AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Kebahagiaan


__ADS_3

Empat hari telah berlalu, dan kini saatnya Abraham di perbolehkan untuk kembali pulang, dokter yang merawat sempat terkejut saat melihat proses kesembuhan luka Abraham yang lumayan cepat dari semestinya.


Abraham dan Jasmine tersenyum bahagia dan mereka mengucapkan banyak terimakasih atas apa yang sudah dokter dan tim lakukan selama proses perawatan Abraham di lakukan di Rumah Sakit Pelita Harapan.


Dea dan Farel yang kebetulan piket pagi di Rumah sakit, ikut menyambangi Abraham dan Jasmine yang sudah bersiap untuk pulang hari ini.


"Biar aku yang membantu menyelesaikan Administrasi nya Jas, kalian bersiaplah, aku pergi sebentar" ucap Farel segera beranjak dari tempatnya.


Jasmine tersenyum dan mengucapkan terimakasih, mbok Darmi merasa lega dan bahagia mendengar keadaan majikannya baik-baik saja, segera mbok Darmi membereskan semuanya untuk di bawa kembali pulang.


Abraham juga bersiap masuk ke kamar mandi untuk berganti baju, lalu segera keluar dan duduk di samping istrinya, pelukan hangat dan ciuman mesra di berikan begitu saja di depan Dea yang tidak sengaja melihat jelas semuanya.


"Kalian benar-benar membuatku panas, dasar!" Ucap Dea sambil mengalihkan pandangannya.


Jasmine tertawa dan memandang ekspresi sahabatnya, "mangkanya cepat dihalalkan hubungan kamu sama Farel, kalian ini mau nunggu apa lagi" ucap Jasmine.


"Tenang saja, aku akan memberikan sesuatu ke kalian sebentar lagi" sahut Dea sambil tersenyum.


"Wow, pasti kejutan besar ini, iya kan?, Bisa kasih bocoran dikit dong De" Tanya Jasmine semakin penasaran.


"Ih, gak ada, gak kejutan lagi dong, kalau aku kasih tau sekarang, nanti kamu pasti tau, sabar dulu ya ibu hamil" ucap Dea sambil tertawa melihat bibir manyun Jasmine yang sudah nampak di depan matanya.


Dea langsung menoel hidung dan mencubit bibir Jasmine gemas, namun nampak lain di mata Abraham dan Farel yang baru masuk dan melihat semuanya.


"Eh, kalian ngapain?" Tanya Farel dengan tatapan aneh.


"Tau itu kekasihmu, suka seenaknya saja mempermainkan wajahku" sahut Jasmine.


"Gemes Jas, suka aku, sini aku_"


"Gak usah" sahut Abraham langsung menyambar tubuh istrinya dan memindahkannya di samping tubuhnya jauh dari Dea, sontak Jasmine dan Dea terkejut lalu tertawa bersama melihat sikap posesif Abraham dan juga tatapan curiga dari Farel.

__ADS_1


"Ya ampun, kalian ini kenapa?" Ucap Dea memandang Abraham dan Farel bergantian.


"Kamu itu, ngapain nggemesin wajah Jasmine, di lihat orang kayak pasangan saja tau nggak, sini!" Ucap Farel langsung menarik Dea dan kini sudah duduk di sampingnya.


Mbok Darmi yang melihat kejadian langka di depannya terkekeh sambil menggelengkan kepala melihat tingkah konyol orang-orang hebat di depan matanya.


Tak lama kemudian datanglah Rafael dan Rena yang akhirnya bisa mencairkan suasana kembali, lebih parahnya Rena langsung memeluk Jasmine dan menciumi pipinya lalu menoleh hidung di lanjut dengan mencubit pipi Jasmine karena gemas.


Sontak Abraham dan Farel melototkan matanya ke arah Rafael yang nampak santai saja, hingga dia tersadar dengan sorot tajam kedua sahabatnya.


"Kalian itu kenapa melotot padaku, mereka bertiga itu sudah biasa kayak gitu, suka gemas sama wajah istrimu Eb, tidak usah heran begitu" ucap Rafael kemudian terkekeh.


Rena segera menyudahi aksinya saat menyadari apa yang sedang terjadi, dirinya segera kembali duduk di samping suaminya kembali, tak lama kemudian semuanya segera keluar dari ruangan perawatan untuk mengantar Abraham dan Jasmine kembali pulang ke Mansionnya.


Rupanya ayah Jasmine sudah menunggu kedatangan mereka, kini semuanya sudah berkumpul di ruang tengah untuk bersantai dan berbincang-bincang.


"Bagaimana kabar kalian semua?" Tanya ayah Jasmine.


"Kami baik tuan Rahmad, bagaimana dengan anda?" Sahut Rafael.


"Kita akan meminta bantuan beberapa orang terlatih untuk mencarinya ayah, kita tidak bisa hanya menunggu dari pihak kepolisian saja, orang ini punya koneksi kuat di berbagai negara" ucap Abraham.


"Hem, baguslah, kalau begitu aku bisa mengandalkan kalian dalam hal ini, mungkin ayah besok akan segera kembali ke pondok pesantren, akan ada acara besar di sana, ayah harus ada untuk mendampingi semua pengurus mempersiapkan semuanya" ucap Rahmad.


"Sepertinya ayah sangat menikmati kehidupan disana?" Ucap Jasmine sambil tersenyum.


"Tentu saja sayang, ayah merasa lebih damai disana, dan pondok pesantren ayah sudah berkembang pesat sekarang, terimakasih banyak atas dukungan besar dari kalian, dana yang kalian berikan tiap bulan cukup besar hingga kami bisa membantu anak-anak yang kekurangan bisa sekolah dan menuntut ilmu tanpa biaya di pondok pesantren"


"Alhamdulillah..kami sangat senang mendengarnya tuan Rahmad" ucap Farel.


Begitu juga dengan Abraham dan Rafael yang sangat bersyukur karena sumbangan dana yang diberikan tiap bulan bermanfaat besar bagi banyak orang di sana.

__ADS_1


"Kalian datanglah kesana kapan-kapan, aku akan sangat senang, disana sangat nyaman untuk merilekskan pikiran kalian yang selalu panas memikirkan bisnis di ibu kota ini" sahut Rahmad.


"Tentu saja ayah, kami akan mencari watu yang tepat untuk bersama pergi ke sana" ucap Jasmine yang kini sudah memeluk ayahnya dengan manja, sang ayak tersenyum dan membalas pelukan Jasmine dengan erat.


Hingga mereka di kejutkan dengan kedatangan salah satu anak buah Abraham yang ditugaskan untuk mencari keberadaan Smith Rodergo, rupanya kabar baik sedang di sampaikan oleh sang anak buah, dimana mereka memberikan kabar tentang kebangkrutan perusahaan adikuasa Smith yang ada di beberapa Negara.


Abraham tersenyum lalu memberikan perintah untuk menyiapkan perjalanan untuknya ke beberapa perusahaan besar milik Smith Rodergo, Rafael yang sudah mengerti dengan tujuan sahabatnya ikut tersenyum puas, begitu juga dengan Rahmad yang mengagumi cara kerja Abraham yang cepat dan tepat pada sasaran untuk melebarkan Nugraha Company.


"Apa disini hanya aku dan Dea yang tidak mengerti apa maksud semua ini?" Tanya Farel merasa penasaran dengan senyuman semua orang yang ada disana.


"Sudahlah Rel, tugasmu bukan ikut terlibat di dunia Bisnis, yang terpenting sekarang kau segera menikahi adikku Dea" sahut Rafael.


"Ish, kau ini, tentu saja, kita akan menikah dua Minggu lagi" ucap Farel begitu saja dan membuat semua orang terperanjat, terutama Dea yang juga tidak tahu akan hal ini.


Plak


"Ow, sakit De, kenapa memukulku keras gitu?!" Ucap Farel sambil menggosok bagian tubuhnya yang kesakitan karena pukulan keras kekasihnya.


"Rasain, Kak, jangan bercanda!" Teriak Dea jengkel.


"Yang bercanda siapa, aku sama keluarga sudah membicarakannya, besok malam kita ke rumah Mommy untuk melamar resmi sekaligus membicarakan persiapan pernikahannya" jawab Farel.


"Apa?, Kok aku gak di kasih tau sih kak"


"Lah ini sudah tak kasih tau, jadi kalian besok segera bersiap, okey?!" Jawab Farel sambil mengedipkan sebelah matanya ke Dea.


Sementara Rafael hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Farel yang tidak pernah berubah kalau sudah ada maunya, Jasmine dan Rena sebaliknya, segera memeluk Dea bersamaan dan mengucapkan selamat hingga Dea berteriak saat susah untuk mengambil nafasnya terhimpit oleh pelukan kedua sahabatnya.


Abraham tertawa ikut merasakan kebahagiaan yang di rasakan oleh Farel Sahabatnya, begitu juga dengan ayah Jasmine yang mengucap syukur dengan semua kebahagiaan yang dirasakan saat ini, " Semoga kalian selalu dalam lindungan-NYA" ucap Rahmad dalam hati, mendoakan yang terbaik untuk mereka semua.


**

__ADS_1


Yuk lanjut di episode selanjutnya di jam 3 sore, yang pastinya lebih seru..


Jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE dan KOMEN..selalu di tunggu..


__ADS_2