh"


"Cih, sombong sekali, bagaimana keadaanmu Jasmine?" Tanya Rafael, yang kemudian mendekat ke Jasmine, ikutan duduk di atas kasur.


Sontak Abraham melototkan matanya ke arah Rafael.


"Turun atau aku akan melempar mu dari jendela!" Bentak Abraham dan sukses membuat Jasmine tertawa.


*


Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 91-99


Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.10


Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2