
Kedua mata Farel dan Dea saling pandang tidak percaya dengan apa yang akan direncanakan oleh Smith terhadap Jasmine.
"Laki-laki brengsek ini benar-benar sudah gila kak"
"Ssstt..diam, kita dengarkan saja apa rencana mereka" ucap Farel memperingatkan Dea.
Keduanya masih terus memasang telinga untuk mengetahui semua perbincangan yang dilakukan ketiga laki-laki yang ada di sebelah ruangannya.
"Masih ada tugas penting yang harus segera di lakukan, selama Abraham masih bernafas di dunia ini, aku yakin Jasmine tidak akan bisa menjadi milikmu tuan Smith" ucap Anton
"Hem, aku tau dan tugas sang master menyelesaikan masalah ini untukku, jadi bersiaplah"
"Tentu saja, tinggal tuan Anton atur saja waktu yang tepat untukku menghabisi Abraham, masalah akan cepat selesai" ucap sang Master
"Saya peringatkan Master, Abraham bukan orang sembarangan, yang saya dengar dia punya kekuatan dahsyat yang luar biasa" ucap Anton.
"Aku tau, mungkin tidak akan mudah untuk membunuhnya, tapi aku yakin kekuatanku masih bisa untuk melakukan hal itu" jawab Master.
"Bagus, aku ingin segera menyelesaikan masalah ini dan menjadikan Jasmine hanya milikku, setelah itu kalian akan mendapatkan bagian masing-masing, setelah itu aku akan hidup dengan tenang bersama wanitaku" sahut Smith.
Sebenarnya ada satu lagi yang perlu kita khawatir kan tuan Smith" ucap Anton.
"Maksudmu?"
"Ayah Jasmine, Rahmad Hasan Nugraha, kakak tiri ku, dia adalah orang yang hebat, dan ikatan batin keduanya juga juga sangat kuat" ucap Anton.
"Tunggu, Rahmad Hasan Nugraha?, Sepertinya aku pernah mendengar nya" sahut Master berusaha mengingatnya namun tetap tidak bisa, dan akhirnya masuklah beberapa perempuan yang sudah di sewa oleh mereka untuk memuaskan naf*sunya di tempat itu.
Mendengar semua percakapan itu, Farel dan Dea semakin dibuat geram dan ingin sekali mengajar mereka saat ini juga, namun itu tidak mungkin dilakukan karena kekuatan lawan saat ini tidak mungkin dapat mereka kalahkan.
"Sebaiknya kita segera pergi kak, aku rasa informasi ini sudah cukup untuk kita berikan ke Abraham dan segera kita mengambil tindakan" ucap Dea lirih.
"Tapi mereka belum mengatakan dimana sebenarnya Jasmine berada De"
"Aku yakin ada di Mansion tuan Smith, tidak mungkin kan Jasmine akan dibiarkan berada jauh dari laki-laki brengsek itu"
"Hem, benar juga, baik, kita pergi sekarang, kita harus berhati-hati" sahut Farel dan segera pergi meninggalkan Club malam itu bersama dengan Dea menuju Mansion Abraham.
__ADS_1
Farel segera pergi ke Apartemen Rafael untuk sekaligus mengajaknya, sedangkan Dea menginap di sana untuk menemani Rena.
"Aku pergi dulu yang, kamu istirahatlah dulu, jangan menungguku pulang, mungkin aku akan lama membahas semuanya besama dengan Abraham dan Farel" pesan Rafael ke istrinya.
"Iya yang, jangan khawatir, ada Rena disini"
Keduanya segera pergi ke tempat Abraham untuk memberitahu semua informasi yang didapatkan, tak berapa lama akhirnya mereka sampai, rupanya Abraham sudah menunggunya, lalu ketiganya terlibat perbincangan serius di ruang kerja Abraham, Mbok Darmi masuk, segera menyiapkan Makanan dan minuman untuk menemani perbincangan mereka.
"Baji*ngan, jadi Smith dalang dari semua ini, berani sekali dia berbuat itu padaku, breng*sek!!" Ucap Abraham di tengah emosinya.
"Tenanglah Eb, kita harus berpikiran jernih untuk mengatasi hal ini, dari cerita Farel, tuan Smith mendapatkan dukungan dari pasukan orang-orang terlatih, jangan lupa itu" sahut Rafael berusaha memenangkan Abraham.
"Benar sekali, dan keterlibatan paman Jasmine juga benar-benar di luar dugaan ku, tega sekali baji*ngan itu melakukan hal ini" ucap Farel geram.
"Paman Anton, kau sudah keterlaluan, kurang apa Jasmine dan ayah yang masih saja melibatkan mu di perusahaan dengan otak bodoh mu itu dengan harapan masih ikut andil dalam perusahaan dan menikmati hasilnya, tapi apa yang sudah kau lakukan, Bajingan!!" Ucap Abraham dengan penuh penekanan menahan emosinya.
"Lalu rencana apa yang akan kita lakukan?" Tanya Farel.
"Aku akan bersiap mendatangi Mansion Smith dan membawa Jasmine apapun caranya, dan kau Rafael, tolong bantu aku mencari semua kebobrokan perusahaan Smith Rodergo di dalam dan di luar Negeri, aku yakin kau pasti bisa melakukan hal ini bukan?" ucap Abraham.
"Pamanmu Anton serahkan padaku, besok pagi akan aku pastikan mulutnya sudah bernyanyi menyampaikan semua informasi yang kita butuhkan, setelah itu aku akan menemanimu pergi ke Mansion Smith untuk menemukan Jasmine" ucap Farel.
"Bagus, sepertinya rencana kita sudah tersusun dengan rapi, besok kita akan segera melakukan tugas masing-masing, sebaiknya kalian segera pulang dan memanfaatkan sisa waktu untuk beristirahat"
Keduanya segera mengangguk, lalu pamit kembali pulang ke Apartemen Rafael, untuk sementara Farel ikut tidur di Apartemen sahabatnya untuk menghemat waktu dan segera beristirahat, sementara Rena di biarkan tertidur dengan Dea yang sudah sangat pulas.
"Kau tidurlah di kamar tamu Rel"
"Bagaimana dengan Dea, apa dia sudah tertidur?" Tanya Farel dengan raut wajah cemas.
"Tenanglah, Dea sudah tertidur pulas bersama dengan Rena, aku sengaja tidak membangunkan mereka, biar untuk malam ini mereka menikmati tidur nyenyak nya"
"Oh syukurlah kalau begitu" ucap Farel merasa lega kemudian berjalan masuk ke kamar tamu untuk segera beristirahat, begitu juga dengan Rafael yang sudah masuk ke kamar yang lain untuk membersihkan diri dan segera beristirahat untuk memulihkan tenaganya kembali.
Diruangan kerja Abraham, masuklah mbok Darmi untuk membereskan gelas dan piring yang ada di sana, sesaat mbok Darmi merasa khawatir melihat keadaan sang majikan yang sangat terlihat kelelahan.
"Tuan, maafkan saya, tidak bisa menjaga nona Jasmine, seharusnya saya saja yang menggantikan tempatnya saat ini, maaf tuan saya_" ucap mbok Darmi tertahan dan menangis di depan sang majikan.
__ADS_1
"Sudah mbok, istirahatlah, mereka menginginkan Jasmine, bukan Mbok Darmi, apapun yang sudah terjadi, itu bukan salah Mbok Darmi, doakan Jasmine baik-baik saja dan aku segera bisa membawanya pulang"
Mbok Darmi mengangguk dan mencoba menghentikan tangisnya sambil berlalu pergi meninggalkan ruangan kerja majikannya.
Abraham yang masih terduduk di kursi ruang kerjanya di kejutkan dengan suara deringan telepon, hingga akhirnya segera mengangkatnya, betapa sangat terkejut ya Abraham mendengar suara seseorang yang sangat di segani dan di hormati nya.
"Ayah?" Ucap Abraham lirih setelah itu menjawab salamnya.
"Apa ada yang sedang terjadi dengan kalian?" Tanya Rahmad.
Abraham terasa kelu tidak bisa mengucapkan kata-kata, hingga suara Ayah mertuanya menyadarkan dirinya.
"Katakan padaku, apa Jasmine tidak sedang bersamamu Abraham?"
Deg
Jantung Abraham terasa ingin berhenti berdetak saat pertanyaan sang Ayah sampai di telinganya.
"Maafkan aku ayah" ucap lirih Abraham dengan suara yang tergetar.
"Apa maksudmu, jangan bilang apa yang aku rasakan adalah kebenaran Abraham, jadi benar terjadi sesuatu dengan Jasmine?"
"Ayah, maafkan aku_jasmine_"
"Katakan dengan benar Abraham!" Bentak Rahmad di dalam saluran telepon.
Abraham tidak bisa melanjutkan kata-katanya, rasa cemas,emosi dan kecewa akan dirinya yang tidak bisa melindungi istrinya melebur menjadi satu hingga tidak bisa membendung air matanya lagi, selama hidupnya baru pertama kali Abraham menangis sampai seperti ini, dan Rahmad hanya terdiam mendengar tangisan Abraham.
**
Yang makin penasaran, sabar dulu, hari ini Up lebih dari 1 kali..ditunggu ya..
Hari Senin, Waktunya kasih VOTE, VOTE, VOTE..
HADIAH jangan lupa..
LIKE dan KOMEN Selalu di Nanti
__ADS_1